Rabu, 07 Oktober 2026
13:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026
Jeffrey Sachs

Jeffrey Sachs

Bagikan:
Jeffrey Sachs
250px-Jeffrey_D._Sachs_-_World_Economic_Forum_on_East_Asia_2011.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jeffrey Sachs di Jakarta, Indonesia, 2011
Lahir5 November 1954 (umur 71)
InstitusiUniversitas Columbia
BidangEkonomi politik, pembangunan internasional
MazhabEkonomi Keynes[1]
Alma materUniversitas Harvard
DipengaruhiPaul Samuelson, John Maynard Keynes[1][2]
KontribusiMillennium Villages Project

Jeffrey David Sachs (/ˈsæks/; lahir 5 November 1954) adalah ekonom Amerika Serikat dan direktur The Earth Institute di Universitas Columbia. Ia dikenal sebagai salah satu pakar pembangunan ekonomi dunia dan pemberantasan kemiskinan.

Sachs merupakan Dosen Pembangunan Berkelanjutan Quetelet di Columbia's School of International and Public Affairs dan dosen kebijakan dan manajemen kesehatan di Columbia's School of Public Health. Ia menjabat sebagai penasihat khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-Moon untuk bidang Millennium Development Goals. Ia sebelumnya memegang jabatan yang sama di bawah kepemimpinan Kofi Annan. Ia adalah pendiri dan kepala strategiwan Millennium Promise Alliance, organisasi nirlaba yang bertujuan mengakhiri kemiskinan ekstrem dan kelaparan. Pada tahun 2002 sampai 2006, ia menjabat sebagai direktur Millennium Development Goals dalam United Nations Millennium Project. Ia juga menjabat sebagai direktur UN Sustainable Development Solutions Network. Sejak 2010, ia menjabat komisaris Broadband Commission for Digital Development, organisasi yang mengutamakan teknologi pita lebar untuk pembangunan sosial dan ekonomi.[3] Selain itu, Saacs juga pernah mengemban jabatan sebagai penasehat khusus Sekretaris Jenderal PBB di masa Kofi Annan (2001-2007), Ban Ki-moon (2008-2016), dan Antonio Gutteres (2017-2018).

Sachs telah menulis tiga buku New York Times Bestseller: The End of Poverty (2005), Common Wealth (2008), dan The Price of Civilization (2011). Buku terbarunya berjudul The Age of Sustainable Development (2015). Ia terdaftar dalam Time Magazine's "100 Most Influential People in the World" tahun 2004 dan 2005, dan dianugerahi Blue Planet Prize tahun 2015 atas kontribusinya terhadap solusi permasalahan lingkungan global.[4]

Karya

Sachs telah menulis ratusan jurnal ilmiah dan sejumlah buku, termasuk tiga New York Times Bestseller: The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time (Penguin, 2005), Common Wealth: Economics for a Crowded Planet (Penguin, 2008), dan The Price of Civilization: Reawakening American Virtue and Prosperity (Random House, 2011).

Ia menulis kolom kebijakan luar negeri setiap bulan untuk Project Syndicate, asosiasi nirlaba surat kabar dunia yang diterbitakn di 145 negara.[5] Ia juga merupakan kontributor aktif di Financial Times,[6][7] Scientific American, Time Magazine, dan The Huffington Post.

Karya pilihan

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Janet Shan, "Keynesian Economist, Jeffrey Sachs Says President Obama's Stimulus has Failed", June 7, 2010". Hinterlandgazette.com. 2010-06-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-13. Diakses tanggal 2014-02-19. [sumber tepercaya?]
  2. ↑ Simon Zadek, "Sustainable finance is the way out of crisis", 29 August 2011 Diarsipkan 2014-08-26 di Wayback Machine. at openDemocracy.net [sumber tepercaya?]
  3. ↑ Diarsipkan 20100514094219 di www.broadbandcommission.org Galat: URL arsip tidak dikenal
  4. ↑ "ブループラネット賞英米2経済学者に" (dalam bahasa Japanese). SciencePortal (Japan Science and Technology Agency). 2015-06-19. Diakses tanggal 2015-08-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Project Syndicate, 2014
  6. ↑ i.e. ft.com April 29, 2013: Austerity exposes the global threat from tax havens
  7. ↑ "List of articles". Search.ft.com. 2013-12-02. Diakses tanggal 2014-02-19.

Pranala luar

Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan