Rabu, 07 Oktober 2026
13:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026
Martin Bormann

Martin Bormann

sekretaris Partai Nazi

Bagikan:
Martin Bormann
250px-Bundesarchiv_Bild_183-R14128A%2C_Martin_Bormann.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martin Bormann pada tahun 1934
Menteri dari NSDAP
Masa jabatan
30 April –2 Mei 1945
Pendahulupertama kali dibentuk
PenggantiTidak ada
Kepala Parteikanzlei
Masa jabatan
12 Mei 1941 –2 Mei 1945
PendahuluRudolf Hess (sebagai Deputi Führer)
PenggantiTidak ada
Sekretaris Pribadi Führer
Masa jabatan
12 April 1943 –30 April 1945
Sekretaris Pribadi Deputi Führer
Masa jabatan
Juli 1933 –12 Mei 1941
Reichsleiter
Masa jabatan
Oktober 1933 –2 Mei 1945
Ketua NSDAP
Masa jabatan
30 April 1945 –2 Mei 1945
PendahuluAdolf Hitler
PenggantiTidak ada
Informasi pribadi
Lahir(1900-06-17)17 Juni 1900
Meninggal2 Mei 1945(1945-05-02) (umur 44)
Partai politikPartai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman (NSDAP)
Suami/istriGerda Buch
(menikah pada tanggal 2 September 1929)

Martin Bormann (17 Juni 1900 – 2 Mei 1945) adalah tokoh Nazi yang menjabat sebagai sekretaris Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman (NSDAP) pada akhir pemerintahan Reich ke-3. Ia kemudian menjadi ketuanya setelah Adolf Hitler bunuh diri. Martin diketahui berada dalam bungker bersama Adolf Hitler pada saat-saat terakhir kehancuran rezim Nazi dan berupaya pergi meninggalkan Hitler. Setelah melarikan diri, ia ditemukan tewas dibunuh tentara Soviet yang sudah memasuki Berlin saat itu.

Keluarga

Martin Bormann lahir pada tanggal 17 Juni 1900 di Wegeleben. Ia anak dari Theodor Bormaan dan istri keduanya, Antonie Bernhardine Mennong. Bormann mempunyai dua saudara tiri yaitu Else Bormann dan Walter Bormann. Bormann juga memiliki seorang saudara kandung yang bernama Albert Borman yang lahir pada tahun 1902.

Pada tanggal 2 September 1929, Bormann menikah dengan Gerda Buch. Dari perkawinannya tersebut, Bormann dikaruniai sepuluh orang anak yang bernama Adolf Martin Bormann, Ilse Bormann, Ehrengard Bormann, Irmgard Bormann, Rudolf Gerhard Bormann, Heinrich Hugo Bormann, Eva Ute Bormann, Gerda Bormann, Fred Harmut Bormann, dan Volker Bormann.

Kehidupan

Pada masa Perang Dunia I Bormann pernah menjadi serdadu dalam resimen artileri. Namun ia tidak sempat diturunkan dalam medan pertempuran lantaran perang sudah selesai, kemudian Bormann masuk ke dalam Freikorps saat ia menjadi manajer sebuah real estate di Mecklenburg.

Martin pernah dihukum satu tahun penjara karena membantu Rudolf Höss membunuh Walter Kadow. Pada Tahun 1925, Bormann bergabung dengan Partai Nazi di Thuringia. Ia menjabat sebagai humas partai di wilayah itu.[1]

Pada bulan Oktober tahun 1933, Bormann menjadi Reich leiter (Pemimpin Pusat Partai Nazi). Sebulan kemudian, ia menjadi anggota Reichstag. Pada tahun 1933 sampai 1941, Bormann ditugaskan menjadi sekretaris pribadi Rudolf Hess. Setelah kepergian Hess, Bormann pun ditunjuk sebagai Kepala Kekanseliran Partai. Bormann mendirikan Adolf Hitler Endowment Fund of German Industry sebuah lembaga donor dari para pengusaha untuk Partai Nazi. Bormann diberi tugas dalam hal surat-menyurat, pembuatan makalah, penunjukan orang, bahkan keuangan pribadi Hitler. Bormann memegang semua urusan dalam hal birokrasi. Segala hal yang ingin disampaikan kepada Hitler haruslah melewatinya.

Pada tanggal 29 April 1945, Bormann berada di markas bawah tanah Führer yang berada di bawah gedung kekanseliran Reich di kota Berlin. Bormann mengirim telegram ke Admiral Karl Dönitz di Flensburg yang berisi keadaan yang sangat genting di Berlin. Esok harinya Bormann, General der Infanterie Wilhelm Burgdof, Joseph Goebbels, dan General der Infanterie Hans Krebs menjadi saksi serta menandatangani surat wasiat dan kehendak terakhir Hitler.[2][3] Pada tanggal 1 Mei 1945 pada pukul 03.15, Goebbels bersama Bormann mengirim pesan kepada Admiral Karl Dönitz tentang kematian Hitler. Atas keinginan Hitler, Dönitz ditunjuk sebagai Presiden Reich yang baru.

Pada hari yang sama, Bormann pergi meninggalkan markas bawah tanah Führer bersama dengan Ludwig Stumpfegger, dan Artur Axmann.[4] Mereka bertiga berusaha kabur dari kepungan tentara merah yang telah menguasai Kota Berlin.[5] Mereka keluar dari terowongan bawah tanah dan berjalan bersama dengan beberapa Panzer. Ditengah jalan mereka dikagetkan oleh serangan pasukan Uni Soviet.[4] Mereka bertiga langsung lari meninggalkan rombongan panzer tersebut. Mereka bertiga berjalan sepanjang jalur kereta menuju stasiun Lehrter. Di sini Axmann berpisah dengan Bormann dan Stumpfegger, ia pergi ke arah yang berlawanan.[6] Namun, Axmann bertemu dengan patroli Tentara Uni Soviet sehingga ia lari ke arah Stumpfegger dan Bormann. Kemudian ia menemukan mereka berdua telah tewas.[7]

Referensi

Catatan

Kutipan

  1. ↑ Lang 1979, hlm. 45–46.
  2. ↑ Lang 1979, hlm. 391.
  3. ↑ Beevor 2002, hlm. 343.
  4. 1 2 Beevor 2002, hlm. 382–383.
  5. ↑ Miller 2006, hlm. 151.
  6. ↑ Le Tissier 2010, hlm. 188.
  7. ↑ Trevor-Roper 2002, hlm. 193.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Martin Bormann.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Martin Bormann.
Terdakwa utama pada Proses Nürnberg
Dijatuhi hukuman mati
Dipenjara
Dibebaskan
Tidak ada keputusan
  • 1 In absentia. Jenazah ditemukan di Berlin pada tahun 1972 dan diidentifikasi secara pasti pada tahun 1998; dipastikan telah bunuh diri pada tanggal 2 Mei 1945.
  • 2 Melakukan bunuh diri pada tanggal 15 Oktober 1946 sebelum hukuman dapat dilaksanakan.
  • 3 Dinyatakan tidak layak untuk diadili.
  • 4 Bunuh diri pada tanggal 25 Oktober 1945.
Penghuni terakhir Führerbunker menurut tanggal keluar (1945)
20 April
National Insignia of Germany
21 April
22 April
23 April
24 April
28 April
29 April
30 April
1 Mei
2 Mei
Masih ada pada 2 Mei
Bunuh diri
Dieksekusi
Dibunuh
Tak diketahui
Menteri Luar Negeri
Menteri Dalam Negeri
Menteri Keuangan
Menteri Hukum
Menteri Reichswehr
Menteri Ekonomi
Menteri
Pangan dan Pertanian
Menteri Buruh
Menteri Pos
Menteri Transportasi
Menteri Penerbangan
Menteri Penerangan Publik
dan Propaganda
Menteri Sains dan Pendidikan
Menteri Urusan Gereja
Menteri Persenjataan
dan Amunisi
Menteri untuk Wilayah
Pendudukan Timur
Menteri Luar Negeri untuk
Bohemia dan Moravia
Menteri tanpa Portofolio
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan