Minggu, 20 September 2026
16:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Sentralisme demokratik

"Demokrasi sosialis" beralih ke halaman ini. Untuk gerakan politik di Irlandia Utara, lihat Demokrasi Sosialis (Irlandia).
"Sentralisme" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai sentrisme.

Sentralisme demokratik atau sentralisme demokratis adalah praktik demokrasi Leninis di mana keputusan politik yang dicapai melalui proses pemungutan suara mengikat semua anggota partai.

Dalam praktik

Dalam pertemuan partai, sebuah mosi (kebijakan baru, amendemen, tujuan, rencana, atau masalah partai lainnya) diajukan. Setelah melewati suatu periode perdebatan, pemungutan suara diambil. Jika satu suara menang dengan jelas (misalnya mendapat 60% atau lebih suara jika terdapat dua opsi), maka semua peserta (partai) diharapkan untuk mengikuti keputusan itu, dan tidak melanjutkan propaganda atau aktivitas lain yang menentangnya. Hal ini bertujuan untuk bertindak dalam kesatuan. Jika peserta masih tidak setuju, alih-alih memecah dan membentuk partai lain seperti dalam demokrasi perwakilan, mereka diharapkan untuk mengajukan mosi untuk membahas masalah itu lagi. Dalam perkembangan sosialisme di Uni Soviet dan Tiongkok, sebagian besar praktik ini diambil sebagai tanggapan terhadap perkembangan dan kekerasan dramatis yang membutuhkan mekanisme lebih cepat untuk mengambil keputusan. Tujuan yang melingkupi praktik ini adalah untuk mendorong partisipasi dan perdebatan, serta untuk tidak menyalahkan si ketua.[1]

Konsepsi dan praktik Vladimir Lenin

Bagian dari seri
Leninisme
120px-Lenin_portrait.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Tulisan What Is to Be Done? pada 1902 secara populer dipandang sebagai tulisan pelopor sentralisme demokratik. Pada waktu tersebut, sentralisme demokratik umumnya dipandang sebagai seperangkat prinsip untuk pengorganisasian partai buruh revolusioner. Namun, model Vladimir Lenin untuk partai semacam itu yang dia diskusikan berulang kali sebagai "sentralis demokratik" adalah Partai Demokrat Sosial Jerman, yang terinspirasi dari pernyataan demokrat sosial Jean Baptista von Schweitzer. Lenin menggambarkan sentralisme demokratik sebagai terdiri dari "kebebasan berdiskusi, kesatuan aksi".[2]

Doktrin sentralisme demokratik berfungsi sebagai salah satu sumber perpecahan antara Bolshevik dan Menshevik. Menshevik mendukung disiplin partai yang lebih longgar dalam Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia pada 1903, seperti halnya Leon Trotsky dalam Our Political Tasks,[3] meski Trotsky kemudian bergabung dengan kelompok Bolshevik pada 1917.

Kongres Ketujuh Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia (Bolshevik) yang diadakan di Petrograd antara 26 Juli - 3 Agustus 1917 mendefinisikan sentralisme demokratik sebagai berikut:

  1. Bahwa semua badan pengarah Partai, dari atas ke bawah, harus dipilih.
  2. Badan Partai tersebut wajib memberikan laporan berkala tentang aktivitas mereka kepada organisasi-organisasi Partai masing-masing.
  3. Bahwa harus ada disiplin Partai yang ketat dan subordinasi minoritas terhadap mayoritas.
  4. Bahwa semua keputusan badan yang lebih tinggi harus mengikat secara absolut kepada badan yang lebih rendah dan kepada semua anggota Partai.[4]

Setelah Partai Komunis sukses mengkonsolidasikan kekuatan sesudah Revolusi Oktober dan Perang Saudara Rusia, pimpinan Bolshevik, termasuk Lenin, mengesahkan pelarangan pembentukan faksi di partai sebagai Resolusi No. 12 dari Kongres Partai Ke-10 pada 1921. Resolusi ini disahkan pada sesi pagi tanggal 16 Maret 1921.[5] Pendukung Trotsky kadang mengklaim bahwa larangan ini dimaksudkan hanya sementara, tetapi tidak ada indikasi dalam diskusi Kongres Partai mengenai hal itu.[6]

Kelompok Sentralisme Demokratik adalah kelompok di Partai Komunis Uni Soviet yang menganjurkan berbagai konsep demokrasi partai.

Argumen dukungan

Dalam On Party Unity, Lenin berpendapat bahwa sentralisme demokratik mencegah faksionalisme. Dia berpendapat faksionalisme menyebabkan hubungan yang kurang bersahabat di antara anggota dan itu dapat dieksploitasi oleh musuh-musuh partai.

Pada masa Brezhnev, sentralisme demokratik djelaskan dalam Konstitusi Soviet 1977 sebagai prinsip untuk mengatur negara: "Negara Soviet diatur dan berfungsi berdasarkan prinsip sentralisme demokratik, yaitu pemilihan semua badan otoritas negara dari tingkat terendah hingga yang tertinggi, pertanggungjawaban mereka kepada rakyat, dan kewajiban badan yang lebih rendah untuk mematuhi keputusan badan yang lebih tinggi". Sentralisme demokratik menggabungkan kepemimpinan pusat dengan inisiatif dan aktivitas kreatif lokal serta dengan tanggung jawab masing-masing badan dan pejabat negara untuk pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka.

Lihat pula

Referensi

  1. Mao Tse Tung (1944). "Mao Tse Tung Quotations from Mao Tse Tung 15. Democracy in the Three Main Fields". Diakses tanggal 9 Agustus 2002.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Vladimir Lenin (1906). "Report on the Unity Congress of the R.S.D.L.P." Diakses tanggal 9 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Leon Trosky (1904). "Our Political Tasks". Diarsipkan dari asli tanggal 11 Maret 2007. Diakses tanggal 9 Agustus 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. History of the Communist Party of the Soviet Union (Bolsheviks). Short Course (1939). New York. International Publishers. p. 198.
  5. Protokoly (1933). ed. 585–7; 1963 ed. 571–573.
  6. Protokoly (1933) ed. 523–548.

Pranala luar

Fraseologi dan istilah Marxis
Filsafat dan politik
(Marxis)
Ekonomi dan sosiologi
(Marxis)
Marxis-Leninis
Trotskyis
Maois
Konsep
Aspek
Jenis
Internasionale
Tokoh penting
Hal terkait
Aliran pemikiran
Libertarian
(Libertarianisme kiri)
Otoritarian
Religius
Varian regional
Bendera merah dikenal luas sebagai simbol sosialisme
Topik dan
isu utama
Konsep
Tokoh
a.16
a.18
a.19
a.20
a.21
Organisasi
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan