Jumat, 23 Oktober 2026
11:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Epifenomenalisme

Bagikan:

Epifenomenalisme adalah teori filsafat budi yang menyatakan bahwa fenomena budi dihasilkan oleh proses fisik yang berlangsung di otak atau bahwa keduanya merupakan hasil dari suatu sebab bersama. Akibatnya, kesan bahwa budi dan perasaan menyebabkan efek fisik dapat dianggap sebagai ilusi. Teori ini bertentangan dengan gagasan bahwa fenomena budi mendorong proses fisik di otak. Misalnya, menurut teori ini, rasa takut tidak meningkatkan detak jantung, karena keduanya merupakan akibat dari sebab fisiologis bersama, yaitu tanggapan terhadap ancaman luar.[1]

Dalam bukunya yang berjudul Consciousness Explained, Daniel Dennett membagi epifenomenalisme menjadi epifenomenalisme dalam makna metafisis, yang meyakini epifenomena tidak menyebabkan apa-apa, dan epifenomenalisme "peluit uap" Huxley, yang menyatakan bahwa epifenomenalisme menyebabkan sesuatu tetapi tidak relevan secara fungsional[2] (dianalogikan dengan peluit uap karena peluit uap tidak memengaruhi kerja lokomotif kereta).[3]

Catatan kaki

  1. ↑ Internet Encyclopedia of Philosophy. "Epiphenomenalism". Diakses tanggal 2012, Feb, 5.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  2. ↑ Dennett, D. C. (1991b) Consciousness Explained, Boston: Little, Brown.
  3. ↑ Huxley, T. H. (1874) “On the Hypothesis that Animals are Automata, and its History”, The Fortnightly Review 16 (New Series): 555–580.

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri epifenomenalisme di kamus bebas Wikikamus.
Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan