Rabu, 30 September 2026
04:52 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Transendentalisme

Transendentalisme

Gerakan filosofis AS 1820–1830-an, yang menganggap bahwa masyarakat merusak kebaikan bawaan manusia, lebih menyukai intuisi daripada empirisme

Bagikan:
250px-Immanuel_Kant_portrait_c1790.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Imanuel Kant, seorang tokoh Transendetalisme

Transendentalisme adalah sebuah paham filsafat yang berpengaruh pada abad 18.[1] Paham filsafat tersebut menekankan bahwa pengetahuan tidak terbatas pada, dan tidak berasal semata-mata dari pengalaman atau pengamatan, melainkan melampauinya.[1] Dengan demikian, paham tersebut menjadi berseberangan dengan Empirisme.[1] Transendtalisme juga meyakini bahwa pemecahan masalah-masalah yang dihadapi manusia dapat didukung dengan perkembangan emosi individu.[1] Transendetalisme lebih banyak bekerja pada aspek kerohanian manusia.[1] Dengan penalaran yang mendalam, transendentalisme meyakini bahwa segala sesuatu yang tampak oleh mata merupakan perwujudan atau representasi dari dunia rohani atau transenden.[1] Untuk memahami paham transendetalisme, manusia mutlak harus menggunakan daya nalarnya untuk menemukan apa yang mutlak benar, yang ada di balik dunia nyata.[1] Kemampuan penalaran meliputi kemampuan bebas dan intuitif.[1] Unsur filsafat ini terdapat salah satunya dalam filsafat Neoplatonisme (Yunani Kuno), tetapi sumber gagasan utamanya terdapat dalam karya Immanuel Kant, seorang filsuf berkebangsaan Jerman dalam bukunya Critique of pure reason.[1] Ajaran tersebut sering disebut sebagai idealisme transendetal yang populer pada abad 18 dan 19.[1]

Etimologis

Transendentalisme menekankan nilai transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere)[2] Dalam filsafat agama, transendentalisme mempelajari sifat Tuhan yang dapat ditangkap melalui realitas semesta.[3] kata "transenden" terdiri dari dua kata "trans" yang berarti seberang, melampaui, atas, dan kata "scandere" yang berarti memanjat.[2] Istilah ini bersama-sama dengan bentuk-bentuk lain seperti "transendental", "transendensi".[2] Beberapa pengertian dari transenden adalah: lebih unggul, agung, melampaui, superlatif, melampaui pengalaman manusia, berhubungan dengan apa yang selamanya melampaui pemahaman terhadap pangalaman biasa dan penjelasan ilmiah.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 6 (SHI-VAJ). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 3611
  2. 1 2 3 (Indonesia)Lorens Bagus., Kamus Filsafat. Jakarta: PT Gramedia, 1996, Hal. 1118-1119
  3. 1 2 (Inggris)Robert Audi., The Cambridge Dicitonary of Philosophy. Edinburg: Cambridge University Press, Hal. 807-808
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan