Rabu, 04 November 2026
00:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pembelot Uni Soviet

Bagikan:

Pembangkang Soviet adalah orang yang tidak sepakat dengan hal-hal tertentu dalam tubuh ideologi Soviet dan yang memutuskan untuk melawannya.[1] Istilah pembangkang digunakan di Uni Soviet pada masa setelah Joseph Stalin meninggal sampai jatuhnya komunisme.[2] Istilah tersebut digunakan untuk merujuk kepada sekelompok kecil intelektual terpinggirkan yang menentang rezim Soviet mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari kalangan tertentu.[3] Sesuai dengan etimologi istilah tersebut, pembangkang dianggap "menduduki" rezim.[4] Karena penentang mulai mengidentifikasikan diri mereka sebagai pembangkang, istilah tersebut merujuk kepada orang yang tidak suka dengan keadaan suatu masyarakat.[5][6][7]

Material audiovisual

Referensi

  1. ↑ Carlisle, Rodney; Golson, Geoffrey (2008). The Reagan era from the Iran сrisis to Kosovo. ABC-CLIO. hlm. 88. ISBN 1851098852.
  2. ↑ Chronicle of Current Events (samizdat) Diarsipkan 2011-03-16 di Wayback Machine (Rusia)
  3. ↑ Smith, Stephen (2014). The Oxford handbook of the history of communism. OUP Oxford. hlm. 379. ISBN 0199602050.
  4. ↑ Taras, Raymond, ed. (2015) [1992]. The road to disillusion: from critical marxism to post-communism in Eastern Europe (Edisi 2). Routledge. hlm. 62. ISBN 1317454790.
  5. ↑ Universal Declaration of Human Rights General Assembly resolution 217 A (III), United Nations, 10 December 1948
  6. ↑ Proclamation of Tehran, Final Act of the International Conference on Human Rights, Teheran, 22 April to 13 May 1968, U.N. Doc. A/CONF. 32/41 at 3 (1968), United Nations, May 1968
  7. ↑ "CONFERENCE ON SECURITY AND CO-OPERATION IN EUROPE FINAL ACT. Helsinki, 1 aug. 1975". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-31. Diakses tanggal 2017-03-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan