Kamis, 01 Oktober 2026
18:56 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Helmuth Weidling

Helmuth Weidling

Bagikan:
Helmuth Otto Ludwig Weidling
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1983-028-05%2C_Helmuth_Weidling_Recolored.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Helmuth Weidling pada tahun 1943
Informasi pribadi
Lahir2 November 1891
Meninggal17 November 1955(1955-11-17) (umur 64)
Penghargaan sipil
Salib Ksatria dari Salib Besi dengan Daun Ek dan Pedang
Salib Jerman
Salib Besi Kelas I
Salib Besi kelas II
Karier militer
PihakKekaisaran Jerman Kekaisaran Jerman (hingga tahun 1918)
Jerman Republik Weimar (hingga tahun 1933)
Jerman Nazi Nazi Jerman
Dinas/cabangWehrmacht
PangkatGeneral der Artillerie
KomandoKorps Panser XL
Korps Panser XLI
Korps Panser LVI
Daerah Pertahanan Berlin
Pertempuran/perangPerang Dunia I
Perang Dunia II

Helmuth Otto Ludwig Weidling (Halberstadt, Kekaisaran Jerman 2 November 1891 - Vladimir, Uni Soviet, 17 November 1955) adalah seorang perwira berkebangsaan Jerman pada masa Perang Dunia II, dengan jabatan General der Artillerie (jenderal artileri). Weidling diangkat sebagai komandan untuk Berlin pada tanggal 23 April 1945, dan kemudian mempertahankan kota itu dari serbuan Uni Soviet, lalu di akhir PD II, ia menyerah. Ia meninggal sebagai tahanan perang Uni Soviet.

Perang Berlin

Pada 30 April 1945, jarak Soviet hanya kurang dari 500 meter dari Führerbunker, Adolf Hitler mengadakan pertemuan pribadi dengan Weidling yang saat itu menjadi Komandan Korps Panzer LVI. Weidling memberi tahu Hitler bahwa garis pertahananan terakhir di Berlin akan kehabisan amunisi malam itu dengan jumlah pasukan yang sangat terbatas.[1] Weidling sempat meminta izin dari Hitler untuk keluar dari Berlin bersama dengan perwira lainnya dan menyatakan bahwa tugasnya sebagai komandan telah usai, tetapi permintaannya ditolak oleh Hitler dan Weidling kembali ke markasnya di Bendlerblock.[1]

Saat berada dimarkasnya, ia menerima izin dari Hitler untuk pergi dari Berlin malam itu.

Setelah Hitler dan Eva Braun bunuh diri, Weidling sampai di Führerbunker dan bertemu dengan Joseph Goebbels, Obergruppenfüher Martin Bormann dan Jenderal Hans Krebs. Mereka memperlihatkan Weidliing kamar Hitler, tempat pasangan Hitler dan Eva Braun bunuh diri. Joseph Goebbels memberi tahu Weidling bahwa tubuh mereka berdua telah dibakar dan dikubur ditaman Kanselir Reich, tepat diatas Fuhrerbunker.[2] Weidling terpaksa bersumpah bahwa dia tidak akan memberi tahu berita ini kepada siapa pun. Satu-satunya orang di luar Jerman yang diberitahu adalah Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet.

Upaya untuk permintaan gencatan senjata dilakukan malam itu, Jenderal Krebs kemudian memberi tahu komandan pasukan Uni Soviet sehingga ia dapat memberi tahu Kremlin untuk melakukan gencatan senjata.[1] Tak lama setelah gencatan senjata, Goebbels beserta istrinya melakukan bunuh diri bersama yang diikuti dengan keluarnya berita "Berlin menyerah".[3]

Referensi

  1. 1 2 3 Beevor, Anthony (2002). Berlin: The Downfall 1945. Viking-Penguin Books. hlm. 352–358. ISBN 978-0-670-03041-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Kershaw, Ian (2008). Hitler: A Biography. New York: W. W. Norton & Company. hlm. 956. ISBN 978-0-393-06757-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Dollinger, Hans (1997). The Decline and Fall of Nazi Germany and Imperial Japan. Library of Congress Catalogue Card Number 67-27047. hlm. 239. ISBN 978-0-7537-0009-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Didahului oleh:
Josef Harpe
Komandan XXXXI Panzerkorps
1943-1944
Diteruskan oleh:
Edmund Hoffmeister
Didahului oleh:
Edmund Hoffmeister
Komandan XXXXI Panzerkorps
1944-1945
Diteruskan oleh:
Wend von Wietersheim
Didahului oleh:
Rudolf Koch-Erpach
Komandan LVI Panzerkorps
1945
Diteruskan oleh:
tidak ada
Didahului oleh:
Erich Bärenfänger
Komandan Daerah Pertahanan Berlin
1945
Diteruskan oleh:
tidak ada
Penghuni terakhir Führerbunker menurut tanggal keluar (1945)
20 April
National Insignia of Germany
21 April
22 April
23 April
24 April
28 April
29 April
30 April
1 Mei
2 Mei
Masih ada pada 2 Mei
Bunuh diri
Dieksekusi
Dibunuh
Tak diketahui
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan