Minggu, 08 November 2026
00:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Hideki Tojo

Hideki Tojo

Perdana Menteri Jepang (1941–1944)

Bagikan:
Hideki Tojo
東條 英機
250px-Hideki_Tojo_Portrait_1941_%283x4_cropped%29%282%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tojo pada tahun 1941
Perdana Menteri Jepang
Masa jabatan
18 Oktober 1941 –22 Juli 1944
Penguasa monarkiHirohito
PendahuluFumimaro Konoe
PenggantiKuniaki Koiso
Presiden Asosiasi Asistensi untuk Pemerintahan Kekaisaran
Masa jabatan
18 Oktober 1941 –22 Juli 1944
Wakil Presiden
PendahuluFumimaro Konoe
PenggantiKuniaki Koiso
Kepala Kantor Staf Umum Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
Masa jabatan
21 Februari 1944 –18 Juli 1944
Perdana menteriDirinya sendiri
PendahuluHajime Sugiyama
PenggantiYoshijirō Umezu
Informasi pribadi
Lahir(1884-12-30)30 Desember 1884
Kōjimachi, Tokyo, Jepang
Meninggal23 Desember 1948(1948-12-23) (umur 63)
Penjara Sugamo, Tokyo, Jepang
Partai politikAsosiasi Asistensi untuk Pemerintahan Kekaisaran (1940–1945)
Afiliasi politik
lainnya
Independen (sebelum 1940)
Suami/istri
Katsuko Ito
​
(m. 1909)​
Anak7
KerabatYuko Tojo (cucu)
Pendidikan
Penghargaan sipil
Tanda tangan
Karier militer
PihakKekaisaran Jepang
Dinas/cabangAngkatan Darat Kekaisaran Jepang
Masa dinas
1905–1945
PangkatJenderal
Pertempuran/perang
Informasi kriminal
Status pidana
Dieksekusi dengan cara digantung[1]
VonisKejahatan agresi
Kejahatan perang
Hukuman pidana
Mati
Hideki Tojo
Nama Jepang
Kana: とうじょう ひでき
Kyujitai: 東條 英機
Shinjitai: 東条 英機
Alih aksara
- Romaji: Tōjō Hideki
Bagian dari series mengenai
Kokkashugi
120px-Japan_Imperial_Waving_Flag_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hideki Tojo (東條 英機, Tōjō Hideki, pelafalan [toːʑoːçideki] ⓘ; 30 Desember 1884 –23 Desember 1948) adalah seorang jenderal Jepang yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang dari tahun 1941 hingga 1944 selama Perang Dunia II. Kepemimpinannya ditandai dengan kekerasan negara yang meluas dan pembunuhan massal yang dilakukan atas nama nasionalisme Jepang.

Lahir di Tokyo dari keluarga militer, Tojo menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dan memulai kariernya di Angkatan Darat Kekaisaran Jepang (IJA) pada tahun 1905. Dia menjabat sebagai atase militer di Jerman dari tahun 1919 hingga 1922, dan naik pangkat hingga menjadi jenderal pada tahun 1934. Pada tahun 1935, ia memangku jabatan tertinggi di Kempeitai yang ditugaskan pada Tentara Kwantung di Manchuria, dan dipromosikan menjadi kepala staf Angkatan Darat Kwantung pada tahun 1937, memimpin operasi militer melawan Tiongkok di wilayah perbatasan. Pada tahun 1938, Tojo dipanggil kembali ke Tokyo setelah pecahnya Perang Tiongkok-Jepang Kedua untuk menjabat sebagai wakil menteri angkatan darat, dan pada tahun 1940 ia diangkat sebagai menteri angkatan darat dalam kabinet Fumimaro Konoe. Tojo muncul sebagai pendukung yang lantang untuk serangan pendahuluan terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya.

Setelah pengunduran diri Konoe, Tojo diangkat sebagai perdana menteri pada bulan Oktober 1941. Ia mengawasi keputusan Jepang untuk berperang dengan Sekutu, serangan pendahuluan terhadap Pearl Harbor dan wilayah jajahan AS dan Britania Raya lainnya, serta penaklukan sebagian besar wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Selama masa jabatannya, Tojo memimpin sejumlah kejahatan perang, termasuk pembantaian dan kelaparan ribuan tawanan perang dan jutaan warga sipil Asia. Sejak Februari 1944, Tojo merangkap jabatan sebagai kepala staf angkatan darat. Ketika gelombang perang berbalik melawan Jepang dan setelah Jepang dikalahkan dalam Pertempuran Saipan, Tojo mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan kepala staf pada bulan Juli 1944. Setelah Jepang menyerah, ia ditangkap pada September 1945 (di mana ia mencoba bunuh diri), dihukum di Pengadilan Kejahatan Perang Tokyo, dan digantung pada tahun 1948.

Galeri

  • Kedatangan Perdana Menteri Tōjō di Jawa yang diduduki Jepang dalam sebuah film propaganda, Januari 1943

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Cari tahu mengenai Hideki Tojo pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Gambar dan media dari Commons
Kutipan dari Wikiquote
Didahului oleh:
Fumimaro Konoe
Perdana Menteri Jepang
1941–1944
Diteruskan oleh:
Kuniaki Koiso
Prinsip
120px-Japan_Imperial_Waving_Flag_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan
Tokoh
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Organisasi & Faksi
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Sejarah
1930an
1940-1945
1945-1950
Setelah 1950
Karya sastra
Topik terkait
  1. ↑ Yenne, hlm. 337.


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan