Minggu, 18 Oktober 2026
17:36 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Liberalisme klasik

Liberalisme klasik

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Liberalisme
120px-Yellow_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Adam_Smith_The_Muir_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Adam Smith (1723-1790) yang dikenal sebagai "Muir portrait", dibuat oleh seniman yang tidak diketahui sekitar tahun 1800. Potret ini kemungkinan dibuat setelah wafatnya Smith berdasarkan sebuah medali karya James Tassie. Adam Smith adalah filsuf dan ekonom yang tulisannya menjadi bagian dari perkembangan pemikiran ekonomi dan liberalisme klasik.

Liberalisme klasik adalah ideologi politik, cabang liberalisme yang mendukung kebebasan sipil dan kebebasan politik dengan pemerintahan demokrasi perwakilan berdasarkan aturan hukum dan mengutamakan kebebasan ekonomi.[1][2]

Liberalisme klasik berkembang pada abad ke-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Meski liberalisme klasik dibangun di atas pemikiran yang sudah berkembang pada akhir abad ke-19, liberalisme klasik mendukung terciptanya masyarakat, pemerintahan, dan kebijakan umum jenis lain sebagai tanggapan terhadap Revolusi Industri dan urbanisasi.[3] Tokoh ternama yang pemikirannya digunakan dalam liberalisme klasik meliputi John Locke,[4] Jean-Baptiste Say, Thomas Malthus, dan David Ricardo. Liberalisme klasik bergantung pada teori ekonomi Adam Smith, hukum kodrat,[5] utilitarianisme,[6] dan kemajuan.[7]

Pada akhir abad ke-19, liberalisme klasik berkembang menjadi liberalisme neoklasik. Liberalisme neoklasik percaya bahwa pemerintahan harus disusutkan sekecil-kecilnya agar kebebasan individu bisa berjalan. Dalam bentuk ekstremnya, liberalisme neoklasik mengusung konsep Darwinisme sosial. Libertarianisme adalah bentuk modern dari liberalisme neoklasik.[8]

Lihat Pula

Catatan kaki

  1. ↑ Modern Political Philosophy (1999), Richard Hudelson, pp. 37–38
  2. ↑ M. O. Dickerson et al., An Introduction to Government and Politics: A Conceptual Approach (2009) p. 129
  3. ↑ Hamowy, p. xxix
  4. ↑ Steven M. Dworetz, The Unvarnished Doctrine: Locke, Liberalism, and the American Revolution (1994)
  5. ↑ Joyce Appleby, Liberalism and Republicanism in the Historical Imagination (1992) p. 58
  6. ↑ Gerald F. Gaus and Chandran Kukathas, Handbook of Political Theory (2004) p. 422
  7. ↑ Hunt, p. 54
  8. ↑ Mayne, p. 124

Referensi

Tradisional
Jenis
Zaman
Kuno
Tiongkok
Yunani-Romawi
India
Persia
Abad pertengahan
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
Eropa
Asia Timur
India
Islam
Yahudi
Modern
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
tokoh
Ideal / Material
Lainnya
Kontemporer
padding-top:0.2em;line-height:1.1em;font-weight:normal;
Analitis
Kontinental
Lainnya
Posisi
Estetika
Etika
Kehendak bebas
Metafisika
Epistemologi
Pikiran
Normativitas
Ontologi
Realitas
Wilayah
Daftar
Ide
120px-Yellow_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Varian
Klasik
Konservatif
Sosial
Lain-lain
Filsafat
Politikus
Organisasi
Topik berkaitan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan