Selasa, 20 Oktober 2026
05:00 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ponsel cerdas

Ponsel cerdas

telepon genggam dengan kemampuan komputasi lebih maju daripada ponsel dasar

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Ponsel cerdas (disambiguasi).
500px-Wikipedia_homepage_on_a_large_Android_phone%2C_2015-04-16.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Nexus 6, ponsel cerdas berbasis Android, menampilkan Halaman Utama Wikipedia bahasa Inggris

Ponsel cerdas (bahasa Inggris:smartphone) adalah perangkat seluler yang menggabungkan fungsi telepon seluler tradisional (feature phone) dengan kemampuan komputasi tingkat lanjut. Ponsel cerdas biasanya memiliki antarmuka layar sentuh, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai aplikasi dan layanan, seperti penjelajahan web, surel, dan media sosial, serta pemutaran multimedia dan media streaming. Ponsel cerdas memiliki kamera bawaan, navigasi GPS, dan mendukung berbagai metode komunikasi, termasuk panggilan suara, pesan teks, dan aplikasi perpesanan berbasis internet. Ponsel cerdas dibedakan dari feature phone dengan desain lama melalui kemampuan perangkat kerasnya yang lebih canggih dan sistem operasi seluler yang luas, akses ke internet, aplikasi bisnis, pembayaran seluler, dan fungsi multimedia, termasuk musik, video, permainan, radio, dan televisi.

Ponsel cerdas biasanya memiliki cip metal–oxide–semiconductor (MOS) sirkuit terpadu (IC), berbagai sensor, dan dukungan terhadap beberapa protokol komunikasi nirkabel. Contoh sensor ponsel cerdas meliputi akselerometer, barometer, giroskop, dan magnetometer; sensor-sensor tersebut dapat digunakan oleh perangkat lunak bawaan maupun pihak ketiga untuk meningkatkan fungsionalitas. Standar komunikasi nirkabel yang didukung ponsel cerdas meliputi LTE, 5G NR, Wi-Fi, Bluetooth, dan navigasi satelit. Pada pertengahan 2020-an, produsen mulai mengintegrasikan perpesanan satelit dan layanan darurat, sehingga memperluas kegunaannya di daerah terpencil yang tidak memiliki cakupan seluler yang andal. Ponsel cerdas sebagian besar telah menggantikan perangkat personal digital assistant (PDA), PC genggam/berukuran telapak tangan, pemutar media portabel (PMP),[1] kamera point-and-shoot, camcorder, dan, dalam tingkat yang lebih rendah, konsol permainan video genggam, perangkat e-reader, kalkulator saku, dan GPS tracking unit.

Setelah meningkatnya popularitas iPhone pada akhir 2000-an, sebagian besar ponsel cerdas menggunakan faktor bentuk tipis menyerupai lempengan dengan layar sentuh kapasitif berukuran besar yang mendukung gerakan multi-touch, alih-alih papan ketik fisik. Sebagian besar ponsel cerdas modern memungkinkan pengguna mengunduh atau membeli aplikasi tambahan dari toko aplikasi terpusat. Ponsel cerdas sering mendukung penyimpanan awan dan sinkronisasi awan, serta asisten virtual. Sejak awal 2010-an, perangkat keras yang semakin baik dan komunikasi nirkabel yang lebih cepat telah mendorong pertumbuhan industri ponsel cerdas. Hingga2014[update], lebih dari satu miliar ponsel cerdas terjual di seluruh dunia setiap tahun. Pada 2019 saja, 1,54 miliar unit ponsel cerdas dikirimkan ke seluruh dunia.[2] Hingga2020[update], 75,05 persen populasi dunia merupakan pengguna ponsel cerdas.[3] Meskipun penggunaan ponsel cerdas sampai batas tertentu dikaitkan dengan kenyamanan dan kepuasan hidup,[4] berbagai dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan kognitif juga telah diidentifikasi.

Sejarah

en:History of smartphones

Perangkat keras

Informasi lebih lanjut: Mobile phone feature
250px-Samsung_Galaxy_S6_edge_%2817448278539%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ponsel cerdas dengan pemancar inframerah di bagian atas untuk digunakan sebagai pengendali jarak jauh

Ponsel cerdas pada umumnya mengandung sejumlah cip metal–oxide–semiconductor (MOS) sirkuit terpadu (IC),[5] yang pada gilirannya mengandung miliaran transistor efek medan MOS berukuran sangat kecil.[6] Ponsel cerdas pada umumnya memiliki cip IC MOS berikut:[5]

Beberapa ponsel cerdas juga dilengkapi penerima radio FM, LED indikator perangkat keras, dan pemancar inframerah untuk digunakan sebagai pengendali jarak jauh. Beberapa model memiliki sensor tambahan seperti termometer untuk mengukur suhu lingkungan, higrometer untuk kelembapan, dan sensor untuk mengukur sinar ultraviolet.

Beberapa ponsel cerdas yang dirancang untuk tujuan tertentu dilengkapi perangkat keras yang tidak umum seperti proyektor (Samsung Beam i8520 dan Samsung Galaxy Beam i8530), lensa zoom optik (Samsung Galaxy S4 Zoom dan Samsung Galaxy K Zoom), kamera termal, dan bahkan PMR446 (radio walkie-talkie) transceiver.[12][13]

Unit pemrosesan pusat

Ponsel cerdas memiliki unit pemrosesan pusat (CPU), serupa dengan yang terdapat pada komputer, tetapi dioptimalkan untuk beroperasi dalam lingkungan berdaya rendah. Pada ponsel cerdas, CPU biasanya diintegrasikan ke dalam CMOS (complementary metal–oxide–semiconductor) system-on-a-chip (SoC) prosesor aplikasi.[5]

Kinerja CPU seluler tidak hanya bergantung pada laju detak (umumnya dinyatakan dalam kelipatan hertz)[14] tetapi juga pada hierarki memori. Karena tantangan tersebut, kinerja CPU ponsel sering kali lebih tepat dinyatakan melalui skor yang diperoleh dari berbagai pengujian terstandar untuk mengukur kinerja efektif sebenarnya dalam aplikasi yang umum digunakan.

Tombol

250px-TouchWiz_2013_device_options.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menu "Device options" pada antarmuka pengguna Samsung Mobile TouchWiz pada 2013, diakses dengan menahan tombol daya selama satu detik

Ponsel cerdas biasanya dilengkapi tombol daya dan tombol volume. Beberapa pasangan tombol volume dibuat menyatu. Beberapa perangkat dilengkapi tombol rana kamera khusus. Perangkat untuk penggunaan di luar ruangan dapat dilengkapi panggilan darurat "SOS" dan tombol "PTT" (push-to-talk). Keberadaan tombol fisik di sisi depan seperti home dan tombol navigasi menurun sepanjang 2010-an, dan semakin banyak digantikan oleh sensor sentuh kapasitif serta tombol virtual (di layar).[15]

Seperti telepon seluler klasik, ponsel cerdas awal seperti Samsung Omnia II dilengkapi tombol untuk menerima dan menolak panggilan telepon. Seiring berkembangnya fungsi selain panggilan telepon, tombol-tombol tersebut semakin banyak digantikan oleh tombol navigasi seperti "menu" (juga dikenal sebagai "options"), "back", dan "tasks". Beberapa ponsel cerdas awal 2010-an seperti HTC Desire juga dilengkapi tombol "Search" (🔍) untuk mengakses mesin pencari web atau fitur pencarian internal aplikasi dengan cepat.[16]

Sejak 2013, tombol home ponsel cerdas mulai mengintegrasikan pemindai sidik jari, dimulai dengan iPhone 5s dan Samsung Galaxy S5.

Fungsi dapat ditetapkan pada kombinasi tombol. Misalnya, tangkapan layar biasanya dapat diambil menggunakan tombol home dan daya, dengan menekan sebentar pada iOS dan menahan selama satu detik pada Android OS, dua sistem operasi seluler yang paling populer. Pada ponsel cerdas tanpa tombol home fisik, tombol volume turun biasanya ditekan bersamaan dengan tombol daya. Beberapa ponsel cerdas memiliki pintasan tangkapan layar dan kemungkinan screencast pada bilah tombol navigasi atau menu tombol daya.[17][18][19]

Layar

Artikel utama: Display device
250px-Livraria_do_Senado_%2822622160063%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layar sentuh ponsel cerdas

Salah satu karakteristik utama ponsel cerdas adalah layar. Bergantung pada desain perangkat, layar memenuhi sebagian besar atau hampir seluruh permukaan depan perangkat. Banyak layar ponsel cerdas memiliki rasio aspek layar 16:9, tetapi rasio aspek yang lebih tinggi menjadi semakin umum pada 2017, bersamaan dengan upaya menghilangkan bezel dengan memperluas permukaan layar sedekat mungkin ke tepi perangkat.

Ukuran layar

Ukuran layar diukur secara diagonal dalam satuan inci. Ponsel dengan layar lebih besar dari 5,2 inci sering disebut "phablet". Ponsel cerdas dengan ukuran layar lebih dari 4,5 inci umumnya sulit digunakan hanya dengan satu tangan karena sebagian besar ibu jari tidak dapat menjangkau seluruh permukaan layar; perangkat mungkin perlu digeser-geser dalam genggaman, dipegang dengan satu tangan dan dioperasikan dengan tangan lainnya, atau digunakan dengan kedua tangan. Berkat kemajuan desain, beberapa ponsel cerdas modern dengan ukuran layar besar dan desain "edge-to-edge" memiliki bentuk yang ringkas sehingga meningkatkan ergonominya, sementara pergeseran ke rasio aspek yang lebih tinggi menghasilkan ponsel dengan ukuran layar lebih besar tetapi tetap mempertahankan ergonomi yang terkait dengan layar 16:9 yang lebih kecil.[20][21][22]

Jenis panel

Liquid-crystal display (LCD) dan layar organic light-emitting diode (OLED) merupakan jenis yang paling umum. Beberapa layar terintegrasi dengan digitizer yang peka terhadap tekanan, seperti yang dikembangkan oleh Wacom dan Samsung,[23] serta sistem Force Touch milik Apple. Beberapa ponsel, seperti prototipe YotaPhone, dilengkapi layar belakang kertas elektronik berdaya rendah, seperti yang digunakan pada pembaca buku elektronik.

Metode masukan alternatif

250px-Mobile_URL_tooltip.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tooltip pada Kiwi Browser, turunan Google Chromium, menampilkan URL lengkap dengan mengarahkan kursor ke daftar tab menggunakan stilus pada Samsung Galaxy Note 4.
250px-HTC_Legend_-_optic_sensor.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sensor trackpad optik pada HTC Legend, 2010

Beberapa perangkat dilengkapi metode masukan tambahan seperti stilus untuk masukan yang lebih presisi dan deteksi saat melayang, atau lapisan layar sentuh self-capacitive untuk mendeteksi jari yang melayang. Fitur terakhir diterapkan pada beberapa ponsel seperti Samsung Galaxy S4, Note 3, S5, Alpha, dan Sony Xperia Sola, sehingga Galaxy Note 3 menjadi satu-satunya ponsel cerdas yang memiliki keduanya pada saat itu.

Deteksi saat melayang dapat mengaktifkan tooltip pratinjau seperti pada bilah pencarian pemutar video, pesan teks, dan kontak cepat pada dial pad, serta animasi layar kunci dan simulasi kursor tetikus yang melayang pada situs web.[24][25][26]

Beberapa stilus juga mendukung deteksi saat melayang dan dilengkapi tombol untuk mengakses alat terkait dengan cepat seperti catatan tempel digital serta penyorotan teks dan elemen ketika menyeret sambil menekan tombol, menyerupai pemilihan seret menggunakan tetikus komputer. Beberapa seri seperti Samsung Galaxy Note series dan seri LG G Stylus memiliki baki terintegrasi untuk menyimpan stilus.[27]

Beberapa perangkat seperti iPhone 6s hingga iPhone Xs dan Huawei Mate S dilengkapi layar sentuh peka tekanan, yang tekanannya dapat digunakan untuk mensimulasikan pedal gas dalam permainan video, mengakses jendela pratinjau dan menu pintasan, mengendalikan kursor pengetikan, serta sebagai timbangan, meskipun fungsi terakhir ditolak Apple dari App Store.[28][29]

Beberapa ponsel cerdas HTC awal 2010-an seperti HTC Desire (Bravo) dan HTC Legend dilengkapi trackpad optik untuk pengguliran dan pemilihan.[30]

Lampu notifikasi

Artikel utama: Notification LED
LED notifikasi

Banyak ponsel cerdas, kecuali iPhone Apple, dilengkapi LED berdaya rendah di samping layar yang dapat memberi tahu pengguna tentang pesan masuk, panggilan tak terjawab, tingkat baterai rendah, serta membantu menemukan ponsel dalam kegelapan, dengan konsumsi daya yang minimal.

Untuk membedakan sumber notifikasi, kombinasi warna dan pola kedipan dapat berbeda. Biasanya tiga dioda berwarna merah, hijau, dan biru (RGB) dapat menghasilkan berbagai kombinasi warna.

Sensor

Ponsel cerdas dilengkapi banyak sensor untuk mengaktifkan fitur sistem dan aplikasi pihak ketiga.

Sensor umum

Akselerometer dan giroskop memungkinkan pengendalian rotasi layar secara otomatis. Penggunaan oleh perangkat lunak pihak ketiga mencakup simulasi waterpass. Sensor cahaya sekitar memungkinkan penyesuaian kecerahan dan kontras layar secara otomatis, sedangkan sensor RGB memungkinkan penyesuaian warna layar.

Banyak ponsel juga dilengkapi sensor barometer untuk mengukur tekanan udara, seperti Samsung sejak 2012 melalui Galaxy S3, dan Apple sejak 2014 melalui iPhone 6. Sensor tersebut memungkinkan perkiraan dan pendeteksian perubahan ketinggian.

Magnetometer dapat berfungsi sebagai kompas digital dengan mengukur medan magnet Bumi.

Sensor langka

Samsung melengkapi ponsel cerdas andalannya sejak Galaxy S5 dan Galaxy Note 4 tahun 2014 dengan sensor detak jantung untuk membantu penggunaan terkait kebugaran dan berfungsi sebagai tombol rana untuk kamera depan.[31]

Sejauh ini, hanya Samsung Galaxy S4 dan Note 3 tahun 2013 yang dilengkapi sensor suhu lingkungan dan sensor kelembapan, sedangkan hanya Note 4 yang memiliki sensor radiasi ultraviolet yang dapat memperingatkan pengguna mengenai paparan berlebihan.[32][33]

Sinar laser inframerah belakang untuk pengukuran jarak dapat mengaktifkan fungsi kamera time-of-flight dengan fokus otomatis yang dipercepat, seperti yang diterapkan pada beberapa ponsel LG mulai dari LG G3 dan LG V10.

Karena sensor-sensor tersebut masih jarang ditemukan pada ponsel cerdas, belum banyak perangkat lunak yang dikembangkan untuk memanfaatkannya.

Penyimpanan

Meskipun eMMC (embedded multi media card) penyimpanan flash paling umum digunakan pada ponsel, penerusnya, UFS (Universal Flash Storage) dengan kecepatan transfer lebih tinggi mulai muncul sepanjang 2010-an pada perangkat kelas atas.[34]

Kapasitas

Meskipun kapasitas penyimpanan internal ponsel relatif stagnan selama paruh pertama 2010-an, kapasitas tersebut meningkat lebih pesat pada paruh kedua. Sebagai contoh, Samsung meningkatkan pilihan penyimpanan internal perangkat kelas flagship dari 32 GB menjadi 512 GB hanya dalam 2Templat:1/2 tahun, antara 2016 dan 2018.[35][36][37][38]

Kartu memori

250px-Huawei_U8950D_no_cover.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu memori dan SIM yang terpasang

Ruang penyimpanan data pada beberapa ponsel dapat diperluas menggunakan MicroSD kartu memori, yang kapasitasnya meningkat berlipat sepanjang 2010-an (→ SD_card § 2009–2019: SDXC). Keunggulannya dibandingkan penyimpanan melalui USB on the go dan penyimpanan awan meliputi ketersediaan offline dan privasi, tidak menggunakan atau menonjol dari port pengisian daya, tidak mengalami ketidakstabilan koneksi atau latensi, tidak bergantung pada paket data berkapasitas besar, serta membantu mempertahankan siklus penulisan ulang yang terbatas pada penyimpanan internal permanen perangkat. Data dalam jumlah besar dapat segera dipindahkan antarpiranti dengan mengganti kartu memori, pencadangan data berskala besar dapat dibuat secara offline, dan data dapat dibaca secara eksternal jika ponsel cerdas tidak dapat berfungsi.[39][40][41]

Jika terjadi kerusakan teknis yang membuat perangkat tidak dapat digunakan atau melakukan booting akibat kerusakan karena cairan, benturan, layar, pembengkokan, malware, atau pembaruan sistem yang palsu atau bermasalah,[42] dan sebagainya, data yang tersimpan pada kartu memori kemungkinan dapat diselamatkan secara eksternal, sedangkan data pada penyimpanan internal yang tidak dapat diakses akan mengalami kehilangan data. Kartu memori biasanya[a] dapat langsung digunakan kembali pada perangkat lain yang mendukung kartu memori tanpa perlu melakukan transfer berkas terlebih dahulu.

Beberapa ponsel dual-SIM dilengkapi slot hibrida, yang salah satu dari dua slotnya dapat digunakan untuk kartu SIM atau kartu memori. Beberapa model, biasanya kelas atas, dilengkapi tiga slot, termasuk satu slot kartu memori khusus, sehingga dua SIM dan kartu memori dapat digunakan secara bersamaan.[43]

Lokasi fisik

Lokasi slot SIM dan kartu memori berbeda-beda antarperangkat. Slot tersebut dapat berada di balik penutup belakang yang mudah diakses atau di balik baterai, dan lokasi yang terakhir tidak memungkinkan hot swapping.[44][45]

Ponsel dengan penutup belakang yang tidak dapat dilepas biasanya menempatkan kartu SIM dan kartu memori dalam baki kecil pada rangka perangkat, yang dikeluarkan dengan memasukkan alat seperti jarum ke lubang kecil.[46]

Beberapa ponsel kelas menengah awal seperti Samsung Galaxy Fit dan Ace tahun 2011 memiliki slot kartu memori di sisi rangka yang ditutupi penutup dan dapat dibuka tanpa alat.[47]

Transfer berkas

Pada awalnya, akses mass storage umumnya diaktifkan ke komputer melalui USB. Seiring waktu, akses penyimpanan massal dihapus dan Media Transfer Protocol menjadi protokol untuk transfer berkas USB, karena memungkinkan akses non-eksklusif, yaitu komputer dapat mengakses penyimpanan tanpa penyimpanan tersebut dikunci dari perangkat lunak ponsel selama koneksi berlangsung, serta tidak memerlukan dukungan terhadap sistem berkas yang sama karena komunikasi dilakukan melalui lapisan abstraksi.

Namun, berbeda dengan penyimpanan massal, Media Transfer Protocol tidak memiliki paralelisme, sehingga hanya satu transfer yang dapat berjalan pada satu waktu dan permintaan transfer lainnya harus menunggu hingga selesai. Hal ini, misalnya, mencegah pengguna menjelajahi foto dan memutar video dari perangkat selama transfer berkas aktif. Beberapa program dan perangkat tidak mendukung MTP. Selain itu, akses langsung dan random access terhadap berkas melalui MTP tidak didukung. Setiap berkas harus diunduh sepenuhnya dari perangkat sebelum dapat dibuka.[48]

Suara

Beberapa fitur peningkatan kualitas audio, seperti Voice over LTE dan HD Voice, telah muncul dan sering tersedia pada ponsel cerdas yang lebih baru. Kualitas suara dapat tetap menjadi masalah akibat desain ponsel, kualitas jaringan seluler, dan algoritme kompresi yang digunakan dalam panggilan jarak jauh.[49][50] Kualitas audio dapat ditingkatkan menggunakan aplikasi VoIP melalui Wi-Fi.[51] Ponsel memiliki pengeras suara kecil sehingga pengguna dapat menggunakan fitur speakerphone dan berbicara dengan orang lain tanpa menempelkan ponsel ke telinga. Pengeras suara kecil tersebut juga dapat digunakan untuk mendengarkan berkas audio digital berupa musik atau ucapan atau menonton video yang memiliki komponen audio tanpa mendekatkan ponsel ke telinga. Namun, pengeras suara terintegrasi dapat berukuran kecil dan memiliki kualitas suara yang terbatas untuk menghemat ruang. Ponsel cerdas modern biasanya memiliki 2 hingga 4 pengeras suara terintegrasi di bagian atas dan bawah.

Beberapa ponsel seperti HTC One M8 dan Sony Xperia Z2 dilengkapi pengeras suara stereo untuk menghasilkan suara spasial ketika digunakan dalam orientasi horizontal.[52]

Konektor audio

Soket headphone 3,5 mm (secara informal disebut "headphone jack") memungkinkan penggunaan langsung headphone pasif, serta koneksi ke perangkat audio tambahan eksternal lainnya. Pada perangkat yang dilengkapi konektor tersebut, lokasinya lebih umum berada di bagian bawah (sisi port pengisian daya) daripada bagian atas perangkat.

Penurunan ketersediaan konektor tersebut pada ponsel baru dari semua vendor besar dimulai pada 2016 dengan tidak adanya konektor tersebut pada Apple iPhone 7. Sebuah adaptor yang menggunakan port pengisian daya dapat digunakan untuk memasang konektor tersebut.

Headphone Bluetooth nirkabel yang menggunakan baterai merupakan alternatif. Namun, perangkat tersebut cenderung lebih mahal karena memerlukan perangkat keras internal seperti transceiver Bluetooth dan baterai dengan pengendali pengisian daya, serta memerlukan pemasangan Bluetooth sebelum setiap penggunaan.[53]

Baterai

Ponsel cerdas biasanya menggunakan baterai ion litium atau baterai litium polimer karena memiliki kepadatan energi yang tinggi.

Baterai mengalami keausan kimia akibat pengisian dan pengosongan berulang selama penggunaan normal, sehingga kehilangan kapasitas energi dan daya keluaran. Hal tersebut menyebabkan penurunan kecepatan pemrosesan yang kemudian diikuti oleh pemadaman sistem.[54] Kapasitas baterai dapat berkurang menjadi 80% setelah beberapa ratus kali pengisian ulang, dan penurunan kinerja semakin cepat seiring waktu.[55][56]

Beberapa ponsel dirancang dengan baterai yang dapat diganti oleh pengguna setelah masa pakainya berakhir, biasanya dengan membuka penutup belakang. Meskipun desain seperti ini pada awalnya digunakan pada sebagian besar ponsel, termasuk ponsel layar sentuh yang bukan iPhone Apple, desain tersebut sebagian besar digantikan sepanjang 2010-an oleh baterai yang dipasang permanen dan tidak dapat diganti; praktik desain yang dikritik sebagai bagian dari keusangan terencana.[57]

Pengisian daya

250px-Cheero_powerbank_%26_Samsung_Galaxy_S4_20140910.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengisi daya baterai portabel berkapasitas tinggi (power bank)

Karena keterbatasan arus listrik yang dapat ditangani oleh kawat tembaga pada kabel USB yang ada, protokol pengisian daya yang menggunakan tegangan lebih tinggi seperti Qualcomm Quick Charge dan MediaTek Pump Express dikembangkan untuk meningkatkan daya yang dialirkan agar pengisian lebih cepat, memaksimalkan waktu penggunaan tanpa mengurangi ergonomi, dan meminimalkan waktu perangkat harus terhubung ke sumber daya.

Pengendali pengisian daya (IC) terintegrasi pada ponsel cerdas meminta tegangan yang lebih tinggi dari pengisi daya ponsel yang didukung. " VOOC" dari Oppo, yang juga dipasarkan sebagai "dash charge", mengambil pendekatan sebaliknya dengan meningkatkan arus untuk mengurangi panas yang dihasilkan ketika tegangan masuk diatur secara internal pada perangkat hingga mencapai tegangan terminal pengisian baterai. Namun, teknologi tersebut tidak kompatibel dengan kabel USB yang ada karena memerlukan kawat tembaga yang lebih tebal pada kabel USB berarus tinggi. Selanjutnya, USB Power Delivery (USB-PD) dikembangkan dengan tujuan menstandardisasi negosiasi parameter pengisian daya antarperangkat hingga 100 watt, tetapi hanya didukung pada kabel dengan USB-C di kedua ujung karena konektor tersebut memiliki kanal PD khusus.[58]

Meskipun laju pengisian meningkat, dari 15 watt pada 2014,[59] 20 watt pada 2016,[60] dan 45 watt pada 2018,[61] daya yang dialirkan dapat diturunkan secara signifikan ketika perangkat sedang digunakan.[62][b]

Pengisian daya nirkabel telah digunakan secara luas, memungkinkan pengisian ulang secara berkala tanpa menyebabkan keausan pada port pengisian daya akibat penyambungan berulang. Qi merupakan standar yang paling umum, diikuti oleh Powermat. Karena efisiensi transmisi daya nirkabel yang lebih rendah, laju pengisian daya lebih rendah daripada pengisian kabel, dan lebih banyak panas dihasilkan pada laju pengisian yang sama.

Pada akhir 2017, daya tahan baterai ponsel cerdas secara umum telah menjadi memadai;[63] namun, daya tahan baterai ponsel cerdas sebelumnya buruk karena baterai yang lemah tidak mampu menangani kebutuhan daya yang besar dari sistem komputer dan layar berwarna ponsel cerdas.[64][65][66]

Pengguna ponsel cerdas membeli pengisi daya tambahan untuk digunakan di luar rumah, di tempat kerja, di mobil, dan dengan membeli "paket baterai" eksternal portabel. Paket baterai eksternal mencakup model umum yang dihubungkan ke ponsel cerdas menggunakan kabel, serta model khusus yang dipasang atau "menumpang" pada casing ponsel cerdas. Pada 2016, Samsung harus menarik kembali jutaan ponsel cerdas Galaxy Note 7 karena masalah baterai yang dapat meledak.[67] Demi kenyamanan konsumen, stasiun pengisian daya nirkabel telah diperkenalkan di beberapa hotel, bar, dan ruang publik lainnya.[68]

Manajemen daya

Salah satu teknik untuk meminimalkan konsumsi daya adalah penyegaran mandiri panel, yaitu gambar yang akan ditampilkan pada layar tidak selalu dikirim dari prosesor ke pengendali terintegrasi (IC) komponen layar, tetapi hanya ketika informasi pada layar berubah. Pengendali terintegrasi layar menyimpan isi layar terakhir dan menyegarkan layar secara mandiri. Teknologi ini diperkenalkan sekitar 2014 dan mengurangi konsumsi daya hingga beberapa ratus miliwatt.[69]

Kamera

250px-OnePlus_9_Pro_Camera_Module.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian kamera pada OnePlus 9

Kamera telah menjadi fitur standar pada ponsel cerdas. Hingga2019[update], kamera ponsel telah menjadi bidang persaingan yang sangat ketat untuk membedakan berbagai model, dengan kampanye iklan yang umumnya berfokus pada kualitas atau kemampuan kamera utama perangkat.

Gambar biasanya disimpan dalam format berkas JPEG; beberapa ponsel kelas atas sejak pertengahan 2010-an juga memiliki kemampuan pencitraan RAW.[70][71]

Keterbatasan ruang

250px-Blackview_A60_Smartphone_Android_mobile_phone_front_face_logged_in_screen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ponsel Blackview A60 Andoid Go yang menampilkan bahwa kamera depan ditempatkan pada takik layar

Ponsel cerdas biasanya memiliki setidaknya satu kamera utama yang menghadap ke belakang dan kamera depan beresolusi lebih rendah untuk swafoto dan obrolan video. Karena kedalaman yang tersedia untuk sensor citra dan optik di dalam ponsel cerdas terbatas, kamera belakang sering ditempatkan dalam tonjolan yang lebih tebal daripada bagian ponsel lainnya. Karena ponsel yang semakin tipis memiliki ruang horizontal yang lebih luas daripada kedalaman yang diperlukan dan digunakan pada kamera khusus untuk lensa yang lebih baik, terdapat kecenderungan produsen ponsel untuk menyertakan beberapa kamera, dengan masing-masing dioptimalkan untuk tujuan yang berbeda (lensa telefoto, lensa sudut lebar, dan sebagainya).

Jika dilihat dari belakang, kamera belakang umumnya ditempatkan di bagian tengah atas atau sudut kiri atas. Penempatan di sudut menguntungkan karena tidak memerlukan perangkat keras lain ditempatkan di sekitar modul kamera, sekaligus meningkatkan ergonomi, karena lensa lebih kecil kemungkinannya tertutup ketika ponsel dipegang secara horizontal.

Ponsel cerdas modern kelas lanjut memiliki kamera dengan stabilisasi gambar optik (OIS), sensor yang lebih besar, lensa dengan bukaan besar, dan bahkan zoom optik serta gambar RAW. HDR, "Bokeh mode" dengan beberapa lensa, serta mode malam multi-jepretan kini juga umum ditemukan.[72] Banyak fitur kamera ponsel cerdas baru diaktifkan melalui fotografi komputasional dan pemrosesan citra serta beberapa lensa khusus, bukan melalui sensor dan lensa yang lebih besar, karena keterbatasan ruang di dalam ponsel yang dibuat setipis mungkin.

Tombol kamera khusus

Beberapa telepon seluler seperti Samsung i8000 Omnia 2, beberapa Nokia Lumia dan beberapa Sony Xperia dilengkapi dengan tombol rana kamera fisik.

Tombol dengan dua tingkat tekanan menyerupai intuisi point-and-shoot pada kamera kompak khusus. Tombol kamera dapat digunakan sebagai jalan pintas untuk membuka perangkat lunak kamera dengan cepat dan secara ergonomis, karena letaknya lebih mudah dijangkau di dalam saku dibandingkan tombol daya.

Bahan penutup belakang

Penutup belakang ponsel cerdas biasanya terbuat dari polikarbonat, aluminium, atau kaca. Penutup belakang polikarbonat dapat mengilap atau matte, dan mungkin bertekstur, seperti pola titik pada Galaxy S5 atau tekstur kulit pada Galaxy Note 3 dan Note 4.

Meskipun penutup belakang polikarbonat dapat dianggap kurang "premium" di kalangan pengguna yang berorientasi pada mode dan tren, keunggulan utilitarian dan manfaat teknisnya mencakup daya tahan dan penyerapan guncangan, elastisitas yang lebih besar terhadap pembengkokan permanen dibandingkan logam, tidak dapat pecah seperti kaca sehingga memudahkan perancangan penutup yang dapat dilepas; efisiensi biaya produksi yang lebih baik; serta tidak menghalangi sinyal radio atau daya nirkabel seperti logam.[73][74][75][76]

Autentikasi biometrik

Autentikasi biometrik bertujuan mempercepat proses membuka kunci. Terdapat tiga jenis pembukaan kunci biometrik: pemindaian sidik jari, pemindaian iris, dan pemindaian wajah.[77][78]

Terdapat tiga jenis pemindaian sidik jari: kapasitif, optik, dan ultrasonik. Pemindai sidik jari kapasitif dapat terintegrasi pada tombol beranda, bagian belakang ponsel, atau tombol daya. Pemindai sidik jari optik dan ultrasonik ditempatkan di bawah layar dan memindai jari melalui layar.[79][80]

Aksesori

Berbagai macam aksesori dijual untuk ponsel cerdas, termasuk casing, kartu memori, pelindung layar, pengisi daya, stasiun pengisian daya nirkabel, adaptor USB On-The-Go (untuk menghubungkan kandar USB dan, dalam beberapa kasus, kabel HDMI ke monitor eksternal), adaptor MHL, baterai tambahan, power bank, headphone, kombinasi headphone-mikrofon (yang, misalnya, memungkinkan seseorang melakukan panggilan secara pribadi melalui perangkat tanpa harus mendekatkannya ke telinga), serta speaker bertenaga berkemampuan Bluetooth yang memungkinkan pengguna mendengarkan media dari ponsel cerdas secara nirkabel.

Casing tersedia mulai dari casing karet atau plastik lunak yang relatif murah, yang memberikan perlindungan sedang terhadap benturan dan perlindungan yang baik terhadap goresan, hingga casing tugas berat yang lebih mahal yang menggabungkan bantalan karet dengan cangkang luar yang keras. Beberapa casing memiliki bentuk seperti "buku", dengan penutup yang dibuka pengguna untuk menggunakan perangkat; ketika penutup ditutup, penutup tersebut melindungi layar. Beberapa casing berbentuk "buku" memiliki kantong tambahan untuk kartu kredit sehingga memungkinkan pengguna menggunakannya sebagai dompet.

Aksesori mencakup produk yang dijual oleh produsen ponsel cerdas serta produk kompatibel yang dibuat oleh produsen lain.

Namun, beberapa perusahaan, seperti Apple, berhenti menyertakan pengisi daya bersama ponsel cerdas untuk "mengurangi jejak karbon" dan sebagainya, sehingga banyak pelanggan harus membayar tambahan untuk adaptor pengisian daya.

Perangkat lunak

Sistem operasi seluler

250px-20240419_%EC%82%BC%EC%84%B1_%EA%B0%A4%EB%9F%AD%EC%8B%9C_S24_%EC%9A%B8%ED%8A%B8%EB%9D%BC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Samsung Galaxy S24 Ultra memiliki fitur yang didukung oleh kecerdasan buatan.

Sistem operasi seluler (atau OS seluler) adalah sistem operasi untuk telepon, tablet, jam tangan pintar, atau perangkat seluler lainnya. Secara global, Android dan IOS merupakan dua sistem operasi seluler yang paling banyak digunakan berdasarkan pangsa penggunaan, dengan Android menjadi OS terlaris secara global pada semua perangkat sejak 2013.

Sistem operasi seluler menggabungkan fitur sistem operasi komputer pribadi dengan fitur lain yang berguna untuk penggunaan seluler atau genggam; biasanya mencakup, dan sebagian besar berikut ini dianggap penting dalam sistem seluler modern: layar sentuh, jaringan seluler, Bluetooth, Wi-Fi Protected Access, Wi-Fi, navigasi seluler Global Positioning System (GPS), kamera video dan kamera foto tunggal, pengenalan suara, perekam suara, pemutar musik, komunikasi medan dekat, dan pemancar inframerah. Pada kuartal pertama 2018, lebih dari 383 juta ponsel cerdas terjual, dengan 85,9 persen menjalankan Android, 14,1 persen menjalankan iOS, dan jumlah yang dapat diabaikan menjalankan OS lainnya.[81] Android sendiri lebih populer daripada sistem operasi desktop populer Windows, dan secara umum penggunaan ponsel cerdas (bahkan tanpa tablet) melebihi penggunaan desktop. Sistem operasi seluler lain yang terkenal adalah Flyme OS dan Harmony OS.

Perangkat seluler dengan kemampuan komunikasi seluler (misalnya, ponsel cerdas) memiliki dua sistem operasi seluler—platform perangkat lunak utama yang berinteraksi dengan pengguna dilengkapi dengan sistem operasi waktu nyata tingkat rendah milik perusahaan yang mengoperasikan radio dan perangkat keras lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa sistem tingkat rendah ini mungkin memiliki berbagai kerentanan keamanan yang memungkinkan stasiun pangkalan berbahaya memperoleh tingkat kendali yang tinggi atas perangkat seluler.[82]

Aplikasi seluler

Artikel utama: Mobile app

Aplikasi seluler adalah program komputer yang dirancang untuk berjalan pada perangkat seluler, seperti ponsel cerdas. Istilah "app" merupakan bentuk singkat dari istilah "software application".[83]

Toko aplikasi

Pengenalan App Store milik Apple untuk iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 memopulerkan distribusi daring yang diselenggarakan produsen untuk aplikasi pihak ketiga (perangkat lunak dan program komputer) yang berfokus pada satu platform. Terdapat sangat banyak jenis aplikasi, termasuk permainan video, produk musik, dan alat bisnis. Hingga saat itu, distribusi aplikasi ponsel cerdas bergantung pada sumber pihak ketiga yang menyediakan aplikasi untuk berbagai platform, seperti GetJar, Handango, Handmark, dan PocketGear. Setelah keberhasilan App Store, produsen ponsel cerdas lain meluncurkan toko aplikasi, seperti Android Market milik Google (kemudian berganti nama menjadi Google Play Store) dan BlackBerry App World milik RIM, serta toko aplikasi terkait Android seperti Aptoide, Cafe Bazaar, F-Droid, GetJar, dan Opera Mobile Store. Pada Februari 2014, 93% pengembang seluler memprioritaskan ponsel cerdas untuk pengembangan aplikasi seluler.[84]

Daftar merek ponsel cerdas saat ini

Ini adalah daftar dinamis, yang mungkin tidak dapat memuaskan standar tertentu untuk kelengkapan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya dengan menambahkan klaim yang diberikan sumber tepercaya.

Penjualan

7kkcuza8ru0fd8mzpw2dh58316sapxq.png

Sejak 1996, pengiriman ponsel cerdas mengalami pertumbuhan positif. Pada November 2011, 27% dari seluruh foto yang dibuat diambil menggunakan ponsel cerdas yang dilengkapi kamera.[85] Pada September 2012, sebuah penelitian menyimpulkan bahwa 4 dari 5 pemilik ponsel cerdas di Amerika Serikat menggunakan perangkat tersebut untuk berbelanja secara daring.[86] Penjualan ponsel cerdas secara global melampaui angka penjualan ponsel fitur pada awal 2013.[87] Pengiriman ponsel cerdas di seluruh dunia melampaui 1 miliar unit pada 2013, meningkat 38% dari 725 juta pada 2012, sekaligus mencakup 55% pangsa pasar telepon seluler pada 2013, naik dari 42% pada 2012. Pada 2013, penjualan ponsel cerdas mulai menurun untuk pertama kalinya.[88][89] Pada kuartal pertama 2016, untuk pertama kalinya pengiriman turun sebesar 3% secara tahunan. Situasi tersebut disebabkan oleh semakin matangnya pasar Tiongkok.[90] Laporan NPD menunjukkan bahwa kurang dari 10% warga Amerika Serikat menghabiskan $1.000 atau lebih untuk ponsel cerdas, karena harganya terlalu mahal bagi kebanyakan orang, tanpa memperkenalkan fitur yang sangat inovatif, sementara Huawei, Oppo, dan Xiaomi memperkenalkan produk dengan rangkaian fitur serupa dengan harga lebih rendah.[91][92][93] Pada 2019, penjualan ponsel cerdas menurun sebesar 3,2%, penurunan terbesar dalam sejarah ponsel cerdas, sementara Tiongkok dan India dianggap mendorong sebagian besar penjualan ponsel cerdas di seluruh dunia.[94] Diperkirakan bahwa adopsi 5G secara luas akan membantu mendorong penjualan ponsel cerdas baru.[95][96] Diperkirakan pula bahwa harga ponsel cerdas dapat meningkat akibat kelangkaan cip AI global, yang juga dapat memengaruhi penjualan.[97]

Menurut produsen

Pada 2011, Samsung memiliki pangsa pasar pengiriman tertinggi di seluruh dunia, diikuti oleh Apple. Pada 2013, Samsung memiliki pangsa pasar 31,3%, sedikit meningkat dari 30,3% pada 2012, sedangkan Apple berada pada 15,3%, turun dari 18,7% pada 2012. Huawei, LG, dan Lenovo masing-masing berada di sekitar 5%, jauh lebih baik dibandingkan angka pada 2012, sedangkan produsen lainnya memiliki sekitar 40%, sama seperti angka tahun sebelumnya. Hanya Apple yang kehilangan pangsa pasar, meskipun volume pengirimannya tetap meningkat 12,9%; sisanya mengalami peningkatan volume pengiriman yang signifikan sebesar 36 hingga 92%.[98]

Pada kuartal pertama 2014, Samsung memiliki pangsa 31% dan Apple 16%.[99] Pada kuartal keempat 2014, Apple memiliki pangsa 20,4% dan Samsung 19,9%.[100] Pada kuartal kedua 2016, Samsung memiliki pangsa 22,3% dan Apple 12,9%.[101] Pada kuartal pertama 2017, IDC melaporkan bahwa Samsung berada di posisi pertama dengan 80 juta unit, diikuti oleh Apple dengan 50,8 juta, Huawei dengan 34,6 juta, Oppo dengan 25,5 juta, dan Vivo dengan 22,7 juta.[102]

SamsungAppleXiaomiOPPOvivoOthersSamsungAppleXiaomiOPPOvivoOthersSmartphone market share by manufacturer (Q1 2026)
Lihat data sumber.

Bisnis seluler Samsung berukuran setengah dari bisnis Apple berdasarkan pendapatan. Bisnis Apple meningkat sangat pesat pada periode 2013 hingga 2017.[103] Realme, merek yang dimiliki oleh Oppo, merupakan merek ponsel yang tumbuh paling cepat di seluruh dunia sejak kuartal kedua 2019. Di Tiongkok, Huawei dan Honor, merek yang dimiliki Huawei, memiliki pangsa pasar gabungan sebesar 46% dan mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 66% hingga2019[update], di tengah meningkatnya nasionalisme Tiongkok.[104] Pada 2019, Samsung memiliki pangsa pasar 74% untuk ponsel cerdas 5G di Korea Selatan.[105]

Pada kuartal pertama 2024, pengiriman ponsel cerdas global meningkat 7,8% menjadi 289,4 juta unit. Samsung, dengan pangsa pasar 20,8%, mengungguli Apple dan menjadi produsen ponsel cerdas terkemuka. Pengiriman ponsel cerdas Apple turun 10%. Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 14,1%.[106]

Pada kuartal pertama 2026, Samsung dan Apple merupakan dua produsen ponsel cerdas terbesar di dunia berdasarkan pengiriman, diikuti oleh Xiaomi, OPPO, dan vivo. Samsung memiliki pangsa pasar terbesar sebesar 21,2%, sedangkan Apple menyumbang 21,0% dari pengiriman ponsel cerdas global. Xiaomi, OPPO, dan vivo masing-masing menyusul dengan 11,5%, 10,5%, dan 7,2%.[107]

Menurut sistem operasi

Penggunaan

Penggunaan kontemporer dan konvergensi

sdas
250px-Canon_Digital_IXUS_850_IS-ar_5to4-fs_PNr%C2%B00268b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Mobiles_Navigationsgeraet_Navigon_im_Einsatz.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Palm_TX.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beberapa perangkat teknologi yang pasarnya menurun akibat popularitas ponsel cerdas: (kiri atas searah jarum jam) pemutar media portabel (termasuk "pemutar MP3"); kamera digital kompak; sistem navigasi satelit dalam kendaraan; asisten digital pribadi (termasuk agenda elektronik)

Meningkatnya popularitas ponsel cerdas layar sentuh dan aplikasi seluler yang didistribusikan melalui toko aplikasi, bersama dengan kemajuan pesat teknologi jaringan seluler, prosesor seluler, dan penyimpanan, menyebabkan konvergensi yang membuat telepon seluler, organizer, dan pemutar media portabel terpisah digantikan oleh ponsel cerdas sebagai satu-satunya perangkat yang dibawa oleh sebagian besar orang.[108][109][110][111][1][112] Kemajuan sensor kamera digital dan perangkat lunak pemrosesan citra pada perangkat secara bertahap menyebabkan ponsel cerdas menggantikan kamera yang lebih sederhana untuk fotografi dan perekaman video.[113] Kemampuan sistem navigasi satelit bawaan dan aplikasi pemetaan pada ponsel cerdas sebagian besar menggantikan navigasi satelit mandiri perangkat, dan peta jalan kertas menjadi semakin jarang digunakan.[114] Permainan seluler pada ponsel cerdas berkembang pesat dalam popularitas,[115] memungkinkan banyak orang menggunakannya sebagai pengganti konsol permainan genggam, dan beberapa perusahaan mencoba membuat hibrida konsol permainan/telepon berdasarkan perangkat keras dan perangkat lunak telepon.[116][117] Orang-orang semakin sering memilih untuk tidak menggunakan layanan telepon tetap dan memilih ponsel cerdas.[118][119] Aplikasi dan layanan streaming musik berkembang pesat dalam popularitas dan memiliki fungsi yang sama seperti mendengarkan stasiun musik melalui radio terestrial atau satelit. Layanan video streaming mudah diakses melalui aplikasi ponsel cerdas dan dapat digunakan sebagai pengganti menonton televisi. Banyak orang berhenti memakai jam tangan dan memilih melihat waktu pada ponsel cerdas, serta banyak yang menggunakan fitur jam pada ponsel sebagai pengganti jam alarm.[120] Telepon seluler juga dapat digunakan sebagai perangkat pencatat, penyunting teks, dan memo digital yang komputerisasinya memudahkan pencarian entri.

Selain itu, di banyak wilayah yang kurang berkembang secara teknologi, ponsel cerdas merupakan sarana pertama dan satu-satunya bagi masyarakat untuk mengakses internet bergerak karena portabilitasnya,[121][Verifikasi gagal] sementara komputer pribadi relatif jarang digunakan di luar lingkungan bisnis. Kamera pada ponsel cerdas dapat digunakan untuk memotret dokumen dan mengirimkannya melalui surel atau pesan sebagai pengganti mesin faksimile. Aplikasi dan layanan pembayaran seluler pada ponsel cerdas memungkinkan orang mengurangi penggunaan dompet, tas tangan, kartu kredit dan debit, serta uang tunai. Aplikasi perbankan seluler memungkinkan orang menyetorkan cek hanya dengan memotretnya, sehingga tidak perlu membawa cek fisik ke ATM atau teller. Aplikasi panduan dapat menggantikan panduan perjalanan dan restoran/bisnis dalam bentuk kertas, brosur museum, serta perangkat khusus panduan audio.

Perbankan dan pembayaran seluler

Artikel utama: Mobile banking dan Mobile payment
250px-Mobile_payment_03.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem pembayaran seluler

Di banyak negara, telepon seluler digunakan untuk menyediakan layanan perbankan seluler, yang dapat mencakup kemampuan mentransfer pembayaran tunai melalui pesan teks SMS yang aman. Layanan perbankan seluler Kenya M-PESA, misalnya, memungkinkan pelanggan operator telepon seluler Safaricom menyimpan saldo uang yang dicatat pada kartu SIM mereka. Uang tunai dapat disetor atau ditarik dari akun M-PESA di gerai ritel Safaricom yang tersebar di seluruh negeri dan dapat ditransfer secara elektronik dari satu orang ke orang lain serta digunakan untuk membayar tagihan perusahaan.

Perbankan tanpa cabang telah berhasil diterapkan di Afrika Selatan dan Filipina. Sebuah proyek percontohan di Bali diluncurkan pada 2011 oleh International Finance Corporation dan sebuah bank Indonesia, Bank Mandiri.[122]

Penerapan lain teknologi perbankan seluler adalah Zidisha, platform pinjaman mikro nirlaba berbasis di Amerika Serikat yang memungkinkan penduduk negara berkembang mengajukan pinjaman usaha kecil dari pengguna web di seluruh dunia. Zidisha menggunakan perbankan seluler untuk pencairan dan pembayaran pinjaman, dengan mentransfer dana dari pemberi pinjaman di Amerika Serikat kepada peminjam di pedesaan Afrika yang memiliki telepon seluler dan dapat menggunakan internet.[123]

Pembayaran seluler pertama kali diuji coba di Finlandia pada 1998 ketika dua mesin penjual otomatis Coca-Cola di Espoo diaktifkan untuk menggunakan pembayaran melalui SMS. Pada 1999, gagasan tersebut menyebar dan Filipina meluncurkan sistem pembayaran seluler komersial pertama di negara tersebut dengan operator seluler Globe dan Smart.

Beberapa telepon seluler dapat melakukan pembayaran seluler melalui skema penagihan langsung oleh operator seluler, atau melalui pembayaran nirsentuh jika telepon dan terminal titik penjualan mendukung komunikasi medan dekat (NFC).[124] Pengaktifan pembayaran nirsentuh melalui telepon seluler yang dilengkapi NFC memerlukan kerja sama produsen, operator jaringan, dan pedagang ritel.[125][126]

Faksimile

Beberapa aplikasi memungkinkan pengiriman dan penerimaan faksimile (faks) melalui ponsel cerdas, termasuk data faksimile (yang terdiri atas grafik biner dua tingkat) yang dibuat secara langsung dan digital dari format berkas dokumen dan format berkas gambar.

Film

Film semakin banyak dibuat menggunakan ponsel cerdas dan tablet, yang menyebabkan munculnya festival film khusus untuk film semacam itu, termasuk SmartFone Flick Fest di Sydney, Australia;[127][128]; Dublin Smartphone Film Festival; International Mobil Film Festival yang berbasis di San Diego; festival Spanyol Cinephone – Festival Internacional de Cine con Smartphone; African Smartphone International Film Festival;[129] Toronto Smartphone Film Festival; New York Mobile Film Festival; dan festival lainnya.[130]

Kritik dan masalah

Dampak sosial

Produksi

Kobalt dan litium diperlukan untuk memproduksi baterai isi ulang ponsel cerdas. Pekerja dalam penambangan kobalt dan litium, termasuk anak-anak, mengalami cedera, amputasi, dan kematian akibat kondisi kerja yang berbahaya serta runtuhnya terowongan tambang di Republik Demokratik Kongo selama penambangan kobalt artisanal.[131][132] Laporan menunjukkan bahwa ribuan penambang litium artisanal bekerja dalam kondisi yang tidak aman, dengan laporan mengenai pekerja anak dan penambang yang tertimbun akibat runtuhnya tambang, juga di Zimbabwe; serta dugaan kasus korupsi di Namibia dan Republik Demokratik Kongo. Pada 2019, gugatan hukum diajukan terhadap Apple dan perusahaan teknologi lainnya terkait penggunaan pekerja anak dalam penambangan kobalt;[133][134] pada 2024, pengadilan memutuskan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak bertanggung jawab.[135] Apple mengumumkan bahwa mereka akan beralih menggunakan kobalt daur ulang sepenuhnya pada baterai pada 2025.[136]

Penggunaan

Pada 2012, sebuah penelitian dari University of Southern California menemukan bahwa aktivitas seksual remaja yang tidak terlindungi lebih umum di antara pemilik ponsel cerdas.[137]

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lighting Research Center (LRC) Rensselaer Polytechnic Institute (RPI) menyimpulkan bahwa ponsel cerdas, atau perangkat apa pun dengan layar bercahaya dari belakang, dapat memengaruhi siklus tidur secara serius.[138]

Sebagian orang mungkin menjadi terikat secara psikologis pada ponsel cerdas, sehingga mengalami kecemasan ketika terpisah dari perangkat tersebut.[139]

"smombie" (gabungan dari "smartphone" dan "zombie") adalah pejalan kaki yang menggunakan ponsel cerdas dan tidak memperhatikan keadaan sekitar ketika berjalan, sehingga berpotensi mengalami kecelakaan; fenomena sosial ini semakin meningkat.[140] Masalah pengguna ponsel cerdas yang berjalan lambat menyebabkan dibuatnya sementara "jalur seluler" khusus pejalan kaki di Chongqing, Tiongkok.[141] Masalah pengguna ponsel cerdas yang tidak memperhatikan keadaan sekitar menyebabkan kota Augsburg, Jerman, memasang lampu lalu lintas pejalan kaki di permukaan trotoar.[142]

Keselamatan berkendara

250px-Hand_held_phones.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pengemudi New York City memegang dua telepon
250px-Range_Rover_mapping_app.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pengguna melihat aplikasi pemetaan pada telepon

Penggunaan telepon seluler saat mengemudi—termasuk melakukan panggilan, mengirim pesan teks, memutar media, menjelajah web, bermain gim, menggunakan aplikasi pemetaan, atau mengoperasikan fitur telepon lainnya—merupakan hal yang umum tetapi kontroversial karena secara luas dianggap berbahaya akibat apa yang dikenal sebagai mengemudi dengan gangguan. Gangguan saat mengoperasikan kendaraan bermotor terbukti meningkatkan risiko kecelakaan. Pada September 2010, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat melaporkan bahwa 995 orang meninggal akibat pengemudi yang terganggu oleh telepon. Pada Maret 2011, perusahaan asuransi Amerika Serikat State Farm Insurance mengumumkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 19% pengemudi yang disurvei mengakses internet melalui ponsel cerdas saat mengemudi.[143] Banyak yurisdiksi melarang penggunaan telepon seluler saat mengemudi. Di Mesir, Israel, Jepang, Portugal, dan Singapura, panggilan telepon dengan telepon seluler, baik menggunakan tangan maupun tanpa tangan (yang menggunakan [[speakerphone|pengeras suara telepon]), dilarang. Di negara lain, termasuk Britania Raya dan Prancis, serta di banyak negara bagian Amerika Serikat, hanya panggilan dengan telepon genggam yang dilarang, sedangkan panggilan bebas genggam diperbolehkan.

Sebuah penelitian tahun 2011 melaporkan bahwa lebih dari 90% mahasiswa yang disurvei mengirim pesan teks (memulai, membalas, atau membaca) saat mengemudi.[144] Literatur ilmiah mengenai bahaya mengemudi sambil mengirim pesan melalui telepon seluler, atau mengirim pesan saat mengemudi, masih terbatas. Sebuah penelitian simulasi di University of Utah menemukan peningkatan enam kali lipat kecelakaan terkait gangguan ketika mengirim pesan.[145] Seiring kompleksitas ponsel cerdas meningkat, hal ini menimbulkan kesulitan tambahan bagi aparat penegak hukum ketika mencoba membedakan satu jenis penggunaan dari jenis lainnya pada pengemudi yang menggunakan perangkat mereka. Hal ini lebih terlihat di negara-negara yang melarang penggunaan dengan tangan maupun bebas genggam, dibandingkan dengan negara-negara yang hanya melarang penggunaan dengan tangan, karena petugas tidak dapat dengan mudah mengetahui fungsi telepon yang digunakan hanya dengan melihat pengemudi. Hal ini dapat menyebabkan pengemudi dihentikan karena menggunakan perangkat secara ilegal untuk melakukan panggilan, padahal sebenarnya mereka menggunakannya secara legal, misalnya ketika menggunakan kontrol bawaan telepon untuk stereo mobil, GPS atau satnav.

250px-NocellphonesSouthsidePlaceTX.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah rambu di sepanjang Bellaire Boulevard di Southside Place, Texas (Greater Houston) menyatakan bahwa penggunaan telepon seluler saat mengemudi dilarang dari pukul 07.30 hingga 09.00 dan dari pukul 14.00 hingga 16.15.

Sebuah penelitian tahun 2010 meninjau kejadian penggunaan telepon saat bersepeda dan dampaknya terhadap perilaku serta keselamatan.[146] Pada 2013, survei nasional di AS melaporkan bahwa jumlah pengemudi yang menyatakan menggunakan telepon untuk mengakses internet saat mengemudi meningkat hingga hampir satu dari empat orang.[147] Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Vienna meneliti pendekatan untuk mengurangi penggunaan telepon seluler yang tidak semestinya dan bermasalah, seperti penggunaan telepon saat mengemudi.[148]

Kecelakaan yang melibatkan pengemudi yang terganggu karena sedang melakukan panggilan melalui telepon mulai dituntut sebagai kelalaian, serupa dengan pelanggaran batas kecepatan. Di Britania Raya, sejak 27 Februari 2007, pengemudi yang tertangkap menggunakan telepon genggam saat mengemudi akan mendapatkan tiga poin penalti pada SIM mereka selain denda £60.[149] Peningkatan hukuman ini diberlakukan untuk mencoba menghentikan meningkatnya jumlah pengemudi yang mengabaikan hukum.[150] Japan melarang semua penggunaan telepon saat mengemudi, termasuk penggunaan perangkat bebas genggam. Selandia Baru melarang penggunaan telepon genggam sejak 1 November 2009. Di Amerika Serikat, per Mei 2025, 31 negara bagian melarang penggunaan telepon genggam saat mengemudi, dan 49 negara bagian melarang pengiriman pesan teks saat mengemudi.[151]

Public Health Law Research mempertahankan daftar undang-undang mengemudi dengan gangguan di Amerika Serikat. Basis data hukum ini memberikan gambaran komprehensif mengenai ketentuan undang-undang yang membatasi penggunaan perangkat seluler saat mengemudi untuk seluruh 50 negara bagian dan District of Columbia antara 1992, ketika undang-undang pertama disahkan, hingga 1 Desember 2010. Kumpulan data tersebut berisi informasi mengenai 22 variabel dikotomis, kontinu, atau kategoris, termasuk, misalnya, aktivitas yang diatur (misalnya mengirim pesan dibandingkan berbicara, panggilan bebas genggam dibandingkan dengan telepon genggam, menjelajah web, bermain gim), kelompok populasi yang ditargetkan, dan pengecualian.[152]

Hukum

Artikel utama: Smartphone wars

"Perang paten" antara Samsung dan Apple dimulai ketika Apple mengklaim bahwa ponsel Android Galaxy S asli menyalin antarmuka‍—‌dan mungkin perangkat keras‍—‌iOS milik Apple untuk iPhone 3GS. Terdapat pula lisensi dan litigasi paten ponsel cerdas yang melibatkan Sony Mobile, Google, Apple Inc., Samsung, Microsoft, Nokia, Motorola, HTC, Huawei, dan ZTE, di antara perusahaan lainnya. Konflik tersebut merupakan bagian dari “perang paten” yang lebih luas antara perusahaan teknologi dan perangkat lunak multinasional. Untuk mengamankan dan meningkatkan pangsa pasar, perusahaan yang memiliki paten dapat menggugat untuk mencegah pesaing menggunakan metode yang dicakup paten tersebut. Sejak 2010-an, jumlah gugatan, gugatan balik, dan pengaduan perdagangan berdasarkan paten dan desain di pasar ponsel cerdas, serta perangkat yang menggunakan sistem operasi ponsel cerdas seperti Android dan iOS, meningkat secara signifikan. Gugatan awal, gugatan balik, putusan, perjanjian lisensi, dan peristiwa besar lainnya dimulai pada 2009 ketika pasar ponsel cerdas mulai tumbuh lebih pesat hingga 2012.

Keamanan

Malware ponsel cerdas mudah disebarkan melalui toko aplikasi yang tidak aman.[153][154] Sering kali, malware disembunyikan dalam versi bajakan dari aplikasi resmi, yang kemudian didistribusikan melalui toko aplikasi pihak ketiga.[155][156] Risiko malware juga berasal dari apa yang dikenal sebagai "serangan pembaruan", ketika aplikasi resmi kemudian diubah untuk menyertakan komponen malware, yang kemudian dipasang pengguna ketika mereka diberi tahu bahwa aplikasi tersebut telah diperbarui.[157] Selain itu, satu dari tiga perampokan pada 2012 di Amerika Serikat melibatkan pencurian telepon seluler. Sebuah petisi daring mendesak produsen ponsel cerdas memasang sakelar pemutus pada perangkat mereka.[158] Pada 2014, "Find my iPhone" milik Apple dan "Android Device Manager" milik Google dapat menemukan, menonaktifkan, dan menghapus data dari telepon yang hilang atau dicuri. Dengan BlackBerry Protect pada OS versi 10.3.2, perangkat dapat dibuat tidak dapat dipulihkan bahkan oleh alat pemulihan Sistem Operasi milik BlackBerry sendiri jika autentikasi dilakukan secara salah atau perangkat dipisahkan dari akunnya.[159]

Dokumen yang bocor dari 2013 hingga 2016 dengan nama kode Vault 7 merinci kemampuan Amerika Serikat Central Intelligence Agency (CIA) untuk melakukan pengawasan elektronik dan perang siber, termasuk kemampuan untuk menyusupi sistem operasi sebagian besar ponsel cerdas (termasuk iOS dan Android).[160][161] Pada 2021, jurnalis dan peneliti melaporkan penemuan perangkat pengintai, yang disebut Pegasus, yang dikembangkan dan didistribusikan oleh perusahaan swasta, yang dapat dan telah digunakan untuk menginfeksi ponsel cerdas iOS dan Android, sering kali—sebagian melalui penggunaan eksploit 0-day—tanpa memerlukan interaksi pengguna atau tanda-tanda signifikan bagi pengguna, kemudian digunakan untuk mengekstraksi data, melacak lokasi pengguna, merekam gambar melalui kamera, dan mengaktifkan mikrofon kapan saja.[162] Analisis lalu lintas data oleh ponsel cerdas populer yang menjalankan berbagai versi Android menemukan pengumpulan dan pembagian data dalam jumlah besar secara bawaan tanpa opsi untuk menolaknya oleh perangkat lunak yang telah dipasang sebelumnya.[163][164]

Pedoman keamanan perangkat seluler diterbitkan oleh NIST[165] dan banyak organisasi lainnya. Untuk melakukan pertemuan pribadi secara langsung, setidaknya satu situs merekomendasikan agar pengguna mematikan ponsel cerdas dan melepaskan baterainya.[166]

Dampak kesehatan

Dampak umum terhadap kesehatan

Menurut temuan para pakar medis dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ponsel cerdas secara berlebihan dalam masyarakat dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan tidur, dan kurang tidur, sedangkan kecanduan ponsel cerdas yang parah dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik, seperti bungkuk, relaksasi otot, dan ketidakseimbangan nutrisi.[167]

Dampak terhadap kognisi dan kesehatan mental

Terdapat perdebatan mengenai dampak positif dan negatif ponsel cerdas atau penggunaan ponsel cerdas terhadap kognisi dan kesehatan mental.

Risiko hemoroid

Penggunaan ponsel cerdas saat duduk di toilet dikaitkan dengan prevalensi hemoroid yang lebih tinggi. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang menggunakan ponsel cerdas saat duduk di toilet rata-rata menghabiskan waktu lebih lama di sana, dan kemungkinan mengalami hemoroid meningkat sekitar 46% dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan ponsel cerdas saat berada di toilet, setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, dan faktor medis lainnya.[168]

Regulasi aplikasi kesehatan seluler

Dengan meningkatnya jumlah aplikasi medis seluler di pasaran, badan regulator pemerintah menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanan penggunaan aplikasi tersebut. Kekhawatiran ini kemudian diwujudkan dalam berbagai inisiatif regulasi di seluruh dunia dengan tujuan melindungi pengguna dari nasihat medis yang tidak tepercaya.[169]

Tidur

Penggunaan ponsel cerdas pada larut malam dapat mengganggu tidur karena cahaya biru dan layar yang terang, yang memengaruhi kadar melatonin dan siklus tidur. Dalam upaya mengurangi masalah ini, fungsi "Night Mode" untuk mengubah suhu warna layar menjadi rona yang lebih hangat berdasarkan waktu dalam sehari guna mengurangi jumlah cahaya biru yang dihasilkan tersedia melalui beberapa aplikasi untuk Android dan perangkat lunak f.lux untuk iPhone yang telah melalui jailbreak.[170] iOS 9.3 mengintegrasikan fitur serupa pada tingkat sistem yang dikenal sebagai "Night Shift". Beberapa produsen perangkat Android mengatasi keengganan awal Google untuk menjadikan Night Mode sebagai fitur standar Android dan menyertakan perangkat lunak untuk fitur tersebut pada perangkat keras mereka dengan berbagai nama, sebelum Android Oreo menambahkannya ke OS untuk perangkat yang kompatibel.[171]

Pembatasan dan pelarangan

Informasi lebih lanjut: Digital detox

Di beberapa negara, pihak berwenang berupaya mengurangi penggunaan perangkat digital, termasuk ponsel cerdas, di kalangan siswa.

  • Korea Selatan mengesahkan larangan penggunaan telepon di ruang kelas secara nasional. Undang-undang tersebut mulai berlaku pada Maret 2026. Pengecualian diberikan bagi siswa penyandang disabilitas, keadaan darurat, dan tujuan pendidikan.
  • Prancis dan Finlandia menerapkan larangan sebagian, umumnya untuk siswa yang lebih muda.
  • Italia, Belanda, dan Tiongkok menerapkan pembatasan yang lebih ketat. Kebijakan tersebut memperbaiki keadaan di sekolah-sekolah Belanda.
  • Di Australia, terdapat larangan di tingkat negara bagian. Victoria dan New South Wales memperkenalkan kebijakan yang melarang penggunaan telepon selama jam sekolah.

"Terdapat bukti ilmiah dan medis yang signifikan bahwa kecanduan ponsel cerdas memiliki dampak yang sangat berbahaya terhadap perkembangan otak dan pertumbuhan emosional siswa," kata Cho Jung-hun, yang mengajukan rancangan undang-undang tersebut di Korea Selatan, kepada BBC. Tidak semua siswa setuju bahwa hal ini akan menyelesaikan masalah. "Daripada sekadar mengambil telepon, saya pikir langkah pertama seharusnya adalah mengajarkan kepada siswa apa yang dapat mereka lakukan tanpa telepon," kata Seo Min-joon, seorang siswa sekolah menengah berusia 18 tahun. Siswa lainnya, berusia 13 tahun, mengatakan bahwa ia tidak memiliki waktu untuk kecanduan telepon karena jadwalnya yang padat.[172]

Pada 2024–2025, Australia dan Prancis mulai memajukan undang-undang yang sepenuhnya melarang penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia 15–16 tahun.[173] Di Australia, undang-undang tersebut mulai berlaku pada 10 Desember 2025.[174]

Penggantian kamera digital khusus

Seiring dimulainya dekade 2010-an, angka penjualan kamera kompak khusus menurun tajam karena kamera telepon seluler semakin dianggap mampu berfungsi sebagai pengganti kamera yang memadai.[175]

Peningkatan daya komputasi pada telepon seluler memungkinkan pemrosesan gambar yang cepat dan perekaman beresolusi tinggi, dengan 1080p Full HD dicapai pada 2011 dan batas 2160p 4K ditembus pada 2013.

Namun, karena keterbatasan desain dan ruang, ponsel cerdas tidak memiliki beberapa fitur yang bahkan ditemukan pada kamera kompak beranggaran rendah, termasuk kartu memori dan baterai yang dapat ditukar saat perangkat menyala untuk pengoperasian yang hampir tanpa henti, tombol dan kenop fisik untuk memfokuskan, mengambil gambar, dan melakukan pembesaran, ulir baut dudukan tripod, lampu kilat xenon bermuatan kapasitor yang lebih terang daripada lampu kilat LED ponsel cerdas, serta pegangan ergonomis untuk memegang perangkat dengan lebih stabil saat memotret dengan tangan, yang memungkinkan waktu pencahayaan lebih lama. Karena kamera khusus dapat memiliki ruang yang lebih luas, perangkat tersebut dapat menampung sensor gambar yang lebih besar dan memiliki pembesaran optik.

Sejak akhir 2010-an, produsen ponsel cerdas telah mengatasi keterbatasan pembesaran optik sampai tingkat tertentu dengan menyertakan kamera belakang tambahan dengan tingkat pembesaran tetap.[176][177]

Masa pakai

250px-Day_4_Agbogloshie_%2825891029818%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Limbah elektronik di Agbogbloshie

Pada ponsel seluler yang dirilis sejak paruh kedua 2010-an, masa pakai operasional umumnya dibatasi oleh baterai bawaan yang tidak dirancang untuk dapat diganti. Harapan hidup baterai bergantung pada intensitas penggunaan perangkat yang diberi daya, di mana aktivitas (penggunaan yang lebih lama) dan tugas yang membutuhkan lebih banyak energi akan menghabiskan masa pakai baterai lebih cepat.

Baterai litium-ion dan litium-polimer, yang umum digunakan untuk memberi daya pada perangkat elektronik portabel, juga lebih cepat mengalami penurunan kemampuan ketika sering diisi hingga penuh dan mengalami siklus pengosongan yang dalam, serta ketika dibiarkan tidak digunakan dalam waktu lama dalam keadaan kosong, karena pelepasan muatan sendiri dapat menyebabkan tingkat pengosongan yang berbahaya.[178][179][180]

Produsen telah mencegah beberapa ponsel cerdas beroperasi setelah perbaikan dengan mengaitkan nomor seri unik komponen dengan perangkat sehingga perangkat menolak beroperasi atau menonaktifkan beberapa fungsi jika terjadi ketidaksesuaian setelah penggantian komponen. Penguncian nomor seri pertama kali didokumentasikan pada 2015 pada iPhone 6, yang menjadi tidak dapat digunakan setelah mendeteksi penggantian tombol "home". Kemudian, beberapa fungsi dibatasi pada ponsel cerdas Apple dan Samsung ketika penggantian baterai yang tidak diotorisasi oleh vendor terdeteksi.[181][182]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Dengan asumsi dukungan terhadap sistem berkas umum, yang biasanya tersedia. Beberapa data khusus perangkat lunak yang tersisa dari perangkat sebelumnya mungkin tidak relevan pada perangkat baru.
  2. ↑ Yaitu ketika perangkat tidak dalam mode siaga atau sedang diisi daya sementara sistem operasi utama dimatikan

Referensi

  1. 1 2 Islam, Zak (Desember 30, 2012). "Smartphones Heavily Decrease Sales of iPod, MP3 Players". Tom's Hardware (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Mei 3, 2013.
  2. ↑ "Smartphone sales worldwide 2007-2022". Statista (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Januari 24, 2024.
  3. ↑ "Topic: Smartphones".
  4. ↑ Sagong, H.; Yoon, J. Y. (2022). "The effects of smartphone use on life satisfaction in older adults: The mediating role of depressive symptoms". CIN: Computers, Informatics, Nursing. 40 (8): 523–530.
  5. 1 2 3 4 Kim, Woonyun (2015). "CMOS power amplifier design for cellular applications: an EDGE/GSM dual-mode quad-band PA in 0.18 μm CMOS". Dalam Wang, Hua; Sengupta, Kaushik (ed.). RF and mm-Wave Power Generation in Silicon. Academic Press. hlm. 89–90. ISBN 978-0-12-409522-9.
  6. ↑ "Remarks by Director Iancu at the 2019 International Intellectual Property Conference". United States Patent and Trademark Office. Juni 10, 2019. Diarsipkan dari asli tanggal Desember 17, 2019. Diakses tanggal Juli 20, 2019.
  7. ↑ Kent, Joel (Mei 2010). "Touchscreen technology basics & a new development". 2010 CMOS Emerging Technologies Conference Presentation Slides. Vol. 6. CMOS Emerging Technologies. ISBN 9781927500057.
  8. ↑ Ganapati, Priya (Maret 5, 2010). "Finger Fail: Why Most Touchscreens Miss the Point". Wired. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Mei 11, 2014. Diakses tanggal November 9, 2019.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Baliga, B. Jayant (2005). Silicon RF Power MOSFETS. World Scientific. ISBN 9789812561213.
  10. ↑ Asif, Saad (2018). 5G Mobile Communications: Concepts and Technologies. CRC Press. hlm. 128–134. ISBN 9780429881343.
  11. ↑ "LDMOS Products and Solutions". NXP Semiconductors. Diakses tanggal Desember 4, 2019.
  12. ↑ "Camera and thermal imaging Review". Trusted Reviews (dalam bahasa Inggris). November 11, 2016. Diakses tanggal April 19, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Chopra, Purvi (November 19, 2018). "Ulefone Armor 3T Review: A Digital Walkie-Talkie Smartphone". Veditto. Diarsipkan dari asli tanggal April 19, 2021. Diakses tanggal April 19, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ "CPU Frequency". CPU World Glossary. CPU World. Maret 25, 2008. Diakses tanggal Januari 1, 2010.
  15. ↑ Athow, Desire (Maret 9, 2021). "Best rugged smartphones of 2021: waterproof, shockproof and IP68 mobiles". TechRadar (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Juni 18, 2021.
  16. ↑ Corbin Davenport (November 13, 2019). "The menu navigation button has finally been retired in Android 10" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Juni 20, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Krasnoff, Barbara (Juli 27, 2020). "How to take screenshots on your iPhone". The Verge (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Juni 21, 2021.
  18. ↑ "How to Take Screenshot on LG G3 (3 Methods)". DroidViews. Agustus 14, 2014. Diakses tanggal Juni 21, 2021.
  19. ↑ "4 Ways To Take a Screenshot on the Samsung Galaxy Note 20 and Note 20 Ultra - NaldoTech". Agustus 20, 2020. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 24, 2021. Diakses tanggal Juni 21, 2021.
  20. ↑ "Don't call it a phablet: the 5.5" Samsung Galaxy S7 Edge is narrower than many 5.2" devices". PhoneArena. Maret 21, 2016. Diakses tanggal April 3, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  21. ↑ "We're gonna need Pythagoras' help to compare screen sizes in 2017". The Verge. Maret 30, 2017. Diakses tanggal April 3, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  22. ↑ "The Samsung Galaxy S8 will change the way we think about display sizes". The Verge. Vox Media. Maret 30, 2017. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 25, 2018. Diakses tanggal April 3, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  23. ↑ Ward, J. R.; Phillips, M. J. (April 1, 1987). "Digitizer Technology: Performance Characteristics and the Effects on the User Interface". IEEE Computer Graphics and Applications. 7 (4): 31–44. Bibcode:1987ICGA....7d..31W. doi:10.1109/MCG.1987.276869. ISSN 0272-1716. S2CID 16707568.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. ↑ "How does Air view work?". Samsung Galaxy site (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 28, 2016.
  25. ↑ "Floating touch™ – Developer World". September 17, 2012. Diarsipkan dari asli tanggal September 17, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  26. ↑ "How to Change Unlock Effect on Galaxy S4 Lock Screen". Android Widget Center (dalam bahasa Inggris). Mei 13, 2013. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 9, 2013.
  27. ↑ "S Pen on the Note 4 is better than ever: Feature Focus". Android Authority. Oktober 2, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 19, 2022. Diakses tanggal April 9, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. ↑ Whitney, Lance (Juli 8, 2019). "How to Use and Control 3D Touch on Your iPhone". PCMag UK (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal April 2, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  29. ↑ Zibreg, Christian (Oktober 28, 2015). "Apple rejects Gravity, a 3D Touch-based iPhone 6s digital scale app". iDownloadBlog.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal April 2, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. ↑ "HTC Bravo: TMO UK Nexus One Plus Optical Trackpad – Phandroid". phandroid.com. Januari 21, 2010. Diakses tanggal Juli 20, 2021.
  31. ↑ "How to Use Heart Rate Sensor on Note 4 as a Shutter Button". Android Widget Center (dalam bahasa Inggris). Desember 25, 2014. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 15, 2021. Diakses tanggal April 2, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  32. ↑ "Hidden innovation in the Galaxy S4". SamMobile (dalam bahasa American English). April 10, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  33. ↑ S, Ray (September 6, 2014). "Playing with the Note 4's UV and SpO2 sensors". Phone Arena (dalam bahasa American English). Diakses tanggal April 2, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  34. ↑ Ezekiel, Odunayo (November 18, 2019). "eMMC or UFS: Understanding new generation of mobile phone storage". Dignited.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  35. ↑ Ware, Russell (November 13, 2019). "Understanding Smartphone Storage – How much storage does your phone need?". Lifewire.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  36. ↑ "Samsung Starts Producing First 512-Gigabyte Universal Flash Storage for Next-Generation Mobile Devices". www.businesswire.com (dalam bahasa Inggris). Desember 5, 2017.
  37. ↑ Gottsegen, Gordon (Desember 5, 2017). "Samsung is bringing a huge 512GB memory chip to its phones". CNET (dalam bahasa Inggris).
  38. ↑ "US will only receive 32GB Galaxy S7 and Galaxy S7 edge". Android Authority. Februari 21, 2016.
  39. ↑ "MicroSD vs. cloud storage: Which do you prefer?". phonedog.com (dalam bahasa American English). Mei 31, 2013.
  40. ↑ "Understanding Life Expectancy of Flash Storage". www.ni.com (dalam bahasa New Zealand English). Juli 23, 2020.
  41. ↑ "How to back up your Android phone". Android Authority (dalam bahasa Inggris). Desember 9, 2022. Diakses tanggal Februari 13, 2023.
  42. ↑ Popa, Bogdan (Desember 31, 2019). "Xiaomi Ships Android 11 Update, Completely Bricks Devices". softpedia (dalam bahasa english).{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  43. ↑ "Kaufberatung: Smartphones mit Dual-SIM und Micro-SD". TechStage (dalam bahasa Jerman). Januari 29, 2019. Diakses tanggal Juni 13, 2021.
  44. ↑ "How to increase internal memory on the Galaxy Note 4". NextPit (dalam bahasa Inggris). Juli 5, 2015.
  45. ↑ Thorn, Thomas (Agustus 9, 2013). "Samsung Galaxy S4 Mini review". TechRadar (dalam bahasa Inggris).
  46. ↑ Hidalgo, Jason. "Replace the SIM & Memory Card in a Samsung Galaxy S7 or S7 Edge". Lifewire (dalam bahasa Inggris).
  47. ↑ "Samsung Galaxy Ace S5830 review: Ace in the hole". GSMArena.com. Februari 23, 2011. hlm. 1.
  48. ↑ "What Happened To Mass Storage & File Management? [Updated] - Mobility Arena - Mobile Phone, Smartphone, Cell Phone Reviews". mobilityarena.com. November 18, 2011. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 28, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  49. ↑ Hecht, Jeff (September 30, 2014). "Why Mobile Voice Quality Still Stinks—and How to Fix It". IEEE.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  50. ↑ Malykhina, Elena. "Why Is Cell Phone Call Quality So Terrible?". Scientific American.
  51. ↑ Henry, Alan (Mei 22, 2014). "What's the Best Mobile VoIP App?". Lifehacker. Gawker Media.
  52. ↑ Hoyle, Andrew (Maret 25, 2014). "HTC One M8 BoomSound speakers are loud and proud". CNET (dalam bahasa Inggris).
  53. ↑ "Was ditching the headphone jack a good idea?". SoundGuys. Agustus 9, 2019.
  54. ↑ "Causes and Fixes of Unexpected Phone Shutoffs - RTCL ... rtcl.eecs.umich.edu › assets › 2020" (PDF). Juni 15, 2020.
  55. ↑ Jasieniak, Jacek (Juli 31, 2017). "Explainer: how to extend your phone's battery life". The Conversation (dalam bahasa Inggris).
  56. ↑ Yee, Ho Kar; Ramakrishnan, Sivakumar; Mohamad, Ahmad Azmin (2014). "Modelling of Charge/Discharge Cycle of Lithium Ion Battery System" (PDF). Journal of Quality Measurement and Analysis. 10 (1): 39–47.
  57. ↑ "Planned obsolescence: the outrage of our electronic waste mountain". the Guardian (dalam bahasa Inggris). April 15, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  58. ↑ Rao, Sumukh (April 9, 2020). "Qualcomm Quick Charge vs OnePlus Warp Charge vs Oppo VOOC vs USB-PD - TechPP". techpp.com. Diakses tanggal Desember 9, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  59. ↑ Ho, Joshua (2014). "The Samsung Galaxy Note 4 Review". www.anandtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 17, 2014.
  60. ↑ T, Nick (Juni 30, 2016). "How it works: Dash Charge fast charging on the OnePlus 3". Phone Arena.
  61. ↑ Byford, Sam (Oktober 10, 2018). "Oppo has the fastest fast charging we've ever seen". The Verge (dalam bahasa Inggris).
  62. ↑ "PSA: The Galaxy S8 and S8+ doesn't actually Fast Charge while you're using it – Phandroid". phandroid.com. Mei 11, 2017.
  63. ↑ "6 phones with the best battery life". Diakses tanggal Oktober 31, 2017.
  64. ↑ "J.D. Power and Associates Reports: Smartphone Battery Life has Become a Significant Drain on Customer Satisfaction and Loyalty" (Rilis pers). Diakses tanggal September 11, 2014.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  65. ↑ Kendrick, James (Agustus 4, 2014). "The secret behind poor smartphone battery life". ZDNet. Diakses tanggal November 2, 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  66. ↑ "Peak Battery: Why Smartphone Battery Life Still Stinks, and Will for Years". Time. April 1, 2013.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  67. ↑ "Refurbished version of ill-fated Galaxy Note 7 will soon be available overseas". Mei 5, 2017.
  68. ↑ "The Most Impactful New iPhone Feature May Be the Most Boring". WIRED (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 22, 2017.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  69. ↑ Frumusanu, Andrei (Juni 23, 2015). "Analysing AMOLED Power Efficiency Improvements". www.anandtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 23, 2015. Diakses tanggal September 14, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  70. ↑ "How to Shoot Photos in DNG/RAW on Samsung Galaxy S7". Android Beat | Android News, Hacks, Apps, Tips & Reviews Blog (dalam bahasa American English). April 24, 2016. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 19, 2021. Diakses tanggal Agustus 19, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  71. ↑ Nikam, Sohil (Mei 8, 2015). "Samsung Dropping RAW Image Support Into Galaxy S6 And S6 Edge Via Android 5.1.1 Update - TechShout". www.techshout.com. Diakses tanggal Agustus 19, 2021.
  72. ↑ "Top 16 Best Camera Phones For Photography 2019". April 4, 2019. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 12, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  73. ↑ Ho, Joshua (Mei 5, 2014). "A Discussion on Material Choices in Mobile". www.anandtech.com. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 9, 2014. Diakses tanggal April 11, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  74. ↑ "Bring back plastic phones". Android Authority. Juli 5, 2019.
  75. ↑ "Benefits And Applications Of Polycarbonates". Tuflite. Juni 17, 2020. Diarsipkan dari asli tanggal April 11, 2021. Diakses tanggal April 11, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  76. ↑ "Build materials: metal vs glass vs plastic". Android Authority. Juli 19, 2018.
  77. ↑ Sanjit Dutt (Agustus 4, 2016). "Samsung explains how the Galaxy Note 7 iris scanner works". Android Authority (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 25, 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  78. ↑ Sean Hollister (September 20, 2017). "iPhone X: How Face ID works". CNET (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 25, 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  79. ↑ Marion Davies (September 15, 2025). "Fingerprint Scanners 101: Capacitive vs Optical vs Ultrasonic". Konseye (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 25, 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  80. ↑ Gemma Ryles (Februari 10, 2022). "Ultrasonic vs Optical: What's the difference between the fingerprint scanners?". Trusted Reviews (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 26, 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  81. ↑ "Gartner Says Worldwide Sales of Smartphones Returned to Growth in First Quarter of 2018". Gartner, Inc. Gartner. Mei 29, 2018. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 13, 2018. Diakses tanggal Agustus 25, 2018.
  82. ↑ Thom Holwerda (November 12, 2013). "The second operating system hiding in every mobile phone". OSNews.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  83. ↑ "What The Heck Is An "App"?". Business Insider.
  84. ↑ "W3C Interview: Vision Mobile on the App Developer Economy with Matos Kapetanakis and Dimitris Michalakos". Februari 18, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 29, 2016. Diakses tanggal Februari 24, 2015.
  85. ↑ Ogg, Erica (Desember 22, 2011). "Smartphones killing point-and-shoots, now take almost 1/3 of photos". GIGAOM. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 23, 2013. Diakses tanggal Juni 27, 2013.
  86. ↑ Rao, Leena (September 19, 2012). "comScore: 4 Out Of 5 Smartphone Owners Use Device To Shop; Amazon Is The Most Popular Mobile Retailer". TechCrunch. AOL Inc. Diakses tanggal Juni 27, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  87. ↑ "Smartphones now outsell 'dumb' phones". 3 News NZ. April 29, 2013. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 1, 2013. Diakses tanggal April 29, 2013.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  88. ↑ Swearingen, Jake (Desember 4, 2018). "We're No Longer in Smartphone Plateau. We're in the Smartphone Decline". New York Magazine.
  89. ↑ "Worldwide Smartphone Shipments Top One Billion Units for the First Time, According to IDC". IDC. Januari 2014. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 31, 2014. Diakses tanggal Januari 27, 2014.
  90. ↑ Daniel van Boom (April 27, 2016). "It's not just Apple: Global smartphone market shrinks for the first time ever".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  91. ↑ Leprince-Ringuet, Daphne (November 26, 2019). "As smartphone sales decline again, Apple may have a few lessons to learn from Samsung and Huawei". ZDNet.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  92. ↑ Axon, Samuel (Desember 11, 2019). "Fewer than 10% of Americans are buying $1,000 smartphones, report says". Ars Technica.
  93. ↑ Eadicicco, Lisa (Desember 12, 2019). "Evidence is mounting that people are fed up with the sky-high cost of smartphones, and it's sparking a massive change in the industry". Business Insider.
  94. ↑ "Counterpoint: Global smartphone market is alive thanks to China and India". GSMArena.com.
  95. ↑ Weissberger, Alan (November 8, 2019). "Counterpoint Research: Smartphone Market Decline Ends, What Might Help it Grow?". IEEE Communications Society Technology Blog.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  96. ↑ McCaskill, Steve (September 26, 2019). "Smartphone market set for 'biggest ever decline'". TechRadar.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  97. ↑ "AI Chip Shortage Causes Sharp Rise in Smartphone Prices, May Increase by Nearly 7% by 2026".
  98. ↑ Fingas, Jon (Januari 28, 2014). "Smartphone sales may have topped 1 billion in 2013, depending on who you ask". Engadget.
  99. ↑ Millward, Steven (Mei 13, 2014). "Xiaomi breaks into global top 10 for smartphone shipments, kicks out HTC". Tech In Asia. Diakses tanggal September 9, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  100. ↑ Brett Molina and Marco della Cava, USA TODAY (Maret 3, 2015). "Apple beats Samsung in Q4 smartphone sales". USA TODAY.
  101. ↑ "Gartner Says Five of Top 10 Worldwide Mobile Phone Vendors Increased Sales in Second Quarter of 2016" (Rilis pers). Gartner. Agustus 19, 2016. Diakses tanggal Mei 28, 2022.
  102. ↑ Hersey, Frank (Juli 4, 2017). "6 of the world's top 10 smartphone brands are Chinese". technode. Diakses tanggal Juli 7, 2017.
  103. ↑ Dunn, Jeff (Februari 28, 2017). "Samsung introduced 10 times as many phones as Apple last year, but its mobile division made half as much revenue". Business Insider.
  104. ↑ ‌Argam Artashyan (Desember 12, 2019). "Huawei And Honor Account For Half Of Chinese Smartphone Market". GizChina.
  105. ↑ "Samsung dominates early market for 5G smartphones | TechRadar". www.techradar.com. Desember 11, 2019.
  106. ↑ "Apple loses top phonemaker spot to Samsung as iPhone shipments drop, IDC says". gulfnews.com (dalam bahasa Inggris). April 15, 2024. Diakses tanggal April 15, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  107. ↑ "Smartphone Market Share". IDC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Agustus 20, 2026.
  108. ↑ Reisinger, Don (Agustus 15, 2013). "Smartphones Sales Finally Overtake Feature Phones: 10 Reasons Why". eWeek.
  109. ↑ Rob van der Meulen & Janessa Rivera (Agustus 14, 2013). "Gartner Says Smartphone Sales Grew 46.5 Percent in Second Quarter of 2013 and Exceeded Feature Phone Sales for First Time". Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 16, 2013.
  110. ↑ Farivar, Cyrus (Agustus 14, 2013). "Smartphones Outsell Feature Phones, for the First Time".
  111. ↑ Andrew Smith, Faithe Wempen (2011). CompTIA Strata Study Guide. John Wiley & Sons. hlm. 140. ISBN 978-0-470-97742-2. Diakses tanggal Juli 5, 2012.
  112. ↑ Yu, Emily. "PMP needs to merge with cellphone, says Smartwork exec". EE Times Asia. Diarsipkan dari asli tanggal 23 April 2008. Diakses tanggal 3 Oktober 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  113. ↑ Ogg, Erica (Desember 22, 2011). "Smartphones killing point-and-shoots, now take almost 1/3 of photos". Gigaom. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 14, 2019. Diakses tanggal Oktober 22, 2019.
  114. ↑ O'Brien, Kevin J. (November 15, 2010). "Smartphone Sales Taking Toll on G.P.S. Devices". The New York Times.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  115. ↑ Wijman, Tom (April 30, 2018). "Mobile Revenues Account for More Than 50% of the Global Games Market as It Reaches $137.9 Billion in 2018". newzoo.com. Newzoo. Diakses tanggal Juli 12, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  116. ↑ "Xperia Play | PlayStation certified Android mobile". Sony Ericsson. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 8, 2011. Diakses tanggal Februari 14, 2011.
  117. ↑ Lowe, Scott (Juli 30, 2013). "Android handheld of the future. Not today". IGN. Diakses tanggal Juli 31, 2013.
  118. ↑ "Milestone for cellphones vs. landline phones". CBS News. Mei 4, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 16, 2017. Diakses tanggal Mei 30, 2017.
  119. ↑ "The Daily — Residential Telephone Service Survey, 2013". Statistics Canada. Juni 23, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Oktober 23, 2014.
  120. ↑ "Why Are Alarm Clocks Still a Thing?". Motherboard.vice.com (dalam bahasa American English). Motherboard. April 10, 2015. Diakses tanggal Agustus 16, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  121. ↑ "ICT Facts and Figures 2005, 2010, 2016". Telecommunication Development Bureau, International Telecommunication Union (ITU). Diakses tanggal Mei 24, 2015.
  122. ↑ "Branchless banking to start in Bali". The Jakarta Post. April 13, 2012. Diakses tanggal Juni 4, 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  123. ↑ ""Zidisha Set to "Expand" in Peer-to-Peer Microfinance", Microfinance Focus, Feb 2010". Microfinancefocus.com. Februari 7, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal September 21, 2012. Diakses tanggal Juni 4, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  124. ↑ Feig, Nancy (Juni 25, 2007). "Mobile Payments: Look to Korea". banktech.com. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 26, 2010. Diakses tanggal Januari 29, 2011.
  125. ↑ Ready, Sarah (November 10, 2009). "NFC mobile phone set to explode". connectedplanetonline.com. Diarsipkan dari asli tanggal Januari 24, 2010. Diakses tanggal Januari 29, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  126. ↑ Tofel, Kevin C. (Agustus 20, 2010). "VISA Testing NFC Memory Cards for Wireless Payments". gigaom.com. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 21, 2012. Diakses tanggal Januari 21, 2011.
  127. ↑ "SF3". FilmFreeway. Oktober 7, 2023. Diakses tanggal November 3, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  128. ↑ Kornits, Dov (Oktober 26, 2024). "The rise and rise of smartphone films – Australia leads the way". FilmInk. Diakses tanggal November 3, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  129. ↑ Fletcher, James (Juli 5, 2022). "Darcy Yuille: One Punch Man". FilmInk. Diakses tanggal November 3, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  130. ↑ Kornits, Dov (Oktober 13, 2024). "Short Film of the Week: Idiot-Proof". FilmInk. Diakses tanggal November 3, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  131. ↑ Gross, Terry (Februari 1, 2023). "How 'modern-day slavery' in the Congo powers the rechargeable battery economy". NPR. Diakses tanggal November 10, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  132. ↑ "The lithium rush in Africa". Global Witness. November 14, 2023. Diakses tanggal Juni 2, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  133. ↑ "U.S. cobalt lawsuit puts spotlight on 'sustainable' tech". Sustainability Times (dalam bahasa Inggris (Britania)). Desember 17, 2019. Diakses tanggal September 16, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  134. ↑ "Apple, Google Fight Blame For Child Labor In Cobalt Mines - Law360". www.law360.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal September 16, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  135. ↑ "Buying cobalt doesn't make US firms liable for abuses in DR Congo". Maret 6, 2024.
  136. ↑ "Apple to use only recycled cobalt in batteries by 2025". Reuters. 2023. Diakses tanggal November 9, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  137. ↑ "SMARTPHONES make TEENS have SEX with STRANGERS". theregister.co.uk. Diakses tanggal Januari 18, 2016.
  138. ↑ Colaner, Seth (Agustus 27, 2012). "Your Tablet and Smartphone Could Be Ruining Your Sleep". Diakses tanggal Januari 22, 2014.
  139. ↑ Cheever, N. A.; Rosen, L. D.; Carrier, L. M.; Chavez, A. (2014). "Out of sight is not out of mind: The impact of restricting wireless mobile device use on anxiety levels among low, moderate and high users". Computers in Human Behavior. 37: 290–297. doi:10.1016/j.chb.2014.05.002. S2CID 9196376.
  140. ↑ Hookham, Mark; Yeates, Alex (Februari 21, 2016). "Walkers hit by curse of the smombie". The Sunday Times. UK. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 22, 2016. Diakses tanggal Februari 23, 2016.
  141. ↑ Hatton, Celia (September 15, 2014). "Chongqing's 'mobile lane'". BBC News. UK: BBC. Diakses tanggal Februari 23, 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  142. ↑ Rick Noack (April 25, 2016). "This city embedded traffic lights in the sidewalks so that smartphone users don't have to look up". The Washington Post. Diakses tanggal Mei 5, 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  143. ↑ "Quit Googling yourself and drive: About 20% of drivers using Web behind the wheel, study says". Los Angeles Times. Maret 4, 2011.
  144. ↑ Atchley, Paul; Atwood, Stephanie; Boulton, Aaron (Januari 2011). "The Choice to Text and Drive in Younger Drivers: Behaviour May Shape Attitude". Accident Analysis and Prevention. 43 (1): 134–142. doi:10.1016/j.aap.2010.08.003. PMID 21094307.
  145. ↑ "Text messaging not illegal but data clear on its peril". Democrat and Chronicle. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 2, 2016. Diakses tanggal Februari 7, 2021.
  146. ↑ de Waard, Dick; Schepers, Paul; Ormel, Wieke; Brookhuis, Karel (Januari 2010). "Mobile phone use while cycling: Incidence and effects on behaviour and safety". Ergonomics. 53 (1): 30–42. doi:10.1080/00140130903381180. hdl:11370/1ad6e9a1-37c9-44fb-8978-65dbdce42456. PMID 20069479. S2CID 205403680.
  147. ↑ Copeland, Larry. "Drivers still Web surfing while driving, survey finds". USA TODAY.
  148. ↑ Burger, Christoph; Riemer, Valentin; Grafeneder, Jürgen; Woisetschläger, Bianca; Vidovic, Dragana; Hergovich, Andreas (2010). "Reaching the Mobile Respondent: Determinants of High-Level Mobile Phone Use Among a High-Coverage Group". Social Science Computer Review. 28: 336–349. doi:10.1177/0894439309353099. S2CID 61640965. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Maret 30, 2024. Diakses tanggal Januari 24, 2024.
  149. ↑ "BBC NEWS - UK - UK Politics - Drivers face new phone penalties". news.bbc.co.uk. Januari 22, 2007.
  150. ↑ "BBC NEWS - UK - Magazine - Careless talk". news.bbc.co.uk. Februari 22, 2007.
  151. ↑ "Distracted Driving Laws by State" (PDF). National Highway Traffic Safety Administration. Oktober 27, 2025. Diakses tanggal Mei 31, 2026.
  152. ↑ "Distracted Driving Laws". Public Health Law Research. Juli 15, 2011. Diakses tanggal Juni 27, 2014.
  153. ↑ "Mobile Malware Development Continues To Rise, Android Leads The Way".
  154. ↑ Alexios, Mylonas; Bill, Tsoumas; Stelios, Dritsas (2011). 8th International Conference on Trust, Privacy & Security in Digital Business (TRUSTBUS-2011). Springer Berlin / Heidelberg. hlm. 49–61.{{cite book}}: |first4= tidak memiliki |last4=
  155. ↑ "The Mother Of All Android Malware Has Arrived". Android Police. Maret 6, 2011.
  156. ↑ Perez, Sarah (Februari 12, 2009). "Android Vulnerability So Dangerous, Owners Warned Not to Use Phone's Web Browser". Readwriteweb.com. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 10, 2011. Diakses tanggal Agustus 8, 2011.
  157. ↑ "Lookout, Retrevo warn of growing Android malware epidemic, note Apple's iOS is far safer". Appleinsider.com. Agustus 3, 2011. Diakses tanggal Januari 5, 2012.
  158. ↑ "Plea urges anti-theft phone tech". The San Francisco Examiner. Juni 7, 2013. Diarsipkan dari asli tanggal Oktober 16, 2014. Diakses tanggal Juni 11, 2013.
  159. ↑ "Getting started with Anti-Theft Protection in BlackBerry 10 OS version 10. - Inside BlackBerry Help Blog". blackberry.com. Diakses tanggal Januari 18, 2016.
  160. ↑ "Vault 7: Wikileaks reveals details of CIA's hacks of Android, iPhone Windows, Linux, MacOS, and even Samsung TVs". Computing. Maret 7, 2017. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 7, 2017.
  161. ↑ Greenberg, Andy (Maret 7, 2017). "How the CIA Can Hack Your Phone, PC, and TV (Says WikiLeaks)". WIRED (dalam bahasa American English).
  162. ↑ "What is Pegasus spyware and how does it hack phones?". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Juli 18, 2021. Diakses tanggal Agustus 13, 2021.
  163. ↑ "Study reveals scale of data-sharing from Android mobile phones". Trinity College Dublin (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal November 16, 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  164. ↑ Liu, Haoyu; Patras, Paul; Leith, Douglas J. (Oktober 6, 2021). "Android Mobile OS Snooping By Samsung, Xiaomi, Huawei and Realme Handsets" (PDF). Diakses tanggal November 16, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  165. ↑ Souppaya, Murugiah P.; Scarfone, Karen A. (Juni 21, 2013). Guidelines for Managing the Security of Mobile Devices in the Enterprise (Laporan teknis). Special Publication (NIST SP). National Institute of Standards and Technology. doi:10.6028/NIST.SP.800-124r1. 800-124 Rev 1.
  166. ↑ "Use Your Smartphone As Securely As Possible". Security in-a-box.
  167. ↑ Shankar, S Barani; Rani, S Leslie; Brundha, M P (Juli 2020). "Comparison study of factors associated with smartphone addiction among college students". Drug Invention Today. 14 (7): 1165–1168. ISSN 0975-7619 – via Academic Search Complete.
  168. ↑ Ramprasad, Chethan; Wu, Colin; Chang, Jocelyn; Rangan, Vikram; Iturrino, Johanna; Ballou, Sarah; Singh, Prashant; Lembo, Anthony; Nee, Judy; Pasricha, Trisha (2025). "Smartphone use on the toilet and the risk of hemorrhoids". PLOS One. 20 (9): e0329983.
  169. ↑ Yetisen, A. K.; Martinez-Hurtado, J. L.; et al. (2014). "The regulation of mobile medical applications". Lab on a Chip. 14 (5): 833–840. doi:10.1039/C3LC51235E. PMID 24425070. S2CID 16910239.
  170. ↑ Hoffman, Chris (Oktober 23, 2014). "Reduce Eye Strain and Get Better Sleep by Using f.lux on Your Computer". How-To Geek. Diakses tanggal Januari 15, 2016.
  171. ↑ Blichert, Frederick (Juli 17, 2019). "How to enable Night Mode on Android to reduce eye strain". Diakses tanggal November 8, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  172. ↑ "South Korea passes nationwide classroom phone ban to combat youth smartphone addiction". TRT World. Agustus 27, 2025. Diakses tanggal September 11, 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  173. ↑ "France mulls total ban on social media for under 15, digital curfew for teens". TRT World. September 11, 2025. Diakses tanggal September 11, 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  174. ↑ Turnbull, Tiffanie (Desember 6, 2026). "Can you ban kids from social media? Australia is about to, but some teens are a step ahead". BBC. Diakses tanggal Desember 7, 2025.
  175. ↑ "As iPhone Turns 15, Smartphones Continue to Hurt Camera Sales". VOA (dalam bahasa Inggris). Juli 6, 2022. Diakses tanggal Maret 5, 2023.
  176. ↑ "Mobile Photography vs. the DSLR | B&H eXplora". www.bhphotovideo.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Maret 5, 2023.
  177. ↑ Jones, Brad (Agustus 16, 2017). "DSLRs vs. Smartphone Cameras, Compared: The Pros and Cons". MUO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal Maret 5, 2023.
  178. ↑ Wang, J.; Liu, P.; Hicks-Garner, J.; Sherman, E.; Soukiazian, S.; Verbrugge, M.; Tataria, H.; Musser, J.; Finamore, P. (2011). "Cycle-life model for graphite-LiFePO4 cells". Journal of Power Sources. 196 (8): 3942–3948. Bibcode:2011JPS...196.3942W. doi:10.1016/j.jpowsour.2010.11.134.
  179. ↑ Saxena, S.; Hendricks, C.; Pecht, M. (2016). "Cycle life testing and modeling of graphite/LiCoO2 cells under different state of charge ranges". Journal of Power Sources. 327: 394–400. Bibcode:2016JPS...327..394S. doi:10.1016/j.jpowsour.2016.07.057.
  180. ↑ "Questions and answers related to lithium - ion rechargeable b attery care" (PDF). PLARAD Torque & Tension Systems. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 11, 2020. Diakses tanggal Januari 4, 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  181. ↑ Shahid, Furqan (Januari 18, 2021). "Samsung Secretly Restricts 3rd Party Hardware Repairs". Wccftech (dalam bahasa American English). Diakses tanggal Januari 30, 2023.
  182. ↑ "Apple apologises, releases fix for iPhones bricked by Error 53". Macworld (dalam bahasa Inggris). Juli 26, 2018. Diakses tanggal Januari 30, 2023.

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Ponsel cerdas.
Mikro
Statis
Perangkat
Komputer
Berdasarkan penggunaan
Berdasarkan ukuran
Seluler
Laptop
Tablet
Genggam
Kalkulator
Dapat dikenakan
Menengah
Besar
Lainnya
Umum
Peranti lunak
Aplikasi
Dagang
Konten
Budaya
Peranti
Form factors
Ponsel cerdas
Lingkungan
dan kesehatan
Hukum
Jaringan
Generasi

Templat:Table Mobile operating systems Templat:Telecommunications

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan