Kamis, 29 Oktober 2026
20:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Gelombang radio

Gelombang radio

Bagikan:
250px-Zadoff_Chu_7_353.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gelombang radio

Gelombang radio adalah salah satu jenis radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang dalam spektrum elektromagnetik lebih panjang dari radiasi inframerah. Pembentukannya dimulai ketika benda yang mengandung muatan listrik mengalami peningkatan frekuensi dengan tingkat frekuensi radio. Gelombang radio terbentuk pada suatu spektrum elektromagnetik. Perambatan gelombang radiasinya melalui osilasi secara kelistrikan maupun magnetik.[1] Pengiriman gelombang radio pertama kali dilakukan pada tahun 1901 oleh Guglielmo Marconi. Frekuensi pengiriman saat itu sebesar 1 MegaHertz. Jangkauannya melewati samudra Atlantik. Lapisan atmosfer Bumi memiliki sifat konduktif sehingga gelombang radio terpantul dan merambat mengikuti kelengkungan Bumi. Gelombang radio dapat dipancarkan dari stasiun radio dan televisi. Gelombang radio dimanfaatkan sebagai salah satu cara mengirimkan informasi ke publik di berbagai negara.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Santoso, B., dan Prihartono, E. (2017). Perancangan Jaringan dan Otomasi Studio Terintegrasi Stasiun Radio Streaming (PDF). Surabaya: Universitas Dr Soetomo. hlm. 227. ISBN 978-602-61886-0-1. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-04-19. Diakses tanggal 2021-04-19.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ Abdullah, Mikrajuddin (2018). Fisika Dasar II (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. hlm. 685. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 2021-04-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan