Rabu, 30 September 2026
00:45 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Gestapo

Gestapo

polisi rahasia Jerman Nazi

Bagikan:
Terjemahkan ke bahasa Indonesia
Artikel ini perlu diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia. Artikel yang sama sekali tidak diterjemahkan dapat dihapus secara cepat sesuai kriteria A2.

Jika Anda ingin memeriksa artikel ini, Anda boleh menggunakan mesin penerjemah. Namun ingat, mohon tidak menyalin hasil terjemahan tersebut ke artikel, karena umumnya merupakan terjemahan berkualitas rendah.
Untuk Gerakan September Tiga Puluh, lihat Gestapu.
Gestapo
Geheime Staatspolizei
250px-Bundesarchiv_Bild_183-R97512%2C_Berlin%2C_Geheimes_Staatspolizeiamt.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Markas Gestapo di Prinz-Albrecht-Straße 8 di Berlin (1933)
Ikhtisar lembaga
DibentukApril 26, 1933;93 tahun lalu (1933-04-26)
Lembaga pendahulu
Dibubarkan8 Mei 1945;81 tahun lalu (1945-05-08)
Personel32.000 (1944 per.)[1]
Struktur yurisdiksi
Yurisdiksi hukumJerman dan pendudukan Eropa
Jenis lembaga
Struktur operasional
Markas besarPrinz-Albrecht-Straße 8, Berlin
52°30′25″N 13°22′58″E / 52.50694°N 13.38278°E / 52.50694; 13.38278
Menteri yang bertanggung jawab
Pejabat eksekutif
Lembaga induk

Geheime Staatspolizei ([ɡəˈhaɪməˈʃtaːtspoliˌtsaɪ]ⓘ, terj. har. 'Polisi Rahasia Negara', singkatan Gestapo [ɡəˈstaːpo]ⓘ),[3] adalah polisi rahasia resmi Jerman Nazi dan wilayah Eropa yang diduduki Jerman.

Pasukan ini dibentuk oleh Hermann Göring pada tahun 1933 dengan menggabungkan berbagai badan polisi politik Prusia menjadi satu organisasi. Pada tanggal 20 April 1934, pengawasan terhadap Gestapo beralih ke tangan pemimpin Schutzstaffel (SS), Heinrich Himmler, yang juga ditunjuk oleh Hitler sebagai Kepala Polisi Jerman pada tahun 1936. Gestapo tidak lagi sekadar menjadi badan negara bagian Prusia, melainkan menjadi badan nasional sebagai sub-unit dari Sicherheitspolizei (SiPo; Polisi Keamanan). Sejak 27 September 1939, pengelolaannya berada di bawah Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA). Organisasi ini dikenal sebagai Amt (Departemen) 4 RSHA dan dianggap sebagai organisasi mitra bagiSicherheitsdienst (SD; Dinas Keamanan).

Gestapo melakukan berbagai kekejaman secara luas selama masa keberadaannya. Gestapo dikerahkan untuk menindak lawan politik Nazi, pihak yang berbeda pandangan secara ideologis (kaum rohaniwan dan organisasi keagamaan), penjahat kambuhan, populasi Sinti dan Romani, penyandang disabilitas, kaum homoseksual, dan terutama orang Yahudi.[4] Mereka yang ditangkap oleh Gestapo sering kali ditahan tanpa melalui proses peradilan; para tahanan politik di seluruh Jerman—dan sejak tahun 1941 di wilayah-wilayah pendudukan berdasarkan Dekret Malam dan Kabut (Jerman: Nacht und Nebel)—kerap menghilang begitu saja saat berada dalam tahanan Gestapo.[5] Berbeda dengan anggapan umum, Gestapo sebenarnya merupakan organisasi yang relatif kecil dengan kemampuan pengawasan yang terbatas; namun, organisasi ini terbukti sangat efektif berkat kesediaan warga Jerman biasa untuk melaporkan sesama warga. Selama Perang Dunia II, Gestapo memainkan peran kunci dalam peristiwa Holokaus. Setelah Perang Dunia II berakhir, Gestapo dinyatakan sebagai organisasi kriminal oleh Pengadilan Militer Internasional (IMT) dalam persidangan Nürnberg, dan beberapa petinggi Gestapo dijatuhi hukuman mati.[6]

Perkembangan Organisasi

Pembentukan Tahun 1933 dan Tahun Pertama sampai Tahun 1936

Pada tahun 1933 di Prusia atas usaha menteri dalam negeri Prusia Hermann Göring Gestapo dibentuk sebagai suatu badan yang relatif kecil yang terdiri atas polisi politik (Politische Polizei) Berlin, yang meneruskan tradisi polisi rahasia Prusia dengan tugas utama memantau dan membasmi lawan-lawan politik. Pemimpin pertamanya adalah Dr. Rudolf Diels. Diels-lah yang pertama-tama memakai istilah Gestapo. Gestapo bekerja sebagai polisi politik dan tidak terikat dengan organ yustisi lainnya.

Pada tahun pertama kekuasaan Nazi perebutan kursi pimpinan polisi politik masih belum jelas: Heinrich Himmler yang berasal dari Bayern yang lama menghimpun kewenangan polisi politik di negera-negara bagian non-Prusia pada dirinya dan pada tahun 1934 menginginkan juga Gestapo masuk dalam daerah kekuasaannya, Göring berkonsentrasi pada perluasan angkatan udara (Luftwaffe) dan pada April 1934 Diels digantikan oleh Reinhard Heydrich. Gestapo berkembang menjadi organisasi yang besar dalam memata-matai penduduk dan melenyapkan lawan-lawan pemerintah.

Perkembangan sejak 1936

250px-Gestapo_anti-gay_telex.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perintah penangkapan seorang Homoseksual

Pada 17 Juni 1936 Heirich Himmler atas dasar perkataan Hitler („Erlass des Führers und Reichskanzlers über die Einsetzung eines Chefs der deutschen Polizei im Reichsministerium des Inneren“ (keputusan Pemimpin dan Kanselir Reich mengenai pengangkatan kepala kepolisian Jerman di kementerian dalam negeri Reich)[7] menjadi kepala dari seluruh kepolisian Jerman. Dengan demikian semua kesatuan kepolisian yang beragam seperti Schutzpolizei, Gendarmerie dan Gemeindepolizei menjadi tersentralisasi yang berarti mereka tidak lagi berada dalam pengawasan menteri-menteri dalam negeri ditiap negara bagian. Gestapo berhak untuk menginvestigasi kasus-kasus pembelotan, spionase dan sabotase juga kasus-kasus kriminal terhadap partai Nazi dan negara Jerman. Sebuah peraturan dikeluarkan pemerintah pada tahun 1936 memberikan wewenang yang tidak terbatas pada Gestapo.[8]

Referensi

Buku

  • German Resistance Against Hitler: The Search for Allies Abroad, 1938-1945, Klemens Von Klemperer, Oxford University Press, 1992, ISBN 0-19-820551-1
  • Histoire de la Gestapo, Jacques Delarue, Paris, 1962
  • An Illustrated History of the Gestapo, Rupert Butler, Motorbooks, 1993, ISBN 0-87938-801-3

Karya yang diduga Hoax mengenai Gestapo:

  • Gestapo Chief: The 1948 Interrogation of Heinrich Müller - Gregory Douglas. San Jose, CA 1995

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ↑ Gellately 1992, hlm. 44. sfn error: tanpa target: CITEREFGellately1992 (bantuan)
  2. ↑ Wallbaum 2009, hlm. 43. sfn error: tanpa target: CITEREFWallbaum2009 (bantuan)
  3. ↑ Childers 2017, hlm. 235. sfn error: tanpa target: CITEREFChilders2017 (bantuan)
  4. ↑ Johnson 1999, hlm. 483–485. sfn error: tanpa target: CITEREFJohnson1999 (bantuan)
  5. ↑ Snyder 1994, hlm. 242. sfn error: tanpa target: CITEREFSnyder1994 (bantuan)
  6. ↑ Delarue 1964, hlm. 393–394. sfn error: tanpa target: CITEREFDelarue1964 (bantuan)
  7. ↑ Alfred Schweder: Politische Polizei, Heymannverlag, Berlin, 1937, halaman 158
  8. ↑ Shirer, William (1960). The Rise and Fall of the Third Reich. New York City: Simon & Schuster. ISBN 0-671-72868-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal; Teks "William Shirer" diabaikan; Teks "authorlink" diabaikan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan