Rabu, 28 Oktober 2026
09:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Albert Speer

Albert Speer

Arsitek Jerman, Menteri Persenjataan Jerman Nazi

Bagikan:
Albert Speer
250px-Bundesarchiv_Bild_146II-277%2C_Albert_Speer_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer pada tahun 1933
Menteri Persenjataan dan Produksi Perang Reich[a]
Masa jabatan
8 Februari 1942 –30 April 1945
FührerAdolf Hitler
PendahuluFritz Todt (sebagai Menteri Persenjataan dan Amunisi)
PenggantiKarl Saur (sebagai Menteri Amunisi)
Menteri Industri dan Produksi Reich
Masa jabatan
5 Mei 1945 –23 Mei 1945
Kepala negaraKarl Dönitz
Kepala pemerintahanLutz Graf Schwerin von Krosigk
PendahuluWalther Funk (sebagai Menteri Ekonomi)
PenggantiJabatan dihapuskan
Inspektur Jenderal Jalan Raya Jerman
Masa jabatan
8 Februari 1942 –23 Mei 1945
PendahuluFritz Todt
PenggantiJabatan dihapuskan
Inspektur Jenderal Air dan Energi
Masa jabatan
8 Februari 1942 –23 Mei 1945
PendahuluFritz Todt
PenggantiJabatan dihapuskan
Kepala Organisation Todt
Masa jabatan
8 Februari 1942 –14 April 1944
PendahuluFritz Todt
PenggantiFranz Xaver Dorsch
Inspektur Bangunan Umum
untuk Ibu Kota Reich
Masa jabatan
30 Januari 1937 –23 Mei 1945
PendahuluJabatan dibentuk
PenggantiJabatan dihapuskan
Informasi pribadi
LahirBerthold Konrad Hermann Albert Speer
(1905-03-19)19 Maret 1905
Mannheim, Jerman
Meninggal1 September 1981(1981-09-01) (umur 76)
London, Inggris
Partai politikPartai Nazi (1931–1945)
Suami/istri
Margarete (Margret) Weber
​
​
(m. 2026)​
Anak6, termasuk Albert, Hilde, Margarete
Orang tua
PendidikanTechnische Universität Berlin
Technische Universität München
Universität Karlsruhe
ProfesiArsitek, pejabat pemerintah, penulis
KabinetKabinet Hitler
Kabinet Schwerin von Krosigk
Tanda tangan
Informasi kriminal
VonisKejahatan perang
Kejahatan terhadap kemanusiaan
Hukuman pidana
Penjara 20 tahun
Rincian
TargetJutaan pekerja paksa; tawanan perang Soviet dan lainnya
Dipenjara diPenjara Spandau

Berthold Konrad Hermann Albert Speer (/ʃpɛər/; Jerman:[ˈʃpeːɐ̯]ⓘ; 19 Maret 1905 – 1 September 1981) adalah seorang arsitek Jerman yang menjabat sebagai Menteri Persenjataan dan Produksi Perang di Jerman Nazi selama sebagian besar masa Perang Dunia II. Sebagai teman dekat dan sekutu Adolf Hitler, ia dipidana dalam Pengadilan Nürnberg dan menjalani hukuman 20 tahun penjara.

Sebagai arsitek berdasarkan latar belakang pendidikannya, Speer bergabung dengan Partai Nazi pada tahun 1931. Keahlian arsitekturnya membuat dirinya kian menonjol di dalam Partai, hingga ia menjadi anggota lingkaran dalam Hitler. Hitler menugaskannya untuk merancang dan membangun berbagai struktur, termasuk Reichskanzlei dan lapangan rapat Partai Nazi di Nürnberg. Pada tahun 1937, Hitler mengangkat Speer sebagai Inspektur Bangunan Umum untuk Berlin. Dalam kapasitas ini, ia bertanggung jawab atas Departemen Pusat Permukiman Kembali yang mengusir penyewa Yahudi dari rumah-rumah mereka di Berlin. Pada bulan Februari 1942, Speer diangkat sebagai Menteri Persenjataan dan Produksi Perang Reich. Dengan menggunakan statistik yang menyesatkan, ia mempromosikan dirinya telah melakukan keajaiban persenjataan yang secara luas dianggap berhasil mempertahankan Jerman dalam peperangan.[1] Pada tahun 1944, Speer membentuk sebuah satuan tugas untuk meningkatkan produksi pesawat tempur. Satuan tugas ini menjadi sarana penting dalam memanfaatkan pekerja paksa demi kepentingan upaya perang Jerman.

Seusai perang, Speer termasuk di antara 24 terdakwa penjahat perang utama yang didakwakan oleh Pengadilan Militer Internasional atas kekejaman Nazi. Ia dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, terutama atas penggunaan pekerja paksa, serta berhasil lolos dari hukuman mati. Setelah menjalani seluruh masa hukumannya, Speer dibebaskan pada tahun 1966. Ia menggunakan tulisan-tulisannya saat di penjara sebagai dasar bagi dua buku autobiografi, Erinnerungen dan Spandauer Tagebücher. Buku-buku Speer meraih kesuksesan; masyarakat terpikat oleh sudut pandang orang dalam mengenai Reich Ketiga yang disajikannya. Ia meninggal akibat strok pada tahun 1981.

Melalui autobiografi dan wawancara-wawancaranya, Speer secara hati-hati membangun citra dirinya sebagai seorang pria yang sangat menyesal karena gagal mengetahui kejahatan Reich Ketiga. Ia terus membantah pengetahuan eksplisit baik tentang maupun tanggung jawab atas Holokaus. Citra ini mendominasi historiografinya pada dekade-dekade pascaperang, sehingga memunculkan "mitos Speer": persepsi mengenai dirinya sebagai seorang teknokrat apolitis yang bertanggung jawab merevolusi mesin perang Jerman. Mitos tersebut mulai runtuh pada tahun 1980-an, ketika keajaiban persenjataan tersebut diakui sebagai propaganda Nazi. Dua puluh lima tahun setelah kematian Speer, Adam Tooze menulis dalam The Wages of Destruction bahwa gagasan bahwa Speer adalah seorang teknokrat apolitis merupakan hal yang "konyol". Martin Kitchen, saat menulis dalam Speer: Hitler's Architect, menyatakan bahwa sebagian besar peningkatan produksi senjata Jerman sebenarnya terjadi berkat sistem yang digagas oleh pendahulu Speer (Fritz Todt) dan bahwa Speer sangat menyadari serta terlibat dalam Solusi Akhir, yang buktinya telah ditunjukkan secara konklusif pada dekade-dekade setelah Pengadilan Nürnberg.

Masa muda dan kehidupan pribadi

Speer lahir di Mannheim dalam keluarga kelas menengah atas. Ia merupakan putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Luise Mathilde Wilhelmine (Hommel) dan Albert Friedrich Speer.[2] Pada tahun 1918, keluarganya menyewakan kediaman mereka di Mannheim dan pindah ke rumah yang mereka miliki di Heidelberg.[3] Henry T. King, wakil jaksa dalam Pengadilan Nürnberg yang kelak menulis buku tentang Speer, menyatakan, "Cinta dan kehangatan sangat kurang dalam rumah tangga masa muda Speer."[4] Saudara-saudaranya, Ernst dan Hermann, selalu merundungnya sepanjang masa kanak-kanak.[5] Speer aktif dalam berolahraga, seperti bermain ski dan mendaki gunung.[6] Ia mengikuti jejak ayah dan kakeknya untuk mempelajari arsitektur.[7]

Speer memulai studi arsitekturnya di Universitas Karlsruhe alih-alih di institusi yang lebih ternama karena krisis hiperinflasi tahun 1923 membatasi pendapatan orang tuanya.[8] Pada tahun 1924, ketika krisis telah mereda, ia pindah ke Technische Hochschule München (kini Universitas Teknik München) yang "jauh lebih bereputasi".[9] Pada tahun 1925, ia pindah kembali, kali ini ke Technische Hochschule Berlin-Charlottenburg (kini Universitas Teknologi Berlin), tempat ia belajar di bawah bimbingan Heinrich Tessenow, sosok yang sangat dikagumi Speer.[10] Setelah lulus ujian pada tahun 1927, Speer menjadi asisten Tessenow, sebuah kehormatan tinggi bagi seorang pemuda berusia 22 tahun.[11] Dalam peran tersebut, Speer mengajar beberapa kelas sambil melanjutkan studi pascasarjananya sendiri.[12] Di München, Speer menjalin persahabatan erat dan bertahan lebih dari 50 tahun dengan Rudolf Wolters, yang juga belajar di bawah bimbingan Tessenow.[13]

Pada pertengahan tahun 1922, Speer mulai menjalin hubungan asmara dengan Margarete (Margret) Weber (1905–1987), putri seorang perajin sukses yang mempekerjakan 50 karyawan. Hubungan ini tidak disetujui oleh ibu Speer karena alasan perbedaan kelas, yang menganggap keluarga Weber memiliki status sosial lebih rendah. Terlepas dari penentangan tersebut, keduanya menikah di Berlin pada tanggal 28 Agustus 1928; butuh waktu tujuh tahun sebelum Margarete akhirnya diundang untuk menginap di rumah mertuanya.[14] Pasangan ini dikaruniai enam orang anak, tetapi Albert Speer menjadi semakin jauh dari keluarganya setelah tahun 1933. Hubungannya tetap renggang bahkan setelah ia dibebaskan dari penjara pada tahun 1966, meskipun anak-anaknya berusaha mempererat kembali hubungan mereka.[15]

Arsitek Partai dan pejabat pemerintah

Bergabung dengan Nazi (1931–1934)

250px-Bundesarchiv_Bild_183-V00555-3%2C_Obersalzberg%2C_Albert_Speer%2C_Adolf_Hitler.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer memperlihatkan sebuah proyek kepada Hitler di Obersalzberg.

Pada bulan Januari 1931, Speer mengajukan permohonan keanggotaan Partai Nazi, dan pada tanggal 1 Maret 1931, ia resmi menjadi anggota bernomor 474.481.[16][b] Pada tahun yang sama, dengan menyusutnya tunjangan di tengah-tengah masa Depresi, Speer melepas jabatannya sebagai asisten Tessenow dan pindah ke Mannheim dengan harapan dapat mencari nafkah sebagai arsitek. Setelah gagal melakukannya, ayahnya memberinya pekerjaan paruh waktu sebagai pengelola properti miliknya. Pada bulan Juli 1932, keluarga Speer mengunjungi Berlin untuk membantu Partai menjelang pemilihan umum Reichstag. Saat mereka berada di sana, temannya yang merupakan pejabat Partai Nazi, Karl Hanke, merekomendasikan Speer kepada Joseph Goebbels untuk membantu merenovasi markas besar Partai di Berlin. Setelah tugas tersebut selesai, Speer kembali ke Mannheim dan tetap tinggal di sana ketika Hitler menjabat pada bulan Januari 1933.[18]

Penyelenggara Rapat Partai Nazi tahun 1933 meminta Speer untuk mengajukan rancangan acara tersebut, yang membawanya bertatap muka langsung dengan Hitler untuk pertama kalinya. Baik pihak penyelenggara maupun Rudolf Hess tidak bersedia mengambil keputusan untuk menyetujui rencana tersebut, dan Hess mengutus Speer ke apartemen Hitler di München untuk meminta persetujuannya.[19] Pekerjaan ini membawa Speer meraih jabatan nasional pertamanya sebagai "Komisaris Penyajian Artistik dan Teknis Rapat dan Demonstrasi Partai" Partai Nazi.[20]

Tak lama setelah Hitler berkuasa, ia mulai menyusun rencana untuk membangun kembali Reichskanzlei. Pada akhir tahun 1933, ia mengontrak Paul Troost untuk merenovasi seluruh bangunan tersebut. Hitler menunjuk Speer, yang karyanya untuk Goebbels telah membuat Hitler terkesan, untuk mengelola lokasi pembangunan di bawah Troost.[21] Sebagai Kanselir, Hitler memiliki tempat tinggal di gedung tersebut dan berkunjung setiap hari untuk menerima pengarahan dari Speer dan pengawas bangunan mengenai kemajuan renovasi. Seusai salah satu pengarahan ini, Hitler mengundang Speer untuk makan siang bersama, yang disambut dengan sangat antusias oleh Speer.[22] Speer dengan cepat menjadi bagian dari lingkaran dalam Hitler; ia diharapkan untuk menemuinya pada pagi hari untuk sekadar berjalan-jalan atau mengobrol, memberikan konsultasi mengenai masalah arsitektur, serta mendiskusikan gagasan-gagasan Hitler. Pada sebagian besar hari, ia diundang untuk makan malam bersama.[23][24]

Dalam memoar versi bahasa Inggrisnya, Speer menyatakan bahwa komitmen politiknya hanya sebatas membayar "iuran bulanan". Ia menganggap pembacanya di Jerman tidak akan mudah diperdaya dan memberi tahu mereka bahwa Partai Nazi menawarkan sebuah "misi baru". Ia bersikap lebih terbuka dalam sebuah wawancara dengan William Hamsher, saat ia menyatakan bahwa ia bergabung dengan partai tersebut demi menyelamatkan "Jerman dari Komunisme".[25] Seusai perang, ia mengeklaim tidak memiliki banyak ketertarikan pada politik sama sekali dan bergabung hampir secara kebetulan. Seperti banyak pemegang kekuasaan di Reich Ketiga, ia bukanlah seorang ideolog, "atau tidak lebih dari seorang anti-Semit intuitif."[16] Sejarawan Magnus Brechtken saat membahas Speer menyatakan bahwa Speer tidak pernah menyampaikan pidato publik yang anti-Yahudi dan bahwa antisemitismenya paling baik dipahami melalui tindakan-tindakannya—yang bersifat antisemitik.[26] Brechtken menambahkan bahwa, sepanjang hidup Speer, motif utamanya adalah untuk memperoleh kekuasaan, memerintah, dan meraih kekayaan.[27]

Arsitek Nazi (1934–1937)

Artikel utama: Arsitektur Nazi
250px-Bundesarchiv_Bild_183-1982-1130-502%2C_N%C3%BCrnberg%2C_Reichsparteitag%2C_Lichtdom.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lichtdom (Katedral Cahaya) di atas Zeppelintribune

Ketika Troost meninggal pada 21 Januari 1934, Speer secara efektif menggantikannya sebagai kepala arsitek Partai. Hitler mengangkat Speer sebagai kepala Kantor Pusat Pembangunan, yang menempatkannya secara nominal di bawah staf Hess.[28]

Salah satu tugas pertama Speer setelah kematian Troost adalah Stadion Zeppelinfeld di Nürnberg. Stadion tersebut digunakan untuk rapat-rapat propaganda Nazi dan dapat dilihat dalam film propaganda karya Leni Riefenstahl, Triumph des Willens. Bangunan ini mampu menampung 340.000 orang.[29] Speer menghendaki agar sebanyak mungkin acara digelar pada malam hari, baik untuk menonjolkan efek pencahayaannya maupun untuk menyembunyikan para anggota Nazi yang kegemukan.[30] Nürnberg menjadi lokasi bagi banyak gedung resmi Nazi, dan masih banyak lagi gedung yang direncanakan. Jika saja dibangun, Deutsches Stadion di Nürnberg akan mampu menampung 400.000 penonton.[29] Speer memodifikasi rancangan Werner March untuk Stadion Olimpiade yang sedang dibangun untuk Olimpiade Musim Panas 1936. Ia menambahkan eksterior berbahan batu yang menyenangkan hati Hitler.[31] Speer merancang Paviliun Jerman untuk Pameran Internasional 1937 di Paris.[32]

Inspektur Bangunan Umum Berlin (1937–1942)

250px-Welthauptstadt_germania_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maket Große Halle (disebut pula Ruhmeshalle atau Volkshalle) beserta Gedung Reichstag dan Gerbang Brandenburg

Pada tanggal 30 Januari 1937, Hitler mengangkat Speer sebagai Inspektur Bangunan Umum untuk Ibu Kota Reich. Jabatan ini menyertakan pangkat Sekretaris Negara dalam pemerintahan Reich serta memberinya wewenang luar biasa atas pemerintah kota Berlin.[33] Ia bertanggung jawab langsung kepada Hitler dan independen baik dari wali kota maupun Gauleiter Berlin.[34] Hitler memerintahkan Speer untuk menyusun rencana pembangunan kembali Berlin. Rencana ini berpusat pada sebuah jalan adimarga megah sepanjang 5 km yang membujur dari utara ke selatan, jalan ini dinamai Speer Prachtstraße (Jalan Kemegahan);[35] ia juga menyebutnya sebagai "Poros Utara–Selatan".[36] Di ujung utara adimarga tersebut, Speer merencanakan pembangunan Volkshalle, sebuah aula pertemuan berkubah raksasa setinggi lebih dari 210 meter (700 ft) yang memiliki luas lantai untuk menampung 180.000 orang. Di ujung selatan jalan tersebut, direncanakan pembangunan sebuah gerbang kemenangan raksasa setinggi hampir 120 meter (400 ft) yang lubang bukaannya mampu memuat seluruh bangunan Arc de Triomphe. Stasiun-stasiun kereta api ujung (termini) di Berlin yang ada saat itu akan dibongkar dan dua stasiun baru berukuran besar akan dibangun.[37] Speer mempekerjakan Wolters sebagai bagian dari tim perancangnya dengan tanggung jawab khusus untuk Prachtstraße.[38] Meletusnya Perang Dunia II pada tahun 1939 menyebabkan penundaan dan yang pada akhirnya pembatalan rencana-rencana tersebut.[39] Kelak setelah kapitulasi Nazi, Speer sendiri menganggapnya "mengerikan".[40]

250px-Bundesarchiv_Bild_146III-373%2C_Modell_der_Neugestaltung_Berlins_%28%22Germania%22%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kubah Besar Volkshalle terlihat di bagian atas maket rencana Hitler untuk Berlin ini.

Rencana untuk membangun Reichskanzlei yang baru telah berjalan sejak tahun 1934. Lahan telah dibeli pada akhir tahun 1934 dan mulai bulan Maret 1936, bangunan-bangunan pertama dihancurkan untuk memberi ruang di Voßstraße.[41] Speer terlibat hampir sejak awal. Setelah peristiwa Malam Pisau-Pisau Panjang, ia ditugaskan untuk merenovasi Palais Borsig di sudut Voßstraße dan Wilhelmstraße sebagai markas besar Sturmabteilung (SA).[42] Ia menyelesaikan pekerjaan pendahuluan untuk Reichskanzlei baru tersebut pada bulan Mei 1936. Pada bulan Juni 1936, ia mengenakan honorarium pribadi sebesar 30.000 Reichsmark dan memperkirakan Reichskanzlei akan selesai dalam waktu tiga hingga empat tahun. Rencana terperinci diselesaikan pada bulan Juli 1937 dan kerangka awal gedung Reichskanzlei yang baru selesai pada tanggal 1 Januari 1938. Pada tanggal 27 Januari 1938, Speer menerima kuasa penuh dari Hitler untuk menyelesaikan Reichskanzlei baru tersebut paling lambat tanggal 1 Januari 1939. Untuk tujuan propaganda, Hitler mengeklaim saat upacara penyelesaian kerangka bangunan pada tanggal 2 Agustus 1938 bahwa ia telah memerintahkan Speer untuk menyelesaikan Reichskanzlei baru tersebut pada tahun itu juga.[43] Kekurangan tenaga kerja membuat para pekerja konstruksi harus bekerja dalam giliran kerja selama 10 hingga 12 jam.[44] SS membangun dua kamp konsentrasi pada tahun 1938 dan memanfaatkan para tahanan untuk menambang batu bagi pembangunannya. Atas perintah Speer, sebuah pabrik batu bata dibangun di dekat Kamp Konsentrasi Oranienburg; ketika seseorang mengomentari kondisi buruk di sana, Speer menyatakan, "Orang-orang Yahudi sudah terbiasa membuat batu bata sewaktu dalam perbudakan di Mesir".[45] Gedung Reichskanzlei ini selesai dibangun pada awal bulan Januari 1939.[44] Bangunan itu sendiri disanjung oleh Hitler sebagai "puncak kejayaan kekaisaran politik Jerman Raya".[44]

250px-Adolf_Hitler_in_Paris_1940.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hitler di Paris pada tahun 1940 bersama Speer (kiri) dan pemahat Arno Breker

Selama proyek Reichskanzlei berlangsung, pogrom Kristallnacht terjadi. Speer sama sekali tidak menyebutkannya dalam draf pertama Erinnerungen. Baru atas saran mendesak dari penerbitnya, ia menambahkan bagian yang menyebutkan bahwa ia melihat puing-puing Sinagoge Pusat di Berlin dari mobilnya.[46] Kristallnacht mempercepat upaya Speer yang sedang berlangsung untuk mengusir warga Yahudi Berlin dari rumah-rumah mereka. Sejak tahun 1939, Departemen yang dipimpin Speer memanfaatkan Undang-Undang Nürnberg untuk mengusir penyewa Yahudi dari pemilik tanah non-Yahudi di Berlin, demi memberi ruang bagi penyewa non-Yahudi yang terusir oleh pembangunan kembali atau pengeboman.[47] Pada akhirnya, sebanyak 75.000 warga Yahudi terusir oleh tindakan-tindakan ini.[48] Speer membantah mengetahui bahwa mereka diangkut dengan Kereta Holokaus dan mengeklaim bahwa mereka yang dipindahkan "sepenuhnya bebas dan keluarga mereka masih berada di apartemen mereka".[49] Ia juga menyatakan: " ... dalam perjalanan menuju kementerian saya di jalan raya kota, saya dapat melihat ... kerumunan orang di peron Stasiun Kereta Api Nikolassee di dekatnya. Saya tahu bahwa mereka pastilah warga Yahudi Berlin yang sedang dievakuasi. Saya yakin perasaan tertekan melanda saya saat melintas. Saya menduga saya merasakan adanya peristiwa yang kelam."[49] Matthias Schmidt menyatakan bahwa Speer pernah memeriksa kamp-kamp konsentrasi secara langsung dan menggambarkan komentar-komentar Speer tersebut sebagai "lelucon kosong belaka".[50] Martin Kitchen menggambarkan ucapan Speer yang sering diulang-ulang bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang "hal-hal mengerikan" itu sebagai hal yang hampa—ia tidak hanya menyadari sepenuhnya nasib warga Yahudi, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam penganiayaan terhadap mereka.[51]

Ketika Jerman memulai Perang Dunia II di Eropa, Speer membentuk satuan-satuan reaksi cepat untuk membangun jalan atau membersihkan puing-puing; tidak lama kemudian, unit-unit ini digunakan untuk membersihkan lokasi-lokasi pengeboman.[52] Speer memanfaatkan tenaga kerja paksa Yahudi dalam proyek-proyek ini, di samping pekerja reguler Jerman.[53] Konstruksi untuk rencana-rencana pembangunan Berlin dan Nürnberg terhenti saat perang pecah. Meskipun penimbunan bahan bangunan dan pekerjaan lainnya tetap berlanjut, proses ini melambat hingga akhirnya terhenti total seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya untuk industri persenjataan.[54] Kantor-kantor Speer menjalankan pekerjaan pembangunan untuk setiap cabang militer, serta untuk SS, dengan menggunakan pekerja paksa.[53] Pekerjaan pembangunan yang dilakukan Speer menjadikannya salah satu sosok terkaya di kalangan elite Nazi.[55]

Menteri Persenjataan

Pengangkatan dan peningkatan kekuasaan

330px-Bundesarchiv_Bild_146-1968-036-22%2C_Albert_Speer_in_Lissabon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Albert Speer dalam sebuah pameran di Lisboa pada tahun 1942 bersama Presiden Portugal, Óscar Carmona, kedua dari kiri

Sebagai salah satu pria yang lebih muda dan lebih ambisius di lingkaran dalam Hitler, Speer mulai mendekati puncak kekuasaannya. Pada tahun 1938, Menteri Presiden Prusia Hermann Göring mengangkatnya ke dalam Dewan Negara Prusia.[56] Pada bulan September 1941, ia diangkat menjadi anggota Reichstag, mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kematian seorang Alter Kämpfer, Hermann Kriebel.[57] Ia mewakili daerah pemilihan 2 (Berlin Barat).[58] Pada tanggal 8 Februari 1942, Menteri Persenjataan dan Amunisi Reich Fritz Todt tewas dalam kecelakaan pesawat tak lama setelah lepas landas dari markas timur Hitler di Rastenburg. Malam sebelumnya, Speer tiba di sana dan menerima tawaran Todt untuk terbang bersamanya ke Berlin. Speer membatalkannya beberapa jam sebelum lepas landas karena pada malam sebelumnya ia begadang dalam sebuah rapat bersama Hitler.[59] Hitler menunjuk Speer untuk menggantikan posisi Todt. Martin Kitchen, seorang sejarawan Britania, menyatakan bahwa pilihan tersebut tidaklah mengejutkan. Speer setia kepada Hitler, dan pengalamannya membangun kamp-kamp tawanan perang serta struktur-struktur lain untuk militer membuatnya memenuhi kualifikasi untuk jabatan tersebut.[60] Speer menggantikan Todt tidak hanya sebagai Menteri Reich, tetapi juga di seluruh posisi kuatnya yang lain, termasuk Inspektur Jenderal Jalan Raya Jerman, Inspektur Jenderal Air dan Energi, serta Kepala Kantor Teknologi Partai Nazi.[58] Pada saat yang sama, Hitler juga mengangkat Speer sebagai kepala Organisation Todt, sebuah perusahaan konstruksi raksasa yang dikendalikan pemerintah.[61] Sesuai dengan wataknya, Hitler tidak memberi Speer wewenang kerja yang jelas; ia dibiarkan berebut kekuasaan dan kendali dengan rekan-rekan sejawatnya di dalam rezim. Sebagai contoh, ia ingin diberi wewenang atas seluruh urusan persenjataan di bawah Rencana Empat Tahun yang dipimpin Göring. Göring enggan memberikannya. Namun, Speer berhasil memperoleh dukungan Hitler, dan pada tanggal 1 Maret 1942, Göring menandatangani sebuah dekret yang menunjuk Speer sebagai "Kuasa Penuh Umum untuk Tugas-Tugas Persenjataan" dalam Rencana Empat Tahun.[62] Speer terbukti ambisius, tak kenal kompromi, dan kejam.[63] Speer bertekad untuk menguasai tidak hanya produksi persenjataan di tingkatan angkatan darat, melainkan di seluruh angkatan bersenjata.[63] Rival-rival politiknya tidak langsung menyadari bahwa seruan-seruannya untuk rasionalisasi dan reorganisasi sebenarnya menyembunyikan hasratnya untuk menyingkirkan mereka dan mengambil alih kendali.[64] Pada bulan April 1942, Speer telah membujuk Göring untuk membentuk sebuah Dewan Perencanaan Pusat beranggotakan tiga orang di dalam struktur Rencana Empat Tahun, yang digunakannya untuk memperoleh wewenang tertinggi atas pengadaan dan alokasi bahan mentah serta penjadwalan produksi guna mengonsolidasikan produksi perang Jerman ke dalam satu lembaga tunggal.[65]

Speer disanjung pada masa itu, serta pada era pascaperang, karena melakukan sebuah "keajaiban persenjataan" yang membuat produksi perang Jerman meningkat drastis. Keajaiban ini terhenti pada musim panas tahun 1943 akibat, di antara faktor-faktor lainnya, gelombang pengeboman strategis berkelanjutan Sekutu yang pertama.[66] Faktor-faktor lain mungkin berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan tersebut dibandingkan Speer sendiri. Produksi persenjataan Jerman sudah mulai menunjukkan peningkatan di bawah kepemimpinan pendahulunya, Todt. Persenjataan Kriegsmarine berada di bawah pengawasan Speer pada bulan Oktober 1943, sedangkan persenjataan Luftwaffe baru menyusul pada bulan Juni tahun berikutnya. Meskipun demikian, masing-masing cabang menunjukkan peningkatan produksi yang sebanding meski berada di luar kendali Speer.[67] Faktor lain yang memicu lonjakan produksi amunisi adalah kebijakan pengalokasian lebih banyak batu bara ke industri baja.[68] Produksi setiap jenis senjata mencapai puncaknya pada bulan Juni dan Juli 1944, tetapi kala itu terjadi kelangkaan bahan bakar yang parah. Setelah bulan Agustus 1944, pasokan minyak dari ladang-ladang di Rumania tidak lagi tersedia. Produksi minyak merosot begitu rendah sehingga tindakan ofensif apa pun menjadi tidak memungkinkan dan persenjataan hanya terbengkalai tak terpakai.[69]

Sebagai Menteri Persenjataan, Speer bertanggung jawab atas pasokan senjata ke angkatan darat.[70] Atas persetujuan penuh Hitler, ia memutuskan untuk memprioritaskan produksi tank, dan ia diberi kekuasaan yang tak tertandingi untuk menjamin keberhasilannya.[71] Hitler terlibat secara mendalam dalam perancangan tank, tetapi terus-menerus mengubah pikirannya mengenai spesifikasinya. Hal ini memperlambat program tersebut, dan Speer tidak mampu mengatasi situasi tersebut. Akibatnya, meskipun produksi tank menjadi prioritas tertinggi, relatif sedikit anggaran persenjataan yang dihabiskan untuk itu. Hal ini berujung pada kegagalan besar Angkatan Darat Jerman dalam Pertempuran Prokhorovka pada tahun 1943, sebuah titik balik utama di Front Timur melawan Tentara Merah Soviet.[72]

250px-Bundesarchiv_Bild_183-J16636%2C_Nordeuropa%2C_Eduard_Dietl%2C_Albert_Speer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer (menggunakan ban lengan Organisation Todt) dan Generaloberst Eduard Dietl di Bandar Udara Rovaniemi, Finlandia, Desember 1943

Sebagai kepala Organisation Todt, Speer terlibat langsung dalam pembangunan dan pengubahan kamp-kamp konsentrasi. Ia menyetujui perluasan Auschwitz dan beberapa kamp lainnya, mengalokasikan 13,7 juta Reichsmark agar pekerjaan tersebut dapat dijalankan. Hal ini memungkinkan pembangunan 300 barak tambahan di Auschwitz, sehingga meningkatkan kapasitas total manusia menjadi 132.000 orang. Termasuk dalam pekerjaan pembangunan tersebut adalah bahan-bahan untuk membangun kamar-kamar gas, krematorium, dan kamar jenazah. SS menyebut hal ini sebagai "Program Khusus Profesor Speer".[73]

Speer menyadari bahwa dengan dikerahkannya enam juta pekerja ke dalam angkatan bersenjata, terjadi kelangkaan tenaga kerja dalam ekonomi perang, dan tidak ada cukup pekerja untuk pabrik-pabriknya. Sebagai tanggapannya, Hitler menunjuk Fritz Sauckel sebagai "diktator tenaga kerja" untuk mendapatkan pekerja-pekerja baru.[74] Speer dan Sauckel bekerja sama secara erat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Speer.[75] Hitler memberi Sauckel kebebasan penuh untuk memperoleh tenaga kerja, hal yang sangat menyenangkan Speer yang telah meminta 1.000.000 pekerja "sukarela" demi memenuhi kebutuhan pekerja pabrik persenjataan. Sauckel memerintahkan penggerebekan seluruh desa di Prancis, Belanda, dan Belgia secara paksa lalu mengangkut warga mereka ke pabrik-pabrik Speer.[76] Sauckel memperoleh pekerja baru yang sering kali menggunakan metode-metode paling kejam.[77] Di wilayah-wilayah pendudukan Uni Soviet yang menjadi sasaran aksi partisan, laki-laki dan perempuan sipil ditangkap secara massal dan dikirim untuk bekerja secara paksa di Jerman.[78] Pada bulan April 1943, Sauckel telah memasok 1.568.801 pekerja "sukarela", pekerja paksa, tawanan perang, dan tahanan kamp konsentrasi kepada Speer untuk dimanfaatkan di pabrik-pabrik persenjataannya. Atas perlakuan buruk terhadap orang-orang inilah Speer utamanya dipidana dalam Pengadilan Nürnberg.[79]

Konsolidasi produksi persenjataan

250px-Bundesarchiv_Bild_183-H28426%2C_A._Speer%2C_E._Milch%2C_W._Messerschmitt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer bersama Generalfeldmarschall Luftwaffe Erhard Milch dan perancang pesawat Willy Messerschmitt, Mei 1944

Setelah pengangkatannya sebagai Menteri Persenjataan, Speer pada awalnya hanya mengendalikan produksi persenjataan untuk Angkatan Darat. Ia juga mendambakan kendali atas produksi persenjataan untuk Luftwaffe dan Kriegsmarine. Ia mulai memperluas kekuasaan dan pengaruhnya dengan ambisi yang tidak terduga.[80] Hubungan dekatnya dengan Hitler memberinya perlindungan politik, sehingga ia mampu memperdaya dan mengungguli lawan-lawan politiknya di dalam rezim. Kabinet Hitler merasa cemas atas taktik-taktiknya, tetapi terlepas dari hal itu, ia berhasil menghimpun tanggung jawab baru serta kekuasaan yang lebih besar.[80] Pada bulan Juli 1943, ia telah memperoleh kendali atas produksi persenjataan untuk Luftwaffe dan Kriegsmarine.[81] Pada bulan Agustus 1943, ia mengambil alih kendali atas sebagian besar Kementerian Ekonomi, hingga menjadi "diktator ekonomi Eropa" sebagaimana dijuluki oleh Großadmiral Dönitz. Jabatan resminya diubah pada tanggal 2 September 1943 menjadi "Menteri Persenjataan dan Produksi Perang Reich". Ia telah menjadi salah satu orang paling berkuasa di Jerman Nazi.[80]

Speer dan direktur konstruksi kapal selam pilihannya, Otto Merker [de], meyakini bahwa industri pembuatan kapal terhambat oleh metode-metode kuno, dan bahwa pendekatan baru yang revolusioner dari pihak luar akan meningkatkan hasil produksi secara drastis.[82] Keyakinan ini terbukti keliru. Upaya Speer dan Merker untuk membangun generasi baru kapal selam Kriegsmarine—yaitu Tipe XXI dan Tipe XXIII—dalam bentuk bagian-bagian prafabrikasi di berbagai fasilitas terpisah alih-alih di satu galangan kapal tunggal justru berkontribusi pada kegagalan program yang sangat penting secara strategis ini. Rancangan kapal-kapal tersebut terburu-buru dimasukkan ke lini produksi, sehingga kapal-kapal selam yang selesai dibangun malah lumpuh akibat cacat konstruksi. Meskipun puluhan kapal selam berhasil dibangun, hanya sedikit yang benar-benar pernah beroperasi.[83]

Pada bulan Desember 1943, Speer mengunjungi para pekerja Organisation Todt di Lapland, tempat ia mengalami cedera lutut parah yang membuatnya tidak dapat menjalankan tugasnya selama beberapa bulan.[84] Ia berada di bawah perawatan yang mencurigakan dari Profesor Karl Gebhardt di sebuah klinik medis bernama Hohenlychen, tempat para pasiennya "secara misterius gagal bertahan hidup".[85] Pada pertengahan Januari 1944, Speer mengalami emboli paru-paru dan jatuh sakit parah. Demi mempertahankan kekuasaannya, ia tidak menunjuk seorang wakil dan terus mengarahkan kerja Kementerian Persenjataan dari tempat tidurnya. Masalah kesehatan Speer ini bersamaan waktunya dengan peristiwa "Big Week" Sekutu, yaitu serangkaian serangan pengeboman terhadap pabrik-pabrik pesawat Jerman yang menjadi pukulan telak bagi produksi pesawat terbang.[86] Rival-rival politiknya memanfaatkan kesempatan ini untuk merusak wewenangnya dan mencoreng reputasinya di hadapan Hitler. Ia kehilangan dukungan tanpa syarat dari Hitler dan mulai kehilangan kekuasaannya.[84]

250px-Hitler_at_the_Adlerhorst%2C_January_1945_with_%28l-r%29_Albert_Speer%2C_Colonel-General_Alfred_Jodl%2C_Field_Marshal_Wilhelm_Keitel_and_Joachim_von_Ribbentrop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Luar Negeri Joachim von Ribbentrop, Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel, Generaloberst Alfred Jodl, dan Menteri Persenjataan Albert Speer menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru "kepada sang Führer" tanggal 1 Januari 1945.

Sebagai tanggapan terhadap peristiwa Big Week Sekutu, Adolf Hitler mengizinkan pembentukan komite Jägerstab. Tujuannya adalah untuk memastikan kelangsungan dan peningkatan produksi pesawat tempur. Satuan tugas ini dibentuk melalui perintah Speer pada tanggal 1 Maret 1944, dengan dukungan dari Erhard Milch dari Kementerian Penerbangan Reich.[87] Produksi pesawat tempur Jerman meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 1943 dan 1944.[88] Namun, pertumbuhan tersebut sebagian besar terdiri atas model-model yang mulai usang dan terbukti menjadi sasaran empuk bagi pesawat-pesawat Sekutu.[89] Pada tanggal 1 Agustus 1944, Speer menggabungkan Jägerstab ke dalam komite Rüstungsstab yang baru dibentuk.[90]

Komite Jägerstab berperan penting dalam memicu peningkatan eksploitasi pekerja paksa dalam ekonomi perang.[91] SS menyediakan 64.000 tahanan dari berbagai kamp konsentrasi, termasuk Mittelbau-Dora, untuk 20 proyek terpisah. Para tahanan tersebut di antaranya dipekerjakan untuk Junkers, Messerschmitt, Henschel, dan BMW.[92] Untuk meningkatkan produksi, Speer menerapkan sistem hukuman bagi para pekerjanya. Mereka yang berpura-pura sakit, bermalas-malasan, melakukan sabotase produksi, atau mencoba melarikan diri tidak diberi makan atau dikirim ke kamp-kamp konsentrasi. Pada tahun 1944, tindakan ini menjadi marak; lebih dari setengah juta pekerja ditangkap.[93] Pada saat itu, 140.000 orang bekerja di pabrik-pabrik bawah tanah milik Speer. Pabrik-pabrik ini merupakan jebakan maut; kedisiplinan diterapkan secara brutal, disertai eksekusi secara berkala. Sebagai contoh, di pabrik bawah tanah Dora terdapat begitu banyak mayat hingga krematorium kelebihan beban melebihi kapasitasnya. Staf Speer sendiri menggambarkan kondisi di sana sebagai "neraka".[94]

Kemajuan teknologi terbesar di bawah komando Speer dicapai melalui program roket. Program tersebut dimulai pada tahun 1932, tetapi belum memasok persenjataan apa pun. Speer mendukung program ini secara antusias dan pada bulan Maret 1942 memesan roket A4, pendahulu dari rudal balistik pertama di dunia, Roket V-2. Roket-roket tersebut diteliti di sebuah fasilitas di Peenemünde bersama dengan Bom terbang V-1. Sasaran pertama V-2 adalah Paris pada tanggal 8 September 1944. Meskipun canggih, program ini terbukti menjadi penghambat bagi ekonomi perang. Investasi modal yang besar tidak sebanding dengan efektivitas militernya.[95] Roket-roket ini dibangun di sebuah pabrik bawah tanah di Mittelwerk. Tenaga kerja untuk membangun roket A4 berasal dari kamp konsentrasi Mittelbau-Dora. Dari 60.000 orang yang berakhir di kamp tersebut, 20.000 orang tewas akibat kondisi yang mengerikan.[94]

Mengenai hal ini, sejarawan Charles Dick menunjukkan bahwa di bawah arahan Speer, Organisation Todt (yang bertanggung jawab atas proyek-proyek seperti V-2 dan produksi pesawat jet tempur) mengintensifkan aparatur pekerja paksa—dengan mereorganisasi struktur kelembagaannya[96] serta mengerahkan para pekerja paksa ke dalam proyek-proyek konstruksi bawah tanah—dan dalam prosesnya, memperparah angka kematian yang sudah sangat katastrofis.[97] Oleh karena itu, Dick menyimpulkan bahwa Speer, tidak kalah dibanding pendahulunya, menanggung tanggung jawab substansial baik atas Holokaus maupun angka kematian dari program pekerja paksa Nazi—sebuah kesalahan yang menempatkannya di antara para pelaku kejahatan dari rezim tersebut.[98]

Pada tanggal 14 April 1944, Speer kehilangan kendali atas Organisation Todt yang beralih ke tangan wakilnya, Franz Xaver Dorsch.[99] Ia menentang upaya pembunuhan terhadap Hitler pada tanggal 20 Juli 1944. Ia tidak terlibat dalam plot tersebut dan hanya memainkan peran kecil dalam upaya rezim untuk merebut kembali kendali atas Berlin setelah Hitler selamat.[100] Setelah plot tersebut, rival-rival Speer menyerang beberapa sekutu terdekatnya dan sistem manajemennya tidak lagi disukai oleh kelompok radikal di dalam partai. Ia kembali kehilangan lebih banyak wewenang.[101]

Kekalahan Jerman Nazi

250px-Nazi_Personalities_BU6713.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer (kiri), Karl Dönitz, dan Alfred Jodl (kanan) setelah penangkapan mereka oleh Angkatan Darat Britania di Flensburg, Jerman Utara, pada bulan Mei 1945

Hilangnya wilayah-wilayah kekuasaan dan perluasan dramatis dari kampanye pengeboman strategis Sekutu menyebabkan runtuhnya ekonomi Jerman sejak akhir tahun 1944. Serangan udara terhadap jaringan transportasi sangat efektif, karena memutus pusat-pusat produksi utama dari pasokan batu bara yang krusial.[102] Pada bulan Januari 1945, Speer memberi tahu Goebbels bahwa produksi persenjataan masih dapat dipertahankan setidaknya selama satu tahun.[103] Namun, ia menyimpulkan bahwa perang telah kalah setelah pasukan Soviet merebut wilayah industri penting di Silesia pada akhir bulan tersebut.[104] Meskipun demikian, Speer percaya bahwa Jerman harus melanjutkan perang selama mungkin dengan tujuan memperoleh syarat-syarat yang lebih baik dari Sekutu dibandingkan penyerahan tanpa syarat yang mereka desakkan.[105] Selama bulan Januari dan Februari, Speer mengeklaim bahwa kementeriannya akan menyerahkan "senjata-senjata penentu" dan peningkatan besar dalam produksi persenjataan yang akan "membawa perubahan dramatis di medan perang".[106] Speer memperoleh kendali atas jaringan kereta api pada bulan Februari, dan meminta Heinrich Himmler untuk menyediakan para tahanan kamp konsentrasi demi bekerja memperbaikinya.[107]

250px-%C3%9Cberlebende_KZ_M%C3%BChldorf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyintas Kamp Konsentrasi Mühldorf saat pembebasan pada tahun 1945. Mühldorf memasok pekerja paksa untuk proyek Weingut I.

Pada pertengahan Maret, Speer telah menerima kenyataan bahwa ekonomi Jerman akan runtuh dalam delapan minggu ke depan. Meskipun ia berupaya menggagalkan arahan untuk menghancurkan fasilitas-fasilitas industri di daerah-daerah yang berisiko direbut agar fasilitas tersebut dapat digunakan seusai perang, ia masih tetap mendukung berlanjutnya peperangan. Speer menyampaikan sebuah memorandum kepada Hitler pada tanggal 15 Maret. Memorandum ini merinci situasi ekonomi Jerman yang genting dan meminta persetujuan untuk menghentikan penghancuran infrastruktur. Tiga hari kemudian, ia juga mengusulkan kepada Hitler agar sisa-sisa sumber daya militer Jerman dikonsentrasikan di sepanjang Sungai Rhein dan Wisła sebagai upaya untuk memperpanjang pertempuran. Hal ini mengabaikan realitas militer, karena angkatan bersenjata Jerman tidak mampu menandingi kekuatan Sekutu dan sedang menghadapi kekalahan total.[108][109] Hitler menolak usulan Speer untuk menghentikan penghancuran. Sebaliknya, ia mengeluarkan "Dekret Nero" pada tanggal 19 Maret, yang menyerukan penghancuran seluruh infrastruktur saat angkatan darat mundur. Speer sangat terkejut oleh perintah ini dan membujuk beberapa tatanan penting militer dan politik untuk mengabaikannya.[110] Dalam sebuah pertemuan dengan Speer pada tanggal 28 atau 29 Maret, Hitler mencabut dekret tersebut dan memberinya wewenang atas tindakan penghancuran.[111] Speer menghentikannya, meskipun pihak tentara tetap terus meledakkan jembatan-jembatan.[112][c]

Pada bulan April, hanya sedikit yang tersisa dari industri persenjataan, dan Speer hampir tidak memiliki tugas resmi lagi.[113] Speer mengunjungi Führerbunker untuk terakhir kalinya pada tanggal 22 April. Ia menemui Hitler dan mengelilingi gedung Reichskanzlei yang telah rusak sebelum meninggalkan Berlin untuk kembali ke Hamburg.[114] Speer kelak mengeklaim dalam memoarnya bahwa dalam kunjungan tersebut ia "mengaku kepada Hitler [...] bahwa ia melanggar kebijakan 'bumi hangus'-nya",[115] sebuah klaim yang digambarkan sebagai "rekaan belaka"[115] oleh sejarawan Richard J. Evans.

Pada minggu kedua bulan April, Speer juga bersekongkol dengan Oberst Siegfried Knemeyer—kepala pengembangan teknis Luftwaffe yang juga seorang penerbang berpengalaman—untuk menyita sebuah pesawat BV 222 dan menerbangkannya ke Greenland dari bandar udara Travemünde di sebelah utara Berlin.[116]

Pada tanggal 29 April, sehari sebelum bunuh diri, Hitler mendiktekan wasiat politik terakhir yang mencoret Speer dari pemerintahan penerusnya. Speer hendak digantikan oleh bawahannya, Karl-Otto Saur.[117] Speer merasa kecewa karena Hitler tidak memilihnya sebagai penerusnya.[118]

Setelah kematian Hitler, Speer menawarkan jasanya kepada penerus Hitler, Karl Dönitz.[119] Pada tanggal 2 Mei, Dönitz meminta Lutz Graf Schwerin von Krosigk untuk membentuk pemerintahan baru, dan diskusi mengenai pembentukan kabinet berlanjut selama beberapa hari berikutnya. Pada tanggal 5 Mei, Schwerin von Krosigk memperkenalkan kabinetnya (yang dikenal sebagai Pemerintahan Flensburg) dan Speer ditunjuk sebagai Menteri Industri dan Produksi.[120] Terhitung sejak 10 Mei, Speer memberikan berbagai informasi kepada Sekutu mengenai dampak perang udara serta berbagai topik luas lainnya. Pada tanggal 23 Mei, dua minggu setelah penyerahan pasukan Jerman, pasukan Britania menangkap para anggota Pemerintahan Flensburg dan secara resmi mengakhiri keberadaan Jerman Nazi.[121]

Pascaperang

Pengadilan Nürnberg

Artikel utama: Pengadilan Nürnberg
250px-Albert-Speer-72-929.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer pada Pengadilan Nürnberg

Speer dibawa ke beberapa pusat internir pejabat Nazi dan diinterogasi. Pada bulan September 1945, ia diberitahu bahwa ia akan diadili atas kejahatan perang, dan beberapa hari kemudian, ia dipindahkan ke Nürnberg serta dipenjarakan di sana.[122] Speer didakwa atas empat tuduhan: berpartisipasi dalam rencana bersama atau konspirasi untuk melakukan kejahatan terhadap perdamaian; merencanakan, memprakarsai, dan mengobarkan perang agresi serta kejahatan terhadap perdamaian lainnya; kejahatan perang; serta kejahatan terhadap kemanusiaan.[123]

Jaksa penuntut umum utama Amerika Serikat, Robert H. Jackson, dari Mahkamah Agung Amerika Serikat, menyatakan, "Speer ikut serta dalam merencanakan dan menjalankan program untuk memaksa tawanan perang dan pekerja asing ke dalam industri perang Jerman, yang hasilnya melonjak drastis sementara para pekerjanya merana akibat kelaparan."[124] Pengacara Speer, Hans Flächsner, berhasil membedakan posisi Speer dari para terdakwa lainnya[125] dan mencitrakannya sebagai seorang seniman yang terlempar ke dalam kehidupan politik serta selalu tetap menjadi sosok nonideologis.[126]

Speer dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, terutama atas penggunaan kerja paksa dan pekerja paksa. Ia dibebaskan dari dua tuduhan lainnya. Ia mengeklaim tidak mengetahui rencana pemusnahan Nazi dan pihak Sekutu tidak memiliki bukti bahwa ia menyadarinya. Klaimnya terbukti palsu dalam sebuah korespondensi pribadi yang ditulis pada tahun 1971 dan diungkapkan kepada publik pada tahun 2007.[127] Pada tanggal 1 Oktober 1946, ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.[128] Meskipun tiga dari delapan hakim (dua hakim Soviet dan hakim Amerika Serikat Francis Biddle) mendukung hukuman mati bagi Speer, hakim-hakim lainnya tidak menyetujuinya, hingga putusan kompromi dicapai setelah diskusi selama dua hari.[129]

Penjara

Pada tanggal 18 Juli 1947, Speer dipindahkan ke Penjara Spandau di Berlin untuk menjalani masa hukumannya.[130] Di sana ia dikenal sebagai Tahanan Nomor Lima.[131] Orang tua Speer meninggal dunia sewaktu ia dipenjara. Ayahnya, yang meninggal pada tahun 1947, membenci Nazi dan hanya berdiam diri ketika bertemu Hitler. Ibunya meninggal pada tahun 1952. Sebagai anggota Partai Nazi, sang ibu sangat menikmati saat-saat makan malam bersama Hitler.[5] Wolters dan sekretaris lama Speer, Annemarie Kempf, meskipun tidak diizinkan berkomunikasi secara langsung dengan Speer di Spandau, melakukan apa yang mereka bisa untuk membantu keluarganya dan menjalankan permintaan-permintaan yang dituliskan Speer dalam surat-surat kepada istrinya—satu-satunya komunikasi tertulis yang diizinkan secara resmi untuknya. Mulai tahun 1948, Speer memanfaatkan bantuan Toni Proost, seorang juru rawat Belanda yang bersimpati padanya, untuk menyelundupkan surat dan karya-karya tulisnya.[132]

250px-6th_Inf_Regt_Spandau_Prison_1951.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Speer menghabiskan sebagian besar masa hukumannya di Penjara Spandau.

Pada tahun 1949, Wolters membuka sebuah rekening bank untuk Speer dan mulai menggalang dana di antara para arsitek dan industrialis yang telah memetik keuntungan dari kegiatan-kegiatan Speer selama perang. Pada awalnya, dana tersebut hanya digunakan untuk menyokong keluarga Speer, khususnya pendidikan anak-anaknya. Namun, lambat laun uang tersebut makin banyak digunakan untuk tujuan-tujuan lain, seperti pembayaran kepada para kurir termasuk Proost dan suap bagi pihak-pihak yang mungkin dapat mengupayakan pembebasan Speer. Begitu Speer mengetahui keberadaan dana tersebut, ia mengirimkan instruksi-instruksi terperinci mengenai apa yang harus dilakukan terhadap uang itu.[132]

Para tahanan dilarang menulis memoar. Namun, Speer berhasil mengirimkan tulisan-tulisannya kepada Wolters, yang pada akhirnya mencapai 20.000 halaman.[133] Ia telah menyelesaikan memoarnya pada bulan November 1953, yang kemudian menjadi dasar bagi buku Erinnerungen.[134] Dalam Spandauer Tagebücher, Speer bertujuan menampilkan dirinya sebagai pahlawan tragis yang telah membuat perjanjian Faustian, tempat ia harus menanggung hukuman penjara yang berat sebagai akibatnya.[135]

Sebagian besar energi Speer dicurahkan untuk menjaga kebugaran, baik secara fisik maupun mental, selama masa penahanannya yang panjang.[136] Spandau memiliki halaman tertutup yang luas, tempat para tahanan dialokasikan petak-petak tanah untuk berkebun. Speer membuat taman yang dirancang rumit, lengkap dengan halaman rumput, petak bunga, semak-semak, dan pohon buah-buahan.[137] Untuk membuat jalan-jalan harian di sekeliling taman menjadi lebih menarik, Speer melakukan perjalanan imajiner keliling dunia. Speer memulai "perjalanan"-nya dari Berlin lalu menuju ke timur melintasi seluruh Eurasia, menyeberangi Selat Bering menuju Alaska, dan kemudian bepergian ke selatan menyusuri pantai barat Amerika Utara. Dengan mengukur secara cermat jarak yang ditempuh setiap hari, ia memetakan jarak-jarak tersebut ke dalam geografi dunia nyata. Ia telah berjalan lebih dari 30.000 kilometer (19.000 mi), mengakhiri masa hukumannya di dekat Guadalajara, Meksiko.[138] Speer juga membaca, mempelajari jurnal-jurnal arsitektur, serta memperdalam bahasa Inggris dan Prancis. Dalam tulisan-tulisannya, Speer mengeklaim telah menamatkan lima ribu buku sewaktu berada di penjara. Masa hukumannya yang berdurasi 20 tahun berjumlah 7.305 hari, yang berarti hanya menyisakan waktu satu setengah hari per buku.[139]

Para pendukung Speer terus menyuarakan desakan bagi pembebasannya. Di antara mereka yang memberikan dukungan agar hukumannya dikurangi adalah Charles de Gaulle dan diplomat Amerika Serikat George Wildman Ball.[140] Willy Brandt merupakan salah satu pendukung pembebasannya,[141] dan menghentikan proses denazifikasi terhadap dirinya,[142] yang dapat mengakibatkan penyitaan atas harta bendanya.[143] Upaya-upaya Speer untuk memperoleh pembebasan lebih awal tidak membuahkan hasil. Uni Soviet, yang telah menuntut hukuman mati pada saat pengadilan, tidak bersedia mempertimbangkan pengurangan hukuman.[144] Speer menjalani masa hukumannya secara penuh dan dibebaskan pada tengah malam tanggal 1 Oktober 1966.[145]

Pembebasan dan kehidupan selanjutnya

Pembebasan Speer dari penjara menjadi peristiwa media berskala global. Para wartawan dan fotografer memadati jalanan di luar Spandau serta lobi Hotel Berlin, tempat Speer menginap.[146] Ia tidak banyak bicara, menyimpan sebagian besar komentarnya untuk sebuah wawancara utama yang diterbitkan di Der Spiegel pada bulan November 1966.[147] Meskipun menyatakan berharap dapat melanjutkan kariernya sebagai arsitek, satu-satunya proyeknya—sebuah kolaborasi untuk sebuah pabrik bir—tidak berhasil.[15] Sebagai gantinya, ia merevisi tulisan-tulisannya dari Spandau menjadi dua buku autobiografi, Erinnerungen[148] dan Spandauer Tagebücher. Ia kelak menerbitkan sebuah karya mengenai Himmler dan SS, yang diberi judul Der Sklavenstaat – Meine Auseinandersetzung mit der SS. Speer dibantu dalam menyusun karya-karya tersebut oleh Joachim Fest dan Wolf Jobst Siedler dari rumah penerbitan Ullstein.[149] Ia mendapati dirinya tidak mampu membangun kembali hubungan dengan anak-anaknya, bahkan dengan putranya Albert, yang juga menjadi seorang arsitek. Menurut putri Speer, Hilde Schramm, "Satu per satu, saudara perempuan dan laki-laki saya menyerah. Tidak ada komunikasi."[150] Ia memberikan dukungan finansial bagi saudaranya, Hermann, seusai perang. Namun, saudaranya yang lain, Ernst, tewas dalam Pertempuran Stalingrad, meskipun orang tua mereka berulang kali meminta Speer untuk memulangkannya.[5]

Setelah dibebaskan dari Spandau, Speer menyumbangkan Chronik, catatan harian pribadinya, ke Arsip Federal Jerman. Catatan tersebut telah disunting oleh Wolters dan sama sekali tidak menyebutkan tentang orang-orang Yahudi.[151] David Irving menemukan ketidaksesuaian antara Chronik yang telah disunting secara menyesatkan tersebut dengan dokumen-dokumen independen. Speer meminta Wolters untuk memusnahkan materi yang telah ia hilangkan dari sumbangannya, tetapi Wolters menolak dan menyimpan salinan aslinya.[152] Persahabatan Wolters dengan Speer memburuk, dan setahun sebelum kematian Speer, Wolters memberi Matthias Schmidt akses ke Chronik yang belum disunting. Schmidt menulis buku pertama yang sangat kritis terhadap Speer.[153]

Memoar-memoar Speer meraih kesuksesan. Ia memberikan dalih bagi warga Jerman generasi tua yang dulunya merupakan anggota Nazi: jika Speer, yang begitu dekat dengan Hitler, tidak mengetahui secara penuh skala kejahatan rezim Nazi dan hanya "menjalankan perintah", maka mereka dapat mengatakan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa mereka pun melakukan hal yang sama.[154] Begitu besarnya kebutuhan untuk memercayai "mitos Speer" ini sehingga Fest dan Siedler mampu memperkuatnya, bahkan di tengah makin banyaknya bukti sejarah yang menentangnya.[155]

Kematian

250px-A_speer_grab-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Speer di Heidelberg

Speer sangat terbuka bagi para sejarawan dan pihak-pihak lain yang hendak meminta keterangan.[156] Pada bulan Oktober 1973, ia melakukan perjalanan pertamanya ke Britania Raya, terbang ke London untuk diwawancarai dalam acara Midweek di BBC.[157] Pada tahun yang sama, ia tampil dalam program televisi The World at War. Speer kembali ke London pada tahun 1981 untuk berpartisipasi dalam program Newsnight di BBC. Ia mengalami strok dan meninggal dunia di London pada tanggal 1 September.[158]

Ia tetap menikah dengan istrinya, tetapi ia menjalin hubungan dengan seorang wanita Jerman yang tinggal di London dan sedang bersamanya saat ia meninggal.[159] Putrinya, Margret Nissen, menulis dalam memoarnya pada tahun 2005 bahwa setelah dibebaskan dari Spandau, ia menghabiskan seluruh waktunya untuk membangun "Mitos Speer".[160]

Mitos Speer

Setelah dibebaskan dari Spandau, Speer mencitrakan dirinya sebagai "Nazi yang baik".[161] Ia berpendidikan tinggi, berasal dari kelas menengah, dan borjuis, serta dapat membedakan dirinya dari orang-orang yang, dalam benak masyarakat umum, menjadi tipikal "Nazi yang jahat".[162] Dalam memoar dan wawancara-wawancaranya, ia memutarbalikkan kebenaran serta melakukan begitu banyak pengabaian fakta penting hingga kebohongan-kebohongannya dikenal sebagai "mitos".[163] Speer bahkan merekayasa kondisi kelahirannya sendiri, dengan menyatakan secara tidak benar bahwa ia lahir pada tengah hari di tengah gemuruh petir dan dentang lonceng Gereja Kristus di dekat rumahnya, padahal ia lahir antara pukul tiga hingga lima sore, dan gereja tersebut baru dibangun beberapa tahun kemudian.[164] Speer membawa pembuatan mitosnya ke tingkat media massa dan "permohonan maafnya yang licik" sering kali direproduksi di Jerman pascaperang.[163] Isabell Trommer menulis dalam biografinya tentang Speer bahwa Fest dan Siedler adalah rekan penulis memoar Speer sekaligus rekan pencipta mitos-mitosnya.[165] Sebagai imbalannya, mereka dibayar sangat mahal dalam bentuk royalti dan insentif keuangan lainnya.[166] Speer, Siedler, dan Fest telah mengonstruksi citra "Nazi yang baik" yang bertahan selama berdekade-dekade, meskipun bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa citra tersebut tidak benar.[167]

Foto hitam putih sekelompok pria berjas bisnis mengangkat tangan kanan mereka dalam hormat Nazi
Speer dalam sebuah kunjungan ke pabrik amunisi pada bulan Mei 1944

Speer telah mengonstruksi citra dirinya secara cermat sebagai seorang teknokrat apolitis yang sangat menyesal karena gagal menemukan kejahatan-kejahatan mengerikan dari Reich Ketiga.[168] Konstruksi ini diterima mentah-mentah oleh sejarawan Hugh Trevor-Roper saat menyelidiki kematian Adolf Hitler untuk Intelijen Britania dan ketika menulis The Last Days of Hitler. Trevor-Roper sering merujuk Speer sebagai "seorang teknokrat [yang] memelihara filosofi seorang teknokrat", sosok yang hanya peduli pada proyek-proyek pembangunannya atau tugas-tugas kementeriannya, dan menganggap politik tidak relevan, setidaknya sampai lahirnya Dekret Nero Hitler yang menurut pengakuannya sendiri, diupayakan Speer secara tekun untuk ditentang. Trevor-Roper—yang menyebut Speer sebagai seorang jenius administratif yang naluri dasarnya damai dan konstruktif—bagaimanapun tetap mengecam Speer atas kegagalannya dalam menyadari ketidakmoralan Hitler dan Nazisme, serta menyebutnya sebagai "penjahat yang sesungguhnya dari Jerman Nazi":[169]

Selama sepuluh tahun ia duduk di pusat kekuasaan politik; kecerdasannya yang tajam mendiagnosis sifat dasar serta mengamati mutasi pemerintahan dan kebijakan Nazi; ia melihat dan memandang rendah tokoh-tokoh di sekitarnya; ia mendengar perintah-perintah mereka yang keterlaluan dan memahami ambisi-ambisi mereka yang fantastis; Namun, ia tidak berbuat apa-apa. Dengan menganggap politik tidak relevan, ia memalingkan muka dan membangun jalan, jembatan, serta pabrik, sementara konsekuensi logis dari pemerintahan oleh orang-orang gila mulai bermunculan. Pada akhirnya, ketika kemunculan konsekuensi tersebut membawa kehancuran bagi seluruh karyanya, Speer menerima akibatnya dan bertindak. Namun saat itu sudah terlambat; Jerman telah hancur.[170]

Setelah kematian Speer, Matthias Schmidt menerbitkan sebuah buku yang membuktikan bahwa Speer telah memerintahkan pengusiran warga Yahudi dari rumah-rumah mereka di Berlin.[171] Pada tahun 1999, para sejarawan telah membuktikan secara meyakinkan bahwa Speer telah berbohong secara ekstensif.[172] Meski demikian, persepsi publik terhadap Speer tidak berubah secara substansial hingga Heinrich Breloer menayangkan film biografi Speer und Er di televisi pada tahun 2004. Film tersebut memulai proses demistifikasi dan penilaian ulang yang kritis terhadap Speer.[154] Adam Tooze dalam bukunya, The Wages of Destruction, menyatakan bahwa Speer bermanuver di jajaran pimpinan rezim dengan terampil dan tanpa belas kasihan, serta menyebut gagasan bahwa Speer hanyalah seorang teknokrat yang menjalankan perintah secara bulat-bulat sebagai hal yang "konyol".[173] Trommer menyatakan bahwa Speer bukanlah seorang teknokrat apolitis; sebaliknya, dalam kenyataannya, ia merupakan salah satu pemimpin yang paling berkuasa dan tidak berprinsip di seluruh rezim Nazi.[166] Kitchen menyatakan bahwa Speer telah menipu Tribunal Nürnberg dan Jerman pascaperang.[172] Brechtken menyatakan bahwa jika keterlibatan ekstensif Speer dalam Holokaus diketahui pada saat pengadilannya, ia pasti akan dijatuhi hukuman mati.[26]

Citra "Nazi yang baik" didukung oleh berbagai mitos Speer.[163] Selain mitos bahwa ia adalah seorang teknokrat apolitis, ia mengeklaim tidak memiliki pengetahuan penuh mengenai Holokaus atau penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi. Mitos lainnya menyatakan bahwa Speer merevolusi mesin perang Jerman setelah penunjukannya sebagai Menteri Persenjataan. Ia dianggap berjasa atas peningkatan dramatis dalam pengiriman senjata yang secara luas dilaporkan berhasil mempertahankan Jerman dalam peperangan.[174] Mitos lainnya berpusat pada rencana rekaan untuk membunuh Hitler menggunakan gas beracun. Gagasan mengenai mitos ini muncul di benaknya setelah ia mengingat kembali kepanikan yang terjadi ketika asap mobil masuk melalui sistem ventilasi udara. Ia merekayasa rincian-rincian tambahannya.[175] Brechtken menulis bahwa kebohongan Speer yang paling lancang direkayasa dalam sebuah wawancara dengan seorang wartawan Prancis pada tahun 1952. Wartawan tersebut mengutarakan sebuah skenario buatan ketika Speer telah menolak perintah-perintah Hitler dan Hitler pergi dengan mata berkaca-kaca. Speer sangat menyukai skenario tersebut hingga mencantumkannya dalam memoarnya. Tanpa disadari, wartawan tersebut telah bekerja sama dalam menciptakan salah satu mitosnya.[26]

Speer juga berupaya mencitrakan dirinya sebagai penentang kepemimpinan Hitler. Terlepas dari penentangannya terhadap Plot 20 Juli, ia mengeklaim secara tidak benar dalam memoarnya bahwa ia menaruh simpati kepada para konspirator. Ia menggembar-gemborkan bahwa sikap Hitler menjadi dingin terhadapnya selama sisa hidupnya setelah mengetahui bahwa para konspirator memasukkan namanya ke dalam daftar calon menteri. Hal ini menjadi elemen kunci dari mitos-mitos yang disebarkan oleh Speer.[176] Speer juga mengeklaim secara tidak benar bahwa ia telah menyadari kekalahan dalam perang sejak tahap awal, dan sejak saat itu berupaya melestarikan sumber daya yang dibutuhkan demi kelangsungan hidup populasi sipil.[105] Kenyataannya, Speer berupaya memperpanjang perang hingga perlawanan lebih lanjut tidak mungkin lagi dilakukan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap besarnya angka kematian dan kehancuran parah yang dialami Jerman selama bulan-bulan terakhir perang.[105][177]

Penyangkalan tanggung jawab

Sekelompok yang terdiri dari beberapa ratus pria telanjang berdesakan di halaman tertutup, dengan pintu garasi terlihat di tiga sisi.
Para tahanan baru menunggu disinfeksi di halaman garasi Kamp Konsentrasi Mauthausen

Speer tetap menyatakan pada Pengadilan Nürnberg dan dalam memoar-memoarnya bahwa ia tidak memiliki pengetahuan langsung mengenai Holokaus. Ia hanya mengaku merasa tidak nyaman berada di dekat orang-orang Yahudi dalam versi terbitan Spandauer Tagebücher.[51] Dalam pernyataan terakhirnya di Nürnberg, Speer memberikan kesan meminta maaf, meskipun ia tidak secara langsung mengakui kesalahan pribadinya dan satu-satunya korban yang ia sebutkan adalah rakyat Jerman.[178] Sejarawan Martin Kitchen menyatakan bahwa Speer sebenarnya "sepenuhnya menyadari apa yang telah terjadi pada orang-orang Yahudi" dan "terlibat secara intim dalam 'Solusi Akhir'".[179] Brechtken menyatakan bahwa Speer hanya mengakui tanggung jawab secara umum atas Holokaus untuk menyembunyikan tanggung jawab langsung dan nyatanya.[163] Speer difoto bersama para pekerja paksa di Kamp konsentrasi Mauthausen dalam sebuah kunjungan pada tanggal 31 Maret 1943; ia juga mengunjungi Kamp Konsentrasi Gusen. Meskipun penyintas Francisco Boix bersaksi di Pengadilan Nürnberg mengenai kunjungan Speer tersebut,[180] Taylor menulis bahwa jika foto tersebut tersedia saat itu, ia pasti sudah dijatuhi hukuman gantung.[181] Pada tahun 2005, The Daily Telegraph melaporkan bahwa dokumen-dokumen yang bermunculan menunjukkan Speer telah menyetujui alokasi bahan-bahan untuk perluasan Kamp Konsentrasi Auschwitz setelah dua asistennya menginspeksi fasilitas tersebut pada hari ketika hampir seribu orang Yahudi dibantai.[182] Heinrich Breloer, saat membahas pembangunan Auschwitz, menyatakan bahwa Speer bukan sekadar roda gigi dalam pekerjaan tersebut—ia adalah "teror itu sendiri".[182]

Speer tidak membantah kedatangannya pada Pidato Posen di hadapan para pemimpin Nazi dalam sebuah konferensi di Posen (Poznań) pada tanggal 6 Oktober 1943, tetapi mengeklaim telah meninggalkan ruang auditorium sebelum Himmler menyatakan dalam pidatonya: "Keputusan berat harus diambil untuk membuat bangsa ini lenyap dari muka bumi",[183] dan kemudian, "Orang-orang Yahudi harus dimusnahkan".[184] Nama Speer disebut beberapa kali dalam pidato tersebut, dan Himmler menyapanya secara langsung.[184] Pada tahun 2007, The Guardian melaporkan bahwa sebuah surat dari Speer tertanggal 23 Desember 1971 telah ditemukan dalam kumpulan korespondensinya dengan Hélène Jeanty, janda dari seorang pejuang perlawanan Belgia. Dalam surat tersebut, Speer menyatakan, "Tidak ada keraguan—saya hadir ketika Himmler mengumumkan pada tanggal 6 Oktober 1943 bahwa seluruh orang Yahudi akan dibunuh."[127]

Keajaiban persenjataan

Foto hitam putih dari sebuah galangan kapal
Kapal-kapal selam Jerman yang belum selesai pada bulan Mei 1945; reformasi Speer terhadap produksi kapal selam terbukti kontraproduktif; puluhan kapal selam tidak pernah bertugas akibat cacat desain dan konstruksi.

Speer dianggap berjasa atas sebuah "keajaiban persenjataan". Selama musim dingin 1941–1942, menyusul kekalahan telak Jerman dalam Pertempuran Moskow, jajaran pimpinan Jerman termasuk Friedrich Fromm, Georg Thomas, dan Fritz Todt telah sampai pada kesimpulan bahwa perang tersebut tidak dapat dimenangkan.[185] Sikap rasional yang harus diambil adalah mengupayakan solusi politik yang dapat mengakhiri perang tanpa kekalahan. Menanggapi hal tersebut, Speer menggunakan keahlian propagandanya untuk menampilkan dinamisme baru dalam ekonomi perang.[185] Ia menyajikan statistik yang spektakuler, mengeklaim peningkatan enam kali lipat dalam produksi amunisi, peningkatan empat kali lipat dalam produksi artileri, dan menyebarkan propaganda lebih lanjut ke berita bioskop negara tersebut. Ia berhasil meredam diskusi mengenai pengakhiran perang.[185]

"Keajaiban" persenjataan tersebut hanyalah sebuah mitos; Speer telah menggunakan manipulasi statistik untuk mendukung klaim-klaimnya.[186] Produksi persenjataan memang meningkat. Namun, hal ini disebabkan oleh sebab-sebab normal dari reorganisasi sebelum Speer menjabat, mobilisasi pekerja paksa yang tanpa henti, serta penurunan kualitas hasil produksi secara sengaja demi mengutamakan kuantitas. Pada bulan Juli 1943, propaganda persenjataan Speer menjadi tidak relevan lagi karena rentetan kekalahan dramatis di medan perang membuat prospek kekalahan perang tidak lagi dapat disembunyikan dari publik Jerman.[187]

Warisan arsitektur

Foto berwarna dari sebuah struktur berbentuk silinder
Schwerbelastungskörper pada tahun 2011

Hanya sedikit dari karya arsitektur pribadi Speer yang masih tersisa, selain rancangan dan foto-foto. Tidak ada bangunan yang dirancang oleh Speer selama era Nazi yang masih berdiri di Berlin, selain empat paviliun pintu masuk dan jalur bawah tanah yang menuju ke Monumen Kemenangan, atau Siegessäule,[d] serta Schwerbelastungskörper, sebuah struktur uji beban berat yang dibangun sekitar tahun 1941. Silinder beton setinggi 14 meter (46 ft) tersebut digunakan untuk mengukur amblesan tanah sebagai bagian dari studi kelayakan untuk sebuah busur kemenangan raksasa dan struktur-struktur besar lainnya yang direncanakan dalam proyek pembaruan pascaperang Hitler bagi kota Berlin sebagai ibu kota dunia Germania. Silinder tersebut kini menjadi cagar budaya yang dilindungi dan terbuka untuk umum.[188] Tribun stadion Zeppelinfeld di Nürnberg, meskipun telah dibongkar sebagian, juga masih dapat dilihat.[189]

Selama perang, gedung Reichskanzlei Baru yang dirancang Speer sebagian besar hancur akibat serangan udara dan dalam Pertempuran Berlin. Dinding luarnya selamat, tetapi pada akhirnya dibongkar oleh pihak Soviet. Rumor tanpa bukti mengklaim bahwa sisa-sisa reruntuhannya digunakan untuk proyek-proyek pembangunan lain seperti Universitas Humboldt Berlin, stasiun metro Anton-Wilhelm-Amo-Straße [de], dan monumen-monumen peringatan perang Soviet di Berlin.[190]

Catatan

  1. ↑ Hingga 2 September 1943, nama resmi jabatan ini adalah Menteri Persenjataan dan Amunisi Reich.
  2. ↑ Pada tanggal 31 Januari 1931, ia juga bergabung dengan Unit Motor SA dan menjadi anggotanya hingga musim gugur tahun 1932. Pada tanggal 20 Juli 1942, atas perintah Heinrich Himmler, Speer didaftarkan sebagai anggota SS/anggota Staf Pribadi Reichsführer-SS [Nomor SS 46104]. Namun, permohonannya tidak pernah diselesaikan hingga proses hukumnya terhenti.[17]
  3. ↑ Untuk pembahasan mendalam mengenai aspek perang ini termasuk keterlibatan Speer, lihat: Randall, Hansen, Disobeying Hitler: German Resistance in the Last Year of WWII, Faber & Faber, 2014, edisi ke-1, ISBN 978-0-571-28451-1.
  4. ↑ Lihat situs web resmi Berlin di:

Referensi

  1. ↑ Kitchen 2015, hlm. 174–175.
  2. ↑ Schubert 2006, hlm. 5.
  3. ↑ Kitchen 2015, hlm. 15.
  4. ↑ King 1997, hlm. 27.
  5. 1 2 3 Taylor 2010, hlm. 124.
  6. ↑ van der Vat 1997, hlm. 23.
  7. ↑ Fest 1999, hlm. 11–13.
  8. ↑ Kitchen 2015, hlm. 17–18.
  9. ↑ Sereny 1995, hlm. 63.
  10. ↑ Kitchen 2015, hlm. 18–19.
  11. ↑ van der Vat 1997, hlm. 34–36.
  12. ↑ Sereny 1995, hlm. 71–73.
  13. ↑ van der Vat 1997, hlm. 33–34.
  14. ↑ Sereny 1995, hlm. 47–49.
  15. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 327–328.
  16. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 24.
  17. ↑ Nazi conspiracy and aggression 1946, hlm. 256–257.
  18. ↑ Kitchen 2015, hlm. 25–26.
  19. ↑ Sereny 1995, hlm. 100–101.
  20. ↑ van der Vat 1997, hlm. 49.
  21. ↑ Kitchen 2015, hlm. 41.
  22. ↑ Sereny 1995, hlm. 101–103.
  23. ↑ Sereny 1995, hlm. 106.
  24. ↑ Kitchen 2015, hlm. 41–42.
  25. ↑ Hamsher 1970.
  26. 1 2 3 Reinecke 2017.
  27. ↑ Brechtken 2017, hlm. 45.
  28. ↑ van der Vat 1997, hlm. 60.
  29. 1 2 van der Vat 1997, hlm. 59.
  30. ↑ Sereny 1995, hlm. 131.
  31. ↑ van der Vat 1997, hlm. 65.
  32. ↑ Kitchen 2015, hlm. 60.
  33. ↑ Fest 1999, hlm. 64.
  34. ↑ Speer 1970, hlm. 118.
  35. ↑ Sereny 1995, hlm. 140.
  36. ↑ Sereny 1995, hlm. 141.
  37. ↑ Kitchen 2015, hlm. 65–70.
  38. ↑ Sereny 1995, hlm. 27.
  39. ↑ Fest 1999, hlm. 71.
  40. ↑ Sereny 1995, hlm. 550.
  41. ↑ Kitchen 2015, hlm. 46–47.
  42. ↑ Kitchen 2015, hlm. 45.
  43. ↑ Kitchen 2015, hlm. 46–49.
  44. 1 2 3 Kitchen 2015, hlm. 53–56.
  45. ↑ Kitchen 2015, hlm. 72.
  46. ↑ Sereny 1995, hlm. 164.
  47. ↑ Fest 1999, hlm. 116.
  48. ↑ Fest 1999, hlm. 120.
  49. 1 2 Schmidt 1984, hlm. 189.
  50. ↑ Schmidt 1984, hlm. 190.
  51. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 322.
  52. ↑ Fest 1999, hlm. 115.
  53. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 78.
  54. ↑ Kitchen 2015, hlm. 39–40.
  55. ↑ Kitchen 2015, hlm. 75–76.
  56. ↑ Lilla 2005, hlm. 239, 298.
  57. ↑ Brechtken 2017, hlm. 147.
  58. 1 2 Wistrich 1982, hlm. 291.
  59. ↑ Kitchen 2015, hlm. 117–118.
  60. ↑ Kitchen 2015, hlm. 120–121.
  61. ↑ Kitchen 2015, hlm. 6.
  62. ↑ Carroll 2018, hlm. 234.
  63. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 122.
  64. ↑ Kitchen 2015, hlm. 148–149.
  65. ↑ U.S. Government 1950, hlm. 374.
  66. ↑ Tooze 2006, hlm. 597–598.
  67. ↑ Kitchen 2015, hlm. 368–370.
  68. ↑ Tooze 2006, hlm. 575–576.
  69. ↑ Kitchen 2015, hlm. 232–233.
  70. ↑ Kitchen 2015, hlm. 127.
  71. ↑ Kitchen 2015, hlm. 145–147.
  72. ↑ Kitchen 2015, hlm. 147–148.
  73. ↑ Kitchen 2015, hlm. 156.
  74. ↑ Kitchen 2015, hlm. 150.
  75. ↑ Kitchen 2015, hlm. 151–152.
  76. ↑ Kitchen 2015, hlm. 159.
  77. ↑ Fest 1999, hlm. 146–150.
  78. ↑ Kitchen 2015, hlm. 165–166.
  79. ↑ Kitchen 2015, hlm. 160.
  80. 1 2 3 Kitchen 2015, hlm. 7–8.
  81. ↑ Kitchen 2015, hlm. 167–169.
  82. ↑ Tooze 2006, hlm. 614.
  83. ↑ Tooze 2006, hlm. 616–618.
  84. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 8–9.
  85. ↑ Kitchen 2015, hlm. 188.
  86. ↑ Kitchen 2015, hlm. 188–189.
  87. ↑ Boog, Krebs & Vogel 2006, hlm. 347.
  88. ↑ Overy 2002, hlm. 343.
  89. ↑ Tooze 2006, hlm. 582–584.
  90. ↑ Uziel 2012, hlm. 82.
  91. ↑ Buggeln 2014, hlm. 45.
  92. ↑ Buggeln 2014, hlm. 46–48.
  93. ↑ Kitchen 2015, hlm. 215.
  94. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 221.
  95. ↑ Kitchen 2015, hlm. 216.
  96. ↑ Dick 2025, hlm. 62, 74.
  97. ↑ Dick 2025, hlm. 90–92, 188–212.
  98. ↑ Dick 2025, hlm. 256.
  99. ↑ Speer 1970, hlm. 432–433.
  100. ↑ Kitchen 2015, hlm. 204–205.
  101. ↑ Kitchen 2015, hlm. 8.
  102. ↑ Tooze 2006, hlm. 648–651.
  103. ↑ Tooze 2006, hlm. 652.
  104. ↑ Kitchen 2015, hlm. 259.
  105. 1 2 3 Kershaw 2012, hlm. 289.
  106. ↑ Kitchen 2015, hlm. 254.
  107. ↑ Kitchen 2015, hlm. 261–262.
  108. ↑ Tooze 2006, hlm. 652–653.
  109. ↑ Kitchen 2015, hlm. 262–263.
  110. ↑ Kitchen 2015, hlm. 265–267.
  111. ↑ Kitchen 2015, hlm. 269–270.
  112. ↑ Kershaw 2012, hlm. 291.
  113. ↑ Kitchen 2015, hlm. 275.
  114. ↑ Fest 1999, hlm. 263–270.
  115. 1 2 Evans 1997, hlm. 202.
  116. ↑ Jacobsen 2014, hlm. 43–45.
  117. ↑ van der Vat 1997, hlm. 234.
  118. ↑ Kitchen 2015, hlm. 277.
  119. ↑ Fest 1999, hlm. 273–281.
  120. ↑ Jaskot 2002, hlm. 140–141.
  121. ↑ Kitchen 2015, hlm. 288.
  122. ↑ Sereny 1995, hlm. 561.
  123. ↑ Fest 1999, hlm. 285.
  124. ↑ Conot 1983, hlm. 471.
  125. ↑ Priemel 2016, hlm. 139–140.
  126. ↑ Fest 1999, hlm. 287–288.
  127. 1 2 Connolly 2007.
  128. ↑ van der Vat 1997, hlm. 281–282.
  129. ↑ Sereny 1995, hlm. 29.
  130. ↑ van der Vat 1997, hlm. 288.
  131. ↑ Kitchen 2015, hlm. 314–315.
  132. 1 2 van der Vat 1997, hlm. 292–297.
  133. ↑ Fest 1999, hlm. 316.
  134. ↑ Kitchen 2015, hlm. 325.
  135. ↑ Kitchen 2015, hlm. 321–322.
  136. ↑ Kitchen 2015, hlm. 323.
  137. ↑ Kitchen 2015, hlm. 316.
  138. ↑ Kitchen 2015, hlm. 316, 325.
  139. ↑ Kitchen 2015, hlm. 316–317.
  140. ↑ Fest 1999, hlm. 319.
  141. ↑ van der Vat 1997, hlm. 319.
  142. ↑ van der Vat 1997, hlm. 324.
  143. ↑ van der Vat 1997, hlm. 299–300.
  144. ↑ Kitchen 2015, hlm. 320–321.
  145. ↑ van der Vat 1997, hlm. 324–325.
  146. ↑ Fest 1999, hlm. 320–321.
  147. ↑ van der Vat 1997, hlm. 333–334.
  148. ↑ Sereny 1995, hlm. 5.
  149. ↑ van der Vat 1997, hlm. 329–330.
  150. ↑ Sereny 1995, hlm. 664–665.
  151. ↑ van der Vat 1997, hlm. 339–343.
  152. ↑ Sereny 1995, hlm. 226–227.
  153. ↑ van der Vat 1997, hlm. 359–361.
  154. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 335.
  155. ↑ Kitchen 2015, hlm. 366.
  156. ↑ van der Vat 1997, hlm. 354.
  157. ↑ Asher 2003.
  158. ↑ Fest 1999, hlm. 337.
  159. ↑ van der Vat 1997, hlm. 362–363.
  160. ↑ Kitchen 2015, hlm. 343.
  161. ↑ Kitchen 2015, hlm. 327–360.
  162. ↑ Kitchen 2015, hlm. 362.
  163. 1 2 3 4 Seelow 2018.
  164. ↑ Kitchen 2015, hlm. 14.
  165. ↑ Trommer 2016, hlm. 80.
  166. 1 2 Schwendemann 2016.
  167. ↑ Trommer 2016, hlm. 330.
  168. ↑ Kitchen 2015, hlm. 345–346.
  169. ↑ Trevor-Roper 1995, hlm. 68–70, 214–215.
  170. ↑ Trevor-Roper 1995, hlm. 214–215.
  171. ↑ Schmidt 1984, hlm. 186.
  172. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 360–362.
  173. ↑ Tooze 2006, hlm. 553.
  174. ↑ Tooze 2006, hlm. 552.
  175. ↑ Kitchen 2015, hlm. 296–297.
  176. ↑ Kitchen 2015, hlm. 205.
  177. ↑ Tooze 2006, hlm. 653.
  178. ↑ Priemel 2016, hlm. 141.
  179. ↑ Kitchen 2015, hlm. 100, 322.
  180. ↑ Pike 2003, hlm. 340, fn 40.
  181. ↑ Taylor 2010, hlm. 204–205.
  182. 1 2 Connolly 2005.
  183. ↑ van der Vat 1997, hlm. 167–168.
  184. 1 2 Kitchen 2015, hlm. 345.
  185. 1 2 3 Tooze 2006, hlm. 554.
  186. ↑ Tooze 2006, hlm. 555.
  187. ↑ Tooze 2006, hlm. 552–557.
  188. ↑ van der Vat 1997, hlm. 75.
  189. ↑ Museen der Stadt Nürnberg.
  190. ↑ Kitchen 2015, hlm. 56.

Bibliografi

Sumber cetak

Sumber elektronik

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Albert Speer.
Artikel dan topik yang berkaitan dengan Albert Speer
Menteri Luar Negeri
Menteri Dalam Negeri
Menteri Keuangan
Menteri Hukum
Menteri Reichswehr
Menteri Ekonomi
Menteri
Pangan dan Pertanian
Menteri Buruh
Menteri Pos
Menteri Transportasi
Menteri Penerbangan
Menteri Penerangan Publik
dan Propaganda
Menteri Sains dan Pendidikan
Menteri Urusan Gereja
Menteri Persenjataan
dan Amunisi
Menteri untuk Wilayah
Pendudukan Timur
Menteri Luar Negeri untuk
Bohemia dan Moravia
Menteri tanpa Portofolio
Organisasi
Insignia of the Nazi Party
Sejarah
Ideologi
Ras
Kekejaman
Di luar Jerman
Daftar
Tokoh
Topik terkait
Penghuni terakhir Führerbunker menurut tanggal keluar (1945)
20 April
National Insignia of Germany
21 April
22 April
23 April
24 April
28 April
29 April
30 April
1 Mei
2 Mei
Masih ada pada 2 Mei
Bunuh diri
Dieksekusi
Dibunuh
Tak diketahui
Terdakwa utama pada Proses Nürnberg
Dijatuhi hukuman mati
Dipenjara
Dibebaskan
Tidak ada keputusan
  • 1 In absentia. Jenazah ditemukan di Berlin pada tahun 1972 dan diidentifikasi secara pasti pada tahun 1998; dipastikan telah bunuh diri pada tanggal 2 Mei 1945.
  • 2 Melakukan bunuh diri pada tanggal 15 Oktober 1946 sebelum hukuman dapat dilaksanakan.
  • 3 Dinyatakan tidak layak untuk diadili.
  • 4 Bunuh diri pada tanggal 25 Oktober 1945.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan