Rabu, 07 Oktober 2026
16:00 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Kantianisme

Kantianisme

Bagikan:
330px-Kant_SIL14-k001-06a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Immanuel Kant pelopor kantianisme.

Kantianisme adalah falsafah Immanuel Kant, seorang filsuf Jerman yang dilahirkan di Königsberg, Prussia (kini Kaliningrad, Rusia).[1] Kantianism atau Kantian juga digunakan untuk menggambarkan kedudukan kontemporari dalam falsafah pikiran, epistemologi, dan etika.[1] Kantianisme adalah pahaman di mana setiap kita mengambil keputusan, kita harus membayangkan bagaimana kita adalah pihak yang dirugikan.[1] Pahaman ini menjelaskan bahawa bila dilakukan sesuatu tindakan, maka tindakan itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan orang lain.[1]

Pemikiran-pemikiran Kant yang terpenting di antaranya ialah pemikirannya akal murni.[2] Menurutnya bahwa dunia luar itu kita ketahui hanya dengan sensasi, dan jiwa bukanlah sekadar tabula rasa, tetapi jiwa merupakan alat yang positif, memilih dan merekonstruksikan hasil sensasi yang masuk itu dikerjakan oleh jiwa dengan menggunakan kategori yakni mengklasifikasikan dan mempersepsikannya ke dalam ide.[2] Sensasi-sensasi masuk melalui alat indra.[2] Ada lima alat indra. Melalui indra itu kemudian masuk ke otak, lalu objek itu diperhatikan, kemudian disadari.[2] Sensasi-sensasi itu masuk ke otak melalui saluran-saluran tertentu yaitu hukum-hukum. Karena hukum-hukum itulah maka tidak semua stimulus yang menerpa alat indra dapat masuk ke otak. Penangkapan itu telah diatur oleh persepsi sesuai dengan tujuan.[2] Tujuan inilah hukum-hukum itu.[2]

Jam hidup selalu berdetak, tetapi kita tidak mendengarkan.[2] Akan tetapi detak jantung yang sama, bahkan lebih rendah, akan didengar bila kita memang bertujuan ingin mendengarnya.[2] Ada stimulus dua dan tiga; anda memberi respons lima bila Anda bertujuan menjumlahkannya, enam bila Anda bertujuan mengalikannya.[2] Jadi, hubungan-hubungan sensasi itu tidak terbentuk sekadar karena ada tiga.[2] Inilah hukum itu.[2] Jadi, tujuan itulah yang memilih dan mengarahkan penggunaan sensasi dan pemikiran, tujuan jiwa.[2]

Menurutnya, jiwa (mind) yang memberi arti terhadap stimulus itu mengadakan seleksi dengan menggunakan dua cara yang amat sederhana.[2] Pesan-pesan (dari stimulus) disusun sesuai dengan ruang (tempat) datangnya sensasi, dan waktu terjadinya sensasi itu,mind itulah yang mengerjakan itu, yang menetapkan sensasi dalam ruang dan waktu, menyifatinya dengan ini dan itu, sekarang atau nanti.[2] Ruang dan waktu bukanlah sesuatu yang dipahami.[2] Ruang dan waktu adalah alat persepsi.[2] Oleh karena itu, ruang dan waktu itu opriori.[2]

referensi

  1. 1 2 3 4 George Ritzer. 2012. Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodren. Yogyakarta: Pustaka Belajar
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 George Ritzer. 2004. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana


Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan