Rabu, 07 Oktober 2026
04:16 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Ergonomika

Bagikan:

Ergonomika atau (kurang tepat) ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang mempraktikkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.

Ergonomi berasal dari dua kata bahasa Yunani: ergon dan nomos: ergon berarti kerja, dan nomos berarti aturan, kaidah, atau prinsip. Pendapat lain diungkapkan oleh Sutalaksana (1979): ergonomi adalah ilmu atau kaidah yang mempelajari manusia sebagai komponen dari suatu sistem kerja mencakup karakteristik fisik maupun nonfisik, keterbatasan manusia, dan kemampuannya dalam rangka merancang suatu sistem yang efektif, aman, sehat, nyaman, dan efisien.[1]

Bentuk kata sifatnya adalah ergonomis.

Kasus Penggunaan Perangkat non Ergonomi

Sudah disadari sejak lama, bahwa perangkat dan peralatan non ergonomi yang digunakan manusia memunculkan problematika tersendiri. Bernardino Ramazzini, seorang dokter berkebangsaan Italia, membahas hubungan antara ‘cedera repetitif fisik’ dengan pekerjaan yang dituangkan dalam publikasinya yang berjudul “De Morbis Artificum Diatriba” (diterjemahkan: Diseases of Workers dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan: penyakit para pekerja) pada tahun 1713.Menurutnya pekerjaan bisa memunculkan problematika ‘penyakit’ tersendiri. Ia menyarankan agar para dokter mengajukan pula pertanyaan perihal pekerjaan si pasien guna mendeteksi secara akurat penyakit yang dideritanya. Pernyataan Bernardino memang benar, berbagai masalah seperti Cumulative Trauma Disorders (CTD) atau Repetitive Strain Injuries (RSI) diderita karena penggunaan perangkat perangkat komputer dalam waktu lama yang memunculkan ketidaknyamanan yang terakumulasi dan berulang atau repetitif.[2]

Masih banyak kasus gangguan kesehatan yang didapati para pekerja kantoran dewasa ini karena penggunaan perangkat komputer yang terlalu lama yang tidak tepat, misalnya:

  • Computer Vision Syndrome (CVS): problem kelelahan dan ketegangan pada mata karena menggunakan komputer dalam jangka waktu lama. Mata terus dipaksa menatap layar monior. Gejala yang diderita antara lain: mata terasa kering, mata merah, gatal, mata berair, kehilangan fokus, dalam kasus tertentu bisa juga memunculkan sakit kepala, nyeri puggung, nyeri pundak dan kejang otot.
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS): maasalah nyeri pergelangan tangan karena saraf di bagian pergelangan tangan terhimpit lama. Dalam kasus ekstrem, penyembuhan dilakukan dengan metode pembedahan.
  • Repetitive Strain Thumb Pain – DeQuervain: Nyeri pada ibu jari yang diakibatkan penggunaan mouse, keyboard, ‘texting’ menggunakan telepon seluler, atau PDA terus menerus.
  • Neck Tension Syndrome: nyeri pada leher ini dapat memunculkan sakit kepala, kelelahan dan ketegangan pada mata.
  • Tenosynovitis (Repetitive Strain Finger Pain): nyeri pada jari tangan disebabkan penggunaan mouse atau keyboard.
  • Thoracic Outlet Syndrome: Nyeri pada dada.

Referensi

  1. ↑ Halajur, Untung (2018). Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Malang: Wineka Media. hlm. 103. ISBN 978-602-5973-20-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Feri Sulianta (2014). Ergonomika dan manajemen IT. Penerbit Andi. hlm. 9, 10. ISBN 978-979-29-4662-8.


Ikon rintisan

Artikel bertopik teknik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik komputer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan