Senin, 21 September 2026
02:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Istri

Istri

250px-Behold_My_Wife_%281920%29_-_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adegan dalam film Behold My Wife (1920)
60px-People_together.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hubungan
(Garis besar)

Istri (bahasa Sanskerta: strī yang artinya adalah "wanita" atau "perempuan") atau bini[1] adalah wanita yang telah dinikahi dan bersuami dengan status menikah.[2] Salah seorang pelaku pernikahan yang berjenis kelamin wanita yang dinikahi oleh seorang pria atau suami, seorang wanita biasanya menikah dengan seorang pria dalam suatu upacara pernikahan yang diakui secara sah secara agama dan hukum negara sebelum diresmikan statusnya sebagai seorang istri dan pasangannya sebagai seorang suami, dalam berbagai agama seorang wanita hanya boleh menikah dengan satu pria, di dalam agama tertentu, pernikahan seorang pria dengan banyak wanita diperbolehkan atas persetujuan istri dan Pengadilan Agama, hal ini dinamakan poligami, sedangkan pernikahan seorang wanita dengan banyak pria disebut poliandri, di Indonesia poliandri dilarang bahkan terlarang, dan di dalam berbagai agama diharam kan serta menurut hukum Islam dan hukum negara[3]

Seorang istri (jamak:: istri-istri) adalah seorang perempuan yang berada dalam suatu hubungan perkawinan. Seorang perempuan yang telah berpisah dari pasangannya tetap berstatus sebagai istri sampai perkawinannya secara hukum dibubarkan melalui putusan perceraian; atau hingga salah satu pihak meninggal dunia, bergantung pada jenis perkawinannya. Setelah pasangannya meninggal dunia, seorang istri disebut sebagai janda. Hak dan kewajiban seorang istri terhadap pasangannya serta kedudukannya dalam masyarakat dan hukum berbeda-beda menurut budaya dan juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Perubahan setelah perkawinan

Setelah menikah, dalam banyak budaya seorang perempuan umumnya diharapkan menggunakan nama keluarga suaminya, meskipun praktik ini tidak berlaku secara universal. Seorang perempuan yang telah menikah dapat menunjukkan status perkawinannya dengan berbagai cara: dalam budaya Barat, perempuan yang telah menikah lazim mengenakan cincin kawin, tetapi dalam budaya lain dapat digunakan penanda status perkawinan yang berbeda. Seorang perempuan yang telah menikah umumnya menyandang gelar "Mrs", tetapi sebagian perempuan yang telah menikah lebih memilih disebut sebagai "Ms", sebuah gelar yang juga digunakan berdasarkan preferensi pribadi atau ketika status perkawinan seorang perempuan tidak diketahui.

Terminologi terkait

250px-Bride_at_Nikah.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pengantin perempuan muda pada acara nikah (pernikahan Islam)

Seorang perempuan pada hari pernikahannya biasanya disebut sebagai pengantin perempuan. Dalam beberapa keadaan, sebutan ini juga dianggap tepat digunakan setelah upacara pernikahan atau bulan madu, meskipun dalam kehidupan perkawinan ia umumnya disebut sebagai istri. Jika ia menikah dengan seorang laki-laki, pasangannya dikenal sebagai mempelai pria selama upacara pernikahan dan dalam perkawinan disebut sebagai suaminya. Jika ia menikah dengan seorang perempuan, masing-masing pasangan disebut sebagai istri.

Dalam adat-istiadat lama yang masih diikuti dalam ritual Gereja Katolik Roma, istilah pengantin perempuan sebenarnya berarti tunangan, dan digunakan hingga pertukaran persetujuan perkawinan (tindakan perkawinan yang sesungguhnya). Sejak saat itu, bahkan ketika rangkaian upacara masih berlangsung, perempuan tersebut telah menjadi seorang istri dan tidak lagi dianggap sebagai pengantin perempuan. Oleh karena itu, pasangan pengantin tidak lagi disebut demikian, melainkan sebagai pasangan yang baru menikah atau "pengantin baru".

Berbeda dengan ibu, sebuah istilah yang menempatkan perempuan dalam konteks hubungannya dengan anak-anaknya, "istri" merujuk pada hubungan yang dilembagakan dengan pasangan lainnya. Dalam beberapa masyarakat, terutama pada masa lampau, seorang gundik adalah perempuan yang menjalin hubungan berkelanjutan, biasanya berorientasi pada perkawinan, dengan seorang laki-laki yang tidak dapat menikahinya, sering kali karena perbedaan status sosial.

Istilah istri paling umum digunakan untuk perempuan dalam suatu ikatan yang diakui oleh hukum (termasuk hukum agama), tetapi tidak untuk perempuan yang berada dalam hubungan kohabitasi informal, yang dapat disebut sebagai pacar, pasangan, teman serumah, pasangan hidup, gundik, selir, dan sebagainya. Namun, seorang perempuan dalam apa yang disebut sebagai perkawinan menurut hukum adat dapat menyebut dirinya sebagai istri menurut hukum adat, istri de facto, atau sekadar istri. Mereka yang berupaya mendorong netralitas gender dapat menyebut kedua pihak dalam perkawinan sebagai "pasangan". Sebagai tanggapan terhadap perubahan istilah tersebut, banyak negara dan masyarakat menyesuaikan peraturan perundang-undangan mereka dengan mengganti istilah "istri" dan "suami" menjadi "pasangan". Mantan istri yang pasangannya telah meninggal dunia disebut sebagai janda.

Berakhirnya status sebagai istri

Status seorang istri dapat berakhir karena perceraian, pembatalan perkawinan, atau kematian pasangan. Dalam kasus perceraian, istilah seperti mantan istri atau eks-istri sering digunakan. Dalam hal pembatalan perkawinan, istilah-istilah tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Hal ini karena pembatalan perkawinan, berbeda dengan perceraian, biasanya bersifat retroaktif, yang berarti bahwa perkawinan yang dibatalkan dianggap tidak sah sejak awal seolah-olah tidak pernah terjadi. Dalam hal kematian pasangan, istilah yang digunakan adalah janda. Status sosial perempuan semacam ini berbeda-beda menurut budaya. Di beberapa tempat, mereka dapat menjadi sasaran praktik yang berpotensi merugikan, seperti warisan janda atau perkawinan levirat, maupun stigma sosial.[4] Dalam beberapa budaya, berakhirnya status sebagai istri dianggap membuat kehidupan itu sendiri kehilangan makna. Dalam budaya yang mempraktikkan sati, sebuah ritual pemakaman dalam sejumlah komunitas di Asia, seorang perempuan yang baru menjadi janda dengan sengaja melakukan bakar diri di atas tumpukan kayu pembakaran jenazah suaminya.

Referensi

Lihat pula

Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu


Ikon rintisan

Artikel bertopik masyarakat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan