Sabtu, 07 November 2026
11:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kelaparan

Kelaparan

bentuk malagizi yang paling parah, akibat kekurangan makanan yang berkepanjangan

Bagikan:
Kekurangan asupan energi kalori yang parah, di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan makhluk hidupTemplat:SHORTDESC:Kekurangan asupan energi kalori yang parah, di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan makhluk hidup
Artikel ini berisi tentang malagizi paling parah. Untuk kegunaan lain, lihat Kelaparan (disambiguasi).
Kelaparan
Nama lainStarvasi
250px-No-nb_bldsa_6a053.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gadis Rusia yang kepalaran selama Bencana Kelaparan Rusia 1921–1922
SpesialisasiKedokteran perawatan genting
Gejalamerasa lemah atau letih, kurang energi, kehilangan kesadaran
KomplikasiAnemia, gula darah rendah, tekanan darah sangat rendah, kegagalan organ
PenyebabMalagizi
Metode diagnostikberdasarkan gejala
Pengobatanperawatan intensif

Kelaparan atau starvasi adalah kekurangan asupan energi kalori yang parah, di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan makhluk hidup. Ini adalah bentuk malagizi yang paling parah. Pada manusia, kepalaran yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan organ permanen[1] hingga kematian. Istilah inanition[2] merujuk pada gejala dan efek kepalaran. Kelaparan juga dapat digunakan sebagai sarana penyiksaan atau hukuman mati.

Kelaparan Tersembunyi

Berbeda dengan kelaparan yang terlihat secara langsung, gejala awal kelaparan tersembunyi sering kali sulit dikenali. Dampaknya tidak muncul secara tiba-tiba sebagaimana kelaparan yang umumnya terjadi akibat kemarau, paceklik, bencana alam, atau konflik. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kekurangan zat gizi mikro, seperti zat besi, yodium, asam folat, vitamin A, dan beberapa jenis vitamin B, yang berlangsung secara bertahap. Dampaknya dapat bersifat jangka panjang dan dalam kondisi tertentu memengaruhi kesehatan generasi berikutnya.[3]

Kelaparan tersembunyi yang dialami ibu hamil dapat terus berdampak setelah bayi dilahirkan. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dapat menghambat pertumbuhan anak, memengaruhi perkembangan kognitif, serta menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Salah satu contohnya adalah anemia pada ibu hamil yang berkaitan dengan meningkatnya risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dan terjadinya stunting atau tengkes pada anak.[3]

Kekurangan yodium pada anak usia 6 -12 tahun dan ibu hamil juga dapat memengaruhi perkembangan kecerdasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa defisiensi yodium dapat berkaitan dengan penurunan skor Intelligence Quotient (IQ) sekitar 10 - 15 poin. Kekurangan zat gizi mikro tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian pada ibu dan anak.[3]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Stratton, Rebecca J.; Green, Ceri J.; Elia, Marinos (2003-01-01). Disease-related Malnutrition: An Evidence-based Approach to Treatment (dalam bahasa Inggris). CABI. ISBN 978-0-85199-648-6.
  2. ↑ "Definition of INANITION". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-26.
  3. 1 2 3 Arif, Ahmad (2021). Masyarakat adat & kedaulatan pangan. Seri pangan Nusantara (Edisi Cetakan pertama). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-481-480-9.

Bacaan lanjut

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Starvation.
Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Kelaparan.

Templat:Konsekuensi penyebab eksternal


Ikon rintisan

Artikel bertopik nutrisi atau gizi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan