Rabu, 23 September 2026
10:56 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Komeito

Komeito

partai politik di Jepang

Untuk partai politik sebelumnya, lihat Komeitō.
Komeito
公明党
250px-Logo_of_Komeito.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SingkatanKomei
KetuaToshiko Takeya
Ketua DeputiKazuo Kitagawa
Noriko Furuya
Tetsuo Saito
Sekretaris JenderalKeiichi Ishii
Ketua majelisMakoto Nishida
Dibentuk7 November 1998
Digabungkan dariKōmei (1962)
Partai Perdamaian Baru
Klub Reformasi
Digabungkan denganAliansi Reformasi Sentris (DPR)
Kantor pusat17 Minamimoto-machi, Shinjuku, Tokyo 160-0012
Surat kabarKomei Shimbun
Ideologi
Posisi politikTengah[4]
AgamaBuddhisme (Soka Gakkai)
Warna
DPR
32 / 465
Penasihat
27 / 248
Anggota perwakilan prefektur[5]
197 / 2.598
Anggota perwakilan kotamadya[5]
2.689 / 29.425
Situs web

Komeito (公明党, Kōmeitō), sebelumnya Partai Kōmei Baru, atau PKB/NKP adalah sebuah partai politik di Jepang yang didirikan oleh para anggota organisasi Buddha Nichiren, Soka Gakkai.[6]

Ideologi dan kebijakan

Artikel ini adalah bagian dari seri tentang
Konservatisme di Jepang
250px-Japanese_Conservatism_Flags_Symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hubungan dengan Soka Gakkai

Komeito menganggap pengikut Soka Gakkai sebagai "konstituen elektoral penting",[7] melihat sejarah mereka yang lahir dari Soka Gakkai dan secara formal berpisah dari organisasi keagamaan tersebut serta mengubah platform dan peraturan partai untuk mencerminkan "orientasi sekuler".[8] Pengamat politik masih menganggap Komeito sebagai sayap politik Soka Gakkai,[9][10][11][12] sementara kritikus partai menganggap hubungan Komeito dengan Soka Gakkai merupakan sebuah pelanggaran pemisahan agama dan negara yang diabadikan dalam Pasal 20 Konstitusi Jepang.[13] Kepemimpinan dan pendanaan kedua kelompok tersebut saat ini dikatakan independen.[8] Namun, Soka Gakkai dan Komeito dilaporkan sering melakukan pertemuan, di mana keduanya mendeskripsikan pertemuan keduanya sebagai informasional dan "terbuka untuk umum".[7][14] Selain Soka Gakkai, banyak organisasi keagamaan di Jepang juga mendirikan partai politik sendiri, tetapi tidak ada organisasi agama yang lebih sukses mengembangkan sayap politiknya selain Soka Gakkai menurut ahli statistik Petter Lindgren.[15]

Kebijakan luar negeri

Mengenai kebijakan luar negeri, Komeito beraspirasi untuk menghancurkan keperluan senjata nuklir dan keterlibatan Jepang di konflik bersenjata secara umum. Komeito mendukung untuk mempertahankan Aliansi Amerika Serikat-Jepang.[16] Partai ini juga menganjurkan hubungan dekat antara Tiongkok dan Jepang. Menurut laporan yang dirilis oleh Foreign Policy pada 2021, "dari semua partai di Diet, Komeito memiliki dukungan yang kuat dan stabil dengan Tiongkok".[17] Sikap pro-Tiongkok mereka bermula pada 1960an, tidak lama setelah Komeito berdiri. Dalam pendirian partai mereka, mereka mengadvokasikan untuk pengakuan Republik Rakyat Tiongkok (RRT/PRC).[18] Saat itu, hubungan Jepang dan Tiongkok dianggap sudah diselesaikan dengan pengakuan Republik Tiongkok (ROC) yang hanya menguasai Taiwan. Setelah berakhirnya Perang Pasifik, Chiang Kai-shek melakukan kebijakan "melawan kejahatan dengan kebaikan" (以德報怨), memperlakukan tahanan perang Jepang dengan baik dan berupaya memulangkan tahanan perang kembali. Ini merupakan perbandingan kontras dengan perlakuan Uni Soviet, di mana 55,000 tahanan perang Jepang dilaporkan mati di Siberia. Banyak politikus yang di antara mereka merupakan tahanan perang di Tiongkok merasa berterima kasih kepada Chiang dan sebagai hasilnya pemerintah Jepang tidak berinteraksi dengan pemerintah Mao Zedong dan Partai Komunis Tiongkok. Supaya dapat berinteraksi dengan Jepang, Mao mengutus Liao Chengzhi untuk membangun hubungan diplomatik dengan Jepang.[19]

Liao sangat fasih berbahasa Jepang, bahkan kemampuan bahasa Jepangnya bisa dinyatakan setara dengan warga Jepang setempat. Liao juga memiliki pemahaman luar biasa mengenai cara memengaruhi jiwa mereka. Upayanya untuk membangun hubungan diplomatik dengan Jepang tidak hanya berhenti di melobi Partai Demokrat Liberal Jepang, tetapi juga berlanjut ke Soka Gakkai dan tokoh-tokoh terkait seperti Sawako Ariyoshi. Upaya Liao membuahkan hasil pada 1968 saat Presiden Soka Gakkai Daisaku Ikeda dihadapan 20,000 pengikut membacakan apa yang dikenal sebagai "Proposal Ikeda". Ia meminta agar pemerintah Jepang membuka hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan berdialog dengan Partai Komunis Tiongkok, bahkan mengkritik Amerika Serikat yang melarang pemerintahan komunis Tiongkok masuk ke Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai "komplotan licik".[16] Upaya perundingan antara ketua umum Komeito Yoshikatsu Takeiri dengan Perdana Menteri Tiongkok Zhou Enlai pada 1970an memainkan peran penting dalam normalisasi hubungan antara Tiongkok dan Jepang pada 1972.[17] Partai tersebut telah menganjurkan kebijakan yang lebih ramah terhadap Tiongkok, dan telah menjaga komunikasi dengan negara tersebut bahkan pada saat hubungan antara kedua negara sedang tegang.[17] Pada 2008, saat Presiden Hu Jintao mengunjungi Jepang, ia bertemu dengan Ikeda di mana ia memuji proposal 1968 yang dibacakan Ikeda.[16]

Presiden PKB

No. Nama Masa jabatan Gambar
Dari Sampai
1 Takenori Kanzaki 7 November 1998 30 September 2006
2 Akihiro Ota 30 September 2006 8 September 2009
3 Natsuo Yamaguchi 8 September 2009 Petahana 120px-Natsuo_Yamaguchi-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Sastra

  • Fisker-Nielsen, Anne Mette (2012), Religion and Politics in Contemporary Japan: Soka Gakkai Youth and Komeito, Routledge

Catatan

  1. sebagai Kōmeitō Baru
  2. masih digunakan dalam website bahasa Inggris

Referensi

  1. Metraux, Daniel A. (1996), "The Soka Gakkai: Buddhism and the Creation of a Harmonious and Peaceful Society", Engaged Buddhism: Buddhist Liberation Movements in Asia, State University of New York Press, hlm. 386
  2. Filus, Dorothea M. (2010), "Interreligious Education and Dialogue in Japan", International Handbook of Inter-religious Education, Part One, Springer, hlm. 788
  3. Fisker-Nielsen, Anne Mette (2012), Religion and Politics in Contemporary Japan: Soka Gakkai Youth and Komeito, Routledge, hlm. 32
  4. Fisker-Nielsen, Anne Mette (2012), Religion and Politics in Contemporary Japan: Soka Gakkai Youth and Komeito, Routledge, hlm. 86
  5. 1 2 Ministry of Internal Affairs and Communications: Prefectural and local assembly members and governors/mayors by political party as of December 31, 2011
  6. Matsutani, Minoru, "Soka Gakkai keeps religious, political machine humming[pranala dihapus]", The Japan Times, 2 December 2008, halaman 3
  7. 1 2 "On Politics and Religion | About Us | KOMEITO". www.komei.or.jp. Diakses tanggal 2026-02-10.
  8. 1 2 Aruga, Hiroshi (2000). "Chapter 4: Soka Gakkai and Japanese Politics". Dalam Machacek, David; Wilson, Bryan (ed.). Global Citizens. Oxford University Press. ISBN 0-19-924039-6.
  9. Métraux, Daniel A. (1994). The Soka Gakkai Revolution. Lanham: University Press of America. hlm. 42, 55.
  10. Corduan, Winfried (2012-10-22). Neighboring Faiths: A Christian Introduction to World Religions (dalam bahasa Inggris). InterVarsity Press. hlm. 479. ISBN 978-0-8308-3970-4. The Komeito severed its organizational ties to SG in 1970, but has nonetheless remained the political arm of Sokka Gakkai in Japan
  11. Palmer, A. (2012-12-06). Buddhist Politics: Japan's Clean Government Party (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 13. ISBN 978-94-010-2996-4. even today, the Clean Government Party can hardly be called more than the "political arm" of Soka Gakkai
  12. Rich, Motoko; Notoya, Kiuko; Ueno, Hisako (2024-10-26). "For First Time in Decades, Japan Votes in a Knife-Edge Election". The New York Times. New York, United States. Diakses tanggal 2024-10-27. ...Komeito, a political affiliate of Soka Gakkai, a Buddhist sect.
  13. Okuyama, Michiaki (Spring 2010). "Soka Gakkai As a Challenge to Japanese Society and Politics" (PDF). Politics and Religion. IV (1): 84. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2015-02-26. After its religious orientation was criticized by journalists and questioned in the Diet around 1970, Komeito declared that it would follow the constitutional principle of the separation between religion and state, officially separating Soka Gakkai and Komeito. But this issue continues even today as one of the targets of criticism against Soka Gakkai and Komeito.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. Soka Gakkai Annual Report 2015 (Laporan). Soka Gakkai Public Relations Office. 1 Februari 2015. hlm. 72. 協議会では、公明党から、党の方針、態度、決定等について説明があり、それに対して学会が意見、要望を述べる。[At the council, Komeito explains the party's policies, attitudes, decisions, etc., and the Gakkai gives opinions and requests.]{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Lindgren, Petter Y. (2016-09-01). "Kōmeitō's security ideals and collective self-defense: betwixt pacifism and compromises". East Asia (dalam bahasa Inggris). 33 (3): 233–254. doi:10.1007/s12140-016-9256-8. ISSN 1874-6284.
  16. 1 2 3 Ryall, Julian (2021-10-29). "Japan's political parties walk tightrope between China and US". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-10.
  17. 1 2 3 McLaughlin, Tobias Harris, Levi (2026-02-17). "The Small Pacifist Party That Could Shape Japan's Future". Foreign Policy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-10.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  18. Nohara, Yoshiaki; Terukina, Akemi (11 Desember 2025). "Japan-China Spat Lacks Immediate Offramp Despite Komeito Talks". Bloomberg News. Diakses tanggal 11 Desember 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. "書評『戦後日中関係と廖承志』――中国の知日派と対日政策". WEB第三文明. 2023-09-04. Diakses tanggal 2026-02-10.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan