Minggu, 01 November 2026
13:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Otonomisme

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Marxisme
Karl Marx and Friedrich Engels
250px-AntonioNegri_SeminarioInternacionalMundo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Antonio Negri saat berbicara dalam acara Seminario Internasional Mundopada 13 Desember 2008. Negri merupakan salah satu teoretikus awal Marxisme Otonomis di Italia bersama Mario Tronti dan Sergio Bologna, serta berkontribusi dalam pengembangan pemikiran tentang perjuangan kelas pekerja dan perlawanan terhadap kapitalisme.

Otonomisme atau Marxisme Otonomis adalah sebuah gerakan dan teori politik sayap kiri yang berawal dari kelompok-kelompok Marxis Italia pada tahun 1960-an yang mengidentikkan gerakan mereka sebagai “operaismo” atau “buruh-isme”, di mana kekuatan revolusioner bertumpu pada beragam inisiatif buruh untuk melakukan swa-aktivitas yang bebas dari intervensi serikat buruh atau pihak luar lainnya — mulai dari pencurian, perlambatan kerja, sabotase, mogok kerja liar (wildcat strike), hingga pendudukan.

Inisiatif yang awalnya muncul di pabrik-pabrik di Italia Utara pada dasawarsa 1950-1960-an, memunculkan beragam respon dari para militan, di mana kemudian terjadi perkembangan-perkembangan teoretis pada analisis tentang dinamika konflik dalam sistem kapitalis, komposisi kelas pekerja, fungsi kerja dalam sistem kapitalis, hingga perluasan-perluasan konseptual tentang kemungkinan-kemungkinan realisasi-realisasi alternatif dari masyarakat kapitalis.

Berlawanan dengan bentuk-bentuk Marxisme lainnya, teori Otonomis menekankan kemampuan kelas pekerja untuk memaksakan perubahan terhadap organisasi sistem kapitalis yang bebas dari negara, serikat buruh atau partai politik. Marxisme Otonom adalah sebuah teori "bottom up" (dari bawah ke atas): mengarahkan perhatian kepada aktivitas-aktivitas yang dilihat oleh para otonomis sebagai perlawanan sehari-hari kelas buruh terhadap kapitalisme.

Seperti para Marxis lainnya, mereka menganggap perjuangan kelas sangat penting, tetapi berbeda dari kebanyakan Marxis, mereka mempunyai definisi yang luas tentang kelas buruh yang mencakup mereka yang digaji (kerah putih dan kerah biru) dan mereka yang tidak digaji (penerima tunjangan, ibu rumah tangga, dll.) Para Otonomis tidak begitu peduli dengan organisasi politik partai dibandingkan dengan pikiran Marxis jenis lainnya. Sebaliknya mereka memusatkan perhatian pada aksi kelas pekerja yang mengorganisasi diri dan pengembangan perangkat-perangkat teoretisnya sesuai dengan perjuangan-perjuangan kelas buruh yang sesungguhnya. Para teoretikus awalnya termasuk Mario Tronti, Antonio Negri, Sergio Bologna dan lain-lainnya di Italia pada tahun 1970-an. Gerakan ini telah memengaruhi kaum akademikus Marxis termasuk Harry Cleaver, John Holloway, Steve Wright, dan Nick Dyer-Witheford.

Otonomisme dapat pula merujuk kepada gerakan anarkis Belanda sejak tahun 1960-an yang memusatkan perhatian pada protes jongkok, atau protes jongkok di Jerman Autonomen pada tahun 1980-an.

Karena ilham yang diberikan oleh gerakan Marxis Otonom dan Autonomen bagi sejumlah kelmpok kiri revolusioner, sejumlah kelompok kiri berbahasa Inggris yang pada dasarnya cenderung anarkis menyebut dirinya sebagai Otonomis.

Lihat pula

Pranala luar

Artikel

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan