Jumat, 06 November 2026
17:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Foco

Foco

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Foco di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
250px-CheInCongo1965.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Guevara di Kongo. Rencananya adalah menggunakan zona komunis di pesisir barat Danau Tanganyika sebagai tempat pelatihan bagi orang-orang Kongo dan para pejuang dari gerakan komunis revolusioner lainnya.

Teori revolusi foco dengan cara perang gerilya, yang juga dikenal sebagai focalisme (foquismo [foˈkizmo]), dirumuskan oleh pejabat pemerintah dan intelektual Prancis Régis Debray, yang sumber inspirasi utamanya adalah pengalaman-pengalaman revolusioner Marxis Ernesto "Che" Guevara terkait kemenangan tentara pemberontaknya pada Revolusi Kuba tahun 1959.

Prinsip utamanya adalah bahwa vanguardisme melalui kader-kader kecil kelompok paramiliter yang cepat bergerak dapat memberikan sebuah fokus (dalam bahasa Spanyol, foco) untuk penentangan populer melawan rezim yang berkuasa, dan bahkan memimpin sebuah pemberontakan utama. Meskipun kesepakatan aslinya adalah untuk memobilisasikan dan meluncurkan serangan dari kawasan pedesaan, beberapa gagasan foco diadaptasi ke dalam gerakan perang gerilya perkotaan pada akhir 1960an.

Latar belakang

Seperti pakar-pakar teori lainnya pada masanya (seperti Mao Zedong, Ho Chi Minh dan Amílcar Cabral), Che Guevara meyakini bahwa orang-orang yang tinggal di negara-negara yang masih dikuasai oleh kekuatan kolonial, atau tinggal di negara-negara yang menjadi subjek dari bentuk-bentuk terbaru dari eksploitasi ekonomi, yang dapat mengalahkan kekuatan kolonial dengan mengangkat senjata. Seperti halnya para pakar teori lainnya, Guevara juga meyakini pemajuan pemberontakan bersenjata yang tidak terkonsentrasi pada pasukan di pusat perkotaan, tetapi lebih terakumulasi di pegunungan atau kawasan pedesaan di mana musuh kurang berada.[1]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ The Legacy of Che Guevara: Internationalism Today Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine by Dr. Peter Custers, Sri Lanka Guardian, February 24, 2010

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan