Senin, 19 Oktober 2026
11:11 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis

Fasisme sosial

Bagikan:

Fasisme sosial adalah sebuah teori yang didukung oleh Komunis Internasional (Comintern) pada awal 1930an, yang menyatakan bahwa demokrasi sosial adalah sebuah ragam dari fasisme karena—selain berbagi model ekonomi korporatis—ini berdiri dalam cara kediktatoran proletariat.[1] Pada masa itu, para pemimpin Comintern, seperti Joseph Stalin dan Rajani Palme Dutt, berpendapat bahwa masyarakat kapitalis telah memasuki "Periode Ketiga" di mana sebuah revolusi kelas tenaga kerja timbul, tetapi dihalangi oleh sosial demokrat dan pasukan "fasis" mereka. Istilah "fasis sosial" dipakai sebagai ejekan untuk menyebut partai-partai sosial demokrat, anti-Comintern dan partai-partai sosialis progresif dan para pembangkang dalam Comintern yang terafiliasi sepanjang periode antar-perang.

Referensi

  1. ↑ Haro, Lea (2011-12). "Entering a Theoretical Void: The Theory of Social Fascism and Stalinism in the German Communist Party". Critique (dalam bahasa Inggris). 39 (4): 563–582. doi:10.1080/03017605.2011.621248. ISSN 0301-7605.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Bacaan tambahan

  • Earl Browder, The Meaning of Social-Fascism: Its Historical and Theoretical Background. New York: Workers Library Publishers, 1933.
  • Theodore Draper, "The Ghost of Social-Fascism," Diarsipkan 2020-04-08 di Wayback Machine Commentary, Feb. 1969, pp. 29–42.
  • Jay Lovestone, The People's Front Illusion: From "Social Fascism" to the "People's Front." New York: Workers Age Publishers, n.d. (1937).
  • D.M. Manuilsky, Social Democracy — Stepping Stone to Fascism: Or Otto Bauer's Latest Discovery. New York: Workers Library Publishers, n.d. (1934).
Teori
Keyakinan dasar
Topik
Pemikiran
120px-Fascist_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan
Afrika
Asia
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Amerika Utara
Amerika Selatan
Tokoh
Karya
Literatur
Periodik
Film
Pahatan
Topik terkait
Organisasi
Institusional
Aktivis
Paramiliter
Internasional
Sejarah
1910-an
1920-an
1930-an
1940-an
Daftar
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan