Minggu, 20 September 2026
20:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Kakeksia

Kakeksia (bahasa Inggris: cachexia) adalah sindrom kompleks yang menyebabkan hilangnya otot dan tidak dapat sepenuhnya dikembalikan melalui suplementasi nutrisi. Kakeksia merupakan sindrom yang dikaitkan dengan penyakit tertentu yang mendasarinya. Beragam penyakit dapat menyebabkan kakeksia, seperti kanker, gagal jantung kongestif, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronis, dan AIDS. Peradangan sistemik dari kakeksia berdampak negatif pada perubahan metabolisme dan komposisi tubuh. Berbeda dengan penurunan berat badan karena asupan kalori yang tidak cukup, kakeksia lebih banyak menyebabkan hilangnya otot dan bukannya kehilangan lemak. Diagnosis kakeksia sulit dilakukan karena kurangnya kriteria diagnostik yang pasti. Kakeksia dapat membaik dengan pengobatan penyakit yang mendasarinya, tetapi pendekatan pengobatan lain memiliki manfaat terbatas. Kakeksia dikaitkan dengan peningkatan mortalitas dan kualitas hidup yang buruk.

Mekanisme

Mekanisme terjadinya kanker kakeksia diduga multifaktorial yaitu:

1. Perubahan metabolik

Perubahan metabolik yang ditemukan pada kaheksia lebih menyerupai pada infeksi dibandingkan kelaparan. Pada kaheksia, terdapat peningkatan katabolisme protein otot sehingga menyebabkan penurunan massa otot. Selain itu, timbul penurunan jaringan lemak karena lipolisis yang diperantarai LMF (Lipid Mobilizing Factor) dan zinc-alpha-2 glycoprotein yang memiliki efek lipolitik. Sebagian besar tumor solid menghasilkan laktat yang diubah kembali menjadi glukosa dalam hati (siklus Cori).

2. Faktor tumor

Sel-sel tumor menghasilkan faktor proinflamasi dan procachectic (LMF dan PIF/Proteolysis Inducing Factor) yang menstimulasi respons inflamasi.

3. Faktor inang-tumor

Sitokin proinflamasi yang dihasilkan sel tumor yaitu TNF-α, IL-1, dan IL-6 memperantarai proses kakeksia. TNF-α dan PIF meningkatkan degradasi protein dan menurunkan sintesis protein.

4. Faktor inang

Perubahan sistemik sebagai respons terhadap inflamasi ditandai dengan respons fase akut. Meningkatnya respons protein fase akut dijumpai sampai 50% dari pasien dengan kanker solid dan hal ini berkaitan dengan hipermetabolisme. CRP (C Reactive Protein) merupakan metode yang sering dipakai untuk mengetahui besarnya respons inflamasi sistemik. Faktor neuroendokrin tampaknya terganggu pada keadaan kanker sehingga menyebabkan resistensi insulin, menurunnya aktivitas anabolik, dan meningkatnya cortisol. Gangguan ini mungkin diperantarai oleh respons inflamasi sistemik terkait kanker.

Gejala

  • Kelelahan yang luar biasa
  • Penurunan kinerja
  • Penurunan berat badan mendadak
  • Dehidrasi
  • Pembengkakan karena protein bebas
  • Akumulasi transudat dalam rongga yang berbeda
  • Kulit pucat
  • Kerutan berlebihan
  • Defisiensi vitamin
  • Sembelit
  • Mengantuk
  • Melemahnya daya tahan tubuh
  • Depresi
  • Anemia
  • Penurunan fungsi seksual
  • Amenore pada wanita
  • Merasa dingin
  • Penurunan volume sirkulasi darah
  • Penurunan tekanan darah

Pranala luar

Klasifikasi
Sumber luar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan