Selasa, 22 September 2026
16:29 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Hideki Tojo

Hideki Tojo

Perdana Menteri Jepang (1941–1944)

Hideki Tojo
東條 英機
250px-Hideki_Tojo_2_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tojo pada tahun 1941
Perdana Menteri Jepang
Masa jabatan
18 Oktober 1941 –22 Juli 1944
Penguasa monarkiShōwa
PendahuluFumimaro Konoe
PenggantiKuniaki Koiso
Presiden Asosiasi Asistensi untuk Pemerintahan Kekaisaran
Masa jabatan
18 Oktober 1941 –22 Juli 1944
PendahuluFumimaro Konoe
PenggantiKuniaki Koiso
Kepala Kantor Staf Umum Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
Masa jabatan
21 Februari 1944 –18 Juli 1944
PendahuluHajime Sugiyama
PenggantiYoshijirō Umezu
Informasi pribadi
Lahir(1884-12-30)30 Desember 1884
Kōjimachi, Tokyo, Jepang
Meninggal23 Desember 1948(1948-12-23) (umur 63)
Penjara Sugamo, Tokyo, Jepang
Partai politikAsosiasi Asistensi untuk Pemerintahan Kekaisaran (1940–1945)
Suami/istri
Katsuko Ito
(m. 1909)
Anak7
KerabatYuko Tojo (cucu perempuan)
Pendidikan
Penghargaan sipil
Tanda tangan
Karier militer
PihakKekaisaran Jepang
Dinas/cabangAngkatan Darat Kekaisaran Jepang
PangkatJenderal
KomandoTentara Kwantung (1932–1934)
Pertempuran/perang
Informasi kriminal
Informasi kriminal
Status pidana
Dieksekusi dengan cara digantung[1]
VonisKejahatan agresi
Kejahatan perang
Hukuman pidana
Mati
Rincian
KorbanJutaan
Rentang waktu kejahatan
1937–1945
NegaraBeberapa negara di Asia
TargetOrang Tiongkok, Korea, Indocina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, dan warga sipil lainnya
Tawanan perang Sekutu
Hideki Tojo
Nama Jepang
Kana: とうじょう ひでき
Kyujitai: 東條 英機
Shinjitai: 東条 英機
Alih aksara
- Romaji: Tōjō Hideki
Bagian dari series mengenai
Kokkashugi
120px-Japan_Imperial_Waving_Flag_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hideki Tojo (東條 英機, Tōjō Hideki, pelafalan [toːʑoːçideki] ; 30 Desember 1884 23 Desember 1948) adalah seorang jenderal Jepang yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang dari tahun 1941 hingga 1944 selama Perang Dunia II. Kepemimpinannya ditandai dengan kekerasan negara yang meluas dan pembunuhan massal yang dilakukan atas nama nasionalisme Jepang.

Lahir di Tokyo dari keluarga militer, Tojo menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dan memulai kariernya di Angkatan Darat Kekaisaran Jepang (IJA) pada tahun 1905. Dia menjabat sebagai atase militer di Jerman dari tahun 1919 hingga 1922, dan naik pangkat hingga menjadi jenderal pada tahun 1934. Pada tahun 1935, ia memangku jabatan tertinggi di Kempeitai yang ditugaskan pada Tentara Kwantung di Manchuria, dan dipromosikan menjadi kepala staf Angkatan Darat Kwantung pada tahun 1937, memimpin operasi militer melawan Tiongkok di wilayah perbatasan. Pada tahun 1938, Tojo dipanggil kembali ke Tokyo setelah pecahnya Perang Tiongkok-Jepang Kedua untuk menjabat sebagai wakil menteri angkatan darat, dan pada tahun 1940 ia diangkat sebagai menteri angkatan darat dalam kabinet Fumimaro Konoe. Tojo muncul sebagai pendukung yang lantang untuk serangan pendahuluan terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya.

Setelah pengunduran diri Konoe, Tojo diangkat sebagai perdana menteri pada bulan Oktober 1941. Ia mengawasi keputusan Jepang untuk berperang dengan Sekutu, serangan pendahuluan terhadap Pearl Harbor dan wilayah jajahan AS dan Britania Raya lainnya, serta penaklukan sebagian besar wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Selama masa jabatannya, Tojo memimpin sejumlah kejahatan perang, termasuk pembantaian dan kelaparan ribuan tawanan perang dan jutaan warga sipil Asia. Sejak Februari 1944, Tojo merangkap jabatan sebagai kepala staf angkatan darat. Ketika gelombang perang berbalik melawan Jepang dan setelah Jepang dikalahkan dalam Pertempuran Saipan, Tojo mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan kepala staf pada bulan Juli 1944. Setelah Jepang menyerah, ia ditangkap pada September 1945 (di mana ia mencoba bunuh diri), dihukum di Pengadilan Kejahatan Perang Tokyo, dan digantung pada tahun 1948.

Galeri

  • Kedatangan Perdana Menteri Tōjō di Jawa yang diduduki Jepang dalam sebuah film propaganda, Januari 1943

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Cari tahu mengenai Hideki Tojo pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Gambar dan media dari Commons
Kutipan dari Wikiquote
Didahului oleh:
Fumimaro Konoe
Perdana Menteri Jepang
1941–1944
Diteruskan oleh:
Kuniaki Koiso
Prinsip
120px-Japan_Imperial_Waving_Flag_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerakan
Tokoh
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Organisasi & Faksi
Sebelum 1945
Jepang paska-perang
Lain
Sejarah
1930an
1940-1945
1945-1950
Setelah 1950
Karya sastra
Topik terkait
  1. Yenne, hlm. 337.


Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan