Senin, 21 September 2026
06:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

SafeSearch

Fitur pencarian Google

SafeSearch adalah fitur yang terdapat pada Google Search dan Google Images yang berfungsi sebagai penyaring otomatis pornografi dan konten yang berpotensi menyinggung atau tidak pantas.[1][2]

Pada tanggal 11 November 2009, Google memperkenalkan kemampuan khusus bagi pengguna yang memiliki Akun Google untuk mengunci pengaturan SafeSearch pada hasil penelusuran Google. Setelah diatur, sandi akan dibutuhkan untuk mengubah pengaturan.[1]

Pada tanggal 12 Desember 2012, Google menghapus opsi untuk menonaktifkan saringan sepenuhnya, mengharuskan pengguna memasukkan kata kunci penelusuran yang lebih spesifik untuk mengakses konten dewasa.[3][4][5]

SafeSearch juga sering digunakan pada komputer sekolah, untuk mencegah murid mengakses konten pornografi.[6]

Pemerintah dan perusahaan internet juga dapat memberlakukan SafeSearch.[7]

Referensi

  1. 1 2 Humphries, Matthew (November 12, 2009). "Google lets you lock SafeSearch with Strict mode". Geek.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 5, 2019. Diakses tanggal April 5, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Schwartz, Barry (Desember 12, 2012). "Google Updates SafeSearch Filter In Image Search". Search Engine Land. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 29, 2017. Diakses tanggal April 5, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Newton, Casey (Desember 12, 2012). "Google tweaks image search to make porn harder to find". CNET News. Diakses tanggal Februari 3, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Matthew Panzarino (Desember 12, 2012). "Google tweaks image search algorithm and SafeSearch option to show less explicit content". TNW. Diakses tanggal Februari 3, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Josh Wolford (Desember 16, 2012). "Google No Longer Allows You to Disable SafeSearch, and That Makes Google Search Worse". Web Pro News. Diakses tanggal Februari 3, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Lock SafeSearch for devices & networks you manage - Google Search Help". support.google.com. Diakses tanggal 2021-01-30.
  7. "SafeSearch on: Indonesia IT Ministry instructs all ISPs to restrict pornography from search engines by tomorrow | Coconuts".
Periklanan
Komunikasi
Perangkat lunak
Platform
Perkakas pengembangan
Penerbitan
Pencarian (PageRank)
Dihentikan
Terkait
Tokoh
Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Google ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan