Kamis, 29 Oktober 2026
04:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Eurokomunisme

Bagikan:
Artikel ini merupakan bagian dari
seri mengenai:
Komunisme
120px-Hammer_and_sickle_red_on_transparent.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Eurokomunisme adalah sebuah tren pada 1970-an dan 1980-an di berbagai partai komunis Eropa Barat untuk mengembangkan teori dan praktik transformasi sosial yang lebih relevan untuk negara Eropa Barat dan kurang terpengaruh atau terkontrol Partai Komunis Uni Soviet. Tren ini meningkat di aktivitas partai komunis di Prancis, Italia dan Spanyol.[1]

Di luar Eropa Barat, tren tersebut terkadang disebut sebagai "Neokomunisme".[2]

Kritikan

Beberapa kritikan terhadap Eurokomunisme telah dilontarkan. Pertama, Eurokomunisme dikritik karena dinilai kurang tegas dalam melawan pengaruh Partai Komunis Uni Soviet (contoh, Partai Komunis Italia memutuskan hubungan dengan CPSU pada 1981 hanya setelah represi terhadap Solidarność di Polandia). Secara garis besar dapat dijelaskan sebagai kehilangan anggota dan pendukung lama, banyak di antara mereka mengidolakan Uni Soviet atau dengan keinginan pragmatis untuk mempertahankan dukungan dari negara yang kuat dan berkuasa.[1]

Kritikan lain yakni Eurokomunisme mengalami kesulitan dalam mendefinisikan ideologinya sendiri secara jelas.[3] Kritik mengamati bahwa partai eurokomunis sering menyatakan bahwa mereka berbeda—tidak hanya dari Uni Soviet, tetapi juga dari partai-partai demokrasi sosial—walaupun secara praktik partai-partai komunis ini mengusung visi misi yang tidak begitu berbeda dari partai sosialis dan demokrasi sosial lainnya. Akibatnya, para kritikus berpendapat bahwa Eurokomunisme tidak memiliki identitas yang jelas dan tidak dapat dianggap sebagai gerakan terpisah dengan haknya sendiri.

Dari pandangan Trotskyisme, Ernest Mandel di buku From Stalinism to Eurocommunism: The Bitter Fruits of 'Socialism in One Country' menyatakan bahwa Eurokomunisme sebenarnya sudah ada sejak 1924 pada saat Uni Soviet mengabaikan aspirasi revolusi dunia dan berkonsentrasi pada pembangunan sosial dan ekonomi Uni Soviet, yakni doktrin Sosialisme di Satu Negara. Menurut penganut Trotskyis, gerakan eurokomunisme di Italia dan Prancis bukanlah komunis, yakni nasionalisme yang di mana bersama Uni Soviet telah meninggalkan internasionalisme.

Henry Kissinger menganggap bahwa Eurokomunisme masih merupakan mahzab Komunisme dan ia menolak gagasan bahwa partai komunis di Eropa Barat bisa lebih diterima di Amerika Serikat karena tidak dipengaruhi Uni Soviet. Kissinger beralasan bahwa Josip Broz Tito yang memimpin Partai Komunis Yugoslavia juga tidak dipengaruhi Uni Soviet tetapi kebesarannya dirasakan seluruh dunia. Tegak dengan sikap antikomunisme, Kissinger menegaskan bahwa negara Eropa Barat yang jatuh ke partai komunis, walaupun dipilih melalui mekanisme demokrasi Barat, akan merusak tatanan orde pasca-Perang Dunia II.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Kindersley, Richard, ed. (1981). In Search of Eurocommunism. Macmillan Press. ISBN 978-1-349-16581-0.{{cite book}}: |work= diabaikan
  2. ↑ Webster, Dictionary. "Definition of Eurocommunism". Dictionary Entry. Webster's Dictionary. Diakses tanggal 9 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Deutscher, Tamara (Januari–Februari 1983). "E. H. Carr — A Personal Memoir". New Left Review. I (137): 78–86.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Pons, Silvio (2010). "The rise and fall of Eurocommunism". Dalam Leffler, Melvyn P.; Westad, Odd Arne (ed.). The Cambridge History of the Cold War. Vol. III. Cambridge University Press. hlm. 45–65. ISBN 978-0-521-83721-7.

Sumber

Bacaan tambahan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan