Minggu, 20 September 2026
13:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Business Insider

Business Insider

BusinessInsider.com
Business_Insider_Logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Jenis situs
Surat kabar daring
Tersedia dalamInggris
PemilikAxel Springer SE
Dibuat olehKevin P. Ryan
EditorHenry Blodget
URLBusinessInsider.com
KomersialYa
Status saat iniAktif

Business Insider adalah situs web berita bisnis, selebritas, dan teknologi Amerika Serikat yang diluncurkan bulan Februari 2009 dan berkantor pusat di New York City. Situs ini dirintis oleh mantan CEO DoubleClick, Kevin P. Ryan. Business Insider juga mengelola Silicon Alley Insider (diluncurkan 16 Mei 2007) dan Clusterstock (diluncurkan 20 Maret 2008).[1] Situs ini menyediakan dan menganalisis berita bisnis serta mengumpulkan berita-berita utama dari situs lain. Pada tahun 2011, situs ini memperjakan 50 karyawan dan meraup laba untuk pertama kalinya pada kuartal keempat 2010.[2] Pada Juni 2012, situs ini dikunjungi oleh 5,4 juta orang.[3][butuh pemutakhiran]

Business Insider juga mengadakan sejumlah konferensi industri seperti IGNITION yang mendalami model bisnis media digital.[4] Bulan Januari 2015, Business Insider meluncurkan BI Intelligence,[5] layanan riset berlangganan yang menyediakan data dan analisis sektor perangkat bergerak, pembayaran, perdagangan elektronik, sosial, dan media digital. Setiap tahun, situs ini menerbitkan rangkuman editorial seperti "Digital 100: The World's Most Valuable Private Tech Companies".[6]

Referensi

  1. "Welcome To Business Insider". Diakses tanggal April 5, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Business Insider Turns A$2,127 Profit On $4.8 Million in Revenue". TechCrunch. Maret 7, 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Hagey, Keach (Juli 29, 2012). "Henry Blodget's Second Act". The Wall Street Journal. Diakses tanggal 2015-11-09.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "IGNITION 2012". Business Insider.
  5. "BI Intelligence". Business Insider. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-27. Diakses tanggal 2016-10-26.
  6. "Digital 100: The World's Most Valuable Private Tech Companies". Business Insuder. November 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan