Kamis, 05 November 2026
12:06 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Cicit

Cicit

anak dari cucu

Bagikan:
250px-Baby_Mother_Grandmother_and_Great_Grandmother.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto bayi berusia 2 bulan, ibunya, nenek dari pihak ibu, dan nenek buyut dari pihak ibu. Setiap orang dalam foto ini melahirkan orang yang lebih muda berikutnya sehingga menunjukkan empat generasi dalam satu foto keluarga.

Anak Cicit (buyut dalam bahasa Jawa) adalah sebuah ungkapan garis keturunan dalam Bagan silsilah Keluarga. Anak merupakan garis keturunan pertama, cucu merupakan garis keturunan kedua sedangkan cicit adalah anak keturunan ketiga.

Garis keturunan

Garis keturunan merupakan keturunan langsung atau pertalian darah dari garis keturunan langsung. Misalkan hubungan orang tua kandung dengan anaknya atau hubungan anak, ayah, dan kakek. Sedangkan sebutan anak dalam silsilah keluarga merupakan garis keturunan pertama sedangkan cucu merupakan anaknya dari anak atau garis keturunan kedua serta cicit merupakan anak dari cucu dan seterusnya.[1][2]

Dalam Bahasa Indonesia terdapat 3 sebutan ke tingkat bawah dari garis keturunan dalam silsilah keluarga. Urutan 3 sebutan ke tingkat bawah dalam silsilah keluarga saat ini yang diketahui oleh sebagian besar orang Indonesia yakni:

Anak = Keturunan Pertama
Cucu = Keturunan Kedua
Cicit = Keturunan Ketiga

Silsilah keluarga

Tiap-tiap daerah di Indonesia memang beda dalam penyebutan garis keturunan dalam silsilah keluarga, misalkan dalam tradisi jawa terdapat sebutan garis keturunan hingga 18 tingkat ke bawah[3] yakni:

  • Keturunan ke-1. Anak
  • Keturunan ke-2. Putu, dalam bahasa Indonesia disebut cucu
  • Keturunan ke-3. Buyut, dalam bahasa Indonesia disebut cicit
  • Keturunan ke-4. Canggah, dalam bahasa Indonesia disebut piut
  • Keturunan ke-5. Wareng, dalam bahasa Indonesia disebut anggas
  • Keturunan ke-6. Udhek-udhek
  • Keturunan ke-7. Gantung siwur
  • Keturunan ke-8. Gropak Senthe
  • Keturunan ke-9. Debog Bosok
  • Keturunan ke-10. Galih Asem
  • Keturunan ke-11. Gropak waton
  • Keturunan ke-12. Cendheng
  • Keturunan ke-13. Giyeng
  • Keturunan ke-14. Cumpleng
  • Keturunan ke-15. Ampleng
  • Keturunan ke-16. Menyaman
  • Keturunan ke-17. Menya-menya
  • Keturunan ke-18. Trah tumerah.[4]

Begitu juga dalam tradisi masyarakat Bali terdapat sebutan garis keturunan hingga 9 tingkat ke bawah. Kesembilan garis keturunan ini merupakan leluhur atau nenek moyang orang bali yang jarang dipublikasikan secara khusus dan umum.[5]

  • Aji atau Ayah adalah orang tua dari si anak merupakan garis keturunan pertama.
  • Pekak atau Kakek adalah orang tua yang membesarkan ayah merupakan garis keturunan kedua.
  • Kompiang atau ayahnya kakek adalah garis keturunan tingkat ketiga.
  • Kelab atau ayahnya kompiang adalah garis keturunan tingkat keempat
  • Kelampiung atau ayahnya Kelab adalah garis keturunan tingkat kelima.
  • Karapeg atau ayahnya kelampiung adalah garis keturunan keenam
  • Canggah atau ayahnya Karapeg adalah garis keturunan ketujuh.
  • Wareng atau ayahnya Canggah adalah garis keturunan kedelapan.
  • Udeg-udeg atau ayahnya Wareng adalah garis keturunan kesembilan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Sebutan Cicit wiktionary.org
  2. ↑ Garis Keturunan id.termwiki.com
  3. ↑ "18 Nama Tingkatan Leluhur Nusantara". sewelaz.com.
  4. ↑ Urutan Silsilah Keturunan abuzadan.staff.uns.ac.id
  5. ↑ Garis Keturunan Nenek Moyang di Bali Diarsipkan 2014-06-30 di Wayback Machine id.shvoong.com

Pranala luar

Anggota
keluarga
Leluhur ke-3, dst.
Leluhur ke-2
Leluhur ke-1
Generasi ego
Keturunan ke-1
Keturunan ke-2, dst.
Status anak
Status individu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan