Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Pertempuran Berlin" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
| Pertempuran Berlin | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Front Timur (Perang Dunia II) | |||||||||
Pengibaran bendera di atas Reichstag (foto oleh Yevgeny Khaldei) | |||||||||
| |||||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||||
|
| |||||||||
| Pemimpin atau tokoh terkemuka | |||||||||
| Pasukan yang terlibat | |||||||||
| |||||||||
| Kekuatan | |||||||||
|
Jumlah total: 2.300.000 pasukan Di Wilayah Pertahanan Berlin:
|
Jumlah total: 766.750 pasukan[6] (36 divisi)[7]Di Wilayah Pertahanan Berlin:
| ||||||||
| Korban jiwa dan kerugian | |||||||||
Jumlah korban: 361.367
| Jumlah korban: 917.000–925.000 | ||||||||
| 125.000 warga sipil Jerman tewas[13] | |||||||||
Bagian dari seri mengenai |
|---|
| Sejarah Berlin |
| Margraviate Brandenburg (1157–1806) |
| Kerajaan Prusia (1701–1918) |
| Kekaisaran Jerman (1871–1918) |
| Republik Weimar (1919–33) |
| Jerman Nazi (1933–45) |
| Jerman Barat dan Jerman Timur (1945–90) |
|
| Republik Federal Jerman (1990–sekarang) |
| Lihat pula |
Pertempuran Berlin, yang oleh Uni Soviet disebut sebagai Operasi Serangan Strategis Berlin, dan juga dikenal sebagai Kejatuhan Berlin, merupakan salah satu serangan besar terakhir di medan perang Eropa pada Perang Dunia II.
Setelah Serangan Vistula–Oder pada Januari–Februari 1945, Tentara Merah untuk sementara waktu berhenti di garis pertahanan yang terletak 60 km di sebelah timur Berlin. Pada 9 Maret, Jerman menetapkan rencana pertahanannya untuk kota tersebut melalui Operasi Clausewitz. Persiapan pertahanan pertama di pinggiran Berlin dilakukan pada 20 Maret, di bawah komando Jenderal Gotthard Heinrici yang baru saja ditunjuk sebagai komandan Grup Angkatan Darat Vistula.
Ketika serangan Soviet dilanjutkan pada 16 April, dua front Soviet (kelompok tentara) menyerang Berlin dari timur dan selatan, sementara front ketiga mengalahkan pasukan Jerman yang berposisi di utara Berlin. Sebelum pertempuran utama di Berlin dimulai, Tentara Merah telah mengepung kota tersebut setelah meraih kemenangan dalam pertempuran di Seelow Heights dan Halbe. Pada 20 April 1945, hari ulang tahun Hitler, Front Belarusia Pertama yang dipimpin Marsekal Georgy Zhukov, yang maju dari timur dan utara, mulai menembaki pusat kota Berlin, sementara Front Ukraina Pertama di bawah Marsekal Ivan Konev menembus Grup Angkatan Darat Tengah dan bergerak maju ke pinggiran selatan Berlin. Pada 23 April, Jenderal Helmuth Weidling mengambil alih komando pasukan di dalam Berlin. Pasukan pertahanan kota tersebut terdiri dari beberapa divisi Angkatan Darat dan Waffen-SS yang kekurangan personel dan tidak terorganisir, serta anggota Volkssturm dan Pemuda Hitler yang kurang terlatih. Selama seminggu berikutnya, Tentara Merah secara bertahap menguasai seluruh kota.
Pada tanggal 30 April, Hitler bunuh diri. Pasukan garnisun kota tersebut menyerah pada tanggal 2 Mei, namun pertempuran terus berlanjut di wilayah barat laut, barat, dan barat daya kota tersebut hingga berakhirnya perang di Eropa pada tanggal 8 Mei (9 Mei di Uni Soviet), karena beberapa unit Jerman terus bertempur ke arah barat agar dapat menyerah kepada Sekutu Barat, bukan kepada Soviet.[14]
Latar Belakang
Pada permulaan tahun 1945, Front Timur semakin stabil semenjak Agustus 1944 setelah peluncuran Operasi Bagration. Jerman telah kehilangan Budapest dan beberapa negara seperti Hungaria, sementara Rumania dan Bulgaria dipaksa menyerah dan kemudian mengumumkan perang terhadap Jerman, serta akses ke Polandia telah terbuka bagi Tentara Merah.
Komandan Soviet, setelah aksi mereka selama Pemberontakan Warsawa, merebut Warsawa pada Januari 1945. Selama tiga hari, di garis depan yang lebar menggunakan empat Front, Tentara Merah mulai menyerang menyeberangi Sungai Narew dari Warsawa. Setelah empat hari, Tentara Merah membagi-bagi pasukannya dan mulai bergerak tiga puluh sampai empat puluh kilometer per hari, mengambil negara-negara Baltik, Danzig, Prussia Timur, Poznan, dan menggambar garis 60 km timur dari Berlin sepanjang Sungai Oder.
Serangan balasan kemudian dilakukan oleh Grup Tentara Vistula yang baru dibentuk, di bawah komando Reichsführer-SS Heinrich Himmler. Serangan balasan tersebut berakhir gagal pada 24 Februari 1945, dan Uni Soviet terus bergerak maju ke Pomerania serta membersihkan sisi kanan Sungai Oder. Di sebelah selatan, tiga kali usaha Jerman menggagalkan pengepungan kota Budapest telah gagal dan Budapest jatuh pada tanggal 13 Februari 1945 ke tangan Soviet. Lalu Jerman kembali melakukan serangan balasan. Hitler memaksakan suatu tugas yang tidak mungkin untuk menduduki kembali sungai Danube. Pada tanggal 16 Maret serangan itu gagal dan Tentara Merah kembali melakukan penyerangan pada hari yang sama. Pada 30 Maret mereka memasuki Austria dan menduduki Wina pada 13 April 1945.[15]
Saat itu, bahan bakar yang tersedia kurang dari seperdua belas dari kebutuhan Wehrmacht. Produksi pesawat tempur dan tank menurun tajam dan kualitasnya hanya tinggal separuh dibandingkan dengan tahun 1944.
Sangat jelas bahwa kekalahan Jerman akan terjadi dalam beberapa minggu, tetapi pertempuran semakin bergejolak. Nasionalisme, persyaratan menyerah tanpa syarat yang tidak diterima pihak Sekutu, dan usaha mengulur waktu agar pengungsi bisa diselamatkan ke daerah barat sebelum datangnya Tentara Merah membuat pasukan Jerman bertempur hingga akhir. Hitler sendiri bersikeras untuk bertahan di dalam kota.
Pihak Sekutu di Blok Barat sebenarnya berniat menurunkan pasukan penerjun payung untuk mengambil alih Berlin, tetapi kemudian membatalkannya. Eisenhower melihat bahwa tidak ada gunanya mengorbankan pasukan untuk menyerang kota yang sudah pasti akan diambil alih pihak Soviet. Selain itu, perintah ini tidak masuk akal jika mempertimbangkan jumlah pasukan yang tersisa dan cadangan makanan yang tersedia untuk mendukung keberadaan pasukan di dalam kota.
Penyerangan Jerman Timur
Serangan pihak Soviet ke daerah yang kemudian dikenal dengan nama Jerman Timur (DDR, Deutsche Demokratische Republik) memiliki dua alasan. Pertama adalah kecurigaan Stalin terhadap tujuan Pihak Sekutu Barat untuk mengambil alih wilayah yang belum diinjak tentara Soviet, maka Soviet terus menyerang ke arah barat agar bisa mengambil alih wilayah di timur dan menghentikan gerak Sekutu Barat yang bergerak ke timur. Keduanya memiliki pikiran hampir serupa karena penguasaan atas wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secepatnya kecuali jika Berlin telah diambil alih oleh salah satu blok. Pertimbangan lain adalah Berlin sendiri memiliki banyak aset strategis, contohnya Hitler sendiri dan program pengembangan bom atom Jerman.
Pada 9 April 1945, Königsberg di Prussia Selatan akhirnya jatuh ke tangan Tentara Merah. Hal ini membebaskan gerak pasukan Marsekal Konstantin Rokossovsky (2nd Belorussian Front, Front Kedua Belarusia atau 2BF) dari barat ke timur lembah Sungai Oder . Selama dua minggu pertama bulan April, Soviet berhasil melakukan gerak penempatan kembali front mereka. Marsekal Georgy Zhukov berkonsentrasi di 1st Belorussian Front (Front Pertama Belarusia atau 1BF) yang ditugaskan di sepanjang Sungai Oder dari Frankfurt di daerah selatan hingga ke wilayah Baltik, sampai wilayah di front Seelow Heights. Front 2BF bergerak menuju posisi yang telah dikuasai 1BF di bagian utara Seelow Heights. Saat penempatan ulang ini, beberapa kantong kosong terjadi, menyebabkan Pasukan Jerman Ke-II, yang telah terkepung di Danzig, berhasil keluar dan menyeberangi Sungai Oder.
Di selatan Marsekal Ivan Konev membawa Front Pertama Ukrainia (1UF) keluar dari bagian luar Silesia ke arah barat laut menuju Sungai Neisse.
Ketiga front Soviet ini berjumlah 2,5 juta orang (termasuk 78,556 prajurit dari Pasukan Polandia Pertama), 6.250 tank, 7.500 pesawat, 41.600 meriam artileri dan mortir, 3.255 truk bermuatan peluncur roket Katyusha (disebut juga dengan nama Orgen Stalin), dan 95.383 motor tempur, kebanyakan buatan Amerika Serikat.
Jenderal Gotthard Heinrici menggantikan Himmler sebagai komandan grup Vistula pada 20 Maret. Heinrici adalah salah satu ahli strategi bertahan di pasukan Jerman dan memulai rencana pertahanan. Ia berpendapat bahwa serangan utama Soviet pasti akan terjadi melalui Sungai Oder dan di sepanjang utara hingga barat autobahn. Ia memutuskan untuk tidak mempertahankan lembah di sekitar Sungai Oder dengan lebih dari sekadar pertahanan kamuflase. Sebaliknya, ia memerintahkan insinyur untuk membentengi Seelow Heights yang memberikan akses pengawasan Sungai Oder di bagian yang dilewati autobahn. Ia mulai mengurangi kekuatan di garis lain untuk berkonsentrasi di Seelow Heights.
Pasukan Jerman kemudian merekayasa rencana membanjiri wilayah Oder, yang telah basah di musim semi menjadi rawa dengan melepaskan air dari bendungan utama. Di belakangnya, mereka membangun tiga lingkaran pertahanan yang menjangkau daerah lembah dari daerah luar Berlin. Garis ini diperkuat dengan parit anti-tank, penempatan senjata anti-tank, dan jaringan besar pagar serta bungker.
Pertempuran Oder-Neisse

Dini hari tanggal 16 April 1945, serangan ke Berlin dibuka oleh bombardir hebat dari 16.000 artileri dan roket Katyusha oleh Soviet sepanjang hari. Tidak lama kemudian sebelum fajar, Front 1BF menyerang dengan menyeberangi Sungai Oder. Front 1UF menyerang melalui Neisse juga sebelum fajar. Front 1BF memiliki kekuatan lebih besar, tetapi memiliki penugasan lebih sulit dan harus menghadapi kekuatan terbesar Jerman.
Serangan awal Front 1BF menjadi bencana. Heinrici mengantisipasi serangan ini dan menarik pasukan bertahannya dari pagar garis pertahanan pertama tepat sebelum Soviet menghujani mereka dengan artileri. Sinar pencari dari 143 lampu yang sebenarnya dimaksudkan untuk membutakan pasukan bertahan tertahan oleh kabut pagi dan malah memperlihatkan siluet pasukan Soviet. Lumpur rawa yang terjadi terbukti menjadi tempat persembunyian efektif dan serangan balik Jerman membuat korban di pihak Soviet menjadi bertambah banyak.
Frustrasi oleh perkembangan yang lebih lambat dari keinginan Stalin, Zhukov meenurunkan pasukan cadangan, yang sebelumnya dimaksudkan untuk mendukung gerak merangsek maju. Pada sore harinya, pasukan berhasil maju sejauh enam kilometer di beberapa area, tetapi garis pertahanan Jerman tetap tidak tersentuh. Di selatan, Zhukov dengan Front 1UF terpaksa melaporkan bahwa Pertempuran Seelow Heights tidak berjalan sesuai rencana. Stalin, untuk menyemangati Zhukov, mengatakan padanya bahwa ia akan memberikan izin kepada Konev untuk menggerakkan pasukan tank menuju Berlin dari arah selatan.
Pada hari kedua, jumlah anggota Front 1BF dikurangi untuk menambah dukungan bagi pasukan yang terlibat pertempuran langsung. Taktik Soviet untuk menggunakan serangan masif terbukti memberi kerugian yang sangat banyak daripada yang diperhitungkan.
Pada awal malam tanggal 17 April 1945 front Jerman di belakang Zhukov masih tersisa, tetapi hampir hancur. Di selatan, Pusat Grup Pasukan yang dikomandani Jenderal Ferdinand Schorner tidak bisa bertahan dengan bantuan persembunyian. Bagian flank Pasukan Panzer Jerman Ke-IV di utara terdesak secara jumlah oleh serangan Front 1UF. Ia memutuskan untuk tetap menyimpan cadangan dua divisi panser daripada menggunakannya untuk mendukung Pasukan Panser Ke-IV. Di sinilah titik balik pertempuran terjadi, di mana saat malam, posisi Grup Vistula dan sektor selatan Pusat Grup Pasukan menjadi terpisah. Kecuali mereka bisa mengusahakan bergabung dengan Pasukan Panser Jerman Ke-IV, mereka akan dihabisi. Sebagai efek keberhasilan serangan Konev atas pertahanan pasukan Schorner yang buruk, membuat pertahanan pasukan Heinrichi yang brilian menjadi sia-sia.
Pada 18 April, kedua Front Soviet berhasil membuat perkembangan berarti, tetapi kerugian yang dialami Soviet terlalu besar dari yang seharusnya. Menjelang malam, Front 1BF berhasil mendesak ke garis pertahanan terakhir Jerman dan Front 1UF yang berhasil menguasai Forst bersiap untuk perang terbuka.
Pada 19 April Front 1BF berhasil merusak garis akhir pertahanan Seelow Heights dan tinggal sedikit pasukan Jerman yang menghalangi mereka dari Berlin. Sisa Pasukan Jerman Ke-IX yang mempertahankan area tersebut dan sisa Pasukan Panser Jerman Ke-IV berada dalam bahaya menghadapi penghancuran oleh Front 1UF.
Referensi
- ↑ Zaloga 1982, hlm. 27. sfn error: tanpa target: CITEREFZaloga1982 (bantuan)
- 1 2 3 Glantz 1998, hlm. 261. sfn error: tanpa target: CITEREFGlantz1998 (bantuan)
- ↑ Ziemke 1969, hlm. 71. sfn error: tanpa target: CITEREFZiemke1969 (bantuan)
- ↑ Murray & Millett 2000, hlm. 482. sfn error: tanpa target: CITEREFMurrayMillett2000 (bantuan)
- 1 2 Beevor 2002, hlm. 287. sfn error: tanpa target: CITEREFBeevor2002 (bantuan)
- 1 2 Glantz 1998, hlm. 373. sfn error: tanpa target: CITEREFGlantz1998 (bantuan)
- ↑ Antill 2005, hlm. 28. sfn error: tanpa target: CITEREFAntill2005 (bantuan)
- ↑ Bergstrom 2007, hlm. 117. sfn error: tanpa target: CITEREFBergstrom2007 (bantuan)
- ↑ Wagner 1974, hlm. 346. sfn error: tanpa target: CITEREFWagner1974 (bantuan)
- ↑ Krivosheev 1997, hlm. 157. sfn error: tanpa target: CITEREFKrivosheev1997 (bantuan)
- ↑ Müller 2008, hlm. 673. sfn error: tanpa target: CITEREFMüller2008 (bantuan)
- ↑ Glantz 2001, hlm. 95. sfn error: tanpa target: CITEREFGlantz2001 (bantuan)
- ↑ Antill 2005, hlm. 85. sfn error: tanpa target: CITEREFAntill2005 (bantuan)
- ↑ Beevor 2002, hlm. 400–405. sfn error: tanpa target: CITEREFBeevor2002 (bantuan)
- ↑ Matters, Military History (2020-05-13). "The Battle of Berlin | Military History Matters". www.military-history.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-10-19.
Bacaan tambahan
- Beevor, Antony. Berlin: the Downfall, 1945, ISBN 0-670-88695-5
- Krivosheev, G. F. Soviet Casualties and Combat Losses in the Twentieth Century, Greenhill Books, 1997.
- Read, Anthony. The Fall of Berlin, London: Pimlico, 1993. ISBN 0-7126-0695-5
- Ryan, Cornelius. The Last Battle, ISBN 0-684-80329-1
- Ziemke, Earl F. Battle For Berlin: End Of The Third Reich, NY:Ballantine Books, London:Macdomald & Co, 1969.
- Anonymous A Woman in Berlin: Six Weeks in the Conquered City Translated by Anthes Bell, ISBN 0-8050-7540-2
Lihat pula
Catatan kaki
- Heinrici digantikan oleh Jenderal Siswa Kurt pada 28 April. Jenderal Kurt von Tippelskirch ditunjuk sebagai pengganti sementara Heinrici sampai Siswa dapat tiba dan mengambil alih kendali. Siswa ditangkap oleh Inggris dan tidak pernah tiba(Dollinger 1967, hlm. 228) harv error: tanpa target: CITEREFDollinger1967 (bantuan).
- Weidling menggantikan Oberstleutnant Ernst Kaether sebagai komandan Berlin yang hanya menjabat satu hari setelah mengambil alih komando dari Reymann.
- Perkiraan awal Soviet telah menempatkan kekuatan total pada 1 juta orang, tapi ini terlalu tinggi (Glantz 1998, hlm. 258–259) harv error: tanpa target: CITEREFGlantz1998 (bantuan).
- Sejumlah besar dari 45.000 adalah pasukan LVI Panzer Corps yang berada di awal bagian pertempuran Angkatan Darat IX Jerman di Seelow Heights.
- Perkiraan Jerman (Müller) berdasarkan data arsip yang tidak lengkap: 92.000 untuk Seelow, Halbe dan di dalam Berlin; 100.000 untuk seluruh wilayah Berlin. Untuk informasi tentang asal-usul proyek "Das Deutsch Reich und der Zweite Weltkrieg" di bawah Kantor Penelitian Sejarah Militer Bundeswehr, lihat Ziemke 1983, hlm. 398–407 harvnb error: tanpa target: CITEREFZiemke1983 (bantuan).
Pranala luar
- BBC article Diarsipkan 2006-06-14 di Wayback Machine
- Photos of World War 2 Berlin Locations today Diarsipkan 2005-04-10 di Wayback Machine
- Map of the battle Diarsipkan 2007-06-21 di Wayback Machine
- The battle and buildup Diarsipkan 2006-03-17 di Wayback Machine
- "They raped every German female from eight to 80" Antony Beevor
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |