Selasa, 22 September 2026
04:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Google App Engine

perangkat lunak Google

App Engine merupakan platform yang memungkinkan pengembang untuk membuat dan menjalankan aplikasi-aplikasi web dengan fasilitas hosting di server Google.[1] Versi gratis dari platform ini memiliki kapasitas penyimpanan 500 MB dan kapasitas CPU dan lebar pita (bandwidth) yang cukup untuk 5 juta page-view setiap bulannya.[1]

Saat diluncurkan, bahasa pemrograman yang mendukung adalah Python. Versi terbatas dari web framework Django juga tersedia.[1] Demikian halnya dengan framework aplikasi Google yang fungsinya sama dengan JSP atau ASP.NET.[1]

Google App Engine mendukung aplikasi yang ditulis dalam bahasa pemrogaman.[2] Dengan lingkungan runtime Java App Engine, pengguna dapat membangun aplikasi yang menggunakan standar teknologi Java, termasuk JVM, Java servlet, dan bahasa pemrograman Java atau bahasa lainnya menggunakan JVM-based atau compiler, seperti JavaScript atau Ruby.[2] App Engine juga menyediakan lingkungan runtime khusus Python, yang mencakup bahasa Python dan perpustakaan standar (standard library) Python.[2] Java dan lingkungan runtime Python dibangun untuk memastikan bahwa aplikasi yang dibangun dapat berjalan cepat, aman, dan tanpa gangguan dari aplikasi lain pada sistem.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ni Ketut Susrini (2009). Google. B First. hlm. 101. ISBN 978-979-24-3840-6.
  2. 1 2 3 4 Situs Google Code. What Is Google App Engine Diarsipkan 2011-03-23 di Wayback Machine.. Diakses pada 23 Mei 2010.
Periklanan
Komunikasi
Perangkat lunak
Platform
Perkakas pengembangan
Penerbitan
Pencarian (PageRank)
Dihentikan
Terkait
Tokoh
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan