Minggu, 20 September 2026
21:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Stalinisme

Stalinisme

kebijakan politik dan ekonomi yang diimplementasikan oleh Josef Stalin

250px-Joseph_Stalin_in_1937_with_his_pipe_smoking.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Josef Stalin, yang namanya diabadikan sebagai nama Stalinisme
Bagian dari seri
MarxismeLeninisme
120px-Marx_Lenin_clipart_gold_and_red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Stalinisme (bahasa Rusia:сталинизм, stalinizm) adalah cara memerintah totaliter[1][2][3] dan kebijakan Marxis–Leninis yang diterapkan di Uni Soviet (URSS) dari tahun 1927 hingga 1953 oleh diktator Josef Stalin dan di negara-negara satelit Soviet antara tahun 1944 dan 1953. Stalinisme mencakup pembentukan negara polisi totaliter satu orang,[4][5] industrialisasi cepat, teori sosialisme di satu negara, kolektivisasi pertanian secara paksa, intensifikasi konflik kelas, kultus kepribadian,[6][7] dan subordinasi kepentingan partai-partai komunis asing terhadap kepentingan Partai Komunis Uni Soviet, yang oleh Stalinisme dianggap sebagai partai pelopor revolusi komunis pada saat itu.[8] Setelah kematian Stalin dan Khrushchev Thaw, periode de-Stalinisasi dimulai pada tahun 1950-an dan 1960-an, yang menyebabkan pengaruh ideologi Stalin mulai memudar di Uni Soviet.

Rezim Stalin secara paksa membersihkan masyarakat dari apa yang dianggapnya sebagai ancaman bagi dirinya dan komunisme (yang disebut "musuh rakyat"), yang meliputi para pembangkang politik, nasionalis non-Soviet, kaum borjuis, petani kaya ("kulak"),[9] dan mereka yang berasal dari kelas pekerja yang menunjukkan simpati "kontra-revolusioner".[10] Hal ini mengakibatkan penindasan massal terhadap orang-orang tersebut dan keluarga mereka, termasuk penangkapan massal, sidang tontonan, eksekusi, dan pemenjaraan di kamp-kamp kerja paksa yang dikenal sebagai gulag.[11] Contoh yang paling terkenal adalah Pembersihan Besar-besaran dan kampanye Dekulakisasi. Stalinisme juga ditandai dengan ateisme militan, penganiayaan massal anti-agama,[12][13] dan pembersihan etnis melalui deportasi paksa.[14] Beberapa sejarawan, seperti Robert Service, menyalahkan kebijakan Stalinis, khususnya kolektivisasi, sebagai penyebab kelaparan seperti Holodomor.[12] Sejarawan dan cendekiawan lain tak sepakat mengenai peran Stalinisme.[15]

Etimologi

Istilah ini datang dan menonjol selama pertengahan 1930-an, ketika Lazar Kaganovich, seorang politikus Soviet dan rekan Stalin, dilaporkan menyatakan, "Mari kita ganti Hidup Leninisme dengan Hidup Stalinisme!"[16] Stalin awalnya ragu melihat penggunaan istilah ini, menolak karena pujian yang berlebihan dan cenderung menjadi kultus kepribadian.[16]

Sejarah

Stalinisme digunakan untuk menggambarkan periode Stalin yang bertindak sebagai pemimpin Uni Soviet saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis dari 1924 sampai kematiannya pada tahun 1953.

Referensi

  1. Kershaw, Ian; Lewin, Moshe (28 April 1997). Stalinism and Nazism: Dictatorships in Comparison (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 88–89. ISBN 978-0-521-56521-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Baratieri, Daniela; Edele, Mark; Finaldi, Giuseppe (8 Oktober 2013). Totalitarian Dictatorship: New Histories (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 1–50. ISBN 978-1-135-04396-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Deutscher, Isaac (1967). Stalin: A Political Biography (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. ix. ISBN 978-0-14-020757-6.
  4. Krieger, Joel (2013). The Oxford Companion to Comparative Politics (dalam bahasa Inggris). OUP USA. hlm. 414. ISBN 978-0-19-973859-5.
  5. Gill, Graeme; Gill, Graeme J. (18 Juli 2002). The Origins of the Stalinist Political System (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 14. ISBN 978-0-521-52936-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Deutscher, Isaac (1961). Stalin: A Political Biography (Edisi 2nd). Oxford University Press. hlm. 7–9. ISBN 978-0-19-500273-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  7. Plamper, Jan (17 Januari 2012). The Stalin Cult: A Study in the Alchemy of Power. Yale University Press. ISBN 978-0-300-16952-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Bottomore, Thomas (1991). A Dictionary of Marxist Thought. Wiley-Blackwell. hlm. 54. ISBN 978-0-631-18082-1.
  9. Kotkin 1997, hlm. 71, 81, 307.
  10. Rossman, Jeffrey (2005). Worker Resistance Under Stalin: Class and Revolution on the Shop Floor. Harvard University Press. ISBN 0-674-01926-1.
  11. Pons, Silvo; Service, Robert, ed. (2012). A Dictionary of 20th Century Communism. Princeton University Press. hlm. 307. ISBN 978-0-691-15429-9.
  12. 1 2 Service, Robert (2007). Comrades!: A History of World Communism. Harvard University Press. hlm. 3–6. ISBN 978-0-674-04699-3.
  13. Greeley, Andrew, ed. (2009). Religion in Europe at the End of the Second Millennium: A Sociological Profile. Routledge. hlm. 89. ISBN 978-0-7658-0821-9.
  14. Pons, Silvo; Service, Robert, ed. (2012). A Dictionary of 20th Century Communism. Princeton University Press. hlm. 308–310. ISBN 978-0-691-15429-9.
  15. Sawicky, Nicholas D. (20 Desember 2013). The Holodomor: Genocide and National Identity (Education and Human Development Master's Theses). The College at Brockport: State University of New York. Diarsipkan dari asli tanggal Februari 6, 2021. Diakses tanggal 6 Oktober 2020 via Digital Commons. Scholars also disagree over what role the Soviet Union played in the tragedy. Some scholars point to Stalin as the mastermind behind the famine, due to his hatred of Ukrainians (Hosking, 1987). Others assert that Stalin did not actively cause the famine, but he knew about it and did nothing to stop it (Moore, 2012). Still other scholars argue that the famine was just an effect of the Soviet Union's push for rapid industrialization and a by-product of that was the destruction of the peasant way of life (Fischer, 1935). The final school of thought argues that the Holodomor was caused by factors beyond the control of the Soviet Union and Stalin took measures to reduce the effects of the famine on the Ukrainian people (Davies & Wheatcroft, 2006).{{cite thesis}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. 1 2 Montefiore, Simon Sebag (2004). Stalin: The Court of the Red Tsar. Knopf. hlm. 164. ISBN 1-4000-4230-5.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |month=

Pranala luar

Konsep
Aspek
Jenis
Internasionale
Tokoh penting
Hal terkait


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan