Minggu, 20 September 2026
23:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Subhas Chandra Bose

Subhas Chandra Bose

Artikel ini bukanlah mengenai N.S.Chandra Bose
Subhas Chandra Bose
250px-Subhas_Chandra_Bose_NRB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bose, ca1930-an
Pemimpin Tentara Nasional India
Masa jabatan
4 Juli 1943 – 18 Agustus 1945
PendahuluMohan Singh dan Iwaichi Fujiwara pendiri Tentara Nasional India Pertama
PenggantiJabatan dihapus
Presiden All India Forward Bloc
Masa jabatan
22 Juni 1939 – 16 Januari 1941
PendahuluJabatan baru dibentuk
PenggantiSardul Singh Kavishar
Presiden Kongres Nasional India
Masa jabatan
18 Januari 1938 – 29 Januari 1939
PendahuluJawaharlal Nehru
Masa jabatan
29 Januari 1939 – 29 April 1939
PenggantiRajendra Prasad
Wali Kota Kolkatake-5
Masa jabatan
22 Agustus 1930 – 15 April 1931
PendahuluJatindra Mohan Sengupta
PenggantiBidhan Chandra Roy
Informasi pribadi
LahirSubhas Chandra Bose
(1897-01-23)23 Januari 1897
Cuttack, Presidensi Bengal, India
Meninggal18 Agustus 1945(1945-08-18) (umur 48)
Taihoku, Taiwan
Sebab kematianLuka bakar derajat tiga akibat kecelakaan pesawat
MakamRenkō-ji, Tokyo, Jepang
Partai politikKongres Nasional India
All India Forward Bloc
Suami/istri
(m. 1937)
[a]
AnakAnita Bose Pfaff
Orang tua
PendidikanUniversitas Kolkata (BA)
Universitas Cambridge (BA)
Dikenal karena
Tanda tanganSignature of Subhas Chandra Bose in English and Bengali
JulukanNetaji

Subhas Chandra Bose[b] (23 Januari 1897 – 18 Agustus 1945) adalah seorang nasionalis India yang menentang kolonialisme; sikapnya yang melawan otoritas Inggris di India menjadikannya sosok pahlawan bagi banyak orang India, namun aliansinya pada masa perang dengan Jerman Nazi dan Kekaisaran Jepang meninggalkan warisan yang sarat dengan kontroversi akibat otoritarianisme, antisemitisme, dan kegagalan militer. Gelar kehormatan Netaji (istilah bahasa Hindustan yang berarti "Pemimpin yang Dihormati") pertama kali disematkan kepada Bose di Jerman pada awal tahun 1942—oleh para tentara India dari Indische Legion serta oleh pejabat Jerman dan India di Biro Khusus untuk India di Berlin. Kini, gelar tersebut digunakan di seluruh penjuru India.[3][4][5]

Sebelumnya, Bose menjadi pemimpin muda, radikal, sayap Kongres Nasional India pada akhir 1920an dan 1930an, yang naik pangkat menjadi Presiden Kongres pada 1938 dan 1939.[6]

Kehidupan awal: 1897–1921

  • Subhas Bose, sedang berdiri, paling kiri, bersama dengan keluarga besarnya yang terdiri dari 14 bersaudara di Cuttack, sekitar 1905.
    Subhas Bose, sedang berdiri, paling kiri, bersama dengan keluarga besarnya yang terdiri dari 14 bersaudara di Cuttack, sekitar 1905.
  • Jankinath Bose, ayah Subhas Bose, merupakan seorang pengacara berpengaruh di Cuttack.
    Jankinath Bose, ayah Subhas Bose, merupakan seorang pengacara berpengaruh di Cuttack.
  • Subhas Bose (sedang berdiri, kanan) bersama dengan teman-temannya di Inggris, 1920
    Subhas Bose (sedang berdiri, kanan) bersama dengan teman-temannya di Inggris, 1920
  • Bose sebagai pelajar di Inggris.
    Bose sebagai pelajar di Inggris.

Subhas Chandra Bose lahir pada 23 Januari 1897 (pada pukul 12.10 pm) di Cuttack, Divisi Orissa, Provinsi Bengal, dari pasangan Prabhavati Devi dan Janakinath Bose, seorang advokat.[7] Ia adalah anak kesembilan dari empat belas bersaudara. Ia dimasukkan ke Sekolah Eropa Protestan seperti saudara dan saudarinya yang lain pada Januari 1902.

Referensi

Catatan

Kutipan

  1. Hayes 2011, hlm. 15.
  2. Bose, Subhas Chandra (26 Juni 1943). "Speech of Netaji Subhas Chandra Bose, Tokyo, 1943". Prasar Bharati Archives. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Januari 2021. Diakses tanggal 26 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Hayes 2011, hlm. 165: Kutipan: "The most troubling aspect of Bose's presence in Nazi Germany is not military or political but rather ethical. His alliance with the most genocidal regime in history poses serious dilemmas precisely because of his popularity and his having made a lifelong career of fighting the 'good cause'. How did a man who started his political career at the feet of Gandhi end up with Hitler, Mussolini, and Tojo? Even in the case of Mussolini and Tojo, the gravity of the dilemma pales in comparison to that posed by his association with Hitler and the Nazi leadership. The most disturbing issue, all too often ignored, is that in the many articles, minutes, memorandums, telegrams, letters, plans, and broadcasts Bose left behind in Germany, he did not express the slightest concern or sympathy for the millions who died in the concentration camps. Not one of his Berlin wartime associates or colleagues ever quotes him expressing any indignation. Not even when the horrors of Auschwitz and its satellite camps were exposed to the world upon being liberated by Soviet troops in early 1945, revealing publicly for the first time the genocidal nature of the Nazi regime, did Bose react."
  4. Stein 2010, hlm. 345": To many (Congress leaders), Bose's programme resembled that of the Japanese fascists, who were in the process of losing their gamble to achieve Asian ascendancy through war. Nevertheless, the success of his soldiers in Burma had stirred as much patriotic sentiment among Indians as the sacrifices of imprisoned Congress leaders. (p. 345)"
  5. Metcalf & Metcalf 2010, hlm. 210: Quote: "Marginalized within Congress and a target for British surveillance, Bose chose to embrace the fascist powers as allies against the British and fled India, first to Hitler's Germany, then, on a German submarine, to a Japanese-occupied Singapore. The force that he put together ... known as the Indian National Army (INA) and thus claiming to represent free India, saw action against the British in Burma but accomplished little toward the goal of a march on Delhi. ... Bose himself died in an airplane crash trying to reach Japanese-occupied territory in the last months of the war. His romantic saga, coupled with his defiant nationalism, has made Bose a near-mythic figure, not only in his native Bengal, but across India. It is this heroic, martial myth that is today remembered, rather than Bose's wartime vision of a free India under the authoritarian rule of someone like himself."
  6. Stein 2010, hlm. 305,325": Jawaharlal Nehru and Subhas Bose were among those who, impatient with Gandhi's programmes and methods, looked upon socialism as an alternative for nationalistic policies capable of meeting the country's economic and social needs, as well as a link to potential international support. (p. 325) (p. 345)"
  7. Marshall J. Getz (2002). Subhas Chandra Bose: A Biography. McFarland. hlm. 7–. ISBN 978-0-7864-1265-5. Diakses tanggal 13 Juni 2012.

Kutipan karya

Pranala luar

Keluarga
120px-Subhas_Chandra_Bose.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa
Tokoh
India
(192140)
Jerman
(194143)
Asia Tenggara
(194345)
Warisan
Sejarah
Gandhi during the Salt March, 1930

Gandhi during the Salt March, 1930

Congress flag of India (1931)

Bendera Azad Hind
Filosofi
dan ideologi
Peristiwa dan
gerakan
Organisasi
Reformis
sosial
Pemimpin dan
aktivis India

Puli Thevar · Yashwantrao Holkar · Veerapandiya Kattabomman · Sangolli Rayanna · Baba Ram Singh · Mangal Pandey · Veer Kunwar Singh · Rae Ahmed Nawaz Khan Kharal · Rani dari Jhansi · Bahadur Shah Zafar · Bal Gangadhar Tilak · Gopal Krishna Gokhale · Dadabhai Naoroji · Bhikaiji Cama · Shyamji Krishna Varma · Annie Besant · Har Dayal · Subramanya Bharathi · Lala Lajpat Rai · Bipin Chandra Pal · Rash Behari Bose · Chittaranjan Das · Khan Abdul Ghaffar Khan · Maulana Azad · Chandrasekhar Azad · Rajaji · Bhagat Singh · Sarojini Naidu · Purushottam Das Tandon · Alluri Sitaramaraju · M. Ali Jinnah · Sardar Patel · Vakkom Majeed · Subhash Chandra Bose · Jawaharlal Nehru · Mahatma Gandhi · Allama Mashriqi · Akkamma Cherian · Swadeshabhimani Ramakrishna Pillai · lebih lanjut

Pemimpin Britania Raya
Kemerdekaan
Sejarah
Organisasi Internal
Komite Kongres Pradesh (KKP)
Presiden

Templat:Tentara Nasional India

  1. Menikah secara diam-diam tanpa upacara maupun saksi, serta tidak diakui secara terbuka oleh Bose.[1]
  2. /ʃʊbˈhɑːsˈʌndrəˈbs/ shuub-HAHSS CHUN-drə BOHSS;[2] IPA: [ʃubʰaʃtʃɔn̪d̪rɔbɔʃu]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan