Selasa, 03 November 2026
03:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kinmochi Saionji

Kinmochi Saionji

Bagikan:
Saionji Kinmochi
250px-PM_Kinmochi_Saionji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Jepang
Masa jabatan
30 Agustus 1911 –21 Desember 1912
PendahuluKatsura Tarō
PenggantiKatsura Tarō
Masa jabatan
7 Januari 1906 –14 Juli 1908
PendahuluKatsura Tarō
PenggantiKatsura Tarō
Masa jabatan
10 Mei 1901 –2 Juni 1901
PendahuluItō Hirobumi
PenggantiKatsura Tarō
Informasi pribadi
Lahir(1849-10-23)23 Oktober 1849
Meninggal24 November 1940(1940-11-24) (umur 91)
Partai politikMapai, Rafi, National List

Saionji Kinmochi (西園寺 公望 Saionji Kinmochi 23 Oktober 1849–24 November 1940) ialah bangsawan, negarawan, dan genro (negarawan tua) terakhir Jepang.

Lahir di Kyoto, putra dari seorang kuge Kin'ito Tokudaiji, dan diadopsi Morosue Saionji. Ia turut serta dalam Perang Boshin. Pada 1871, ia pergi ke Prancis untuk belajar. 10 tahun kemudian, ia kembali dan mendirikan Sekolah Hukum Meiji (pendahulu Universitas Meiji). Dengan Chomin Nakae dan lainnya, ia juga meluncurkan "Toyo Jiyu Shinbun" (Surat Kabar Kebebasan Asia Timur).

Pada 1882, ia kembali ke Eropa berkaitan dengan misi Itō Hirobumi untuk menginvestigasi konstitusi di negara-negara Eropa. Ia menjabat sebagai duta residen ke Kekaisaran Austro-Hungaria, Jerman, dan Belgia. Setelah kembali ke Jepang, ia menjadi direktur Biro Dekorasi, anggota Dewan Penasihat Kaisar (sūmitsu-in), dan kemudian menjabat sebagai menteri pendidikan dan menlu dalam kabinet Hirobumi Itō yang ke-2 dan 3 serta kabinet ke-2 Masayoshi Matsukata. Ia menjadi ketua Dewan Penasehat Kaisar pada 1900, dan pimpinan Seiyukai (Sahabat Partai Pemerintahan Konstitusi) pada 1903. Pada 1906, ia menjadi PM dan dari saat itu jabatan perdana menteri berganti berganti antara dia dengan Taro Katsura. Pada 1919, ia dikirim ke Konferensi Perdamaian Paris sebagai komisaris yang berkuasa penuh.

250px-Kinmochi_Saionji-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kinmochi Saionji pada tahun 1908

Pada 1920, ia menerima jabatan koshaku (pangeran). Selama masa dari akhir zaman Taisho sampai awal zaman Showa, ia berperan dalam merekomendasikan PM yang menggantikan sebagai genro terakhir.

Pranala luar

Pendahulu:

Katsura Tarō (1)
Katsura Tarō (2)

Perdana Menteri Jepang Pengganti:

Katsura Taro (1)
Katsura Taro (2)

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan