Minggu, 20 September 2026
20:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Teror Merah

Teror Merah

Artikel ini berisi tentang Teror Merah di Rusia. Untuk kegunaan lain, lihat Teror Merah (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai Ketakutan Merah.
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Red Terror di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Sekelompok massa berada didepan sebuah bangunan membawa spanduk yang berisi:  "Kematian bagi kaum borjuis. Hiduplah Teror Merah."
Terjemahan spanduk: "Kematian bagi kaum borjuis. Hiduplah Teror Merah."

Teror Merah adalah sebuah kampanye pembunuhan massal, penyiksaan, dan operasi sistematis yang dilakukan oleh Bolshevik setelah permulaan Perang Saudara Rusia pada 1918. Historiografi Soviet mendeskripsikan Teror Merah secara resmi diumumkan pada September 1918 oleh Yakov Sverdlov dan berakhir sekitar Oktober 1918. Namun, istilah tersebut kemudian ditujukan kepada represi politik pada seluruh masa Perang Saudara (1918–1922).[1][2] Cheka (polisi rahasia Bolshevik)[3] melakukan represi massal.[4] Perkiraan jumlah orang yang tewas pada masa Teror Merah berkisar dari 10,000[5] sampai lebih dari satu setengah juta orang.[6]

Catatan

  1. Melgunov, Sergei Petrovich (1924). The Red Terror in Russia. Hyperion Pr (dipublikasikan 1975). ISBN 0-88355-187-X.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal See also: The Record of the Red Terror Diarsipkan 2018-12-21 di Wayback Machine.
  2. Suvorov, Viktor, Inside Soviet Military Intelligence, New York: Macmillan (1984)
  3. Ryan, James (2012). Lenin's Terror: The Ideological Origins of Early Soviet State Violence. London: Routledge. p. 114. ISBN 978-1138815681.
  4. Szaszdi, Lajos (2008). Russian civil-military relations and the origins of the second Chechen war. University Press of America. hlm. 152. ISBN 9780761841784.

Referensi dan bacaan tambahan

Pranala luar

Templat:Topik Uni Soviet

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan