Minggu, 27 September 2026
15:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Alfred Jodl

Alfred Jodl

Alfred Josef Ferdinand Jodl
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1971-033-01%2C_Alfred_Jodl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pengabdian
Dinas/cabangWehrmacht
Lama dinas1910–1945
PangkatGeneraloberst
Perang/pertempuran
  • Perang Dunia I
  • Perang Dunia II
HubunganFerdinand Jodl (saudara)
Tanda tangan120px-Jodl_signature.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Alfred Josef Ferdinand Jodl (10 Mei 1890 – 16 Oktober 1946) adalah Kepala Staf Operasi di Oberkommando der wehrmacht.

Kehidupan Pribadi

Alfred Jodl lahir di luar nikah sebagai Alfred Josef Ferdinand Baumgärtler di Würzburg, Jerman, putra Opsir Alfred Jodl dan Therese Baumgärtler, dengan asumsi Jodl nama setelah menikah orang tuanya pada tahun 1899. Ia dididik di Cadet School di München dan ia lulus pada tahun 1910. Jenderal Ferdinand Jodl adalah adiknya. Filsuf dan psikolog Friedrich Jodl di Universitas Wina adalah pamannya.

Setelah sekolah, Jodl bergabung dengan tentara sebagai perwira artileri. Selama Perang Dunia I ia menjabat sebagai seorang perwira baterai di Front Barat dari tahun 1914-1916, dua kali terluka. Pada tahun 1917 Jodl bertugas sebentar di Front Timur sebelum kembali ke barat sebagai perwira staf. Setelah perang Jodl tetap dalam angkatan bersenjata dan bergabung dengan Reichswehr.

Jodl menikahi Irma Gräfin von Bullion yang berasal dari keluarga aristokrat Swabia pada tahun 1913. Irma Gräfin von Bullion meninggal pada Musim Semi tahun 1944 di Königsberg karena Pneumonia. Lalu Jodl menikah kembali dengan Luise von Benda, seorang teman keluarga.

Perang Dunia Kedua

Jodl diangkat sebagai Mayor di Bagian Operasional Oberkommando Des Heeres. Pada saat itu, ia berada di bawah komando Jenderal Ludwig Beck. Pada awal Perang, Jodl menjabat sebagai Artilleriekommandeur di Divisi 44. Setelah itu dia menjabat sebagai Chef des Wehrmachtsführungsstabes (Kepala Staf Operasi OKW).

Pada akhir Perang Dunia II, Jodl menandatangani Surat Penyerahan Tanpa Syarat pada tanggal 7 Mei 1945 di Reims. Dan mengakhiri Perang Dunia II di Eropa.

Pengadilan dan Eksekusi

Jodl ditahan dan diadili di Pengadilan Nuremberg. Ia kemudian dieksekusi pada tanggal 16 Oktober 1946 dengan hukuman tembak mati. Kata-kata terakhirnya ialah "Ich grüße Dich, mein ewiges Deutschland" yang berarti "Saya menyapa anda, Jerman abadi saya".

Terdakwa utama pada Proses Nürnberg
Dijatuhi hukuman mati
Dipenjara
Dibebaskan
Tidak ada keputusan
  • 1 In absentia. Jenazah ditemukan di Berlin pada tahun 1972 dan diidentifikasi secara pasti pada tahun 1998; dipastikan telah bunuh diri pada tanggal 2 Mei 1945.
  • 2 Melakukan bunuh diri pada tanggal 15 Oktober 1946 sebelum hukuman dapat dilaksanakan.
  • 3 Dinyatakan tidak layak untuk diadili.
  • 4 Bunuh diri pada tanggal 25 Oktober 1945.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan