Senin, 21 September 2026
03:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Cicit

Cicit

anak dari cucu

250px-Baby_Mother_Grandmother_and_Great_Grandmother.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto bayi berusia 2 bulan, ibunya, nenek dari pihak ibu, dan nenek buyut dari pihak ibu. Setiap orang dalam foto ini melahirkan orang yang lebih muda berikutnya sehingga menunjukkan empat generasi dalam satu foto keluarga.

Anak Cicit (buyut dalam bahasa Jawa) adalah sebuah ungkapan garis keturunan dalam Bagan silsilah Keluarga. Anak merupakan garis keturunan pertama, cucu merupakan garis keturunan kedua sedangkan cicit adalah anak keturunan ketiga.

Garis keturunan

Garis keturunan merupakan keturunan langsung atau pertalian darah dari garis keturunan langsung. Misalkan hubungan orang tua kandung dengan anaknya atau hubungan anak, ayah, dan kakek. Sedangkan sebutan anak dalam silsilah keluarga merupakan garis keturunan pertama sedangkan cucu merupakan anaknya dari anak atau garis keturunan kedua serta cicit merupakan anak dari cucu dan seterusnya.[1][2]

Dalam Bahasa Indonesia terdapat 3 sebutan ke tingkat bawah dari garis keturunan dalam silsilah keluarga. Urutan 3 sebutan ke tingkat bawah dalam silsilah keluarga saat ini yang diketahui oleh sebagian besar orang Indonesia yakni:

Anak = Keturunan Pertama
Cucu = Keturunan Kedua
Cicit = Keturunan Ketiga

Silsilah keluarga

Tiap-tiap daerah di Indonesia memang beda dalam penyebutan garis keturunan dalam silsilah keluarga, misalkan dalam tradisi jawa terdapat sebutan garis keturunan hingga 18 tingkat ke bawah[3] yakni:

  • Keturunan ke-1. Anak
  • Keturunan ke-2. Putu, dalam bahasa Indonesia disebut cucu
  • Keturunan ke-3. Buyut, dalam bahasa Indonesia disebut cicit
  • Keturunan ke-4. Canggah, dalam bahasa Indonesia disebut piut
  • Keturunan ke-5. Wareng, dalam bahasa Indonesia disebut anggas
  • Keturunan ke-6. Udhek-udhek
  • Keturunan ke-7. Gantung siwur
  • Keturunan ke-8. Gropak Senthe
  • Keturunan ke-9. Debog Bosok
  • Keturunan ke-10. Galih Asem
  • Keturunan ke-11. Gropak waton
  • Keturunan ke-12. Cendheng
  • Keturunan ke-13. Giyeng
  • Keturunan ke-14. Cumpleng
  • Keturunan ke-15. Ampleng
  • Keturunan ke-16. Menyaman
  • Keturunan ke-17. Menya-menya
  • Keturunan ke-18. Trah tumerah.[4]

Begitu juga dalam tradisi masyarakat Bali terdapat sebutan garis keturunan hingga 9 tingkat ke bawah. Kesembilan garis keturunan ini merupakan leluhur atau nenek moyang orang bali yang jarang dipublikasikan secara khusus dan umum.[5]

  • Aji atau Ayah adalah orang tua dari si anak merupakan garis keturunan pertama.
  • Pekak atau Kakek adalah orang tua yang membesarkan ayah merupakan garis keturunan kedua.
  • Kompiang atau ayahnya kakek adalah garis keturunan tingkat ketiga.
  • Kelab atau ayahnya kompiang adalah garis keturunan tingkat keempat
  • Kelampiung atau ayahnya Kelab adalah garis keturunan tingkat kelima.
  • Karapeg atau ayahnya kelampiung adalah garis keturunan keenam
  • Canggah atau ayahnya Karapeg adalah garis keturunan ketujuh.
  • Wareng atau ayahnya Canggah adalah garis keturunan kedelapan.
  • Udeg-udeg atau ayahnya Wareng adalah garis keturunan kesembilan.

Lihat pula

Referensi

  1. Sebutan Cicit wiktionary.org
  2. Garis Keturunan id.termwiki.com
  3. "18 Nama Tingkatan Leluhur Nusantara". sewelaz.com.
  4. Urutan Silsilah Keturunan abuzadan.staff.uns.ac.id
  5. Garis Keturunan Nenek Moyang di Bali Diarsipkan 2014-06-30 di Wayback Machine. id.shvoong.com

Pranala luar

Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan