Sabtu, 17 Oktober 2026
14:15 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Gakutotai

Gakutotai

Resimen tentara bentukan Jepang yang terdiri atas pelajar usia sekolah menengah di wilayah negara jajahannya

Bagikan:
250px-Gakkutotai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak-anak yang dihimpun dalam barisan Gakutotai berlatih baris berbaris sebagai bentuk pelatihan semimiliter Jepang

Gakutotai (学徒隊, Gakutotai, "Korps Pelajar") adalah resimen Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang dibentuk dari siswa sekolah menengah di wilayah yang diduduki Kekaisaran Jepang, seperti Korea, Tiongkok, Malaya, Burma, dan Hindia Belanda (sekarang Indonesia).[1]

Struktur dan Pelatihan

Dalam struktur komando Gakukotai setiap sekolah dijadikan markas 中隊 chūtai (kompi), sementara setiap ruangan kelas merupakan 小隊 shōtai (seksi). Setiap shōtai memiliki satuan-satuan regu yang disebut sebagai 部隊 butai (pleton).[2] Ada perbedaan dalam melatih pelajar putra dan putri. Pelajar putra lebih mendapatkan pelatihan yang berat, seperti pelatihan fisik, menembak, stategi, dan semua latihan dasar militer yang diperlukan untuk menciptakan serdadu yang hebat bagi Kekaisaran Jepang. Pelajar putra juga diberi senapan Arisaka tiruan untuk latihan awal mereka yang diberinama 木銃 mokuju, sementara pemimpin kelas diberikan katana tiruan dari kayu seperti para komandan tentara Kekaisaran Jepang pada umumnya. Kemudian untuk pelatihan bagi pelajar putri lebih kepada pelatihan dasar militer yang ringan, seperti pelatihan menjadi medis, membuat dapur umum, dan penyantera komunikasi musuh.[1]

Referensi

  1. 1 2 Nino Oktorino, Ensiklopedi Pendudukan Jepang di Indonesia, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013) hal. 31
  2. ↑ Mhd, Syafaruddin Usman; Din, Isnawita (2009). Peristiwa Mandor berdarah. Media Pressindo. hlm. 30. ISBN 978-979-788-109-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 2020-08-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan