Kamis, 05 November 2026
04:16 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Simon Kuznets

Simon Kuznets

Bagikan:
250px-Simon_Kuznets_1971b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simon Smith Kuznets (1971)

Simon Smith Kuznets (Pinsk, Kekaisaran Rusia (kini di Belarus), 30 April 1901 – Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, 8 Juli 1985) terkenal atas studinya tentang pendapatan nasional dan komponen-komponennya. Kuznets adalah guru besar ilmu ekonomi di Universitas Pennsylvania (1930-54), Johns Hopkins (1954-60), dan Harvard (1960-71). Ia adalah presiden American Economic Association pada 1954.

Karya

Kuznets mengubah cara pengukuran PDB. Dengan karya yang bermula pada 1930-an dan terus-menerus selama beberapa dasawarsa, Kuznets menghitung pendapatan nasional sejak 1869. Meskipun bukan ekonom pertama yang mencobanya, karya Kuznets terbilang sempurna dan teliti yang mengatur standar bidang ini. Karyanya didanai oleh lembaga nirlaba National Bureau of Economic Research, yang telah bermula pada 1920. Kuznets kemudian membantu U.S. Department of Commerce untuk menstandardisasi pengukuran Produk Nasional Bruto. Namun di akhir 1940-an, ia berpecah dengan departemen itu karena menolak menggunakan PDB untuk mengukur pekerjaan rumah tangga karena ini merupakan komponen produksi yang penting.

Kemudian, Kuznets membantu mengembangkan revolusi Keynes. Pengukuran Kuznets juga membantu melanjutkan studi ekonometri yang didirikan oleh Ragnar Frisch dan Jan Tinbergen. Kuznets mendekati karya ini dengan menuruti fakta dan berharap memahami fenomena ekonomi melalui pengukuran kuantitatif. Ia telah memulainya sejak tinggal di Rusia: ia adalah kepala BPS di Ukraina pada masa Bolshevik sebelum pindah ke Amerika Serikat di usia 21.

Salah satu penemuan Kuznets lainnya adalah efek pertumbuhan ekonomi dalam distribusi pendapatan. Di negeri miskin, Kuznets menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi menambah disparitas pendapatan antara orang kaya dan orang miskin. Di negeri yang makmur, pertumbuhan ekonomi mempersempit perbedaan itu. Di samping itu, Kuznets menganalisis dan mengkuantifikasi sifat berulang produksi dan harga dalam jangka waktu 15-20 tahun. Siklus perdagangan demikian sering disebut sebagai "siklus Kuznets" meski dipertentangkan.

Penghargaan

Kuznets memperoleh Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel. Banyak ekonom yang percaya bahwa Kuznets memperoleh Hadiah Nobel Ekonomi 1971 untuk penghitungan pendapatan nasional. Namun kenyataannya, ia mendapatkan penghargaan itu untuk karya empiris dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam karya ini Kuznets mengidentifikasi era ekonomi baru—yang disebutnya "pertumbuhan ekonomi modern"—yang bermula di Eropa Barat di paruh terakhir abad ke-18.

Pranala luar

1969–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan