Minggu, 01 November 2026
05:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Arbitrase kerja global

Bagikan:

Arbitrase kerja global adalah fenomena ekonomi berupa perpindahan lapangan pekerjaan ke negara-negara yang biaya operasinya (seperti peraturan lingkungan) lebih murah dan/atau perpindahan tenaga kerja miskin ke negara-negara yang bersedia membayar upah tinggi karena hilangnya hambatan perdagangan internasional.[1][2]

Dua hambatan terbesar bagi perdagangan internasional adalah tarif (bersifat politis) dan biaya distribusi barang lintas lautan. Seiring berkembangnya teknologi Internet, penurunan biaya telekomunikasi, dan kecanggihan transfer dokumen, hambatan terhadap hasil karya intelektual (karya apapun yang dibuat menggunakan komputer atau memerlukan gelar sarjana) perlahan menghilang.

Sebuah negara yang makmur (seperti Amerika Serikat) biasanya menghapus hambatan perdagangan internasionalnya dan mengintegrasikan pasar kerjanya dengan negara-negara yang biaya kerjanya rendah (seperti India, Tiongkok, dan Meksiko) sehingga lapangan pekerjaan pindah dari negara makmur ke negara berkembang. Hasil akhirnya berupa peningkatan suplai tenaga kerja mengikuti permintaan tenaga kerja sehingga biayanya semakin turun.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Paul Craig Roberts (07/28/04)."Global Labor Arbitrage" Diarsipkan 2011-07-19 di Wayback Machine. VDARE.
  2. ↑ The "global labor arbitrage" phenomenon has been described by economist Stephen S. Roach. See Mike Whitney, "Labor arbitrage," Entrepreneur, June 2006.

Pranala luar

Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan