Jumat, 23 Oktober 2026
18:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Yoshiro Mori

Yoshiro Mori

Perdana Menteri Jepang ke-86

Bagikan:
Yoshiro Mori
森 喜朗
250px-Yoshiro_mori_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Jepang
Masa jabatan
5 April 2000 –26 April 2001
Penguasa monarkiAkihito
PendahuluMikio Aoki (mewakili)
PenggantiJunichiro Koizumi
Menteri Konstruksi
Masa jabatan
8 Agustus 1995 –11 Januari 1996
PendahuluKoken Nosaka
PenggantiEiichi Nakao
Minister of International Trade and Industry
Masa jabatan
12 Desember 1992 –20 Juli 1993
PendahuluKozo Watanabe
PenggantiHiroshi Kumagai
Menteri Pendidikan
Masa jabatan
27 Desember 1983 –1 November 1984
PendahuluMitsuo Setoyama
PenggantiHikaru Matsunaga
Anggota Jepang Parliament
dapil distrik ke-2 Ishikawa
Masa jabatan
20 Oktober 1996 –16 November 2012
PendahuluKonstituen dibentuk
PenggantiHajime Sasaki
Mayoritas129,785 (57.63%)
Informasi pribadi
Lahir14 Juli 1937 (umur 89)
Partai politikLiberal Democratic Party (Seiwakai)
Suami/istriChieko Maki
AnakYūki Mori
Yoko Fujimoto
AlmamaterUniversitas Waseda
Situs webYoshiro Mori WebSite

Yoshirō Mori (森 喜朗, Mori Yoshirō; lahir 14 Juli 1937) adalah seorang politikus dan Perdana Menteri Jepang yang ke-85 dan ke-86, serta menduduki jabatan dari tanggal 5 April 2000 sampai 26 April 2001. Dia banyak dikenal dengan istilah "berhati kutu dan berotak ikan hiu", merupakan tokoh yang tidak begitu populer di kalangan masyarakat karena ucapan dan langkah tindakannya yang salah dan menyimpang.

Perdana Menteri

Saat sedang berseteru dengan Presiden Partai Demokrat Liberal Ichirō Ozawa, Perdana Menteri Keizo Obuchi mengidap strok dan pendarahan otak pada 2 April 2000 dan tidak bisa bertugas sebagai perdana menteri. Kabinet Jepang kemudian menyelenggarakan rapat paripurna dan memutuskan untuk membubarkan kabinet secara sendiri. Mori yang saat itu menjabat sebagai sekretaris jenderal partai diangkat menjadi presiden secara aklamasi dan dengan suara LDP, Komeito, dan Partai Konservatif Baru (yang terdiri dari anggota yang meninggalkan LDP saat masa Ozawa pada 3 April) dijadikan sebagai perdana menteri. Mori menyatakan bahwa ia akan mempertahankan menteri dari kabinet Obuchi.[1]

Penyimpangan politik

Mori kerap melakukan penyimpangan politik dan ucapan yang tidak diplomatis. Dia banyak dikenal dengan istilah "berhati kutu dan berotak ikan hiu" jauh sebelum menjadi perdana menteri.[1][2]

  • Pada pemakaman Obuchi, Mori tidak bertepuk tangan dan membungkuk dengan benar di depan kuil Obuchi, sebuah bagian penting dari ritual pemakaman tradisional Jepang. Para pemimpin dunia lain yang hadir di pemakaman tersebut, termasuk Presiden AS saat itu, Bill Clinton, melakukan ritual tersebut dengan benar.
  • Saat pemilu pada Juni 2000, ketika Mori ditanya mengenai liputan koran yang menyatakan bahwa hampir 50% pemilih masih belum menentukan pilihan mereka, Mori menjawab bahwa mereka "tidur saja untuk hari itu".[3]
  • Pada Februari 2001, kapal selam nuklir Amerika Serikat USS Greeneville tidak secara sengaja menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan Ehime Maru saat Greenville melakukan latihan permukaan darurat pada 9 Februari 2001, menyebabkan 9 siswa dan guru meninggal. Saat mendengar berita tersebut, Mori malah lanjut bermain golf, membuatnya dikritik karena dianggap tidak peka terhadap politik.[4]
  • Saat menghadiri KTT G8 ke-26 pada tahun 2000, saat hendak melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, Mori yang tidak begitu bisa bahasa Inggris seharusnya menyapa "How are you". Tapi, ia malah salah ucap menjadi "Who are you". Clinton menjawab "Saya suami Hillary" dan Mori menjawab "Saya juga", menyebabkan keduanya menjadi tercanggung. Snopes.com melaporkan bahwa ini jelas merupakan rekayasa/lelucon berkualitas rendah dan bahwa cerita yang sama telah diceritakan tentang Kim Young-sam beberapa bulan sebelumnya.[5]

Penghargaan

Dalam Negeri

Luar Negeri

Referensi

  1. 1 2 Efron, Sonni (5 April 2000). "A Ruling Party Veteran Becomes Japan's Premier". Los Angeles Times. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Profile: Yoshiro Mori". BBC News. 20 November 2000. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Schmetzer, Uli (24 Juni 2000). "Undecided Voters Are Sleeping Giant of Japan Politics". Chicago Tribune. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Pellegrini, Frank (15 Maret 2001). "Yoshiro Mori". TIME. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Who Are You?". Snopes.com. 17 Juni 2009. Diakses tanggal 14 Januari 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "South Korean Government Decorated 12 Japanese Extreme Right Figures". english.khan.co.kr (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2023-08-03.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Yoshirō Mori.
Didahului oleh:
Mikio Aoki (mewakili)
Perdana Menteri Jepang
2000—2001
Diteruskan oleh:
Junichiro Koizumi
Pemimpin
Pemilihan kepemimpinan
Faksi
Partai pendahulu
Partai yang dicaplok
Partai pecahan
Huruf miring menandakan pemimpin sementara.


40px-Emperor_Showa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan