| Gerbang Brandenburg | |
|---|---|
Brandenburger Tor | |
Pemandangan dari Pariser Platz di sisi timur | |
![]() Peta interaktif area Gerbang Brandenburg | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Gerbang Kota |
| Gaya arsitektur | Neoklasik |
| Lokasi | Berlin, Jerman |
| Koordinat | 52°30′58.58″N 13°22′39.80″E / 52.5162722°N 13.3777222°E / 52.5162722; 13.3777222 |
| Mulai dibangun | 1788 |
| Selesai dibangun | 1791 |
| Desain dan konstruksi | |
| Arsitek | Carl Gotthard Langhans |
Gerbang Brandenburg (Jerman: Brandenburger Tor [ˈbʁandn̩ˌbʊʁɡɐˈtoːɐ̯]ⓘ) adalah sebuah monumen neoklasik abad ke-18 di Berlin, Jerman. Sebagai salah satu markah tanah paling terkenal di negara tersebut, monumen ini didirikan di situs bekas gerbang kota yang menandai permulaan jalan dari Berlin menuju Brandenburg an der Havel, bekas ibu kota Margraviat Brandenburg. Struktur yang ada saat ini dibangun dari tahun 1788 hingga 1791 atas perintah Raja Friedrich Wilhelm II dari Prusia, berdasarkan desain arsitek kerajaan Carl Gotthard Langhans. Patung perunggu kuadriga yang memahkotai gerbang tersebut merupakan karya pemahat Johann Gottfried Schadow.
Gerbang Brandenburg terletak di bagian barat pusat kota di dalam wilayah Mitte, pada persimpangan Unter den Linden dan Ebertstraße. Gerbang ini mendominasi Pariser Platz di sebelah timur, sementara tepat di sebelah barat gerbang ini mengarah ke Platz des 18. März yang di seberangnya berawal jalan Straße des 17. Juni. Satu blok di sebelah utara berdiri Gedung Reichstag, rumah bagi parlemen Jerman (Bundestag), dan lebih jauh ke barat terdapat taman kota Tiergarten. Gerbang ini juga membentuk pintu masuk monumental menuju Unter den Linden, yang mengarah langsung ke bekas Istana Kota dari para penguasa Prusia (yang kini menampung museum Humboldt Forum), dan Katedral Berlin.
Sepanjang keberadaannya, Gerbang Brandenburg sering kali menjadi tempat berlangsungnya peristiwa-peristiwa bersejarah penting. Setelah Perang Dunia II dan selama Perang Dingin, hingga runtuhnya pada tahun 1989, Tembok Berlin menghalangi pintu gerbang ini dan menjadi penanda pembagian kota selama hampir tiga dekade. Sejak Penyatuan kembali Jerman pada tahun 1990, monumen ini dianggap tidak hanya sebagai simbol dari sejarah Jerman dan Eropa yang penuh gejolak, tetapi juga simbol dari persatuan Eropa dan perdamaian.[1]
Deskripsi

Bagian tengah gerbang ini mengusung tradisi lengkung kemenangan Romawi, meskipun secara gaya bangunan ini merupakan salah satu contoh pertama dari arsitektur Kebangkitan Yunani di Jerman.[2] Gerbang ini ditopang oleh dua belas kolom Doria bergalur, masing-masing enam di setiap sisi, membentuk lima jalur perlintasan. Terdapat pula dinding di antara pasangan kolom di bagian depan dan belakang, yang dihiasi dengan relief bergaya klasik yang menggambarkan Tugas-tugas Herakles. Warga pada awalnya hanya diizinkan untuk menggunakan dua jalur perlintasan paling luar di setiap sisi. Desainnya didasarkan pada Propilaia, pintu gerbang menuju Akropolis Athena,[2] yang juga memiliki bagian depan dengan enam kolom Doria, meskipun kolom-kolom tersebut dimahkotai oleh pedimen berbentuk segitiga.
Bagian tengah ini diapit oleh sayap berbentuk L di kedua sisi dengan ketinggian yang lebih rendah, tetapi menggunakan langgam Doria yang sama. Di sebelah dan sejajar dengan gerbang, bangunan ini berupa "stoa" terbuka, tetapi sisi-sisi yang lebih panjang dan membentang melewati sisi timur memiliki bangunan yang letaknya agak ke belakang dari barisan kolom. Bangunan-bangunan ini disebut "kantor pabean" untuk Tembok Pabean Berlin, yang berlaku hingga tahun 1860, atau "pos gerbang".
Langgam Doria pada gerbang ini sebagian besar, meskipun tidak seluruhnya, mengikuti preseden Yunani, yang saat itu baru saja menjadi lebih dipahami melalui penerbitan catatan-catatan berilustrasi yang cermat. Langgam Doria Yunani tidak memiliki dasar pada kolom-kolomnya, dan pembuatan galur di sini mengikuti gaya Yunani untuk kolom Ionia dan Korintus, dengan bagian datar alih-alih Arris [en] yang tajam di antara galur-galur, serta ujung yang membulat di bagian atas dan bawah galur. Entablatur hingga kornis mengikuti preseden Yunani, dengan triglif, gutae, metope, dan mutul, kecuali bahwa terdapat setengah-metop di bagian sudutnya, yang merupakan solusi Romawi alih-alih Yunani untuk "konflik sudut Doria". Sebanyak 16 metop di sepanjang masing-masing sisi panjang menampilkan adegan-adegan dari mitologi Yunani dalam bentuk relief; banyak di antaranya menyerupai Parthenon yang menampilkan pertarungan antara kentaur dan manusia. Patung-patung Minerva dan Mars pada ceruk di dinding sisi paling luar ditambahkan pada abad ke-19.[3]
Di atas tingkat atik yang polos selain anak tangga lebar di kedua sisinya yang menyusut ke dua arah, yang—hanya pada sisi timur—mengarah ke relief alegoris besar Kemenangan Perdamaian (Triumph of Peace) dengan figur-figur yang sebagian besar berupa wanita dan anak-anak. Di atasnya terdapat kornis kedua dengan bagian tengah yang menonjol. Di atas kornis ini terdapat kelompok patung "perunggu" karya Johann Gottfried Schadow berupa kuadriga—kereta perang yang ditarik oleh empat ekor kuda—yang dikendalikan oleh sosok dewi. Patung ini awalnya dimaksudkan untuk merepresentasikan Eirene, dewi perdamaian Yunani, tetapi setelah Perang Napoleon diubah citranya menjadi Victoria, dewi kemenangan Romawi, dan diberi panji Salib Besi dengan elang Kekaisaran bermahkota yang bertengger di puncaknya, alih-alih karangan bunga. Patung ini menghadap ke pusat kota. Ini adalah kelompok patung kuadriga pertama yang dibuat sejak zaman kuno, yang terbuat dari lembaran tembaga yang ditempa dalam cetakan; untungnya cetakan ini disimpan, sehingga dapat digunakan lebih dari sekali untuk memperbarui patung tersebut.[4]
Sayap-sayap samping memiliki metop polos dan atap miring sederhana, yang berujung pada pedimen pelana dengan relief melingkar kecil pada timpanumnya.
- Tampak depan dengan Pariser Platz menghadap ke barat menuju Straße des 17. Juni
- Kuadriga dan relief rendah
- Tampak samping, memperlihatkan salah satu stoa di samping gerbang
Sejarah
Gerbang-gerbang sebelumnya


Pada masa Raja Friedrich Wilhelm I (1688), tak lama setelah Perang Tiga Puluh Tahun dan satu abad sebelum Gerbang Brandenburg yang ada saat ini dibangun, Berlin merupakan sebuah kota kecil berbenteng di dalam benteng bintang dengan beberapa gerbang bernama: Spandauer Tor, St. Georgen Tor, Stralower Tor, Cöpenicker Tor, Neues Tor, dan Leipziger Tor (lihat peta). Perdamaian yang relatif stabil, kebijakan toleransi beragama, dan status sebagai ibu kota Kerajaan Prusia memfasilitasi pertumbuhan kota tersebut. Dengan dibangunnya Dorotheenstadt sekitar tahun 1670 dan dimasukkannya wilayah tersebut ke dalam benteng kota Berlin, gerbang pertama dibangun di lokasi tersebut, kira-kira setingkat dengan Schadowstraße saat ini, yang terdiri dari celah menembus tembok yang ditinggikan dan sebuah jembatan angkat di atas parit galian.[5]
Dengan perluasan Dorotheenstadt ke arah barat dan pembangunan Tembok Pabean Berlin (Jerman: Akzisemauer) pada tahun 1734, yang memagari kota lama berbenteng beserta banyak pinggiran kotanya saat itu, pendahulu dari Gerbang Brandenburg saat ini dibangun oleh Arsitek Istana Philipp Gerlach sebagai gerbang kota di jalan menuju Brandenburg an der Havel.[6] Sistem gerbang ini terdiri dari dua pilar besar Barok yang dihiasi dengan pilaster dan trofi, yang menjadi tempat terpasangnya daun-daun gerbang. Selain gerbang dekoratif tersebut, terdapat perlintasan sederhana untuk pejalan kaki di tembok, yang pada titik ini dihiasi dengan vas-vas hiasan.[7]
Rekonstruksi abad ke-18
Friedrich Wilhelm II dari Prusia berusia awal empat puluhan ketika ia naik takhta pada tahun 1786. Ia bertekad untuk menjadikan ibu kotanya, Berlin, sebagai pusat kebudayaan.[8] Kemenangan militer pamannya, Friedrich Agung, telah menjadikan Kerajaan Prusia sebagai kekuatan yang tidak dapat diabaikan dalam politik Eropa, tetapi Berlin belum memiliki monumen dan kehidupan budaya seperti Wina, Paris, atau London. Selera pamannya adalah selera khas generasinya, yang mengacu pada klasisisme Prancis dan Palladianisme Inggris,[9] dan Gerbang Brandenburg-nya di Potsdam (1770–1771) merupakan monumen yang jauh lebih kecil, berada di antara Rokoko dan arsitektur neoklasik yang dipengaruhi Romawi.
Friedrich Wilhelm II memanggil arsitek-arsitek baru Jerman ke Berlin, termasuk Carl Gotthard Langhans dari kota Breslau (sekarang Wrocław di Polandia),[8] yang diangkat sebagai direktur "Oberhofbauamt" (Kantor Pekerjaan Kerajaan) pada tahun 1788.[10] Meskipun ia telah merancang banyak bangunan Neoklasik, ini adalah karya penting pertamanya dalam gaya Yunani, dan merupakan karya besar terakhirnya; pada tahun 1792 ia telah merancang sebuah bangunan kecil neo-Gotik untuk Taman Baru di Potsdam. Gerbang tersebut merupakan elemen pertama dari "Athena baru di tepi sungai Spree" karya Langhans.[11]
Gerbang ini awalnya dinamai "Friedenstor" (terj. har. 'Gerbang Perdamaian') dan dibuka secara informal untuk lalu lintas pada bulan Agustus 1791 sebelum pembangunannya selesai sepenuhnya.[10][12] Gerbang tersebut merayakan intervensi militer Prusia di Belanda, yang didukung oleh Britania dan istana Belanda. Intervensi ini tidak mendapat banyak perlawanan, mengembalikan kekuasaan raja Belanda (ipar Friedrich Wilhelm), dan menghasilkan traktat antarnegara antara Britania Raya, Prusia, dan Belanda.[12]
- Gerbang Brandenburg baru (saat ini) pada tahun 1796, setelah rekonstruksi
- Denah lantai Gerbang Brandenburg dalam keadaan aslinya (setelah direkonstruksi)
- Sinopsis dari dua potongan melintang gerbang, oleh Carl Gotthard Langhans
Abad ke-19 dan awal abad ke-20

Gerbang Brandenburg telah memainkan berbagai peran politik dalam sejarah Jerman. Setelah kekalahan Prusia pada tahun 1806 dalam Pertempuran Jena–Auerstedt, Napoleon menjadi orang pertama yang menggunakan Gerbang Brandenburg untuk prosesi kemenangan,[13] dan membawa kuadriganya ke Paris.[14] Setelah kekalahan Napoleon pada tahun 1814 dan pendudukan Prusia atas Paris oleh Jenderal Ernst von Pfuel, kuadriga tersebut dikembalikan ke Berlin.[15] Patung itu kemudian didesain ulang oleh Karl Friedrich Schinkel untuk peran baru Gerbang Brandenburg sebagai lengkung kemenangan Prusia. Sang dewi, yang kini dipastikan sebagai Victoria, dilengkapi dengan elang Prusia dan Salib Besi pada tombaknya beserta karangan daun ek.[16]
Kuadriga tersebut menghadap ke timur, sama seperti ketika pertama kali dipasang pada tahun 1793. Hanya keluarga kerajaan yang diizinkan melintasi jalur perlintasan tengah,[14] serta anggota keluarga Pfuel, dari tahun 1814 hingga 1919.[17][18] Kaisar memberikan kehormatan ini kepada keluarga tersebut sebagai wujud terima kasih kepada Ernst von Pfuel, yang telah mengawasi pemulihan kuadriga ke puncak gerbang.[19] Selain itu, jalur perlintasan tengah juga digunakan oleh kereta kuda para duta besar pada satu-satunya kesempatan saat mereka menyerahkan surat kepercayaan mereka kepada dewan.
Setelah tahun 1900, akibat pelapukan dan kerusakan lingkungan, bagian-bagian batu kecil dan besar mulai berjatuhan dari gerbang tersebut. Pekerjaan renovasi menyeluruh dimulai pada tahun 1913, yang sempat terhenti akibat pecahnya Perang Dunia I dan baru selesai pada tahun 1926. Sementara itu, peristiwa Revolusi November menyebabkan kerusakan signifikan lebih lanjut, terutama pada kuadriga. Gerbang ini bahkan digunakan sebagai posisi menembak oleh pasukan pemerintah baik selama Pemberontakan Spartakus pada Januari 1919 maupun Kudeta Kapp pada Maret 1920.[20] Pekerjaan restorasi dilakukan di lokasi di bawah arahan Kurt Kluge. Untuk tujuan ini, kuadriga dibungkus dalam struktur kayu. Warga Berlin menyebutnya sebagai "kandang kuda tertinggi di Berlin", tetapi terlepas dari cuaca, pekerjaan dapat dilakukan dalam kondisi kering tanpa penundaan.[21] Banyak relief batu pasir direstorasi dan direnovasi sebagian di bawah pengarahan artistik Wilhelm Wandschneider, yang merombak ulang salah satu metop kentaurus dengan motif berbeda.
- Masuknya Napoleon ke Berlin pada tahun 1806 setelah Pertempuran Jena–Auerstedt, karya Charles Meynier, 1810
- Pemandangan tanpa kuadriga, 1813. Patung tersebut dikembalikan setelah kekalahan Napoleon.
- Pada tahun 1871 dengan dekorasi dan pasukan Prusia yang menang setelah Perang Prancis-Prusia
Jerman Nazi dan Perang Dunia II


Ketika Nazi naik ke tampuk kekuasaan, mereka menggunakan gerbang tersebut sebagai simbol partai. Sebagai bagian dari transformasi Berlin menjadi apa yang disebut "Ibu Kota Dunia Germania", gerbang ini terletak di poros timur–barat. Bagian sepanjang tujuh kilometer antara Gerbang Brandenburg dan Adolf-Hitler-Platz (sekarang Theodor-Heuss-Platz) diperlebar dan dioperasikan pada tahun 1939. Selama perluasan lebih lanjut dari poros timur–barat yang tidak pernah terwujud, salah satu rencananya adalah memindahkan portiko samping menjauh dari Gerbang Brandenburg. Lalu lintas kemudian tidak hanya diarahkan melalui, tetapi juga di sekitar gerbang.[22]
Gerbang ini selamat dari Perang Dunia II dan merupakan salah satu struktur rusak yang masih berdiri di reruntuhan Pariser Platz pada tahun 1945 (struktur lainnya adalah Akademi Seni Rupa). Gerbang tersebut mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang pada kolomnya akibat peluru dan ledakan di dekatnya. Satu kepala kuda dari kuadriga asli selamat, dan saat ini disimpan dalam koleksi Märkisches Museum. Upaya untuk menyamarkan distrik pemerintahan Berlin dan membingungkan pengebom Sekutu mencakup pembangunan replika Gerbang Brandenburg yang terletak jauh dari pusat kota.[23]: 452
Perang Dingin
Setelah penyerahan diri Jerman pada akhir Perang Dunia II, Gerbang Brandenburg berdiri di Zona pendudukan Soviet, tepat berbatasan dengan sektor Britania. Batas ini belakangan menjadi perbatasan antara Berlin Timur dan Berlin Barat. Pada awalnya, Bendera Uni Soviet dikibarkan di puncak monumen tersebut. Pada 17 Juni 1953, di tengah Pemberontakan Jerman Timur 1953, tiga pria memanjat gerbang, menurunkan bendera Soviet, dan mengibarkan bendera hitam-merah-emas yang digunakan bersama oleh kedua negara Jerman. Salah satu dari pria tersebut, Wolfgang Panzer, hilang tak lama kemudian dan kemungkinan besar tewas. Terlepas dari gejolak ini, bendera tiga warna standar hitam, merah, dan emas berkibar di Gerbang Brandenburg dari tahun 1949 hingga 1959, berfungsi sebagai simbol bersama sebelum Jerman Timur mengubah desain benderanya.[24]
Pada 21 September 1956, magistrat Berlin Timur memutuskan untuk merestorasi monumen yang rusak tersebut, yang merupakan satu-satunya gerbang kota yang selamat. Meskipun diwarnai perdebatan sengit dan saling tuduh, Berlin Timur dan Barat berkolaborasi dalam proyek tersebut. Para pekerja menambal lubang-lubang struktural, meskipun bekas perbaikan tersebut tetap terlihat selama bertahun-tahun. Kuadriga dibuat ulang seluruhnya dengan menggunakan cetakan gips tahun 1942. Pemahat Otto Schnitzer dan tempat pengecoran tradisional Hermann Noack di Friedenau menyelesaikan rekonstruksi tersebut, dan restorasi rampung pada 14 Desember 1957. Salib Besi di puncak kuadriga digantikan dengan karangan bunga, mencerminkan desain aslinya. Pada 7 Oktober 1959, Bendera Jerman Timur dikibarkan di atap untuk memperingati ulang tahun ke-10 pendirian negara tersebut.
Kendaraan dan pejalan kaki dapat melintas dengan bebas melalui gerbang ini hingga sehari setelah mulainya pembangunan Tembok Berlin pada 13 Agustus 1961. Warga Berlin Barat berkumpul di sisi barat gerbang untuk berdemonstrasi menentang Tembok Berlin, di antaranya Wali Kota Berlin Barat, Willy Brandt, yang telah kembali dari tur kampanye pemilihan umum federal di Jerman Barat pada hari yang sama. Tembok tersebut melintas tepat di sisi barat gerbang, menutupnya sepanjang era Tembok Berlin, yang berakhir pada 22 Desember 1989. Salib Besi dikembalikan setelah Penyatuan kembali Jerman, dan tetap berada di tempatnya hingga saat ini.[25]
- Gerbang Brandenburg selama Perang Dingin di dekat Tembok Berlin
- Pemandangan dari udara Tembok Berlin di dekat gerbang, musim panas/musim gugur 1961
- Pasukan Jerman Timur berbaris di sepanjang perbatasan, Agustus 1961
- Pada tahun 1984, warga Berlin Timur dan pengunjung lainnya dijauhkan dari gerbang, sehingga hanya dapat melihat dari jarak ini.
1989–sekarang

Ketika Revolusi 1989 terjadi dan tembok diruntuhkan, gerbang ini melambangkan kebebasan dan keinginan untuk menyatukan kota Berlin. Ribuan orang berkumpul di tembok untuk merayakan keruntuhannya pada 9 November 1989. Pada 22 Desember 1989, perlintasan perbatasan Gerbang Brandenburg dibuka kembali ketika Helmut Kohl, Kanselir Jerman Barat, berjalan melewatinya dan disambut oleh Hans Modrow, Perdana Menteri Jerman Timur. Pembongkaran sisa tembok di sekitar area tersebut dilakukan pada tahun berikutnya. Pada tahun 1990, kuadriga dilepas dari gerbang sebagai bagian dari pekerjaan renovasi yang dilakukan oleh pihak berwenang Jerman Timur menyusul runtuhnya tembok pada November 1989. Jerman secara resmi bersatu kembali pada Oktober 1990.
Gerbang Brandenburg direnovasi secara swasta pada 21 Desember 2000 dengan biaya €6 juta. Gerbang ini dibuka kembali pada 3 Oktober 2002 setelah pemugaran ekstensif, memperingati ulang tahun ke-12 penyatuan kembali Jerman. Dalam kesempatan ini, kantor Kardorff Ingenieure di Berlin mengembangkan konsep pencahayaan baru yang menonjolkan gerbang tersebut sebagai bangunan terpenting di Pariser Platz.[26]
Gerbang Brandenburg menjadi lokasi utama untuk perayaan ulang tahun ke-20 runtuhnya Tembok Berlin atau "Festival Kebebasan" pada malam tanggal 9 November 2009. Puncak dari perayaan tersebut adalah ketika lebih dari 1.000 ubin domino busa berdesain penuh warna, yang masing-masing setinggi lebih dari 2,5 meter, berjejer di sepanjang rute bekas tembok yang membelah pusat kota. "Tembok" domino tersebut kemudian dirobohkan secara bertahap hingga bertemu di gerbang ini.[27]
Gerbang Brandenburg kini kembali ditutup untuk lalu lintas kendaraan, dan sebagian besar Pariser Platz telah diubah menjadi zona pejalan kaki berbatu. Gerbang ini, bersama dengan jalan raya luas Straße des 17. Juni di sebelah barat, juga merupakan salah satu area publik besar di Berlin tempat lebih dari satu juta orang dapat berkumpul untuk menonton pertunjukan panggung atau berpesta bersama, menyaksikan acara olahraga besar yang ditayangkan di layar raksasa, atau melihat kembang api pada tengah malam di Malam Tahun Baru.[28] Setelah memenangkan Piala Dunia FIFA 2014, Tim nasional sepak bola Jerman menggelar pawai kemenangan mereka di depan gerbang ini.
Gerbang ini juga menjadi tuan rumah acara-acara jalanan pada Kejuaraan Dunia Atletik 2009 dan mengulangi perannya dalam Kejuaraan Atletik Eropa 2018. Tempat ini juga merupakan garis finis yang umum digunakan untuk Maraton Berlin.
- Lalu lintas kendaraan yang melintasi gerbang pada dekade 1990-an
- Suasana Pariser Platz pada tahun 2005, setelah pemugaran dan pengalihan fungsi menjadi area pejalan kaki
- Pemandangan dari teras atap Gedung Reichstag
Lihat pula
Referensi
- ↑ "Brandenburg Gate" [Gerbang Brandenburg]. berlin.de (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 3 Agustus 2021.
- 1 2 Watkin 1986, hlm. 356–357.
- ↑ Pohlsander 2008, hlm. 176.
- ↑ Pohlsander 2008, hlm. 176, 180.
- ↑ Laurenz Demps: Der Pariser Platz. Der Empfangssalon Berlins. Henschel, Berlin 1995, ISBN 3-89487-215-2, S. 24
- ↑ Laurenz Demps: Zur Baugeschichte des Tores. Dalam: Das Brandenburger Tor 1791–1991. Eine Monographie. Willmuth Arenhövel, Berlin 1991, ISBN 3-922912-26-5, hlm. 20
- ↑ Willmuth Arenhövel, Rolf Bothe (Hrsg.): Das Brandenburger Tor 1791–1991. Eine Monographie. Mit Beiträgen von Laurenz Demps, Sibylle Einholz, Dominik Bartmann u. a. 2. verb. Auflage. Willmuth Arenhövel Verlag für Kunst- und Kulturgeschichte, Berlin 1991, ISBN 3-922912-26-5.
- 1 2 Watkin 1986, hlm. 356.
- ↑ Watkin 1986, hlm. 354–355.
- 1 2 Pohlsander 2008, hlm. 175.
- ↑ Ward, Graham, "The Making of the Modern Metropolis" dalam The Oxford Handbook of Theology and Modern European Thought, hlm. 68, Oxford University Press, 2013.
- 1 2 Brockschmidt, Rolf (20 Oktober 2014). "Das Brandenburger Tor und sein Geheimnis" [Gerbang Brandenburg dan Rahasianya]. Der Tagesspiegel (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 16 April 2026.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Deutsches Historisches Museum". Dhm.de. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Juni 2013. Diakses tanggal 25 April 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Dunton, Larkin (1742). The World and Its People. Silver, Burdett. hlm. 188.
- ↑ Sullivan, Paul (2016). "Brandenburg Gate". Pocket Rough Guide Berlin. London: Penguin Random House. hlm. 72. ISBN 9780241254622. Diakses tanggal 9 Mei 2016.
- ↑ "Denkmale in Berlin. Brandenburger Tor" (dalam bahasa Jerman). Senatsverwaltung für Stadtentwicklung und Umwelt, Berlin. Diakses tanggal 5 Agustus 2013.
- ↑ Müller, Titus (28 Juli 2016). Berlin Feuerland (dalam bahasa Jerman). Karl Blessing Verlag. ISBN 9783641125110. Diakses tanggal 10 Agustus 2016.
- ↑ "225 Jahre Brandenburger Tor" [225 Tahun Gerbang Brandenburg]. DW.COM (dalam bahasa Jerman). 4 Agustus 2016. Diakses tanggal 10 Agustus 2016.
- ↑ Dedio, Florian; Dedio, Gunnar (2013). "Berlin, Germany, before the war". The Great War Diaries: Breathtaking Colour Photographs from a World Torn Apart. London: BBC Books, Penguin Random House. hlm. 50. ISBN 9781448141678. Diakses tanggal 6 Mei 2016.
- ↑ Pohlsander 2008, hlm. 180.
- ↑ Michael S. Cullen, Uwe Kieling: Das Brandenburger Tor. Ein deutsches Symbol. Berlin 1999, ISBN 3-8148-0076-1, hlm. 75.
- ↑ Umgestaltung des Brandenburger Tores. Dalam: Verkehrstechnik, tahun ke-20, terbitan 10 (20 Mei 1939), hlm. 255.
- ↑ Overy, Richard (2013). The Bombing War, Europe 1939–45 (Edisi Kindle, 2014). London: Penguin Books Ltd. ISBN 978-0-141-92782-4.
- ↑ Guido Knopp (2003). Der Aufstand – 17. Juni 1953 [Pemberontakan – 17 Juni 1953] (dalam bahasa Jerman). Hamburg: Hoffman und Campe. ISBN 3-455-09389-2.
- ↑ Brandenburg Gate: Symbol of Division, Unity, Freedom. Dalam: Sites of Unity (Haus der Geschichte), 2022.
- ↑ "Berlin: Generalprobe am Reißverschluss" [Berlin: Gladi Bersih di Zipper]. Der Tagesspiegel Online (dalam bahasa Jerman). ISSN 1865-2263. Diakses tanggal 4 Januari 2024.
- ↑ "20 Jahre Mauerfall" [20 Tahun Runtuhnya Tembok] (dalam bahasa Jerman). Kulturprojekte Berlin GmbH. 2009. Diakses tanggal 9 April 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Berlin feiert am Brandenburger Tor ins neue Jahr 2013" [Berlin Merayakan Tahun Baru 2013 di Gerbang Brandenburg] (dalam bahasa Jerman). Berliner Morgenpost. 4 Maret 2007.
Bibliografi
- Pohlsander, Hans A. (2008). National Monuments and Nationalism in 19th Century Germany. Peter Lang. ISBN 978-3-03-911352-1.
- Watkin, David (1986). A History of Western Architecture. London: Barrie & Jenkins. ISBN 0712612793.
Pranala luar
- Gerbang Brandenburg Diarsipkan 2020-12-01 di Wayback Machine.
- Brandenburg Gate described in its historic context. Diarsipkan 2004-04-07 di Wayback Machine.
- Panorama Brandenburg Gate Diarsipkan 2005-04-27 di Wayback Machine. - Panoramic view from the Pariser Platz
- Webcam: Live-View of the Street "Unter den Linden" with Brandenburg Gate in Berlin, Germany Diarsipkan 2009-01-07 di Wayback Machine.
- Ronald Reagan's Tear this Wall speech Diarsipkan 2007-12-30 di Wayback Machine.
- Complete text, audio and video of Ronald Reagan's Brandenburg Gate Address Diarsipkan 2014-08-06 di Wayback Machine.from AmericanRhetoric.com
- Bill Clinton's Berlin is free speech Diarsipkan 2023-03-25 di Wayback Machine.
- Video News report of the Brandenburg Gate re-opening Diarsipkan 2009-01-05 di Wayback Machine. - Real Player needed
- Germany, Berlin, Brandenburger Tor Diarsipkan 2021-06-14 di Wayback Machine. Virtual tour with map and compass effect by Tolomeus
- Panorama Brandenburg Gate 1945 Diarsipkan 2023-06-05 di Wayback Machine. - Panoramic view into the past, 60 years after WWII
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Geografis | |
| Lain-lain | |
