Rabu, 30 September 2026
11:49 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Volksgemeinschaft

Bagikan:

Volksgemeinschaft (pelafalan dalam bahasa Jerman:[ˈfɔlksɡəˌmaɪnʃaft]) adalah ungkapan Jerman yang berarti "komunitas rakyat".[1] Ungkapan ini awalnya menjadi populer semasa Perang Dunia I ketika Jerman meningkatkan dukungan terhadap perang, dan menarik untuk menghancurkan ide elitisme dan menyatukan rakyat di seluruh lapisan kelas untuk mencapai tujuan nasional.[2]

Perkembangan

Konsep ini diyakini muncul dalam teori Ferdinand Tönnies dalam karyanya Gemeinschaft und Gesellschaft ("Komunitas dan Masyarakat") tahun 1887.[3] Beberapa dekade kemudian, pada 1932, Tönnies bergabung dengan Partai Sosial Demokrat Jerman untuk menentang kebangkitan Nazisme dan memprotes terhadap penggunaan konsepnya oleh mereka. Gelar profesor kehormatannya dicopot ketika Adolf Hitler berkuasa.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Peter Fritzsche. Life and Death in the Third Reich. President and Fellows of Harvard College, 2008. p. 38.
  2. ↑ Fritzsche, p. 39.
  3. ↑ Francis Ludwig Carsten, Hermann Graml. The German resistance to Hitler. Berkeley and Los Angeles, California, USA: University of California Press. p. 93
  4. ↑ Ferdinand Tönnies, José Harris. Community and civil society. Cambridge University Press, 2001 (first edition in 1887 as Gemeinschaft und Gesellschaft). Pp. xxxii-xxxiii.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan