Kamis, 24 September 2026
21:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Volksdeutsche

Volksdeutsche

istilah etnis di Jerman Nazi

250px-Bundesarchiv_Bild_146-1972-026-51%2C_Anschluss_sudetendeutscher_Gebiete.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Volksdeutsche dari Sudetendeutsches Freikorps di Cekoslowakia, 1938

Dalam terminologi Nazi Jerman, Volksdeutsche (pelafalan dalam bahasa Jerman:[ˈfɔlksˌdɔʏtʃə]) adalah orang yang bahasa dan budayanya berasal dari Jerman tetapi tidak memiliki kewarganegaraan Jerman.[1] Istilah ini merupakan bentuk jamak nominal dari volksdeutsch, dengan Volksdeutsche berarti perempuan tunggal, dan Volksdeutscher, laki-laki tunggal. Kata Volk dan völkisch memiliki arti "rakyat".[2]

Etnis Jerman yang tinggal di luar Jerman melepaskan identitas mereka sebagai Auslandsdeutsche (orang Jerman di luar negeri), dan berubah menjadi Volksdeutsche dalam proses radikalisasi diri. Dengan adanya hal ini, Nazi mendirikan Volksgemeinschaft di seluruh perbatasan Jerman.[3] Volksdeutsche selanjutnya dibagi menjadi kelompok-kelompok "ras"—minoritas dalam suatu negara—berdasarkan kriteria budaya, sosial, dan sejarah khusus yang dikembangkan oleh Nazi.[4]

Referensi

  1. Bergen, Doris (1994). "The Nazi Concept of 'Volksdeutsche' and the Exacerbation of Anti-Semitism in Eastern Europe, 1939-45". Journal of Contemporary History. 29 (4): 569–582. doi:10.1177/002200949402900402. S2CID 159788983 via JSTOR.
  2. As to older meanings of völkisch, see "Völkisch movement".
  3. Wolf, Gerhard (2017). "Negotiating Germanness: National Socialist Germanization policy in the Wartheland'" (PDF). Journal of Genocide Research. 19 (2): 215. doi:10.1080/14623528.2017.1313519. S2CID 152244621.
  4. Valdis O. Lumans, Himmler's Auxiliaries: The Volksdeutsche Mittelstelle and the German National Minorities of Europe, 1933-1945, 1993, p. 23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan