Selasa, 13 Oktober 2026
04:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Heim ins Reich

Heim ins Reich

Bagikan:
Heim ins Reich
Berpulang ke Reich
330px-Die_%27gro%C3%9Fz%C3%BCgigste_Umsiedlungsaktion%27_with_Poland_superimposed%2C_1939.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Reich Ketiga pada tahun 1939 setelah penaklukan Polandia
Durasi1938–1944
LokasiWilayah yang dikendalikan Jerman Nazi
JenizPembersihan etnis dan pemindahan populasi
SebabLebensraum, Generalplan Ost
TokohAdolf Hitler

Heim ins Reich (pelafalan dalam bahasa Jerman:[ˈhaɪmɪnsˈʁaɪç]ⓘ; berarti "berpulang ke Reich") adalah kebijakan luar negeri yang dilancarkan oleh Adolf Hitler semenjak tahun 1938 pada masa Perang Dunia. Tujuan Hitler adalah untuk meyakinkan semua Volksdeutsche (etnis Jerman) yang tinggal di luar wilayah Jerman Nazi (di Austria, Sudetenland, dan distrik barat Polandia) agar mereka berupaya mengembalikan wilayah tersebut ke "rumah" mereka di Jerman Raya. Kebijakan ini juga mengajak orang-orang tersebut untuk "kembali" dari wilayah di luar Jerman setelah penaklukan Polandia dan ditetapkannya Perjanjian Perbatasan Jerman-Soviet.[1]

Kebijakan ini dijalankan oleh VOMI (Hauptamt Volksdeutsche Mittelstelle atau "Kantor Kesejahteraan Utama untuk Etnis Jerman"). Mereka juga bertugas mengurus semua permasalahan yang terkait dengan Volksdeutsche. Semenjak tahun 1941, VOMI berada di bawah kendali SS.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Lynn M. Tesser. "Europe´s pivotal peace projects: Ethnic separation and European integration" (PDF). March 2015 Issue 6. European Policy Analysis. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-01-13. Diakses tanggal 2017-07-23. Heim ins Reich, with approximately 600,000 Germans (Volksdeutsche) moving into designated areas [was approved by Hitler, in] a bevy of population exchange agreements in 1938-40 [including] in a 6 October 1939 Reichstag speech.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ R. M. Douglas (2012). Orderly and Humane: The Expulsion of the Germans after the Second World War. Yale University Press. hlm. 21. ISBN 0300183763. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2017-07-23. In a keynote address to the Reichstag to mark the end of the 'Polish campaign', Hitler announced on October 6, 1939 ... the Heim ins Reich (Back to the Reich) program. The prospect horrified many ethnic Germans, much of whose enthusiasm for Nazism had been predicated on the expectation that the boundaries of the Reich would, as in the cases of Austria, the Sudetenland, and Danzig, extend to embrace them. The prospect of being uprooted from their homes to face an uncertain future not even in Germany proper, but in the considerably less salubrious environment of western Poland, was much less attractive. So far from rallying enthusiastically to the Führer's call, therefore, many Volksdeutsche greeted the declaration of the Heim in Reich initiative with a deep sense of betrayal.

Bacaan lanjut

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Heim ins Reich.
  • R.L. Koehl RKFDV: German Resettlement and Population Policy 1939-1945 (Cambridge MA, 1957).
  • Anthony Komjathy and Rebecca Stockwell German Minorities and the Third Reich: Ethnic Germans of East Central Europe between the Wars (New York and London, 1980).
  • Valdis O. Lumans Himmler's Auxiliaries: The Volksdeutsche Mittelstelle and the German National Minorities of Europe, 1933-1945 (Chapel Hill NC and London, 1993).


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan