Senin, 21 September 2026
06:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sinti

Sinti

250px-Bundesarchiv_Bild_183-2004-0203-502%2C_Bei_Agram%2C_kroatische_Sinti_und_Roma-Frauen_und_Kinder.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinti dan orang-orang Roma, 1941
250px-Trollmanngross.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Johann Trollmann, petinju Sinti Jerman

Sinti (juga Sinta atau Sinte; maskulin. tunggal. Sinto; feminin. tunggal. Sintesa) adalah orang-orang Rom di Eropa Tengah.[1] Mereka secara tradisional hidup berkeliling mengembara atau disebut gipsi, tetapi sekarang hanya sebagian kecil dari Sinti yang berpola hidup seperti itu. Pada zaman dahulu, mereka sering tinggal di pinggiran komunitas. Sinti Eropa Tengah terkait erat dengan kelompok yang dikenal sebagai Manouche di Prancis. Mereka berbicara dalam bahasa Sinti-Manouche variasi Romani, yang menunjukkan pengaruh Jerman yang kuat.

Sinti tiba di Jerman dan Austria di Abad Pertengahan Akhir bersama dengan orang-orang Rom dari anak benua India,[2] akhirnya terpecah menjadi dua kelompok: Eftavagarja ("Tujuh Kafilah") dan Estraxarja ("dari Austria").[3] Mereka tiba di Jerman sebelum 1540.[4]

Nama

Asal-usul nama Sinti masih diperdebatkan. Beberapa kalangan,termasuk banyak orang Sinti sendiri, percaya nama itu berasal dari Sindhi, sebuah nama etnis di Sindh (sebuah wilayah di Pakistan), berdasarkan indikasi bahwa orang-orang Rom berasal dari anak benua India.[5][6] Selain itu, terdapat koneksi linguistik yang terdokumentasi antara bahasa Rom dengan Sanskrit, sebuah penelitian terbaru oleh para peneliti Estonia dan India menemukan kesamaan genetik antara pria Eropa dengan pria India dalam sampel mereka.[7]

Referensi

  1. Martha Verdorfer: Sinti & Roma Diarsipkan 2020-09-24 di Wayback Machine. (Jerman)
  2. "Europe invented 'gypsies,' says German author". Deutsche Welle. Diakses tanggal 15 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Innsbrucker Beiträge zur Kulturwissenschaft: Sonderheft. 1993. ISBN 9783851241655.
  4. Nicholas Saul, Susan Tebbutt, p. 182
  5. Yaron Matras, "The Role of Language in Mystifying and Demystifying Gypsy Identity" in: Nicholas Saul, Susan Tebbutt, The Role of the Romanies: Images and Counter-images of "Gypsies"/Romanies in European Cultures, Liverpool University Press (2004), ISBN978-0-85323-679-5, p. 70.
  6. Kochanowski, Jan (1968). "Black Gypsies, White Gypsies: The Gypsies Within the Perspective of Indo-European Migrations". Diogenes. 16 (63). Lisa Pasternak Slater (translator): 27–47. doi:10.1177/039219216801606302.
  7. Nelson, Dean (3 Desember 2012). "European Roma descended from Indian 'untouchables', genetic study shows". Telegraph.co.uk. Diakses tanggal 15 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan