Jumat, 06 November 2026
02:11 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Sinti

Sinti

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_183-2004-0203-502%2C_Bei_Agram%2C_kroatische_Sinti_und_Roma-Frauen_und_Kinder.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinti dan orang-orang Roma, 1941
250px-Trollmanngross.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Johann Trollmann, petinju Sinti Jerman

Sinti (juga Sinta atau Sinte; maskulin. tunggal. Sinto; feminin. tunggal. Sintesa) adalah orang-orang Rom di Eropa Tengah.[1] Mereka secara tradisional hidup berkeliling mengembara atau disebut gipsi, tetapi sekarang hanya sebagian kecil dari Sinti yang berpola hidup seperti itu. Pada zaman dahulu, mereka sering tinggal di pinggiran komunitas. Sinti Eropa Tengah terkait erat dengan kelompok yang dikenal sebagai Manouche di Prancis. Mereka berbicara dalam bahasa Sinti-Manouche variasi Romani, yang menunjukkan pengaruh Jerman yang kuat.

Sinti tiba di Jerman dan Austria di Abad Pertengahan Akhir bersama dengan orang-orang Rom dari anak benua India,[2] akhirnya terpecah menjadi dua kelompok: Eftavagarja ("Tujuh Kafilah") dan Estraxarja ("dari Austria").[3] Mereka tiba di Jerman sebelum 1540.[4]

Nama

Asal-usul nama Sinti masih diperdebatkan. Beberapa kalangan,termasuk banyak orang Sinti sendiri, percaya nama itu berasal dari Sindhi, sebuah nama etnis di Sindh (sebuah wilayah di Pakistan), berdasarkan indikasi bahwa orang-orang Rom berasal dari anak benua India.[5][6] Selain itu, terdapat koneksi linguistik yang terdokumentasi antara bahasa Rom dengan Sanskrit, sebuah penelitian terbaru oleh para peneliti Estonia dan India menemukan kesamaan genetik antara pria Eropa dengan pria India dalam sampel mereka.[7]

Referensi

  1. ↑ Martha Verdorfer: Sinti & Roma Diarsipkan 2020-09-24 di Wayback Machine (Jerman)
  2. ↑ "Europe invented 'gypsies,' says German author". Deutsche Welle. Diakses tanggal 15 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Innsbrucker Beiträge zur Kulturwissenschaft: Sonderheft. 1993. ISBN 9783851241655.
  4. ↑ Nicholas Saul, Susan Tebbutt, p. 182
  5. ↑ Yaron Matras, "The Role of Language in Mystifying and Demystifying Gypsy Identity" in: Nicholas Saul, Susan Tebbutt, The Role of the Romanies: Images and Counter-images of "Gypsies"/Romanies in European Cultures, Liverpool University Press (2004), ISBN978-0-85323-679-5, p. 70.
  6. ↑ Kochanowski, Jan (1968). "Black Gypsies, White Gypsies: The Gypsies Within the Perspective of Indo-European Migrations". Diogenes. 16 (63). Lisa Pasternak Slater (translator): 27–47. doi:10.1177/039219216801606302.
  7. ↑ Nelson, Dean (3 Desember 2012). "European Roma descended from Indian 'untouchables', genetic study shows". Telegraph.co.uk. Diakses tanggal 15 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan