Kamis, 08 Oktober 2026
03:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Pelarian modal

Bagikan:

Dalam ekonomi, pelarian modal terjadi ketika aset atau uang mengalir keluar dari suatu negara secara cepat akibat peristiwa ekonomi yang signifikan atau akibat peristiwa politik seperti perubahan rezim atau globalisasi ekonomi. Peristiwa-peristiwa tersebut bisa berupa kenaikan pajak atas modal atau pemilik modal, atau ketika pemerintah negara tersebut gagal membayar utangnya yang menurunkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di negara tersebut, atau kehilangan kepercayaan pada kekuatan ekonomi negara yang bersangkutan.[1]

Hal tersebut menyebabkan hilangnya kekayaan, dan biasanya disertai dengan penurunan tajam nilai tukar mata uang negara yang terkena dampak—depresiasi pada nilai tukar variabel, atau devaluasi paksa pada nilai tukar tetap. Penurunan tersebut sangat merugikan ketika modal dimiliki oleh rakyat di negara yang terkena dampak, karena rakyat negara tersebut tidak hanya terbebani oleh kerugian dalam kepemilikan ekonomi dan devaluasi mata uang, tetapi juga kehilangan sebagian besar nilai nominal asetnya. Hal tersebut akhirnya akan menyebabkan menurunnya daya beli aset negara, dan biaya untuk mengimpor barang serta mendapatkan fasilitas asing, misalnya berobat ke luar negeri, akan semakin mahal.

Referensi

  1. ↑ Epstein, Gerald A. (2005). Capital Flight and Capital Controls in Developing Countries. Edward Elgar Publishing. hlm. 11. ISBN 9781781008058.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan