Senin, 28 September 2026
11:00 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal

Hugo Blaschke

Hugo Johannes Blaschke (14 November 1881 – 6 Desember 1959) adalah seorang ahli bedah gigi Jerman pada masa Perang Dunia ke-II. Blaschke dikenal sebagai dokter gigi pribadi Adolf Hitler dari tahun 1933 hingga April 1945 dan menjabat sebagai kepala dokter gigi pada pasukan Reichsführer-SS Heinrich Himmler.

Hugo J. Blaschke
Lahir(1881-11-14)14 November 1881
Meninggal6 Desember 1959(1959-12-06) (umur 78)
Tempat peristirahatan terakhir
St. Peter Cemetery, Nuremberg
Nama lainDr. Blaschke
PendidikanUniversity of Pennsylvania
PekerjaanAhli bedah gigi
Masa aktif1933-1945
Pemberi kerjaFührerbunker, Berlin
Dikenal karenaDokter gigi pribadi Adolf Hitler

Kehidupan pribadi

Blaschke lahir di Neustadt di Prusia Barat (sekarang Wejherowo) dan menjalani pendidikan kedokteran gigi di Berlin dan Universitas Pennsylvania. Ia dilatih sebagai ahli bedah gigi di London dan membuka praktiknya sendiri pada akhir 1911. Selama Perang Dunia I, Blaschke menjabat sebagai dokter gigi militer di Frankfurt dan di Berlin. Setelah perang berakhir, ia kembali membuka praktiknya di Berlin.[1]

Karier

Keberhasilan Blaschke dalam dunia kedokteran gigi terdengar hingga kalangan perwira Nazi. Ia berkesempatan untuk merawat Hermann Göring pada tahun 1930 dan mulai menemui pemimpin Nazi lainnya untuk melakukan perawatan gigi. Blaschke kemudian tergabung dengan Partai Nazi pada 1 Februari 1931.[2] Atas ketekunannya, Göring merekomendasikan Blaschke kepada Hitler pada tahun 1933. Setelah perawatan yang ia lakukan berhasil, Blaschke menjadi dokter gigi pribadi Hitler. Selain Hitler, dia juga merawat Eva Braun, Joseph Goebbels dan Heinrich Himmler.[3] Ia bergabung dengan SS pada tanggal 1 Mei 1935 dan diangkat menjadi kepala dokter gigi SS pada tanggal 31 Agustus 1943. Ia kemudian dipromosikan menjadi SS-Brigadeführer pada tanggal 9 November 1944.

Pada tahun 1945 ketika akhir dari Nazi Jerman semakin dekat, Blaschke turut menemani Hitler ke Kanselir Reich di Berlin dan kemudian ke Führerbunker. Saat Tentara Merah mendekati Berlin, pada 20 April, Hitler memerintahkan Blaschke, Albert Bormann, Laksamana Karl-Jesko von Puttkamer, Dr. Theodor Morell, sekretaris Johanna Wolf, Christa Schroeder, dan staf lainnya untuk meninggalkan Berlin dengan pesawat ke Obersalzberg. Mereka terbang dari Berlin dengan pesawat Fliegerstaffel des Führers selama tiga hari berikutnya. Asisten Blaschke, Käthe Heusermann telah ditawari kesempatan untuk terbang keluar dari Berlin bersama yang lain, tetapi ia menolak dan tetap tinggal bersama Hitler sampai kematiannya.[4]

Pasca-perang

Saat berada di Austria, Blaschke ditangkap oleh pasukan Angkatan Darat AS pada tanggal 20 Mei 1945. Ia diinterogasi oleh Amerika setelah Perang Dunia II tentang keperawatan gigi Hitler dengan harapan hal ini akan membantu mengidentifikasi jenazahnya yang terbakar.[5] Blaschke mengatakan bahwa ia telah dipanggil untuk memeriksa Hitler pada bulan Oktober 1944. Blaschke menemukan bahwa Hitler mengalami infeksi gusi yang parah pada gigi nomor 6, Blaschke melanjutkan dengan menceritakan bahwa dia melakukan operasi untuk mencabut gigi nomor 6 karena infeksi yang menyebabkan sakit gigi yang parah.[1]

Setelah dibebaskan dari penjara pada bulan Desember 1948, Blaschke kembali membuka praktik sebagai dokter gigi di Nuremberg. Blaschke merekonstruksi catatan gigi dari para pemimpin Nazi yang pernah ia rawat dan kemudian digunakan untuk mengidentifikasi sisa-sisa kerangka, yang ditemukan di Berlin pada tahun 1972. Hugo Blaschke meninggal di Nuremberg pada usia 78 pada tahun 1959.[1] Ia dimakamkan di Pemakaman St. Peter di Nürnberg, tetapi nisannya hanya berdiri sampai 1977 dan sejak 1980 kuburan tersebut telah ditempati oleh keluarga Gossler.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Henrik, Eberle (2005). The Hitler Book: The Secret Dossier Prepared for Stalin from the Interrogations of Hitler's Personal Aides. New York: Public Affairs. ISBN 978-1-58648-366-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Joachimsthaler, Anton (1999). The Last Days of Hitler: The Legends, The Evidence, The Truth. Brockhampton Press. ISBN 1-86019-902-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Kershaw, Ian (2008). Hitler: A Biography. New York: W. W. Norton & Company. ISBN 978-0-393-06757-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Lang, Jochen von (1979). The Secretary. Martin Bormann: The Man Who Manipulated Hitler. New York: Random House. ISBN 978-0-394-50321-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Joachimsthaler (1999). "The Last Day of Hitler": 226.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Pranala luar

Penghuni terakhir Führerbunker menurut tanggal keluar (1945)
20 April
National Insignia of Germany
21 April
22 April
23 April
24 April
28 April
29 April
30 April
1 Mei
2 Mei
Masih ada pada 2 Mei
Bunuh diri
Dieksekusi
Dibunuh
Tak diketahui
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan