Minggu, 08 November 2026
05:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Globalisme

Globalisme

Bagikan:
Berbeda dengan globalisasi.
250px-WikiProject_Globalization_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Globalisasi

Globalisme adalah konsep yang sering digunakan untuk menyebut berbagai ideologi globalisasi.

Penafsiran

Manfred Steger membagi globalisme menjadi beberapa jenis seperti globalisme keadilan, globalisme jihad, dan globalisme pasar.[1] Globalisme pasar meliputi ideologi neoliberalisme. Penyusutan makna globalisme menjadi ideologi globalisme pasar dan neoliberalisme yang tunggal kadang kala memicu pertentangan. Misalnya, dalam buku The Collapse of Globalism and the Reinvention of the World (2005), filsuf Kanada John Ralston Saul menganggap globalisme sejalan dengan neoliberalisme dan globalisasi neoliberal. Ia berpendapat bahwa meski belum memberi dampak yang besar, globalisasi sudah terpecah duluan menjadi bagian-bagian yang saling berlawanan dan orang-orang yang terlibat dalam globalisasi kembali menegaskan kepentingan nasionalnya lewat cara-cara yang positif sekaligus menghancurkan.

Sebaliknya, ilmuwan politik Amerika Serikat Joseph Nye, perintis teori hubungan internasional neoliberalisme, berpendapat bahwa globalisme mengacu pada gambaran dunia yang memiliki jaring hubungan lintas benua, sedangkan globalisasi mengacu pada peningkatan atau penurunan tingkat globalisme.[2] Konsep yang lebih umum ini kurang diterima kalangan ilmuwan.

Definisi

Paul James mendefinisikan globalisme "sebagai ideologi dominan dan subjektivitas yang terkait dengan berbagai formasi cakupan global yang dari dulu selalu mendominasi. Definisi tersebut bermakna bahwa globalisme dan globalisasi pra-modern dan tradisional sudah ada jauh sebelum kapitalisme menguasai semua penjuru dunia, contohnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-2 M dan bangsa Yunani abad ke-5 SM."[3]

Prinsip

Prinsip umum mengenai globalisme adalah bukan berarti mendirikan kekuasaan atau imperium global, atau meninggalkan kesetiaan pada tanah air, atau membuka perbatasan bagi imigrasi tanpa batas.[4]

Kerja sama global

Makna dari kerja sama global adalah hal yang memang sederhana yakni komitmen kepada aturan-aturan global. Aturan-aturan ini tidak bermaksud meniadakan keunikan masing-masing bangsa dan negara serta kesetiaan warga negara kepada tanah airnya sendiri. Aturan-aturan itu semata-mata dibuat untuk meregulasi hubungan antarbangsa.[4]

Prioritas jangka panjang

Dalam globalisme, kepentingan jangka panjang semua manusia lebih diprioritaskan daripada kepentingan jangka pendek segelintir manusia. Contohnya seperti dalam Piala Dunia sepakbola, semua tim nasional menyetujui bahwa tidak diperkenankan menggunakan obat untuk mendongkrak performa. Alasannya buka semata-mata tidak sportif saja, tetapi jika para pesepakbola mengambil jalan itu, Piala Dunia pada akhirnya akan menjadi persaingan para pakar biokimia dan kesehatan.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Steger 2008, hlm. [halaman dibutuhkan].
  2. ↑ Nye 2002.
  3. ↑ James 2006, hlm. 22.
  4. 1 2 3 Harari, Yuval Noah (2025). Neksus: Riwayat Jejaring Infomasi, dari Zaman Batu ke Akal Imitasi. Diterjemahkan oleh Wulandari Palar, Damaring Tyas. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 433. ISBN 9786231343635.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Ide utama
Isu
Global
Lainnya
Teori
Pakar


Ikon rintisan

Artikel bertopik globalisasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan