Senin, 02 November 2026
04:08 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Komunisme agamais

Bagikan:
Artikel ini merupakan bagian dari
seri mengenai:
Komunisme
120px-Hammer_and_sickle_red_on_transparent.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Komunisme agamais merupakan bentuk komunisme yang berpusat pada prinsip-prinsip agama. Istilah ini biasanya merujuk pada sejumlah masyarakat agamais egaliter dan utopia yang menjalankan penyerahan hak milik secara sukarela sehingga keuntungan masyarakat tersebut disalurkan sesuai kebutuhan individu dan tiap-tiap orang bekerja sesuai kemampuan mereka masing-masing. Istilah "komunisme agamais" juga digunakan untuk menjelaskan gagasan individu dan kelompok agamais yang menganjurkan penerapan kebijakan komunis pada skala yang lebih besar, sering kali bergabung dengan gerakan komunis sekuler dalam usaha mereka untuk menumpas kapitalisme.

Penggunaan kata komunisme dalam konteks keagamaan mendahului penggunaan kata tersebut sebagai istilah untuk menjelaskan bentuk komunisme yang lebih sekuler seperti yang dianjurkan oleh François Babeuf pada abad ke-18 dan Karl Marx pada abad ke-19. Oleh karena sifat Marxisme yang dianggap antiagama, banyak agamawan sayap kanan yang menolak penggunaan istilah komunisme untuk merujuk pada masyarakat komunal yang agamais dan lebih menyukai istilah komunalisme sebagai gantinya.[1]

Contoh komunisme agamais

Istilah komunisme agamais telah disisipkan ke dalam tatanan sosial yang dilakukan oleh para pemuka agama Kristiani, Taoisme, Jainisme, Hindu, dan Buddha. Walaupun Islam tidak mengikuti tatanan tersebut, beberapa ahli telah menemukan sejumlah hubungan lain yang paralel antara komunisme dengan ekonomi syariah, misalnya kewajiban zakat dan haramnya riba.[2] Ajaran Mazdak dan Jamal-al-Din Afghani dalam esai yang ditulisnya pada tahun 1890 berjudul Al-Ishtirakiyah fi al-Islam,[3] pembaharu proto-sosialis agamais Persia, juga dianggap sebagai bentuk awal "komunisme".[4]

Ada juga perdebatan bahwa sistem komunisme diatur berdasarkan prinsip-prinsip yang mirip dengan kisah Perjanjian Baru dalam Injil yang menceritakan kehidupan awal umat Kristiani di lingkungan masyarakat gereja perdana (lihat Kisah Para Rasul 4:32-35 dan 2:42-47). Beberapa masyarakat Kristiani yang lain sejak saat itu juga telah mengatur masyarakat mereka mengikuti prinsip-prinsip yang mirip dengan masyarakat sosialis modern.

Gerakan Diggers di Inggris pada tahun 1649 juga dapat dijadikan sebagai contoh komunisme agamais. Gerakan ini terutama mendukung kepemilikan tanah secara komunal (umum).

Referensi

  1. ↑ PKU, Admin (2019-09-03). "Ateisme sebagai Ideologi Komunis". Program Kaderisasi Ulama. Diakses tanggal 2024-01-15.
  2. ↑ Stowasser, Barbara Freyer (1987). The Islamic impulse. Taylor & Francis. hlm. 329. ISBN 9780709933946.
  3. ↑ Moazzam, Anwar (1987). Jamāḷ al-Dīn al-Afghāni, a Muslim intellectual. University of Michigan Press. hlm. 157.
  4. ↑ Wherry, Rev. E. M. A Comprehensive Commentary on the Quran and Preliminary Discourse, 1896. hlm. 66.
Konsep
Aspek
Jenis
Internasionale
Tokoh penting
Hal terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan