Rabu, 04 November 2026
21:31 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Keizo Obuchi

Keizo Obuchi

Bagikan:
Perdana Menteri Jepang dari 1998 hingga 2000Templat:SHORTDESC:Perdana Menteri Jepang dari 1998 hingga 2000
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Keizo Obuchi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2026)
Keizō Obuchi
小渕 恵三
250px-Keizo_Obuchi_19980730.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi, 1999
Perdana Menteri Jepang
Masa jabatan
30 Juli 1998 –3 April 2000
Penguasa monarkiAkihito
PendahuluRyutaro Hashimoto
PenggantiMikio Aoki (Pelaksana tugas)
Yoshiro Mori
Presiden Partai Demokrat Liberal
Masa jabatan
24 Juli 1998 –5 April 2000
Sekretaris JenderalYoshirō Mori
PendahuluRyutaro Hashimoto
PenggantiYoshirō Mori
Jabatan kementerian
Menteri Luar Negeri
Masa jabatan
11 September 1997 –30 Juli 1998
Perdana menteriRyutaro Hashimoto
PendahuluYukihiko Ikeda
PenggantiMasahiko Kōmura
Kepala Sekretaris Kabinet
Masa jabatan
6 November 1987 –3 Juni 1989
Perdana menteriNoboru Takeshita
PendahuluMasaharu Gotoda
PenggantiMasajuro Shiokawa
Direktur Jenderal Kantor Perdana Menteri
Masa jabatan
9 November 1979 –17 Juli 1980
Perdana menteriMasayoshi Ōhira
PendahuluAsao Mihara
PenggantiTaro Nakayama
Direktur Jenderal Badan Pengembangan Okinawa
Masa jabatan
9 November 1979 –17 Juli 1980
Perdana menteriMasayoshi Ōhira
PendahuluAsao Mihara
PenggantiTaro Nakayama
Jabatan partai politik
Wakil Presiden Partai Demokrat Liberal
Masa jabatan
Juli 1994 –Oktober 1995
PresidenYōhei Kōno
Sekretaris JenderlaYoshirō Mori
Hiroshi Mitsuzuka
PendahuluShin Kanemaru (1992)
PenggantiTaku Yamasaki (2003)
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal
Masa jabatan
April 1991 –Oktober 1991
PresidenToshiki Kaifu
PendahuluIchirō Ozawa
PenggantiTamisuke Watanuki
Anggota Dewan Perwakilan
Masa jabatan
21 November 1963 –14 Mei 2000
PendahuluTsuruo Yamaguchi
PenggantiYūko Obuchi
Daerah pemilihanGunma ke-3 (1963–1996)
Gunma ke-5 (1996–2000)
Informasi pribadi
Lahir(1937-06-25)25 Juni 1937
Meninggal14 Mei 2000(2000-05-14) (umur 62)
Partai politikDemokrat Liberal (Heisei Kenkyūkai [en])
Suami/istri
Chizuko Ono
​
(m. 1967)​
Anak3, termasuk Yūko Obuchi
AlmamaterUniversitas Waseda

Keizō Obuchi (Jepang: 小渕 恵三, Hepburn: Obuchi Keizō, 25 Juni 1937 – 14 Mei 2000) adalah seorang politikus dan Perdana Menteri Jepang ke-84, dan menduduki jabatan dari tanggal 30 Juli 1998 sampai 3 April 2000.

Lahir di Prefektur Gunma, Obuchi lulus dari Universitas Waseda dan pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan pada tahun 1963, menjadikannya salah satu legislator termuda dalam sejarah Jepang. Ia meniti karier di Partai Demokrat Liberal (PDL), menjabat sebagai direktur Badan Pengembangan Okinawa dari tahun 1979 hingga 1980, kepala sekretaris kabinet di bawah Noboru Takeshita dari tahun 1987 hingga 1989 dan menteri luar negeri di bawah Ryutaro Hashimoto dari tahun 1997 hingga 1998, di mana ia menunjukkan prestasinya selama pembicaraan dengan Rusia mengenai sengketa Kepulauan Kuril.

Obuchi menjadi perdana menteri pada tahun 1998 dan selama masa jabatannya ia berupaya untuk menyimpulkan perjanjian perdamaian dengan Rusia untuk secara resmi mengakhiri Perang Dunia II dan untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang stagnan dengan meningkatkan pengeluaran publik dan menurunkan pajak penghasilan. Pada tahun 2000, Obuchi tiba-tiba jatuh koma dan meninggal enam minggu kemudian akibat serangan strok.

Kehidupan awal

Obuchi lahir pada tanggal 25 Juni 1937 di Nakanojō, Prefektur Gunma, putra dari Mitsuhei Obuchi, salah satu dari empat perwakilan distrik Gunma di parlemen nasional.[1][2] Pada usia 13 tahun, Obuchi pindah ke sekolah menengah swasta di Tokyo dan tinggal di kota itu selama sisa hidupnya. Pada tahun 1958, Obuchi mendaftar di Universitas Waseda sebagai mahasiswa jurusan sastra Inggris dengan harapan menjadi seorang penulis. Ketika ayahnya meninggal pada tahun yang sama, Obuchi memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang politisi, dan melanjutkan studi pascasarjana di bidang ilmu politik setelah lulus dengan gelar Sarjana Sastra Inggris pada tahun 1962.[3][4]

Antara Januari dan September 1963, Obuchi melakukan perjalanan ke tiga puluh delapan negara, mengelilingi dunia sepenuhnya dan mengambil pekerjaan serabutan di sepanjang perjalanannya karena ia kekurangan uang. Pekerjaan-pekerjaan tersebut termasuk menjadi pencuci piring, asisten instruktur aikido dan asisten kru kamera TV di Berlin yang merupakan pekerjaan paling berat secara fisik. Saat berada di Amerika Serikat, Obuchi bertemu dengan Jaksa Agung Robert F. Kennedy yang telah memberikan pidato tahun sebelumnya di Universitas Waseda tempat Obuchi menjadi mahasiswa. 36 tahun kemudian, saat dalam perjalanan untuk mengunjungi Presiden Bill Clinton sebagai Perdana Menteri Jepang, ia akan bertemu kembali dengan sekretaris Kennedy yang telah membantu mengatur kunjungan sebelumnya.[5]

Karier politik

250px-Keizo_Obuchi_cropped_Keizo_Obuchi_19890107.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obuchi mengumukan era Heisei pada 7 January 1989

Pada bulan November itu, setelah terinspirasi oleh pertemuannya dengan Kennedy, Obuchi mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan dan terpilih untuk mewakili distrik Gunma ke-3, menjadikannya legislator termuda dalam sejarah Jepang pada usia 26 tahun. Ia menjalani masa jabatan pertamanya di parlemen sambil melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Waseda.

Pada tahun 1979, Obuchi menjadi direktur kantor Perdana Menteri dan direktur Badan Pembangunan Okinawa, jabatan kabinet pertamanya. Ia menjabat di sana selama delapan tahun sebelum menjadi Kepala Sekretaris Kabinet pada tahun 1987. Sebagai Sekretaris Kabinet Utama, ia mengumumkan nama era baru "Heisei" pada hari Kaisar Akihito naik tahta pada tahun 1989.

Pada tahun 1991, Obuchi menjadi sekretaris jenderal Partai Demokrat Liberal (PDL) dan pada tahun 1994 menjadi wakil presidennya. Pada tahun 1997, Ryutaro Hashimoto menunjuk Obuchi sebagai Menteri Luar Negeri, di mana ia menunjukkan kemampuannya dalam negosiasi dengan Rusia terkait klaim Jepang atas Kepulauan Kuril, serta negosiasi mengenai penyatuan Korea.

Perdana Menteri

Pada tahun 1998, Hashimoto mengundurkan diri sebagai presiden PDL ketika partai tersebut kehilangan mayoritas di Dewan Penasihat, majelis tinggi parlemen dan Obuchi ditunjuk sebagai penggantinya. Ketika parlemen menunjuk perdana menteri baru, Obuchi menjadi kandidat PDL kedua yang tidak mendapatkan dukungan dari Dewan Penasihat. Namun, Konstitusi Jepang menetapkan bahwa jika kedua majelis tidak dapat menyepakati pilihan untuk perdana menteri, pilihan Dewan Perwakilan dianggap sebagai pilihan parlemen. Dengan mayoritas besar PDL di majelis rendah, Obuchi secara resmi diangkat sebagai Perdana Menteri pada tanggal 30 Juli.

Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, Obuchi berfokus pada dua isu utama: penandatanganan perjanjian damai dengan Rusia dan menghidupkan kembali ekonomi Jepang dari Dekade yang Hilang.[6] [7]Solusinya untuk yang terakhir adalah meningkatkan pengeluaran publik dan menurunkan pajak penghasilan, yang sempat memperlambat resesi tetapi pada akhirnya tidak banyak membantu membalikkan keadaan. Salah satu tindakan pemerintahnya adalah memberikan kupon belanja kepada 35 juta warga dengan harapan akan memicu ledakan konsumsi. Kebijakan Obuchi terhadap Rusia juga gagal diimplementasikan sebelum kematiannya. Kebijakan fiskal Obuchi berfokus pada penguatan persyaratan modal inti untuk lembaga keuangan sambil menerbitkan lebih banyak obligasi pemerintah Jepang untuk membiayai infrastruktur publik yang meningkatkan utang publik Jepang [en] yang terus meningkat.[8] Kebijakan ekonominya kemudian dikenal sebagai "Obuchinomika [en]".

Obuchi dikenal sering bermain squash di lapangan squash di Kedutaan Besar Kanada di Azabu, Tokyo. Pemain squash cenderung sangat bugar karena merupakan olahraga kardiovaskular yang sangat baik, yang bertentangan dengan penggambaran dirinya di media Jepang sebagai gakeppuchi Obuchi (崖っぷち小渕, "Obuchi di ambang kematian") yang mengartikan kondisi kesehatan fisiknya yang buruk mencerminkan keadaan ekonomi Jepang yang genting.

Kematian

Pada tanggal 1 April 2000, Obuchi menderita strok berat dan koma di Rumah Sakit Universitas Juntendo Tokyo saat masih menjabat. Ketika semuanya menjadi jelas bahwa ia tidak dapat pulih, ia digantikan oleh Yoshirō Mori pada tanggal 5 April. Obuchi meninggal pada tanggal 14 Mei pada usia 62 tahun; upacara pemakaman kenegaraan diadakan untuk menghormatinya di Nippon Budokan pada tanggal 8 Juni dan dihadiri oleh para pejabat asing dari 156 negara dan 22 organisasi, termasuk sekitar 25 kepala negara. Para hadirin dalam pemakaman tersebut termasuk Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung.[9]

Kehidupan pribadi

Obuchi menikahi penulis esai lingkungan Chizuko Ono pada tahun 1967. Mereka dikenalkan oleh Tomisaburo Hashimoto, anggota parlemen dan kerabat Perdana Menteri Ryutaro Hashimoto. Mereka memiliki satu putra dan dua putri. Putri bungsu mereka, Yūko Obuchi, mencalonkan diri dan terpilih untuk menduduki kursi parlemen yang sebelumnya ditempati perdana menteri pada pemilihan tahun 2000. Obuchi adalah penggemar berat karya-karya mendiang novelis sejarah Ryōtarō Shiba, dan pengagum khusus Sakamoto Ryōma, tokoh kunci dalam peristiwa yang mengarah pada Restorasi Meiji.

Obuchi juga memiliki hobi yang tidak biasa, yaitu mengoleksi patung-patung lembu. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa ia lahir di Tahun Lembu, tahun kedua dalam zodiak Tiongkok. Ia mulai mengoleksi patung-patung tersebut setelah terpilih menjadi anggota parlemen pada tahun 1963 dan setelah tiga setengah dekade, koleksinya berjumlah ribuan. Ia juga gemar berlatih aikido dan menikmati golf.

Didahului oleh:
Ryutaro Hashimoto
Perdana Menteri Jepang
1998-2000
Diteruskan oleh:
Mikio Aoki
Pemimpin
Pemilihan kepemimpinan
Faksi
Partai pendahulu
Partai yang dicaplok
Partai pecahan
Huruf miring menandakan pemimpin sementara.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Sims, Calvin (15 Mei 2000). "Keizo Obuchi, Premier Who Brought Stability as Japan's Economy Faltered, Dies at 62". The New York Times. Diakses tanggal 19 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Keizo Obuchi". The Economist. 18 Mei 2000.
  3. ↑ "Profile of Foreign Minister Keizo Obuchi". Japanese Ministry of Foreign Affairs. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Maret 2013. Diakses tanggal 19 Januari 2021.
  4. ↑ "Keizo Obuchi Chronology". Cabinet Secretariat (Japan). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Maret 2019. Diakses tanggal 19 Januari 2021.
  5. ↑ "Obuchi To Visit Ex-Kennedy Secretary". APNews.com. 2 Mei 1999. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Januari 2021.
  6. ↑ https://www.rferl.org/amp/1089947.html
  7. ↑ https://www.gisreportsonline.com/r/kuril-islands-japan-russia/
  8. ↑ Ikegami, Akira (27 Januari 2014). "現代日本の足跡に学ぶ(14) 成長へ 好循環つかめるか". 日本経済新聞. Diakses tanggal 27 Januari 2014. 小渕恵三首相は金融システムを安定させるため、金融機関の自己資本増強に取り組みました。景気対策となる公共事業拡大のため国債発行を増やしました。大きな借金を抱えるようになったのはこの頃からです。
  9. ↑ https://www.latimes.com/archives/la-xpm-2000-may-15-mn-30303-story.html
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan