Senin, 21 September 2026
06:08 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Freikorps

Pembentukan Freikorps (bahasa Jerman untuk "Korps Bebas", yakni milisi) awalnya diterapkan untuk pasukan suka rela. Freikorps pertama kali direkrut oleh Friedrich II dari Prusia selama Perang Tujuh Tahun. Freikorps lain yang diketahui muncul selama Perang Napoleon dan dipimpin oleh (sebagai contoh) Ludwig Adolf Wilhelm von Lützow. Freikorps dipandang tidak dapat dipercaya oleh Pasukan reguler agar mereka terutama digunakan untuk mengawal dan untuk tugas kecil.

Namun, arti kata ini telah berubah sepanjang waktu. Setelah 1918, istilah ini digunakan untuk organisasi paramiliter yang muncul di sekeliling Jerman sebagai pasukan yang kembali karena kekalahan dalam Perang Dunia I. Merupakan satu dari banyak kelompok paramiliter Weimar yang aktif selama masa itu. Banyak VeteranJerman merasa tercerabut dari kehidupan umum, dan bergabung dengan Freikorps dalam mencari kementapan dalam struktur militer. Lainnya, marah atas kekalahan mereka yang mendadak dan rupanya tak dapat dijelaskan, masuk ketentaraan dalam berusaha memadamkan pemberontakan komunis uprisings atau jelasnya sejumlah bentuk pembalasan (lihat Dolchstoßlegende). Mereka menerima banyak dukungan dari Gustav Noske, MenHan Jerman yang menggunakan mereka untuk menghancurkan Liga Spartakus dengan sejumlah kekerasan, termasuk pembunuhan Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg pada 15 Januari 1919. Mereka juga digunakan untuk meruntuhkan Republik Soviet Bavaria pada 1919.

Beberapa Freikorps bertempur di Baltik, Silesia, dan Prusia setelah berakhirnya PD I, kadang-kadang dengan keberhasilan yang berarti terhadap pasukan reguler.

Secara resmi mereka 'dibubarkan' pada 1920 meski kemudian beberapa anggota membonceng Kapp Putsch pada Maret 1920 (yang berakhir dengan malapetaka).

Beberapa anggota nya, Termasuk Adolf Hitler pemimpin Partai Nazi pada masa depan ialah anggota Freikorps, termasuk Ernst Röhm, kepala Sturmabteilung atau SA pada masa depan, dan Rudolf Hoss, Kommandant Auschwitz pada masa depan.

Antara 1919-1920, Hitler baru saja memulai karier politiknya, sebagai pemimpin partai yang kecil dan saat itu belum dikenal di Munich. Namun sebagian besar anggota Freikorps tetap sebagai pihak luar selama Reich Ketiga. Topik yang sering dibicarakan di antara veteran Freikorps ialah, "Di mana Hitler kembali pada 1919/20, saat ia memerangi komunis?".

Hermann Ehrhardt dan deputi komandannya Eberhard Kautter, pemimpin Liga Viking menolak membantu Hitler dan Ludendorff dalam Beer Hall Putsch mereka dan bersekongkol melawannya.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan