Jumat, 16 Oktober 2026
20:01 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
George Akerlof

George Akerlof

ekonom asal Amerika Serikat

Bagikan:
George Akerlof
250px-George_Akerlof.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
George Arthur Akerlof

17 Juni 1940 (umur 86)
InstitusiUniversity of California, Berkeley
MazhabNew Keynesian economics
Alma materMIT (Ph.D.)
Yale University (B.A.)
DipengaruhiRobert Solow
KontribusiInformation asymmetry
Efficiency wages
PenghargaanNobel Prize in Economics (2001)
Informasi di IDEAS / RePEc

George Arthur Akerlof (lahir 17 Juni 1940 di New Haven, Connecticut) ialah ekonom Amerika Serikat.

Akerlof menerima gelar sarjana dari Universitas Yale pada tahun 1962, dan Ph.D. dalam ilmu ekonomi dari Institut Teknologi Massachusetts pada tahun 1966. Semasa tahun-tahun inilah Akerlof memulai penelitian lanjutannya mengenai makroekonomi John Maynard Keynes.

Setelah lulus, Akerlof menjadi profesor pembantu di Universitas California, Berkeley. Selama tahun-tahun pertamanya di Berkeley-lah ia menulis The Market for Lemons: Quality Uncertainty and the Market Mechanism, di mana ia menciptakan istilah 'lemon' untuk sebuah mobil dengan cacat tersembunyi. Antara tahun 1967-1968, Akerlof menghabiskan masa setahun di Badan Statistik India, New Delhi. Di sana ia mencoba mengembangkan sebuah program untuk menyediakan air secara merata dari bendungan di sekitarnya. Ia juga melanjutkan penelitian pada pengangguran dan jurang antara permintaan dan penawaran.

Pada tahun 1969, setelah kembali dari India, Akerlof diberikan kedudukan tetap dan bergabung menjadi staf pengajar di Jurusan Ekonomi University of California at Berkeley. Pada tahun 1977, ia pindah ke Washington, District of Columbia untuk bekerja di Federal Reserve Board di Washington, D.C., di mana ia bertemu Janet Yellon. Dalam Efficiency Wage Models of the Labor Market, Akerlof dan Janet Yellen (yang kemudian dinikahinya) mengajukan alasan untuk hipotesis efisiensi upah di mana majikan memberikan upah kliring pasar, berkebalikan dengan kesimpulan ekonomi neoklasik.

Akerlof menghabiskan beberapa waktu di London School of Economics, sebelum kembali ke University of California, Berkeley pada 1980. Akerlof memutuskan mengubah fokusnya pada penelitian dari ekonomi makro untuk mempelajari keadilan dan adat sosial pengangguran. Antara 1994-1999, Akerlof kembali ke Washington, D.C., karena isterinya telah diajukan ke Dewan Gubernur Sistem Cadangan Federal. Akerlof dan istrinya kembali ke Berkeley pada 1999, dan sejak saat itu Akerlof menjabat sebagai Profesor Koshland dalam Ilmu Ekonomi.

Akerlof menerima Hadiah Nobel dalam Ekonomi tahun 2001, bersama dengan A. Michael Spence dan Joseph Eugene Stiglitz, untuk sumbangan mereka pada teori asimetri informasi. Mereka bersama-sama meneliti penapisan, sebuah teknik yang digunakan oleh sebuah agen ekonomi untuk menyadap informasi pribadi sebaliknya dari lainnya.

Pranala luar

1969–1975
1976–2000
2001–kini
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan