| Internet |
|---|
Sebuah visualisasi Opte Project dari jalur routing melalui sebagian dari Internet |
|
Panduan |
|
|

Internet (lakuran bahasa Inggris dari interconnected network; arti harfiah: "jaringan bersambung") adalah sistem jaringan komputer yang saling terhubung secara global dengan menggunakan paket protokol internet (TCP/IP) untuk menghubungkan perangkat di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jaringan privat, publik, akademik, bisnis, dan pemerintah lokal ke lingkup global, dihubungkan oleh beragam teknologi elektronik, nirkabel, dan jaringan optik. Internet membawa beragam sumber daya dan layanan informasi, seperti dokumen hiperteks yang saling terkait dan aplikasi World Wide Web (WWW), surat elektronik, telepon, dan berbagi berkas.
Asal-usul Internet berasal dari penelitian yang ditugaskan oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada tahun 1960-an untuk membangun komunikasi yang kuat dan toleran terhadap kesalahan dengan jaringan komputer.[1] Jaringan prekursor utama, ARPANET, awalnya berfungsi sebagai tulang punggung untuk interkoneksi jaringan akademik dan militer regional pada 1980-an. Pendanaan National Science Foundation Network sebagai tulang punggung baru pada 1980-an, serta pendanaan swasta untuk ekstensi komersial lainnya, mendorong partisipasi dunia dalam pengembangan teknologi jaringan baru, dan penggabungan banyak jaringan.[2] Keterkaitan jaringan komersial dan perusahaan pada awal 1990-an menandai dimulainya transisi ke internet modern,[3] dan menghasilkan pertumbuhan eksponensial yang berkelanjutan ketika generasi komputer institusional, personal, dan seluler terhubung ke jaringan. Meskipun internet banyak digunakan oleh akademisi sejak 1980-an, komersialisasi memasukkan layanan dan teknologinya ke dalam hampir setiap aspek kehidupan modern.
Sebagian besar media komunikasi tradisional, termasuk telepon, radio, televisi, surat kertas dan surat kabar dibentuk ulang, didefinisikan ulang, atau bahkan dilewati oleh internet, sehingga melahirkan layanan baru seperti email, telepon Internet, televisi Internet, musik daring, surat kabar digital, dan situs web video siaran. Surat kabar, buku, dan penerbitan cetak lainnya beradaptasi dengan teknologi situs web, atau dibentuk kembali menjadi blogging, umpan balik, dan agregator berita daring. Internet telah memungkinkan dan mempercepat bentuk interaksi pribadi baru melalui pesan instan, forum Internet, dan jejaring sosial. Belanja daring telah tumbuh secara eksponensial baik untuk pengecer besar, usaha kecil dan pengusaha, karena memungkinkan perusahaan untuk memperluas kehadiran "batu bata dan mortir" mereka untuk melayani pasar yang lebih besar atau bahkan menjual barang dan jasa sepenuhnya daring. Layanan bisnis-ke-bisnis dan keuangan di Internet memengaruhi rantai pasokan di seluruh industri.
Internet tidak memiliki tata kelola terpusat tunggal dalam implementasi teknologi atau kebijakan untuk akses dan penggunaan; setiap jaringan konstituen menetapkan kebijakannya sendiri.[4] Definisi melampaui batas dari dua ruang nama utama di Internet, ruang alamat Protokol Internet (alamat IP) dan Sistem Penamaan Domain (DNS), diarahkan oleh organisasi pengelola, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN). Dasar-dasar teknis dan standardisasi protokol inti adalah kegiatan dari Internet Engineering Task Force (IETF), sebuah organisasi nirlaba dari para peserta internasional yang berafiliasi secara terbuka yang dapat diajak bekerjasama oleh siapa saja dengan kontribusi berkeahlian teknis.[5] Pada November 2006, Internet dimasukkan ke dalam daftar New Seven Wonders dari USA Today.[6]
Terminologi
Ketika istilah Internet digunakan untuk merujuk pada sistem global spesifik dari jaringan Internet Protocol (IP) yang saling berhubungan, kata tersebut adalah kata benda yang tepat[7] yang harus ditulis dengan huruf kapital awal. Dalam penggunaan umum dan media, sering kali tidak dikapitalisasi, yaitu, internet. Beberapa panduan menentukan bahwa kata tersebut harus ditulis dengan huruf besar bila digunakan sebagai kata benda, tetapi tidak ditulis dengan huruf besar saat digunakan sebagai kata sifat.[8] Internet juga sering disebut sebagai Net, sebagai bentuk singkatan dari network. Secara historis, pada awal tahun 1849, kata internetted digunakan tanpa kapitalisasi sebagai kata sifat, yang berarti saling terkait atau terjalin.[9] Para perancang jaringan komputer awal menggunakan internet baik sebagai kata benda dan kata kerja dalam bentuk singkatan dari internetwork atau internetworking, yang berarti interkoneksi jaringan komputer.[10]
Istilah Internet dan World Wide Web sering digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari; adalah yang umum jika ada yang berbicara tentang "pergi ke Internet" ketika menggunakan peramban web untuk melihat halaman web. Namun, World Wide Web atau Web hanyalah salah satu dari sejumlah besar layanan Internet. Web adalah kumpulan dokumen yang saling berhubungan (halaman web) dan sumber daya web lainnya, dihubungkan oleh hyperlink dan URL.[11] Sebagai titik perbandingan lain, Hypertext Transfer Protocol, atau HTTP, adalah bahasa yang digunakan di Web untuk transfer informasi, tetapi itu hanyalah salah satu dari banyak bahasa atau protokol yang dapat digunakan untuk komunikasi di Internet.[12] Istilah Interweb adalah portmanteau Internet dan World Wide Web yang biasanya digunakan secara sarkastis untuk memarodikan pengguna yang secara teknis kurang beruntung.
Sejarah
Dekade 1960-an

Pada dekade 1960-an, para ilmuwan komputer mulai mengembangkan sistem untuk pemakaian bersama waktu (time-sharing) sumber daya komputer.[14][15] J. C. R. Licklider mengusulkan gagasan tentang sebuah jaringan universal ketika bekerja di Bolt Beranek & Newman, dan kemudian, memimpin Information Processing Techniques Office pada jaringan Advanced Research Projects Agency (ARPANET[16]) milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat.[17] Penelitian mengenai penyaklaran paket,[a] salah satu teknologi Internet yang paling mendasar, dimulai dari karya Paul Baran di RAND pada awal dekade 1960-an, dan secara independen, Donald Davies di National Physical Laboratory milik Britania Raya pada tahun 1965.[18][19][20]
Setelah Symposium on Operating Systems Principles pada tahun 1967, penyaklaran paket dari jaringan NPL yang diusulkan dimasukkan ke dalam rancangan ARPANET, sebuah jaringan eksperimental untuk berbagi sumber daya (resource sharing) yang diusulkan oleh ARPA.[21][22] Pengembangan ARPANET dimulai dengan dua node jaringan yang saling terhubung antara University of California, Los Angeles dan Stanford Research Institute pada 29 Oktober 1969.[23] Lokasi ketiga pada ARPANET adalah Culler-Fried Interactive Mathematics Center di University of California, Santa Barbara, diikuti oleh lokasi keempat, Departemen Grafis di University of Utah.
Dekade 1970-an
Pada akhir tahun 1971, sebanyak 15[24] lokasi telah terhubung ke ARPANET yang masih muda ini, sebagian besar berada di wilayah metropolitan Los Angeles, San Francisco, dan Boston.[25][26][27][28] Setelah itu, ARPANET secara bertahap berkembang menjadi jaringan komunikasi yang terdesentralisasi, menghubungkan pusat-pusat terpencil dan pangkalan militer di Amerika Serikat.[29] Jaringan pengguna dan jaringan riset lainnya, seperti Merit Network dan CYCLADES, dikembangkan pada akhir dekade 1960-an dan awal dekade 1970-an.[30] Kolaborasi internasional awal untuk ARPANET masih jarang terjadi. Koneksi dibuat pada tahun 1973 ke Norwegia (NORSAR dan, kemudian, NDRE)[31] serta ke kelompok riset Peter Kirstein di University College London, yang menyediakan gerbang (gateway) menuju jaringan akademik Britania, jaringan antarjaringan (internetwork) pertama untuk berbagi sumber daya.[32]
Proyek-proyek ARPA, International Network Working Group, dan berbagai inisiatif komersial mendorong pengembangan beragam protokol dan standar yang memungkinkan berbagai jaringan terpisah menjadi satu jaringan tunggal, atau sebuah jaringan dari jaringan-jaringan.[33] Pada tahun 1974, Vint Cerf di Stanford University dan Bob Kahn di DARPA mempublikasikan sebuah proposal berjudul "A Protocol for Packet Network Intercommunication".[34] Cerf dan para mahasiswa pascasarjananya menggunakan istilah internet sebagai singkatan dari internetwork dalam RFC 675.[35] Internet Experiment Notes dan RFC-RFC selanjutnya terus menggunakan istilah ini. Karya Louis Pouzin dan Robert Metcalfe memberikan pengaruh penting pada rancangan TCP/IP yang dihasilkan.[36][37][38] Badan-badan PTT nasional dan penyedia layanan komersial mengembangkan standar X.25 dan menerapkannya pada jaringan data publik.[39]
Dekade 1980-an
ARPANET pada mulanya berfungsi sebagai tulang punggung (backbone) untuk menghubungkan jaringan-jaringan akademik dan militer regional di Amerika Serikat guna memungkinkan berbagi sumber daya. Akses ke ARPANET diperluas pada tahun 1981 ketika National Science Foundation (NSF) mendanai Computer Science Network (CSNET).[40]
Pada tahun 1982, rangkaian protokol Internet (TCP/IP) distandarkan, yang memfasilitasi penyebaran jaringan-jaringan yang saling terhubung ke seluruh dunia. Akses jaringan TCP/IP kembali diperluas pada tahun 1986 ketika National Science Foundation Network (NSFNet) menyediakan akses ke lokasi-lokasi superkomputer di Amerika Serikat bagi para peneliti, pada awalnya dengan kecepatan 56 kbit/s dan kemudian 1,5 Mbit/s serta 45 Mbit/s.[41]
NSFNet meluas ke organisasi akademik dan riset di Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Jepang pada tahun 1988–1989.[42][43][44][45] Meskipun protokol jaringan lain seperti UUCP dan jaringan data publik PTT telah memiliki jangkauan global jauh sebelum masa ini, momen ini menandai awal mula Internet sebagai jaringan antarbenua. Penyedia layanan Internet komersial muncul pada tahun 1989 di Amerika Serikat dan Australia.[46] ARPANET dihentikan operasinya pada tahun 1990.[47]
Dekade 1990-an

Terhubungnya jaringan-jaringan dan perusahaan-perusahaan komersial pada awal dekade 1990-an, serta munculnya World Wide Web,[48] menandai awal transisi menuju Internet modern.[49] Kemajuan yang stabil dalam teknologi semikonduktor dan jaringan optik menciptakan peluang ekonomi baru bagi keterlibatan komersial dalam perluasan jaringan di intinya serta dalam penyediaan layanan bagi publik. Pada pertengahan tahun 1989, MCI Mail dan Compuserve membangun koneksi ke Internet, menghadirkan surel dan produk akses publik bagi setengah juta pengguna Internet.[50]
Hanya beberapa bulan kemudian, pada 1 Januari 1990, PSInet meluncurkan sebuah tulang punggung Internet alternatif untuk penggunaan komersial; salah satu jaringan yang kemudian menjadi bagian dari inti Internet komersial pada tahun-tahun berikutnya. Pada Maret 1990, tautan T1 (1,5 Mbit/s) berkecepatan tinggi pertama antara NSFNET dan Eropa dipasang antara Cornell University dan CERN, memungkinkan komunikasi yang jauh lebih andal dibandingkan yang dapat dicapai dengan satelit.[51]
Kemudian pada tahun 1990, Tim Berners-Lee mulai menulis WorldWideWeb, peramban web pertama, setelah dua tahun melobi manajemen CERN. Pada Natal 1990, Berners-Lee telah membangun semua perkakas yang diperlukan untuk sebuah Web yang berfungsi: HyperText Transfer Protocol (HTTP) 0.9,[52] HyperText Markup Language (HTML), peramban web pertama (yang juga merupakan sebuah penyunting HTML dan dapat mengakses grup diskusi Usenet serta berkas FTP), perangkat lunak server HTTP pertama (yang kemudian dikenal sebagai CERN httpd), server web pertama,[53] dan halaman-halaman Web pertama yang menjelaskan proyek itu sendiri.
Pada tahun 1991, Commercial Internet eXchange didirikan, memungkinkan PSInet untuk berkomunikasi dengan jaringan komersial lainnya, yaitu CERFnet dan Alternet. Stanford Federal Credit Union menjadi lembaga keuangan pertama yang menawarkan layanan perbankan Internet daring kepada seluruh anggotanya pada Oktober 1994.[54] Pada tahun 1996, OP Financial Group, yang juga merupakan sebuah bank koperasi, menjadi bank daring kedua di dunia dan yang pertama di Eropa.[55] Pada tahun 1995, Internet telah sepenuhnya dikomersialkan di AS ketika NSFNet dihentikan operasinya, menghapuskan pembatasan terakhir terhadap penggunaan Internet untuk membawa lalu lintas komersial.[56]
Seiring kemajuan teknologi dan peluang komersial yang mendorong pertumbuhan timbal balik, volume lalu lintas Internet mulai menunjukkan karakteristik yang serupa dengan penskalaan transistor MOS, sebagaimana dicontohkan oleh hukum Moore, yaitu berlipat ganda setiap 18 bulan. Pertumbuhan ini, yang diformalkan sebagai hukum Edholm, dipacu oleh kemajuan dalam teknologi MOS, sistem gelombang cahaya laser, dan kinerja derau (noise).[57]
Abad ke-21
Templat:Worldwide Internet users
Sejak tahun 1995, Internet telah memberikan dampak besar terhadap budaya dan perdagangan, termasuk munculnya komunikasi yang hampir instan melalui surel, pesan instan, telepon (Voice over Internet Protocol atau VoIP), panggilan video interaktif dua arah, dan World Wide Web.[58] Jumlah data yang ditransmisikan terus meningkat pada kecepatan yang semakin tinggi melalui jaringan serat optik yang beroperasi pada 1 Gbit/s, 10 Gbit/s, atau lebih. Internet terus berkembang, didorong oleh jumlah informasi dan pengetahuan daring, perdagangan, hiburan, dan layanan jejaring sosial yang semakin besar.[59]
Selama akhir dekade 1990-an, diperkirakan bahwa lalu lintas pada Internet publik tumbuh sebesar 100 persen per tahun, sementara pertumbuhan tahunan rata-rata jumlah pengguna Internet diperkirakan berkisar antara 20% dan 50%.[60] Pertumbuhan ini sering dikaitkan dengan tidak adanya administrasi terpusat, yang memungkinkan pertumbuhan jaringan secara organik, serta sifat non-eksklusif (non-proprietary) dari protokol-protokol Internet, yang mendorong interoperabilitas antarvendor dan mencegah satu perusahaan mana pun memiliki kendali yang terlalu besar atas jaringan.[61]
Pada November 2006, Internet dimasukkan ke dalam daftar New Seven Wonders milik USA Today.[62] Per Hingga31 Maret 2011[update], perkiraan jumlah total pengguna Internet adalah 2,095 miliar (30% dari populasi dunia).[63] Diperkirakan bahwa pada tahun 1993, Internet hanya membawa 1% dari informasi yang mengalir melalui telekomunikasi dua arah. Pada tahun 2000, angka ini telah tumbuh menjadi 51%, dan pada tahun 2007 lebih dari 97% dari seluruh informasi yang ditelekomunikasikan dibawa melalui Internet.[64] Ponsel pintar modern dapat mengakses Internet melalui jaringan operator seluler, dan penggunaan Internet melalui perangkat seluler dan tablet melampaui desktop secara global untuk pertama kalinya pada Oktober 2016.[65] Per Hingga2018[update], 80% populasi dunia telah tercakup oleh jaringan 4G.[66]
Komunikasi seluler

International Telecommunication Union (ITU) memperkirakan bahwa, hingga akhir tahun 2017, 48% pengguna individu terhubung secara rutin ke Internet, meningkat dari 34% pada tahun 2012.[67] Konektivitas Internet seluler telah memainkan peran penting dalam memperluas akses dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Asia dan Pasifik serta di Afrika.[68] Jumlah langganan seluler bergerak yang unik meningkat dari 3,9 miliar pada tahun 2012 menjadi 4,8 miliar pada tahun 2016, atau dua pertiga populasi dunia, dengan lebih dari separuh langganan berada di Asia dan Pasifik.[66]
Keterbatasan yang dihadapi pengguna dalam mengakses informasi melalui aplikasi seluler bertepatan dengan proses fragmentasi Internet yang lebih luas. Fragmentasi ini membatasi akses ke konten media dan cenderung paling banyak berdampak pada pengguna termiskin.[68] Salah satu solusinya, zero-rating, adalah praktik penyedia layanan Internet yang mengizinkan pengguna terhubung secara gratis untuk mengakses konten atau aplikasi tertentu tanpa biaya.[69]
Internet pada saat ini

Internet dijaga oleh perjanjian bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter,Facebook dan lain sebagainya.
Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
Budaya Internet
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.
Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah tersebut sangat diuntungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula ditingkatkan kesejahteraannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.[butuh rujukan]
Tata tertib Internet
Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket.
Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).
Isu moral dan undang-undang
Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.
Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman mengobrol IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan daring, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam Internet.
Akses Internet

Negara dengan akses Internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses Internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang di mana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan didukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang adil dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "jebakan" agar pengguna Internet tersebut membayar lebih mahal. Lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet Access seperti warnet, cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan perkantoran.
Di samping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga dapat mengakses Internet melalui ponsel menggunakan fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pengaturan GPRS pada ponsel tergantung dari operator yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobyte) yang diunduh. Dalam hal ini, ukuran besarnya kapasitas yang diunduh untuk akses kecepatan internet terdri dari bps, Kbps, Mbps, dan Gbps. Masing-masing tersebut memiliki satuan yang mengandung makna dan nilai yang berbeda. Sedangkan satuan lainnya, diawali dengan Kilo, Mega, dan Giga. Lalu diakhiri dengan bit per sekon (bps) yang merupakan masing-masing satuan kecepatan transfer data kecepatan internet. Dengan mengetahui akses internet, masyarakat sebagai pengguna internet tentu bisa memilih koneksi internet terbaik.[70]
Penggunaan Internet di tempat umum
Internet juga makin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan Internet termasuk perpustakaan, dan Internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses Internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.
Selain itu, ada juga toko-toko yang menyediakan akses Wi-Fi, seperti WiFi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa ponsel cerdas (smartphone), komputer jinjing (laptop, buku catatan), atau asisten digital pribadi (PDA) yang mempunyai kemampuan WiFi untuk mendapatkan akses Internet.
Dampak buruk
Internet memberikan dampak buruk pada manusia khususnya bagi kemampuan membaca. Kemudahan yang diberikan oleh internet dalam akses data membuat manusia cenderung mencari informasi melalui internet dan tidak lagi mencari informasi melalui buku cetak. Kemampuan membaca manusia mengalami penurunan dikarenakan sumber-sumber informasi dapat diperoleh langsung melalui internet. Sumber informasi juga beralih dari buku cetak ke internet. Pada penerbitan modern, sebagian besar penulis memilih menggunakan sumber informasi dari internet. Kemudahan pencarian sumber informasi dan penyusunan informasi dari internet menjadi sebuah bacaan membuat manusia mengalami penurunan kemampuan membaca. Kemampuan yang mengalami penurunan utamanya pada kualitas bacaan.[71]
Lihat pula
- Komunitas maya
- Warnet
- ISOC
- Internet troll
- Istilah Internet Indonesia
- Pengirim pesan instan
- Portal web
- TLD
- Wi-Fi
- WiMAX
Referensi
- ↑ "IPTO–Information Processing Techniques Office" Diarsipkan 2014-07-02 di Wayback Machine., The Living Internet, Bill Stewart (ed), January 2000.
- ↑ "Internet History–One Page Summary" Diarsipkan 2014-07-02 di Wayback Machine., The Living Internet, Bill Stewart (ed), January 2000.
- ↑ "So, who really did invent the Internet?" Diarsipkan 3 September 2011 di Wayback Machine., Ian Peter, The Internet History Project, 2004. Retrieved 27 June 2014.
- ↑ "Who owns the Internet?" Diarsipkan 19 June 2014 di Wayback Machine., Jonathan Strickland, How Stuff Works. Retrieved 27 June 2014.
- ↑ "The Tao of IETF: A Novice's Guide to Internet Engineering Task Force", P. Hoffman and S. Harris, RFC 4677, September 2006.
- ↑ "New Seven Wonders panel". USA Today. Oktober 27, 2006. Diakses tanggal Juli 31, 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ The Chicago Manual of Style, 16th Edition Diarsipkan 27 May 2013 di Wayback Machine.: "capitalize World Wide Web and Internet"
- ↑ "7.76 Terms like 'web' and 'Internet'", Chicago Manual of Style, University of Chicago, 16th edition (perlu mendaftar)
- ↑ "Internetted". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.) nineteenth-century use as an adjective.
- ↑ "Internetwork". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
- ↑ "HTML 4.01 Specification". World Wide Web Consortium. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Oktober 2008. Diakses tanggal 13 Agustus 2008. [T]he link (or hyperlink, or Web link) [is] the basic hypertext construct. A link is a connection from one Web resource to another. Although a simple concept, the link has been one of the primary forces driving the success of the Web.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Difference Between the Internet and the World Wide Web". Webopedia.com. QuinStreet Inc. 2010-06-24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Mei 2014. Diakses tanggal 2014-05-01.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Waldrop, Mitch (2015). "DARPA and the Internet Revolution" (PDF). darpa.mil. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-10-10. Diakses tanggal Mei 16, 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ F. J. Corbató, et al., The Compatible Time-Sharing System A Programmer's Guide (MIT Press, 1963) ISBN978-0-262-03008-3. "To establish the context of the present work, it is informative to trace the development of time-sharing at MIT. Shortly after the first paper on time-shared computers by C. Strachey at the June 1959 UNESCO Information Processing conference, H.M. Teager and J. McCarthy delivered an unpublished paper "Time-Shared Program Testing" at the August 1959 ACM Meeting."
- ↑ Lee, J.A.N. (1992). "Claims to the term 'time-sharing'". IEEE Annals of the History of Computing. 14 (1): 16–54. Bibcode:1992IAHC...14a..16L. doi:10.1109/85.145316.
- ↑ "ARPANET", Wikipedia (dalam bahasa Inggris), 2026-06-23, diakses tanggal 2026-07-13
- ↑ Hauben, Michael; Hauben, Ronda (1997). "5 The Vision of Interactive Computing And the Future". Netizens: On the History and Impact of Usenet and the Internet (PDF) (dalam bahasa Inggris). Wiley. ISBN 978-0-8186-7706-9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 Januari 2021. Diakses tanggal 2 Maret 2020.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Inductee Details – Paul Baran". National Inventors Hall of Fame. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2017. Diakses tanggal 6 September 2017
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link); "Inductee Details – Donald Watts Davies". National Inventors Hall of Fame. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2017. Diakses tanggal 6 September 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Pelkey, James L.; Russell, Andrew L.; Robbins, Loring G. (2022). Circuits, Packets, and Protocols: Entrepreneurs and Computer Communications, 1968-1988 (PDF). Morgan & Claypool. hlm. 4. ISBN 978-1-4503-9729-2. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-04-23. Diakses tanggal 2023-11-22. Paul Baran, an engineer celebrated as the co-inventor (along with Donald Davies) of the packet switching technology that is the foundation of digital networks
- ↑ Edmondson-Yurkanan, Chris (Mei 2007). "SIGCOMM's archaeological journey into networking's past". Communications of the ACM. 50 (5): 63–68. doi:10.1145/1230819.1230840. The 1960 challenge was to build a network such that a significant subset of the network could survive a military attack. [Baran] told us he knew he could design a solution once he realized that, 'given redundant paths, the reliability of the net work could be greater than the reliability of the parts.' ... In his first draft dated Nov. 10, 1965, Davies forecast today's 'killer app' for his new communication service: 'The greatest traffic could only come if the public used this means for everyday purposes such as shopping... People sending enquiries and placing orders for goods of all kinds will make up a large section of the traffic... Business use of the telephone may be reduced by the growth of the kind of service we contemplate.'
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Abbate, Jane (2000). Inventing the Internet. MIT Press. hlm. 37–8, 58–9. ISBN 978-0-262-26133-3. The NPL group influenced a number of American computer scientists in favor of the new technique, and they adopted Davies's term "packet switching" to refer to this type of network. Roberts also adopted some specific aspects of the NPL design.
- ↑ "Computer Pioneers - Donald W. Davies". IEEE Computer Society. Diakses tanggal 2020-02-20. In 1965, Davies pioneered new concepts for computer communications in a form to which he gave the name "packet switching." ... The design of the ARPA network (ArpaNet) was entirely changed to adopt this technique.
- ↑ Gromov, Gregory (1995). "Roads and Crossroads of Internet History". Diarsipkan dari asli tanggal 27 Januari 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "In 1971 the ARPANET had 15 nodes (23 hosts)". History of Information .com. Diakses tanggal 12 Juni 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Roberts, Dr Lawrence G. (1971). "Arpanet Map, 1971". David Rumsey Map Collection. Diakses tanggal 12 Juni 2026 – via archive.org.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hafner, Katie (1998). Where Wizards Stay Up Late: The Origins of the Internet. Simon & Schuster. ISBN 978-0-684-83267-8.
- ↑ Hauben, Ronda (2001). "From the ARPANET to the Internet". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Juli 2009. Diakses tanggal 28 Mei 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Internet Pioneers Discuss the Future of Money, Books, and Paper in 1972". Paleofuture (dalam bahasa American English). 23 Juli 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Oktober 2020. Diakses tanggal 31 Agustus 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Townsend, Anthony M (Februari 2001). "The Internet and the Rise of the New Network Cities, 1969–1999". Environment and Planning B: Planning and Design. 28 (1): 39–58. Bibcode:2001EnPlB..28...39T. doi:10.1068/b2688.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kim, Byung-Keun (2005). Internationalising the Internet the Co-evolution of Influence and Technology. Edward Elgar. hlm. 51–55. ISBN 978-1-84542-675-0.
- ↑ "NORSAR and the Internet". NORSAR. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Januari 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kirstein, P.T. (1999). "Early experiences with the Arpanet and Internet in the United Kingdom". IEEE Annals of the History of Computing. 21 (1): 38–44. Bibcode:1999IAHC...21a..38K. doi:10.1109/85.759368.
- ↑ Leiner, Barry M. "Brief History of the Internet: The Initial Internetting Concepts". Internet Society. Diarsipkan dari asli tanggal 9 April 2016. Diakses tanggal 27 Juni 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cerf, V.; Kahn, R. (1974). "A Protocol for Packet Network Intercommunication" (PDF). IEEE Transactions on Communications. 22 (5): 637–648. Bibcode:1974ITCom..22..637C. doi:10.1109/TCOM.1974.1092259. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 September 2006. The authors wish to thank a number of colleagues for helpful comments during early discussions of international network protocols, especially R. Metcalfe, R. Scantlebury, D. Walden, and H. Zimmerman; D. Davies and L. Pouzin who constructively commented on the fragmentation and accounting issues; and S. Crocker who commented on the creation and destruction of associations.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cerf,Vint;Dalal,Yogen;Sunshine,Carl(December 1974).Specification of Internet Transmission Control Protocol.IETF.doi:10.17487/RFC0675.RFC 675.https://tools.ietf.org/html/rfc675.
- ↑ "The internet's fifth man". The Economist. 30 November 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 April 2020. Diakses tanggal 22 April 2020. In the early 1970s Mr Pouzin created an innovative data network that linked locations in France, Italy and Britain. Its simplicity and efficiency pointed the way to a network that could connect not just dozens of machines, but millions of them. It captured the imagination of Dr Cerf and Dr Kahn, who included aspects of its design in the protocols that now power the internet.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Panzaris, Georgios (2008). Machines and romances: the technical and narrative construction of networked computing as a general-purpose platform, 1960–1995. Stanford University. hlm. 128. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 17, 2023. Diakses tanggal September 5, 2019.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Cerf,Vint(1 April 1980).Final Report of the Standford University TCP Project.IETF.IEN 151.https://tools.ietf.org/rfcmarkup?url=https://www.ietf.org/rfc/ien/ien151.txt.
- ↑ Schatt, Stan (1991). Linking LANs: A Micro Manager's Guide. McGraw-Hill. hlm. 200. ISBN 0-8306-3755-9.
- ↑ Stewart, Bill (Januari 2000). "Internet History – One Page Summary". The Living Internet. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Juli 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Frazer, Karen D. (1995). "NSFNET: A Partnership for High-Speed Networking, Final Report 1987–1995" (PDF). Merit Network, Inc. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-02-10.
- ↑ Ben Segal (1995). "A Short History of Internet Protocols at CERN". Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juni 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Réseaux IP Européens (RIPE)
- ↑ "Internet History in Asia". 16th APAN Meetings/Advanced Network Conference in Busan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Februari 2006. Diakses tanggal 25 Desember 2005.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The History of NORDUnet" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Maret 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Clarke, Roger. "Origins and Nature of the Internet in Australia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Februari 2021. Diakses tanggal 21 Januari 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Zakon,Robert(November 1997).RFC 2235.IETF.p. 8.doi:10.17487/RFC2235.https://tools.ietf.org/html/rfc2235#page-8.Diakses pada 2 December 2020.
- ↑ Wright, Edmund, ed. (2006). The Desk Encyclopedia of World History. New York: Oxford University Press. hlm. 312. ISBN 978-0-7394-7809-7.
- ↑ "#3 1982: the ARPANET community grows" in 40 maps that explain the internet Diarsipkan 6 March 2017 di Wayback Machine., Timothy B. Lee, Vox Conversations, 2 June 2014. Retrieved 27 June 2014.
- ↑ "InfoWorld". 25 September 1989. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Januari 2017 – via Google Books.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "INTERNET MONTHLY REPORTS". Februari 1990. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Mei 2017. Diakses tanggal 28 November 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Berners-Lee, Tim. "The Original HTTP as defined in 1991". W3C.org. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Juni 1997.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The website of the world's first-ever web server". info.cern.ch. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Januari 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Stanford Federal Credit Union Pioneers Online Financial Services" (Rilis pers). 21 Juni 1995. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2018. Diakses tanggal 21 Desember 2018.
{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "History – About us – OP Group". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2018. Diakses tanggal 21 Desember 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Harris, Susan R.; Gerich, Elise (April 1996). "Retiring the NSFNET Backbone Service: Chronicling the End of an Era". ConneXions. 10 (4). Diarsipkan dari asli tanggal 17 Agustus 2013.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jindal, R. P. (2009). "From millibits to terabits per second and beyond - over 60 years of innovation". 2009 2nd International Workshop on Electron Devices and Semiconductor Technology. hlm. 1–6. doi:10.1109/EDST.2009.5166093. ISBN 978-1-4244-3831-0.
- ↑ Ward, Mark (3 Agustus 2006). "How the web went world wide". Technology Correspondent. BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 November 2011. Diakses tanggal 24 Januari 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Brazil, Russia, India and China to Lead Internet Growth Through 2011". Clickz.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Oktober 2008. Diakses tanggal 28 Mei 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Coffman, K.G; Odlyzko, A.M. (2 Oktober 1998). "The size and growth rate of the Internet" (PDF). AT&T Labs. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 Juni 2007. Diakses tanggal 21 Mei 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Comer, Douglas (2006). The Internet book. Prentice Hall. hlm. 64. ISBN 978-0-13-233553-9.
- ↑ "New Seven Wonders panel". USA Today. 27 Oktober 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Juli 2010. Diakses tanggal 31 Juli 2010.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "World Internet Users and Population Stats". Internet World Stats. Miniwatts Marketing Group. 22 Juni 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juni 2011. Diakses tanggal 23 Juni 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hilbert, Martin; López, Priscila (April 2011). "The World's Technological Capacity to Store, Communicate, and Compute Information". Science. 332 (6025): 60–65. Bibcode:2011Sci...332...60H. doi:10.1126/science.1200970. PMID 21310967.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mobile and Tablet Internet Usage Exceeds Desktop for First Time Worldwide". StatCounter: Global Stats, Press Release. 1 November 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 1 November 2016. StatCounter Global Stats finds that mobile and tablet devices accounted for 51.3% of Internet usage worldwide in October compared to 48.7% by desktop.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 "GSMA The Mobile Economy 2019". 11 Maret 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 11 Maret 2019. Diakses tanggal 28 November 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "World Telecommunication/ICT Indicators Database 2020 (24th Edition/July 2020)". International Telecommunication Union (ITU). 2017a. Diarsipkan dari asli tanggal 21 April 2019. Key ICT indicators for developed and developing countries and the world (totals and penetration rates). World Telecommunication/ICT Indicators database
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 World Trends in Freedom of Expression and Media Development Global Report 2017/2018 (PDF). UNESCO. 2018. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 20 September 2018. Diakses tanggal 29 Mei 2018.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Bates, Samantha; Bavitz, Christopher; Hessekiel, Kira (5 Oktober 2017). "Zero Rating & Internet Adoption". cyber.harvard.edu (dalam bahasa Inggris). Berkman Klein Center for Internet & Society. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 Desember 2017. Diakses tanggal 13 Desember 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Kota dengan Internet Tercepat di Indonesia". eunoiamedia.id. 2022-12-28.
- ↑ Syukur, Yanuardi (2017). Menulis di Jalan Tuhan. Sleman: Deepublish. hlm. 46–47. ISBN 978-602-401-711-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bacaan lanjutan
- Chen, Adrian, "The Confidence Game: How Silicon Valley broke the economy", The Nation, vol. 309, no. 11 (4 November 2019), pp. 27–30. The multifarious abuses perpetrated by individuals, organizations, corporations, and governments, using the Internet and mobile telephony, prompt Adrian Chen to muse whether "a technical complex born... of Cold War militarism and mainstreamed in a free-market frenzy might not be fundamentally always at odds with human flourishing." (p. 30.)
- First Monday, a peer-reviewed journal on the Internet established in 1996 as a Great Cities Initiative of the University Library of the University of Illinois at Chicago, ISSN1396-0466
- Rise of the Network Society, Manual Castells, Wiley-Blackwell, 1996 (1st ed) and 2009 (2nd ed), ISBN978-1-4051-9686-4
- "The Internet: Changing the Way We Communicate" in America's Investment in the Future, National Science Foundation, Arlington, Va. USA, 2000
- "Lessons from the History of the Internet", Manuel Castells, in The Internet Galaxy, Ch. 1, pp. 9–35, Oxford University Press, 2001, ISBN978-0-19-925577-1
- "Media Freedom Internet Cookbook" by the OSCE Representative on Freedom of the Media Vienna, 2004
- The Internet Explained, Vincent Zegna & Mike Pepper, Sonet Digital, November 2005, pp. 1–7.
- "How Much Does The Internet Weigh?", by Stephen Cass, Discover, 2007
- "The Internet spreads its tentacles", Julie Rehmeyer, Science News, Vol. 171, No. 25, pp. 387–88, 23 June 2007
- Internet, Lorenzo Cantoni & Stefano Tardini, Routledge, 2006, ISBN978-0-203-69888-4
Pranala luar
- (Inggris) Sejarah Internet di Internet Society
- Diarsipkan 2007-06-04 di Wayback Machine.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
- ↑ Komputer-komputer berkomunikasi melalui Internet dengan memecah pesan (surel, gambar, video, halaman web, berkas, dan lain-lain) menjadi bagian-bagian kecil yang disebut paket, yang dirutekan melalui jaringan komputer hingga mencapai tujuannya, tempat paket-paket tersebut disusun kembali menjadi pesan yang utuh.